Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
518


__ADS_3

Sesampainya dirumah Restu langsung berjalan cepat masuk seraya menggendong anaknya yang mulai mengantuk.


Bocah itu kekenyangan karna Tania dan Tini tak membiarkan Nur merasa lapar meski hanya semenit saja.


Nur pun sangat bahagia karna dirinya jarang dimanjakan dengan berbagai makanan dan mainan baru yang mahal.


" Mas " Panggil Winda mengejar.


Restu tak menjawab,lelaki itu terus berjalan masuk kekamarnya tanpa sepatah kata pun.


Winda terdiam dengan mata sembab,sungguh wanita itu sangat takut saat ini melihat perubahan Restu yang sangat ketara.


" Apa yang harus aku lakukan ? pasti Mas Restu sangat marah " gumam Winda bingung.


Wanita itu duduk di kursi dan terdiam disana dengan otak yang berpikir keras.


" Ya Tuhan kenapa ini terjadi lagi ?" Gumam Winda frustasi.


Ia benar2 tak tau mengapa nasib sial selalu menimpa dirinya,padahal Winda sudah berusaha sangat keras agar keluar dari zona yang membahayakan dirinya dan keluarga.


Tak lama Risa dan Rudi sampai,pasangan itu kaget melihat Winda duduk sendirian dengan wajah termenung.


" Winda " Panggil Risa mendekat.


Winda menoleh dengan wajah yang masih sama.


" Mana Restu ?" tanya Rudi duduk didepan cucunya.


Winda menggeleng pelan.


" Dia marah sama aku Kek " Ucap Winda lirih.


" Dia tidak marah mungkin hanya merasa kecewa " Kata Rudi paham.


" Aku memang terlahir untuk mengecewakan semua orang,memang tak ada kebaikan dalam diri ku " kata Winda menunduk dalam.


Deg...


Risa dan Rudi tersentak kaget dengan ucapan merendah cucu mereka.


" Kenapa bicara begitu ?" Tanya Risa mengusap bahu Winda.


Winda terkekeh geli,ia merasa begitu miris dengan hidupnya yang tak pernah merasa ada ketenangan.


" Dari kecil aku tak pernah merasa begitu bahagia,kebahagiaan itu seolah sangat sulit untuk aku dapatkan,saat dapat pun hanya sekejab saja " Kata Winda menggeleng pelan.


Risa menggigit bibir bawahnya dengan kelu,wanita itu kembali teringat bagaimana ia memperlakukan Sindi dan Winda dimasa lalu.


" Maafkan Nenek Nak,ini salah Nenek " Kata Risa berkaca kaca.


" Ini bukan salah Nenek,jika bisa meminta aku rasanya tidak ingin lahir kedunia,Mama begitu menderita punya anak seperti aku " kata Winda mulai menangis.


" Winda sayangg " kata Risa memeluk cucunya.


" Aku lelah Nek,aku ingin istirahat dari semua kekacaun ini,aku tidak tau aku ini korban atau pelaku yang sebenarnya,ujian yang Tuhan beri terasa begitu berat " kata Winda terus menitikkan air mata.


Rudi mendongak menahan air matanya yang akan terjun bebas,sungguh ia pun merasa menyesal dengan tingkah laku mereka selama ini meski sebenarnya Rudi tak pernah membedakan menantu dan cucu.


" Kamu yang sabar,tenang,Nenek yakin dibalik ujian ini kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya " Kata Risa lembut.


Winda terus menunduk,hatinya merasa pedih dan ingin sekali marah tapi Winda tak tau harus marah kesiapa dan kemana,karna dirinya tau ia tak punya kuasa atas itu semua.


Rudi mendekati keduanya dan memeluk mereka bersamaan.


" Kakek janji Winda,kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya setelah ini " kata Rudi tegas.


Risa mengangguk setuju dengan senyum kecil,mereka berdua memang sudah bertekad akan memperbaiki nasib cucu mereka.


Winda mengangguk pelan dengan senyum kecil.

__ADS_1


Risa menghapus air mata cucunya dengan lembut,diusia yang makin tua rasa perduli Risa begitu besar kepada Winda.


Risa pun mulai merasakan apa yang cucunya rasakan selama ini.


Tanpa ketiganya sadari,dari atas tangga Restu melihat kedekatan istrinya dengan sang Kakek Nenek.


Helaan nafas kembali terdengar,Restu belum bisa berpikir jernih saat ini.


Ia butuh waktu untuk meluruskan semua masalah yang ada.


" Ya Tuhan apalagi ini,jika hanya tentang masa lalu Winda aku bisa menerimanya dengan lapang dada,tapi melihat ia menjatuhkan air mata kepada pria itu kenapa rasanya begitu sakit ?" Gumam Restu nanar.


" Ahhh sudahlah,aku gak boleh suuzon dulu " Lanjut Restu tak mau overthingking.


Lelaki itu pun masuk lagi kekamar dan berbaring bersama putrinya yang sudah terlelap.


Malam harinya,Winda masuk kekamar.


Wanita itu melihat Restu sedang sibuk dengan laptop dimeja.


" Mas " Panggil Winda pelan.


Restu tak menjawab,ketikan tangan terdengar cepat diruangan sepi tersebut..


" Em Nur dibawa Kakek ke rumah Bibi Shita " Ucap Winda memberitahu.


" Hm " Jawab Restu cuek.


" Kamu gak makan ?" tanya Winda ragu.


" Udah kenyang " jawab Restu.


" Memangnya kamu makan apa ?" Tanya Winda mengernyit.


" Makan hati " Jawab Restu.


Deg...


" Maaf " Ucap Winda menunduk.


Restu tak menjawab,lelaki itu masih diam seraya menutup laptopnya.


" Aku mau pergi " Kata Restu menghadap wanita itu.


" Pergi kemana ?" tanya Winda kaget.


" Ada urusan sebentar " Jawab Restu tenang.


" Urusan apa ? aku ikut ya " Kata Winda memelas.


" Gak usah cuma sebentar doang " jawab Restu mengambil jaketnya dilemari.


" Massss " rengek Winda menarik baju belakang lelaki itu.


Restu menarik nafas dan berbalik badan.


" Aku lagi gak mood,jadi beri aku waktu sendiri " Pinta Restu tenang.


" Maafin aku Mas,ini semua salah aku " kata Winda nanar.


" Iya aku maafin kamu,tapi sekarang aku mau pergi dulu " Kata Restu tersenyum kecil.


" ini udah malam emang mau kemana ?" tanya Winda kepo.


" Keliling kota aja bentar " jawab Restu asal.


Winda terdiam,wanita itu ingin memaksa ikut tapi melihat wajah menahan sabar Restu membuat Winda ngeri2 sedap.


" Ya udah tapi jangan lama2 ya " kata Winda pasrah.

__ADS_1


" hm " jawab Restu tersenyum kecil.


Lelaki itu pun berjalan menjauh.


" Mas " Panggil Winda lagi.


Restu berbalik badan dengan wajah tenangnya.


Winda berlari mendekat dan mengambil tangan Restu lembut.


" Aku belum salim sama kamu " Ucap Winda tersenyum kecil.


Restu ikut tersenyum dan membalas dengan usapan kepala.


Cup....


Winda mengecup bibir Restu dengan cepat membuat lelaki itu membelalakkan mata.


" Hati2 sayang " Kata Winda bersemu.


Restu mengangguk dengan mengulum bibirnya.


Lelaki itu pun kembali melangkah keluar dengan pikiran yang campur aduk.


Setelah Restu pergi,Winda masih berdiam diambang pintu menatap motor baru pemberian Risa menjauh mengangkut pria yang ia banggakan saat ini.


" Semoga Mas Restu gak aneh2 " Doa Winda berharap.


Asik melamun,dering telefon terdengar nyaring.


Winda melihat kebelakang dan menutup pintu rumah.


" Halo " Sapa Winda sopan.


" Win,kamu dimana ?" tanya seorang wanita diseberang.


" Dirumah,ini siapa ?" Tanya Winda mengernyit.


" Salsa,aku dan Alexi mau kerumah Nenek mu sekarang " Jawab Salsa cepat.


" Hah kalian mau kerumah ?" tanya Winda kaget.


" Iya,suami kamu ada kan ? Alexi mau ngobrol sama dia " jawab Salsa.


" Yah,Mas Restu baru aja keluar " Jawab Winda.


" Kemana ?" Tanya Alexi cepat.


" Gak tau,aku tadi ketemu sama keluarga Samuel dan kayaknya Mas Restu marah " Jawab Winda lesu.


" Apa !" Pekik Salsa dan Alexi bersamaan.


Winda menjaukan telefon dari telinga merasa pekik dengan suara pasangan tersebut.


" Oke 5 menit sampai " kata Alexi cepat.


" Apa gila kamu Lex,aku gak mau mati mudaaaaaaa " pekik Salsa heboh.


" Papaaaaaa " Pekik Suci terdengar nyaring.


" Grakaksgakakshsakaka......


Suara rusuh terdengar tak karuan.


Tut.


Panggilan terputus,Winda melongo mendengar perkelahian kecil keluarga tersebut.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2