
Disebuah ruangan seorang pria tersenyum sendiri melihat hapenya yang dipenuhi chat romantis.
Suasana hati pria tersebut terlihat sangat baik,sesekali ia membalas singkat dengan emot love atau tawa.
" Sam " Tegur seseorang.
" Ya " Jawab Samuel sambil mengetik.
" Kau kenapa senyum2 sendiri ?" tanya sang Kakek merasa aneh.
" Winda minta izin pergi tapi aku menolaknya haha " jawab Samuel sambil tertawa.
Krik krik....
Semua orang terdiam,Samuel tersadar dan melepaskan hapenya menatap satu persatu keluarga.
Rafael hanya diam seraya memotong makanan didepan piringnya sedangkan Lutfia melirik orang tuanya yang menganga melihat sang cucu.
" Kenapa tidak diizinkan Kak ?" tanya Tania antusias.
" Iya,harusnya Kak Winda ikut makan malam bersama kita " Celetuk Tini lesu.
Samuel diam dengan helaan nafas sama lesunya dengan sang adik.
" Habiskan makanan mu " Tegur Lutfia kepada kedua anak perempuannya.
Tania dan Tini mengangguk dengan wajah malas.
" Kau masih bersamanya ?" tanya Zaki kembali tenang.
" Ya dia istri ku " jawab Samuel tak kalah tenang.
" Bawa saja kerumah " Ucap Rafael.
Deg...
Samuel terkejut begitu pun semua yang ada disana.
" Untuk apa ? dia pembohong besar seperti orang tuanya !" Ucap Adik Lutfia tak suka.
" Yank " Tegur Lutfia kepada Rafael.
" Mereka masih berstatus menikah,untuk apa memisahkan 2 orang yang saling menyukai ?" Tanya Rafael heran.
" Mama gak suka lagi sama dia " Jawab Pony kesal.
" Sudah aku bilang Ma,gadis itu licik " Celetuk adik Lutfia memanasi.
" Meskipun kalian gak suka sama Winda tapi aku tetap memilihnya,kami akan punya anak dan hidup bahagia " Jawab Samuel tegas.
" Uhuk uhuk uhuk...." Lutfia langsung terbatuk mendengar ucapan sang putra.
" Anak ?" Ulang Lutfia syok.
" Ya,Winda akan segera hamil dan aku akan jadi seorang ayah " Jawab Samuel tersenyum.
" Sam,kalian belum genap setahun operasi ginjal !" Kata Zaki ikut syok.
" Memang nya kenapa ?kami sudah sembuh " Kata Samuel tak perduli.
Rafael menatap putranya,melihat Samuel yang sekarang mengingatkan dirinya saat masih bujang dulu.
Samuel penuh dengan power,lelaki itu juga tak pernah main2 dengan ucapan.
" Kau tak.....
" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.
Semua orang menoleh dan terkejut melihat sebuah keluarga hadir disana.
" Waalaikumsalam " Jawab Rafael berdiri menyambut.
" Hayyy " sapa seorang wanita seraya menggendong seorang bayi..
" Wahhh ada Bibi " Pekik Tania dan Tini heboh.
" Halo cantik,apa kabar ?" tanya Wanita ramah.
__ADS_1
" Baik Bi,aaaa kangennn " Rengek Tania memeluk wanita itu.
" Halo " Sapa seorang pria sopan.
" Adelard " Panggil Zaki menyambut.
" Halo Om " Sapa Adelard tersenyum.
" Abangggggggggggg " Pekik Tini heboh melihat sepasang suami istri masuk kerumah.
" Hayyyyy " Sapa pria itu ikut heboh.
" Wahhh ada Bryan juga " Kata Pony tersenyum.
Bryan ikut tersenyum dan memeluk tetua disana.
" Ini siapa Dek ?" tanya Rafael kepada sang adik.
" Cucu aku Kak " Jawab Sinta malu.
" Hah ini cucu kamu yang baru lahir itu ?" tanya Lutfia kaget.
" Iya Kak,baru seminggu mereka kesini " Jawab Sinta sedih.
" Wah2 udah gede ya " Kata Lutfia mentoel pipi bayi mungil tersebut.
" Iya,ini anak Bryan,mereka baru balik jadi aku ajakin main kesini " Balas Sinta malu.
" Iya,ayo duduk " ajak Lutfia ramah.
Semua orang duduk manis,Bryan menarik pelan tangan istrinya duduk disebelah.
Pasangan itu berhadapan langsung dengan Samuel yang masih tenang memakan makan malam.
" Diet bro ?" tanya Bryan menegur.
Samuel mendongak dan tersenyum kecil.
" Istri mu mana ? kok gak keliatan ?" Tanya Bryan polos.
Deg...
" Iya,si Winda mana ?" tanya Sinta ikut bertanya.
Zaki diam begitupun Pony,lain hal dengan Lutfia yang pura2 tidak mendengar.
" Sedang keluar " Jawab Rafael berbohong.
" Keluar ? kemana ?" Tanya Sinta lagi.
" Ada kerjaan sama temennya " Jawab Lutfia ikut berbohong.
Adelard menatap pasangan itu aneh,pria tersebut merasa ada yang sedang disembunyikan.
" Bener Sam ?" tanya Sinta tak percaya
" Hm " Jawab Samuel cuek.
" Yaaahhh padahal Bibi baru aja mau kenalin dia ke Dewi,siapa tau kan bisa temenan mumpung menantu Bibi ada disini " Kata Sinta terkekeh.
" Mama " Kata Dewi malu.
" Ciee punya temen baru " Goda Bryan menyenggol lengan istrinya.
Wajah Dewi memerah,meski sudah lama menjadi menantu tapi perempuan itu masih sering malu malu.
" Lain kali bisa ketemu " celetuk Pony menenangkan.
Keluarga Bryan tersenyum,Zaki dan Rafael bersikap biasa.
Mereka pun mengobrol hangat layaknya keluarga bedahal dengan Samuel yang memasang wajah datar.
" Kamu merasa aneh gak sih Bi ?" tanya Dewi dengan panggilan cinta.
" Hm,sepertinya Sam menyimpan duka sendiri " Jawab Bryan melirik sepupunya.
" Aku rasa Winda emang gak ada disini deh " Bisik Dewi lagi.
__ADS_1
" Syut nanti aja,nanti kedengeran orang " Balas Bryan memberi kode.
Pasangan muda itu pun kembali diam menikmati camilan diatas meja seraya menggapi sesekali omongan paman bibi mereka.
" Ck dia kemana lagi,kenapa gak dibalas ?" Decak Samuel kesal melihat tak ada lagi notip masuk menghibur dirinya.
Ditempat lain,2 orang wanita saling berhadapan dengan wajah sama2 terkejut.
" Jadi dia pacaran sama Jo ?" Batin Winda melihat Naya duduk didepannya saat ini.
Sekarang mereka berada di cafe mall,Rudi dan Jonathan menemani Doni membeli es krim dan kembang gula ditempat lain,sedangkan Risa tetap bersama Winda.
" Kamu pacar baru Jonathan ?" tanya Risa tenang melihat Naya.
" Hm " jawab Naya mengangguk pelan.
" Wah2 anak itu udah mulai dewasa ternyata,aku pikir dia masih kekanakkan " Gumam Risa menggeleng pelan.
" Berapa lama ?" tanya Naya membuka suara.
" Kamu kenal dia ?" tanya Risa kaget dengan pertanyaan aneh sang cucu.
" Hm gak sih " jawab Winda bingung.
Naya diam memperhatikan istri mantan kekasihnya tersebut.
" Udah lama ?" tanya Risa mengulang pertanyaan sang cucu.
" Hm berapa bulan yang lalu " Jawab Naya tersenyum.
" Sejak Sa...
" Kakakkkk " Pekik seseorang girang.
Winda menoleh dan kaget melihat adiknya sudah kembali dengan semangkuk es krim besar dan gulali ditangan kirinya.
" Ini untuk Kakak " kata Doni tersenyum menyerahkan benda itu kepada Winda.
" Huh Doni larinya cepet banget " kata Jonathan menyusul dengan wajah ngosngosan membawa 2 cup es krim sedang.
" Buat kamu mana ?" Tanya Winda kepada sang adik.
" Ada di Kakek tuh " Jawab Doni menunjuk kakeknya yang membawa troly berisi beberapa mangkuk es.
" Astaga,kenapa kamu nyusahin Kakek sih ?" tanya Winda kesal.
" Gak bisa bawa lagi Kak " Jawab Doni mengkrucut.
" Gak boleh gitu Don,kamu ketahuan Mama dimarahin loh " Kata Winda serius.
" Jangan bilang Mama ya Kak Pleaseeee,aku bakal minta maaf sama Kakek sekarang,aku janji gak bakal ulangin lagi " Rengek Doni ketakutan.
" Udah gak papa " Tegur Risa tersenyum haru.
" Maafin Doni Kek " Kata Doni berlari mendekati Rudi.
" Loh maaf kenapa ?" tanya Rudi bingung sendiri.
Doni menjelaskan apa yang terjadi,bukannya dimaafkan lelaki dewasa itu malah tertawa ngakak dengan sikap polos sang cucu.
Risa juga ikut tertawa,wanita itu menyaluti ancaman Winda begitu menakutkan bagi bocah SD tersebut.
Saat yang asik sibuk tertawa bedahal dengan Jonathan dan Naya terlihat duduk tak tenang didepan Winda yang diam memperhatikan mereka.
" Jo,nanti boleh kita ngobrol bareng ?" tanya Winda serius.
Deg...
Jonathan tersentak dan bisa menebak kemana arah pembicaraan sepupunya nanti.
" Ya Tentu saja " Jawab Pria tersebut tenang.
Winda mengangguk tersenyum seraya melirik Naya yang mencedok es dengan tangan bergetar.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1