
Disebuah rumah seorang wanita terlihat berbaring tak berdaya di kamarnya seraya memeluk sebuah foto.
Lutfia jatuh sakit memikirkan Samuel yang belum juga ditemukan.
Wanita itu terlihat sangat mengkhawatirkan anak bujangnya yang selama ini tidak pernah bermasalah.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria dengan pakaian kantor mendekati wanita itu.
" Yank " Panggil Rafael lembut.
Lutfia langsung memejamkan matanya pura2 tidur.
Rafael duduk di pinggir ranjang menepuk pelan bahu wanita tersebut.
" Kamu yang sabar ya,aku janji bakal menemukan anak kita " Ucap Rafael serius.
" Sampai kini aku maupun Papa kamu belum menemukan kemana Rafael pergi,tak ada jejak saat ia menghilang dan polisi bilang itu murni Rafael pergi sendiri bukan karna penculikan " Kata Rafael menghela nafas.
Lutfia memejamkan matanya dengan erat menahan air didalam sana yang ingin memaksa keluar.
" Aku juga dah koordinasi sama tim Papa,mereka bilang Samuel tidak keluar dari kota ini " Lanjut Rafael jujur.
Lelaki itu terpaksa harus memberitahu semua laporan dari anak buah yang mereka utus mencari Samuel.
Meski sangat kecewa tapi mereka harus menerima kenyataan dengan lapang dada.
" Aku minta maaf Yank,aku belum bisa balikin anak kita " Lanjut Rafael sedih.
Pria itu memeluk Lutfia dari belakang merasai rasa sakit yang dialami istrinya.
Ibu mana yang tidak khawatir kehilangan anak pertama tanpa sebab,apalagi Samuel tak pernah mengecewakan mereka,Lutfia begitu ingat bagaimana Samuel membantunya dirumah saat sedang kelelahan.
Karna Samuel lah Lutfia berubah menjadi manusia lebih baik,ke ibuan dan lembut seperti sekarang.
Bukan hal mudah bagi wanita itu melupakan Samuel begitu saja.
Keduanya saling terdiam hingga isakan tangis terdengar.
Rafael mendongak mengintip sedikit dan mendapati sang istri kembali terpuruk.
Wanita itu mencengkram seprei dengan keras menahan tangisnya yang hampir pecah.
" Maafin aku Yank " Ucap Rafael begitu sedih.
" Ak ku ing in an anak ku hiks hiks " Ucap Lutfia lirih.
" Iya aku tau,aku juga merindukan Samuel " Kata Rafael lembut.
" Hiks hiks di a dima na Ma s,Sam muel sam a sia apa ?" Tanya Lutfia terbata bata.
Rafael membalik tubuh wanita itu dan memeluk Lutfia erat.
Lutfia pun langsung menangis terisak di pelukan suaminya.
Sudah 1 bulan berlalu Samuel tidak pulang kerumah tanpa kabar tanpa jejak.
Segala cara sudah mereka pakai untuk menemukan lelaki itu,tapi belum ada titik terang.
Bahkan anak buah Reno sudah dikerahkan tapi belum juga menemukan.
" Yang sabar ya,aku gak akan pernah berhenti " Kata Rafael tegas.
Lutfia terus menangis tak sanggup membayangkan anaknya diluaran sana tanpa dirinya.
Disebuah rumah,seorang pria bersiap berkendara dengan sepeda motor butut milik Sindi yang sering dipakai membeli sayur dan bekerja.
__ADS_1
Hari ini Samuel berencana membeli alat mekaniknya ditemani oleh Winda.
Sebenarnya Sindi tidak mengizinkan lelaki itu keluar tapi Samuel kekeh ingin keluar ke toko,perdebatan kecil pun terjadi,Sindi mengkhawatirkan kondisi Samuel dan Winda yang masih naik turun,tapi yang dikhawatirkan meyakini wanita itu bahwa mereka sanggup dan akan pulang selamat.
" Bawa ini " Kata Sindi memakaikan totebag dilengan Samuel.
" Ini apa ?" Tanya Samuel kaget melihat tas pink dibahunya.
" Obat,kalian gak boleh lengah kalo merasa sakit obatnya sudah tante siapin disana,air minum juga " Kata Sindi cepat.
Samuel menganga melihat wanita itu begitu posesif.
" Windaaaa " Panggil Sindi.
Seorang gadis keluar membawa jaket hitam topi dan masker.
Samuel melihat 2 wanita itu dengan tatapan bingung.
" Sini Tante pakein " Kata Sindi menyuruh Samuel turun.
Lelaki itu menurut seperti sapi yang dicucuki hidungnya.
Samuel berdiri menjulang didepan Sindi,dengan gerakan cepat Sindi mengambil jaket ditangan Winda dan memakaikannya di tubuh Samuel.
" Ini punya siapa ?" Tanya Samuel melirik Winda.
" Punya Papa pas masih muda " Jawab Winda.
" Hah " Pekik Samuel kaget.
" Ck gak usah gerak2,sini berdiri yang benar " Kata Sindi menarik pinggang lelaki itu.
Samuel kembali diam melihat Sindi begitu antusias.
Winda mengulum senyum melihat wajah tertekan lelaki tersebut.
Samuel mendongak ngeri takut2 tangan wanita itu menghantamnya.
" Huh ini kenapa ya,padahal masih bagus " Kata Sindi berusaha menarik.
" Gak usah dikancing juga gak papa " Kata Samuel ngeri.
" Gak bisa,harus dikancing ini,ntar kamu dikira Genji dari jepang " Kata Sindi serius.
" Ppftttttt " Winda hampir terbahak mendengar celetukan ibunya.
Samuel melototkan mata tanda tak terima gadis itu menertawai dirinya.
Sreeeetttt....
Kancing pun terpasang dengan sempurna.
" Huh selesai " Kata Sindi bertepuk tangan ria dengan aksinya.
Samuel menghela nafas lega,lelaki itu hampir mati menahan nafas tadi karna terlalu takut.
" Nih pake masker sama topi " Kata Sindi memberi 2 benda itu kepada Samuel.
Samuel memakainya dengan patuh,dan taraaa...
Lelaki itu seperti mafia kelas kakap yang siap menembaki para musuhnya.
Kepala Sindi mangut2 memutar tubuh Samuel kekiri dan kekanan.
" Setidaknya gini gak ada yang ngenalin " Gumam Sindi yakin.
" Dah sana berangkat,habis itu gak usah kemana2 ya langsung pulang " Kata Sindi tegas.
__ADS_1
" Iya Ma " Jawab Winda patuh.
Samuel kembali menaiki motor dengan style penjahatnya.
" Kami berangkat " Ucap Samuel pamit.
Sindi mengangguk tersenyum melambaikan tangan.
" Pegangan dipinggang Samuel,Winda " tegur Sindi melihat tangan anaknya nganggur.
Winda mengangguk pelan dan menaruh kedua tangannya dipinggang Samuel.
Samuel menunduk kebawah melihat tangan gadis itu berpegangan pada ujung jaket.
Senyum kecil terbit,lelaki itu pun tancap gas.
" Huuufttt semoga gak ada yang mengenali lelaki itu " Gumam Sindi pelan.
Wanita dengan daster coklat itu pun masuk kedalam rumah,,hari ini Sindi libur bekerja membuat wanita itu bisa beristirahat dengan tenang.
Saat akan berbaring,dering ponsel terdengar nyaring.
Sindi berjalan kearah meja dan mengambil hapenya.
" bang Romi " Gumam Sindi pelan.
Perempuan itu langsung mengangkat panggilan.
" Kamu dimana ?" Tanya Romi cepat.
" Dirumah Bang,kenapa ?" tanya Sindi sopan.
" Samuel ada dirumah ?" tanya Romi.
" Barusan keluar sama Winda " Jawab Sindi polos.
" Kemana ?" Tanya Romi kaget.
" kenapa Bang ?" tanya Sindi menelan ludah kasar.
" Dia kemana ?" tanya Romi terdengar panik.
" Em ke toko mekanik " Jawab Sindi.
" Astaga,baiklah " kata Romi cepat.
" Ada apa Bang ?" Tanya Sindi berubah panik.
" Orang2 sedang mencari Samuel kearah rumah kalian,jika mereka menemukan Samuel habis kita " Jawab Romi.
" Hah " Pekik Sindi terbelalak.
" Terus gimana ini Bang ?" tanya Sindi ketakutan.
" Aku tidak tau,sekarang aku sedang dikantor,aku tidak bisa pergi dari sini " Jawab Romi.
" Ya Tuhan,bagaimana ini Mas Malvin lagi ngajar " Kata Sindi begitu takut.
Romi diam hingga panggilan terputus sepihak.
" aduh2 gimana ini ?" Gumam Sindi bingung.
Wanita itu berlari keluar dan melihat kejalan raya.
Tak ada lagi nampak kendaraan 2 anak manusia tersebut.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.