
Disebuah kampung terjadi kegemparan dirumah seorang warga yang terkenal akan sifat saling tolong menolongnya.
Beberapa ibu2 begitu kepo hingga berkunjung kesana demi melihat tamu baru mereka.
" Waahhh rame banget " Gumam seorang gadis mengintip dari balik jendela.
" ada apa Histi ?" tanya Zaiva melihat anaknya yang sedang membongkar isi kardus.
" Biasa warga " Jawab Histi cuek.
" Mereka kenapa ? mau ngusir ?" tanya Zaiva ngeri.
" Gak kok,mereka cuma kepo aja ada tamu masuk kekampung " Jawab Histi.
Kedatangan Zaiva dan Bara tak banyak yang tau karna para warga saat itu sedang sibuk memanen hasil jagung mereka.
" Buka aja pintunya " Ucap Bara tenang.
" Iya Pa,kenapa kita berkurung kayak gini " Kata Serkan heran.
" Ck nanti,aku mau pilih2 buat aku,ntar kalo pintunya kebuka warga pada nyerbu dan nagih " Celetuk Histi.
" Nagih kenapa ?" tanya Serkan mengernyit.
" Biàsalah Yank " Jawab Histi gemas.
Serkan menghela nafas mengerti,ia sudah tau kode istrinya yang sering mengimingi2 warga.
" Kebiasaan kamu !" Kata Zaiva menjitak kepada Histi.
" Hehe " Histi cengengesan mengusap kepalanya.
Bara cuek saja dan ikut mengintip Salma dan Salim yang masih melihat keluar.
Setelah selesai dan disembunyikan ditempat yang aman,wanita itu dengan sombong membuka pintu rumahnya.
" Neng " Pekik seorang ibu2.
" Iya " Jawab Histi berkacak pinggang.
" Ada tamu dari kota ya Neng ?" tanya ibu itu kepo.
" Iya ada Mama sama Papa aku " Jawab Histi.
" Wahhh rame dong Neng,helikopternya mana ?"
" Dikampung sebelah " Jawab Histi.
Zaiva keluar bersama kedua anaknya.
" Wahhhh cantik banget " Gumam ibu2 takjub melihat wanita muslima tersebut.
" Assalamualaikum " Sapa Zaiva sopan.
" Waalaikumsalam,Emak Histi ya ?" Tanya warga.
" Iya saya Mamanya Histi " Jawab Zaiva tersenyum.
" Itu dibelakang suaminya ?" tanya warga menunjuk Bara.
" Iya suami saya " Jawab Zaiva.
" Kok tua ya ?" Gumam warga.
Bara yang tadinya tersenyum langsung menarik sudut bibirnya datar.
" Iya padahal emak Histi cantik muda,tapi kenapa bapaknya lebih tua " Sahut warga lain.
" Biasanya hasil perjodohan itu,kayak di film2 " Kata ibu2 mulai menggosip.
" Iya atau gak cowoknya pedofil " Bisik salah satu dari mereka.
__ADS_1
Histi dan Serkan saling melihat,Zaiva mengulum senyum melihat wajah Bara yang terlihat tak terima.
" Pedofil apa Ma ?" Tanya Salma mendongak.
" Hah em anu sejenis tumbuhan " Jawab Zaiva asal.
" apa !" Pekik Bara melotot.
" hehe " Zaiva cengengesan menggaruk kepala.
Salma dan Salim mangut2 meski tidak mengerti,keduanya memasang tampang senyum manis.
" Emang aku keliatan Tua ya ?" bisik Bara kepada istrinya.
" Kan emang tua " jawab Zaiva malas.
" Ck,aku udah perawatan mahal tau,gak liat nih rambut aku dah coklat kek oppa2 korea !" Balas Bara kesal.
" Heleh " Balas Zaiva mengkual.
Bara melihat para ibu2 yang sudah mengatai dirinya,lelaki itu tak bisa membalas mereka karna sekali ia berkata maka akan diusir secara paksa.
" Sabar Bar,mending ngadepin musuh perusahaan daripada mulut emak2 " Gumam Bara mengusap dadanya.
Zaiva tersenyum kecil merangkul pinggang lelaki itu.
Bukan hanya sekali Bara mendapat cibiran pedas dari mulut netizen,setiap mereka jalan berdua pasti ada saja yang menyebut Bara pedofil karna memang usia mereka terpaut jauh saat menikah bahkan ada yang mengira bahwa Zaiva adik lelaki itu walaupun mereka sering membawa ikut twins jalan2.
Wajah dewasa dan pembawaan Bara yang elegant seperti sugar daddy menambah kesan negative,tapi Bara jarang menanggapi karna ia merasa sudah kebal dengan segala hujatan.
Warga kampung menganjak Zaiva mengobrol dengan hangat,meski bahasa dan gaya bicara yang berbeda,Zaiva mencoba memahami setiap kata yang terlontar dari mulut ibu2 disana.
Histi dikremuni oleh anak2 yang sering ia palak,kini bagaikan senjata makan tuan,Histi habis ditagih apa yang sudah ia ucapkan dulu.
Mau tidak mau wanita itu membagi makanan yang dibawa oleh orang tuanya kepada bocah2 kampung tersebut.
Diujung jalan seorang bocah perempuan berjalan dengan riang seraya mengambini tas punggung nya.
" Itu kenapa rame ya ?" Gumam gadis kecil tersebut mengernyit.
Sania terus berjalan hingga maniknya mengenali seorang wanita dengan rambut cepol dan celana hawai sebetis.
" Tante ?" Gumam Sania pelan.
" Ada apa itu ya ? aku harus kesana " Kata Sania tegas.
Gadis kecil itu mengangkat celana panjangnya dan mulai berlari..
Dari rumah Histi mengenali gadis mungil berlari sangat kencang menuju kearahnya.
" Duh gawat,nih bocah pake acara tau lagi " gumam Histi melotot.
" Tanteeeee yyhuuuuu " Pekik Sania heboh melambaikan tangan.
" Aku harus kabur,jika dia tau banyak makanan dirumah bakal bikin tenda depan rumah tuh bocah "Gumam Histi kelabakan.
" Tante Hosh hosh hosh " Sania sampai dengan nafas hampir lepas dari kerongkongan.
Gadis itu pun mendekat dan terduduk di anak tangga.
Glekkkk....
Histi menelan ludah kasar melihat Sania kelelahan berlari.
" Te " Panggil Sania mendongak.
" Hm " jawab Histi cuek.
" Haus Te,minta minum " Balas Sania.
" Iya bentar " Kata Histi memberi bungkus kue kepada bocah lelaki yang menunggu jatah.
__ADS_1
Sania melihat lelaki itu dan menelan ludah kasar,ia belum pernah melihat kue seperti itu selama hidup.
Tanpa menunggu,Sania nyelonong masuk dan terdiam melihat dus besar dengan banyak mainan disana.
" Wawwwww " Gumam Sania takjub.
Histi kembali lagi dan melotot melihat gadis itu memegang boneka cukup besar.
" Ini untuk aku kan ?" tanya Sania berbalik badan.
" Hah " kata Histi pura2 tidak ngeh.
" Pasti buat aku,kan Tante dah janji " kata Sania memeluk boneka pink itu nyaman.
" Hm anu em itu em " jawab Histi bingung.
" Boneka ku !" pekik seorang gadis masuk kedalam dan merebut boneka tèrsebut.
Sania tersentak dan menatap gadis itu bingung.
" Ini punya aku !" Kata Salsa memeluk bonekanya.
" Terus punya aku mana ?" tanya Sania nanar.
Histi melihat adiknya,Salma melototkan mata tanda perlawanan.
" Punya aku gak ada ya Te ?" tanya Sania melihat Histi.
" Em anu itu emang punya Salma hehe " Jawab Histi tak enak.
" Ini semua punya aku dan calon ponaan aku,kamu gak ada " Kata Salma mendorong kardus mainan itu menjauh.
Sania menunduk dengan mata berkaca kaca,Histi menghela nafas merasa kasihan dengan sahabat mungilnya tersebut.
" Ada apa ?" tanya seorang bocah lelaki mendekati saudranya.
" Dia mau ambil boneka aku !" Kata Salma menunjuk Sania geram.
Salim menoleh dan menatap gadis kecil itu dari ujung kaki hingga kepala.
Tak ada yang menarik,Sania terlihat seperti gadis kampung lainnya memakai baju lusuh,celana kebesaran dan rambut pirang serta wajah gosong.
" Bagi Salma,nanti kamu beli lagi " Kata Histi membujuk.
" Gak mau,ini punya aku !" Kata Salma mendengus.
" Iya tapi mainnya sama2,kamu gak boleh pelit " Kata Histi lembut.
" Gak mau Kak,ini boneka kesayangan aku " Balas Salma kekeh.
" Ada apa,eh maaf2 " Ucap seorang ibu2 mendekati anaknya.
Salma dan Salim menoleh dan melihat gadis lusuh tadi diomeli ibunya.
" Kamu gak sopan " Kata Ibu Sania memarahi gadis cilik itu.
" Iya Bu maaf " Ucap Sania merasa bersalah.
Sania mendekat dan mengulurkan tangan kasarnya.
" Maaf ya Kak,lain kali aku gak gitu lagi " Ucap Sania nanar.
Salma diam dan melotot melihat seorang berdiri didepannya dengan mata penuh ancaman.
" I iya em ini bon eka buat kamu,sama di kardus kal lo mau ambil aja " Jawab Salma menjabat tangan gadis itu gemeteran.
Sania terbelalak kaget,Salim dan Histi menoleh dan kaget melihat Bara hampir mengeluarkan matanya menatap Salma..
" Pantes nih bocah ngincep " Gumam Histi ingin ngakak.
Terlihat sekali wajah Salma penuh tekanan dari sang Papa yang sudah memasang tanduk.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.