Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
129


__ADS_3

Alexi terlihat tak sabaran apalagi melihat baju Salsa sudah terbuka,lelaki itu tak bisa lagi mengontrol dirinya.


Salsa yang terbuai pun seperti hanya pasrah saja jika malam ini Alexi menginginkan dirinya.


Saat pria itu ingin menindih Salsa lagi tiba2 dering ponsel Salsa terdengar.


Keduanya langsung terkejut,Salsa mendorong Alexi dan mengambil hapenya dinakas.


" Bibi " Gumam Salsa kaget.


" Siapa Sa ?" Tanya Alexi dengan wajah merahnya.


" Bibi Hena " Jawab Salsa


" Siapa ?" tanya Alexi bingung.


Salsa turun dari ranjang tapi tangannya langsung ditahan Alexi.


" Mau kemana ?" tanya Alexi.


" Keluar lah,gila apa aku angkat Vc ada kamu " Kata Salsa gemas.


" Terus aku gimana,dah ngak kuat nih " kata Alexi melas.


Salsa langsung berlari keluar,gadis itu akan menggila jika tetap berada dikamar itu bersama Alexi yang hampir kehilangan kewarasan.


" Sa " Panggil Alexi.


Salsa melesat keluar.


" Damn !" Umpat Alexi geram.


Miliknya sudah berdiri,Alexi akan menggila jika tak tersalurkan.


Lelaki itu berjalan keluar terlihat Salsa berada diruang tamu dengan menutupi tubuhnya dengan selimut karna banyak bekas kecupan Alexi disana.


" Huh astaga,apa yang aku lakukan !" Kata Alexi tersadar dengan tingkahnya.


" Aku hampir membuat gadis itu kehilangan kesuciannya " Ucap Alexi memukul kepalanya sendiri.


" Tapi apakah Salsa masih utuh,dia dulu gadis yang sedikit liar apalagi sekarang tinggal diluar negeri" Lanjut Alexi tiba2 ragu.


Pria itu menatap punggung Salsa yang terlihat,gadis itu hanya mengenakan tangtop di balut selimut bahkan branya pun sudah teronggok dilantai dibuang Alexi.


Alexi menarik nafas dan menggeleng cepat.


" Tenang Lex,jangan gegabah,dia bukan milik lo lagi " Ucap Alexi mencoba tenang.


Pria itu berjalan kearah dapur,terlihat Salsa melihatnya sebentar lalu melihat Vidio call lagi.


" Astaga Alexi,kenapa aku tak bisa menahan diri " Batin Salsa tak percaya dengan apa yang mereka lakukan tadi.


" Sa kamu dengar Bibi ?" Tanya Hena disebrang.


" I iya Bi,aku akan kembali cepat,paling 1 minggu lagi " Jawab Salsa tersadar.


" Ya,tempat mu bekerja kembali bertanya kepada Helen,Bibi tak bisa membatalkannya karna mungkin kamu butuh kerjaan saat kembali kesini " ucap Hena lembut.


" Iya Bi,jangan lakukan itu aku akan menjenguk Ibu dan Ayah dulu baru pergi lagi " Balas Salsa tersenyum.


" Baiklah anak manis,Bibi rasa disana sudah tengah malam,kau harus tidur " Kata Hena tersenyum.


" Iya Bi,bibi juga harus istirahat aku dengar Bibi kurang enak badan " kata Salsa sedih.


" Bibi akan baik2 saja,ada Helend dan Jacob yang temani Bibi " Kata Hena malu.

__ADS_1


" Baiklah Bi,aku tidur dulu ya " kata Salsa menghangat.


" iya sweety,good night " Ucap Hena ramah.


" Good night Bi " Balas Salsa lembut.


Tut.


Panggilan dimatikan,Salsa berjalan kedapur mendekati Alexi yang sedang minum air dingin didepan kulkas.


" Lex " Panggil Salsa.


" hm " Jawab Alexi.


" Maaf " Ucap Salsa.


" Tidak,ini memang salah ku harusnya aku menahan diri bukan meminta mu melakukannya " Kata Alexi menunduk.


Salsa tersenyum dan memegang tangan lelaki itu.


" Baiklah,sekarang lupakan itu dan ayo tidur aku harus berangkat besok " Balas Salsa ramah.


" Apa kau benar2 akan pergi ?" tanya Alexi sedih


" Ya sebagai mantan menantu yang baik aku harus berkunjung kerumah mantan mertua untuk tau kabar mereka " Jawab Salsa terkekeh.


" Aku begitu malu pada mu Sa "


" Gak papa,semuanya sudah berlalu Lex,mari mulai dengan hidup masing2 " Kata Salsa lembut.


" Hidup masing2 ?" Ulang Alexi.


" Ya,,kau dan aku " Jawab Salsa.


" Tapi aku mulai menyukai kamu Sa " Ucap Alexi dalam hati.


" Baiklah,bisakah kita tidur bersama,aku janji tidak akan berbuat macam2 " Kata Alexi mengangkat 2 jarinya.


" Baiklah,tapi janji ya gak usah *****2 lagi,ngilu " Kata Salsa mengkrucut.


" Hm,apakah sangat sakit,coba aku lihat " Kata Alexi membuka slimut gadis itu.


Manik Alexi terbelalak banyak bekas merah di sekitaran leher dan dada gadis itu.


" Ini sakit ?" Tanya Alexi meraba dipinggiran leher.


" Dikit,besok juga ilang " Jawab Salsa.


Alexi diam dengan jawaban santai gadis itu.


" Kamu pernah melakukannya ?" tanya Alexi penasaran.


" Apakah aku harus menjawab sekarang ?" tanya Salsa tenang.


" Hm tidak juga,itu tidak penting untuk dijawab,ayo tidur " Kata Alexi memutuskan pembicaraan.


" Bahkan kau sangat ragu kepada ku Lex " Batin Salsa terenyuh dengan pertanyaan lelaki itu.


Salsa menunduk sedih,Alexi merasa bersalah telh bertanya seperti itu kepada Salsa.


" Maafkan aku Sa,aku khilaf " Kata Alexi memeluk gadis itu hangat.


" ya no problem " Jawab Salsa berusaha tenang.


Salsa berusaha mengerti lelak itu,iya tau harus bersikap lebih dewasa daripada Alexi agar ia bisa sedikit waras menghadapi sikap kekanakan lelaki itu.

__ADS_1


" Ayo jalan " Ajak Alexi bergelayutan manja dilengan Salsa.


" Hm " Jawab Salsa tersenyum.


Keduanya pun kembali kekamar,Alexi membersihkan ranjang yang sedikit berantakan ulah mereka tadi.


" Baju aku mana Lex ?" tanya Salsa celingak celinguk mencari bajunya.


" Tuh diatas lampu " Jawab Alexi menunjuk lampu tidur.


Salsa menoleh dan kaget baju tidurnya teronggok disana.


Gadis itu dengan cepat mengambil dan memakainya.


Alexi mulai berbaring diikuti Salsa.


Keduanya saling melihat,Salsa terlihat sangat malu lain hal dengan Alexi.


" Peluk ya " Kata Alexi cengengesan.


Salsa tak menjawab,lelaki itu mendekatkan tubuhnya dan memeluk tubuh sintal gadis itu.


" aah nyamannya " Lenguh Alexi.


Salsa yang juga menginginkan pelukan pria itu merasa sangat malu,baru sekarang ia bisa memeluk Alexi sesuka hati tak seperti dulu saat keduanya masih menikah.


Jangankan untuk berpelukan,duduk berdekatan saja Salsa harus minta izin dulu,bahkan saat cerai Salsa meminta berpelukan Alexi tak membalas pelukannya sedikit pun.


Tapi sekarang lelaki itu mendekapnya dengan erat seolah tak ingin gadis itu pergi lagi..


" Tidur Sa " Tegur Alexi melihat Serkan terus menantapnya.


" Iya " Jawab Salsa menunduk.


Alexi mengangkat tubuh gadis itu agar pas dengan dirinya.


Keduanya pun tertidur dengan pikiran masing2.


Kebesokan paginya,Salsa bangun duluan,gadis itu langsung bersiap siap menyiapkan semua baju2nya selama menginap bersama Alexi.


" Huh kok aku ngarasa gak ikhlas ya ninggalin nih anak " Gumam Salsa melihat Alexi yang meringkuk dikasur.


" Tapi kalo aku gak pergi,ini tidak akan baik untuk keduanya,aku juga harus menjaga nama baik Ayah dan Ibu " kata Salsa menggeleng kepalanya.


" Ya aku harus pergi,jika memang berjodoh pasti Tuhan memberi jalan lagi " Ucap Salsa yakin.


Gadis itu pun kembali memasukkan baju dan oleh2.


Setelah koper selesai,Salsa langsung menuju dapur.


Gadis itu akan memasak beberapa menu untuk Alexi makan.


Salsa benar2 memperhatikan kesehatan Alexi berhubung lelaki itu tinggal sendirian.


Dikamar Alexi terbangun,manik pria itu menatap lama koper Salsa dipojokan.


" Dia benar2 akan pergi " Gumam Alexi sedih.


Ntah mengapa ada rasa tak rela harus berpisah dengan mantan istrinya itu.


Alexi sudah merasa nyaman dengan perlakuan Salsa kepadanya.


" huhh aku harus bagaimana ? apakah perasaan ini nyata atau aku hanya merasa kesepian saja ?" gumam Alexi bingung dengan perasaannya sendiri.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote Like,Coment ya.


__ADS_2