Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Enam Sembilan "TSJC"


__ADS_3

Terlihat Vivi sedang menunggu Mita dan Indah di luar gerbang, karena mereka sudah janjian untuk jalan-jalan hari ini.


Tidak lama kemudian Arman dan Anton juga berjalan masuk kampus sambil melirik Vivi sekilas, saat mereka melewati gerbang, Anton mengingat wajah Vivi, Dia kemudian kembali keluar dari gerbang kampus,, Arman yang heran melihat Anton juga mengikuti Anton.


"Hay..." sapa Anton sambil tersenyum ramah.


Vivi yang sudah tidak mengingat Anton merasa canggung dengan sapaan Anton..


"Aku yang waktu itu nabrak kamu." ucap Anton memperkenalkan dirinya. Beberapa detik Vivi mengingat kembali yang Anton maksud.


"Ahhh,, kakak yang nabrak aku." ucap Vivi saat mengingatnya. Anton pun mengangguk senang saat Vivi mengingatnya.


"Aku mau minta maaf soal waktu itu, karna aku udah nabrak kamu,, aku juga minta maaf, karna langsung pergi tanpa minta maaf sama kamu." ucap Anton.


"Ahh, ngga ppa kok kak, aku juga salah ngga hati-hati jalannya." ucap Vivi.


"Terus kamu ngapain disini, kamu mahasiswa disini juga?" tanya Anton lagi.


"Bukan kak, aku disini lagi nungguin teman aku." ucap Vivi. Tidak lama kemudian Mita dan Indah muncul, lalu menyapa Anton dan Arman.


"Eh, kalian lama banget sih, aku udah lama nungguin kalian." gerutu Vivi kesal.


"Yaa maaf Vii,, tadi aku masih ada kuliah jadi lama." ucap Indah.


"Ehh, kalian saling kenal?" tanya Arman penasaran.


"Eh, iya kak, dia teman aku juga dari SMA." ucap Mita.


"Kak Arman udah kenal Vivi?" tanya Mita lagi.


"Ngga,, dia yang kenal." ucap Arman sambil menunjuk Anton.


"Ya udah Vi, kenalin ini kak Arman, kak Arman kenalin ini Vivi." ucap Mita memperkenalkan mereka berdua.


"Hay." ucap Arman sambil menyalami Vivi.


"Ya udah, kalian kan sudah saling kenal, sekarang kita pergi yuk." ajak Indah lalu mereka pun pamit dengan Arman dan Anton lalu meninggalkan mereka.


Anton masih terus menatap Vivi, sementara Arman yang sudah mau masuk kampus heran melihat Anton.

__ADS_1


"Woii,, jangan kelamaan natap anak orang, entar lu suka." ketus Arman.


"Emang." gumam Anton masih menatap ke arah yang sama, Arman terkejut dengan pengakuan Anton.


"Jadi lo beneran suka sama dia?" tanya Arman serius..


"Udah ah, ngga usah bahas itu,,. mending gue selesain tugas akhir gue, terus wisuda habis itu ngelamar dia deh." gerutu Anton lalu berjalan masuk kampus.


Arman mengerutkan keningnya bingung dengan perkataan Anton..


"Ngomong apaan sih lu,, gimana dengan citra? lo udah ngga mau ngejar dia lagi?" tanya Arman lagi.


"Iya, gue udah capek,, lagian Citra juga udah ngga ada di kampus ini,, jadi ngapain ngejar-ngejar yang ngga pasti, lagian gue juga masih sakit hati sama dia waktu gue di phpin." ucap Anton sedikit sedih.


"Yes, berarti Citra milik gue dong." gerutu Arman kegirangan sambil terus berjalan masuk kampus.


******


Mita, Indah dan Vivi sudah ada di restoran dekat kampus. Kevin pun tiba di restoran itu lalu tersenyum lembut kepada Indah kemudian duduk di dekat Indah, Indah pun membalas senyuman Kevin.


"Udah lama?" tanya Kevin lembut kepada Indah, dan Indah hanya menggeleng.


"Kalian pacaran yah." ucap Vivi to the point.


Mita menyikut Vivi karna merasa heran dengan perkataan Vivi.


"Iya." ucap Kevin tanpa ragu.


"Sejak kapan?" tanya Mita terkejut sambil menatap Indah.


"Belum lama kok, baru 1 minggu." jawab Kevin lagi tanpa ragu..


Indah hanya diam, tidak tau harus berkata apa,, karna tadinya dia ingin menyembunyikan hubungan mereka dulu, tapi kevin sudah mengatakannya. Sementara Mita dan Vivi hanya menatap Indah dengan kesal karena tidak memberitahukan hubungannya dengan Kevin.


******


Citra dan Riko sudah berada di pesawat menuju ke Jakarta. Sepanjang perjalanan Citra hanya tertidur di pundak Riko, karena Citra sangat kelelahan, karena sebelum mereka berangkat Ke bandara tadi, Riko kembali menyerang Citra.


Riko hanya terus mengelus pipi Citra dengan lembut dan sesekali mengecup pucuk kepala Citra. Dia sangat tau kalau Citra sangat kelelahan.

__ADS_1


Setelah 6 jam perjalanan Korea-Jakarta akhirnya pesawat mereka mendarat pukul 20.00 waktu Indonesia barat.


Riko kemudian membangunkan Citra dengan lembut, setelah Citra bangun mereka pun turun dari pesawat dan keluar dari bandara.


Di luar bandara sudah ada taksi yang parkir, Riko dan Citra kemudian menaiki taksi itu, sementara supir taksi memasukkan koper mereka ke dalam bagasi. Sopir itu kemudian melajukan mobil meninggalkan bandara.


Dalam perjalanan Citra kembali tertidur di pundak Riko, sejak keluar dari bandara ponsel Riko tidak berhenti berdering tanda notifikasi dan pesan masuk.


Riko terkejut saat melihat pemberitahuan bahwa sahamnya yang berada di jepang meningkat hingga 70%.


Riko kemudian berfikir, apa semua ini ada hubungannya dengan papanya. Dia kemudian menyuruh supir taksi itu melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya.


Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya merekapun tiba di depan rumah papa Indra.


Pak Cecep yang sedang berada di dapur, terkejut mendengar suara klakson mobil dari luar pagar.


"Siapa yang datang malam-malam begini." gumam pak Cecep sambil berlari ke arah pintu gerbang.


Papa Indra dan Mama Ayu yang sedang bersantai di ruang keluarg juga terkejut mendengar suara klakson dari luar pagar.


Pak Cecep membuka pintu gerbang, dan terkejut saat Riko menggendong Citra.


"Non Citra kenapa den?" tanya pak Ceceo khawatir.


"Dia lagi tidur pak, tolong bawa koper masuk ke dalam ya pak." pinta Riko lalu berjalan masuk ke dalam rumah orang tuanya sambil menggendong Citra.


Papa Indra dan Mama Ayu terkejut melihat Riko menggendong Citra, dia fikir Citra kenapa-kenapa.


"Istri kamu kenapa nak?" tanya mama Ayu khawatir.


"Citra lagi tidur mah." ucap Riko sambil terus berjalan menuju kamarnya.


Papa Indra dan Mama Ayu terlihat bahagia karna Riko akhirnya pulang bersama menantunya.


"Apa pesanan papa sudah jadi." gumam papa Indra berharap.


"Papa ngomong apa sih." ucap mama Ayu bingung dengan perkataan suaminya.


Tiba di kamar, Riko membaringkan Citra di atas ranjang, kemudian Riko melepas sepatu dan pakaian Citra, karna Riko merasa pasti Citra sangat gerah, kemudian Riko menyelimuti seluruh tubuh Citra yang sudah telanjang. Kemudian Riko mengecup bibir Citra dengan lembut.

__ADS_1


Riko kemudian turun ke ruang keluarga, menemui orang tuanya untuk meminta penjelasan dengan sejelas-jelasnya.


__ADS_2