Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
383


__ADS_3

5 jam menunggu didepan ruangan,akhirnya Dokter pun keluar.


Sindi dan Malvin langsung bangun dari duduk mereka mendekati dokter pria tersebut.


" Gimana keadaan anak kami Dok ?" Tanya Sindi tak sabaran.


" Keadaan Winda membaik sedangkan pria yang mendonorkannya kritis tadi " Jawab Dokter.


" Apa !" Pekik Malvin dan Sindi bersamaan.


" Tapi sekarang mulai membaik,kami sudah melakukan segala cara untuk membuatnya tetap hidup " Ucap Dokter menenangkan.


Sindi terduduk lemas mendengar keadaan Samuel hampir kehilangan nyawa demi menyelamatkan anaknya.


" Operasinya berhasil meski sedikit ada kendala,kami akan segera memindahkan Winda keruangan rawat inap dan untuk Samuel..." Ucap Dokter menggantung.


" Kenapa ?" tanya Malvin deg degan.


" Dia harus masuk ruang icu,tubuhnya melemah mungkin karna terkejut salah satu organ tubuhnya diambil " ucap Dokter tenang.


" Ya Tuhan,gimana ini Mas " kata Sindi ketakutan.


" Dok tolong selamatkan Samuel Dok,,jangan biarkan dia mati " pinta Sindi memelas.


" Kami akan berusaha Bu,mohon doanya " Ucap Dokter.


" Saya permisi " Lanjut pria berpakaian hijau itu pamit.


Malvin memberi jalan dan duduk dikursi tunggu.


" Ya Tuhan,jangan ambil nyawa Samuel,dia malaikat untuk anak ku Tuhan " Ucap Sindi mengadahkan tangan.


Diruangan operasi,kedua anak manusia itu terbaring tak berdaya dengan mata tertutup.


Keadaan Winda cukup baik beda hal dengan Samuel yang harus dipasang banyak selang ditubuhnya.


Terlihat diujung mata Samuel mengeluarkan air,ntah apa yang dipikirkan lelaki itu tadi hanya dia yang tau.


" Aku sangat terharu melihat pengorbanan pria ini kepada kekasihnya " Ucap Suster menatap wajah Samuel yang pucat pasi.


" Iya,dia begitu tulus bahkan berkorban nyawa " Celetuk suster lain yang sedang menangani Winda.


" Ini benar2 kisah cinta yang luar biasa " Balas Dokter wanita yang ikut andil.


Setelah membersihkan bekas luka sayatan dan jahitan ditubuh keduanya,mereka pun membawa dua anak manusia itu keluar.


Sindi hampir pingsan melihat wajah anaknya saat dibawa keluar.


" Winda " Gumam Sindi yang sedang ditahan Malvin.


" Ma ngucap Ma " ucap Malvin menahan tangis.


" anak kita Mas " kata Sindi menangis.


" Dia akan sembuh,Winda anak yang kuat bukan " Kata Malvin menguatkan.


Sindi mengangguk dan mengikuti langkah suster,Malvin mengejar Samuel yang dibawa keruangan lain.


" Maaf Pak,anda tidak boleh masuk sekarang !" Ucap Dokter menahan Malvin.


" Saya ingin melihat keadaannya Sus " Balas Malvin memelas.


" Maaf,belum bisa " Kata Dokter tersebut kekeh.


Malvin menghela nafas dengan anggukan kecil,pintu ruangan pun ditutup.


Malvin diam melihat dari luar bagaimana Samuel dirawat oleh Dokter tersebut.


Pria itu mendekati tempat duduk dan mengambil tas yang Samuel bawa.


" Apa ini ?" Gumam Malvin menatap tas punggung itu dengan wajah penasaran.


Tanpa tunggu lama,Malvin pun memberanikan diri membuka tas tersebut dan mendapati sebuah foto keluarga disana.

__ADS_1


" Apa ini orang tua Samuel ?" Gumam Malvin menatap sepasang suami istri disana dan 2 anak kecil dalam gendongan.


" Ternyata dia anak pertama " lanjut Malvin menghela nafas.


" apa yang harus aku lakukan sekarang,jika orang tuanya tau Samuel sudah kehilangan satu ginjal apa mereka akan menghakimi Winda,apa mereka akan menuntut Winda ?" Gumam Malvin mulai pusing.


" Apa operasinya sudah selesai ?" Tanya seseorang dari belakang.


Malvin tersentak dan menoleh kebelakang.


" Bang " Ucap Malvin melihat Romi.


" Apa itu ?" tanya Romi melihat tas Samuel.


" Aku rasa ini orang tua Samuel,dia membawa foto keluarga " Jawab Malvin menyerahkan foto kecil tersebut.


Romi melihatnya dan mengernyit.


" Bukankah ini ?" Gumam Romi mencoba mengingat.


" Ada apa Bang ? apa Abang tau siapa orang tua Samuel ?" tanya Malvin.


" Aku rasa mengenali mereka " jawab Romi terus mengingat.


" Siapa mereka ?" tanya Malvin kepo.


" Samuel bukan anak sembarangan " Jawab Romi.


" Maksud Abang ?" tanya Malvin tak paham.


Romi duduk melihat foto itu dengan manik tajamnya.


Romi merasa mengenali foto wanita didalamnya tersebut meski ingatannya masih samar2.


" Apa ini anaknya Zaki ?" Gumam Romi pelan.


" Zaki siapa ?" tanya Malvin.


Malvin mengangguk patuh,Romi pun kembali berjalan menjauh.


Pria itu seperti menemukan titik terang akan kehidupan Samuel yang sedang mereka selidiki.


2 hari kemudian,Winda mulai perlahan mulai membuka matanya dari tidur panjang.


" Akhh " Lenguh gadis itu merasa kesakitan.


Sindi yang sedang tertidur bersama Doni langsung terbangun.


" Winda " Pekik Sindi berjalan cepat.


" Mama " Lirih Winda melihat kesamping.


" Winda anak Mama,kamu udah sadar Nak ?" Tanya Sindi memegang tangan Winda.


" Ma,Samuel mana ?" tanya Winda teringat.


Deg...


Sindi terdiam,wanita itu kaget dengan pertanyaan Winda yang langsung menanyai Samuel.


" Dia ada " jawab Sindi tersenyum.


" Mana ?" tanya Winda.


" Hm dia beda ruangan " Jawab Sindi belum berani jujur.


Winda berusaha bangun tapi langsung merasakan mual.


" Kakak " Pekik Doni takut.


" Hueek hueeekkk " Winda terus muntah meski hanya air yang keluar.


Sindi langsung panik dan meminta Doni memanggil perawat.

__ADS_1


Tak lama Dokter masuk bersama bocah itu dan langsung menangani Winda.


Baju Sindi sudah basah,wanita itu benar2 panik dengan kondisi anaknya.


" Mama " Rengek Doni semakin takut.


" Gak papa sayang,ayo mundur biarkan dokter yang menangani Kakak kamu " Kata Sindi menenangkan.


Doni mengangguk dan kembali duduk disofa.


" Mana yang sakit ?" tanya Dokter kepada gadis itu.


" Disini " jawab Winda menunjuk area dadanya.


" Iya sabar ya masih dalam penyesuaian " balas Dokter tersenyum.


Winda kembali berbaring dengan mata berair.


Setelah tenang,Sindi kembali mendekat.


" Ma aku pengen ketemu Sam " Ucap Winda lirih.


" Iya nanti ya tunggu Papa " jawab Sindi lembut.


Winda mengangguk patuh,gadis itu kembali disuruh tidur meski ia tak ingin memejamkan mata.


Ttittttttttttt....


Suara detak jantung terdengar nyaring.


Para suster yang berjaga disana langsung berhamburan mendekati brangkar yang ditiduri pria tampan dengan wajah pucat.


" Jantung nya berhenti berdetak " Ucap salah satu Suster mulai panik.


" Siapkan alat pacu jantung !" Titah Dokter yang bertanggung jawab.


2 perawat mengangguk dan bergerak cepat.


Tubuh Samuel kejang2 dengan mata tertutup,Dokter bergerak cepat memeriksa dekat jantung pria tersebut dengan tangan bergetar.


Disebuah rumah,seorang wanita terus menangis tak mendapati kemana anaknya pergi.


Sudah 2 hari Samuel menghilang tanpa jejak,tak ada pemberitahuan apapun.


Lutfia benar2 frustasi kehilangan anaknya.


" Iya Pak,tolong segera temukan anak saya " Ucap Rafael berbicara dengan polisi.


"....."


" kami tidak punya masalah apapun,anak saya diculik !" Kata Rafael kesal.


"........"


" Saya tidak mau tau,temukan anak saya !"Bentak Rafael.


Brakkk....


Pintu rumah tiba2 digebrak dari luar,masuklah seorang pria dengan setelan jas abu2nya bersama sang istri.


" Papa hiks hiks " Lutfia langsung berlari memeluk lelaki dewasa itu pilu.


" Apa yang sebenarnya terjadi ? kemana Samuel pergi ?" tanya Zaki emosi.


" Aku gak tau Pa hiks hiks,Samuel pergi tanpa kabar " Jawab Lutfia menangis sedih.


" Ya ampun Samuel,kamu kemana Nak ?" Gumam Pony terduduk lemas disofa rumah anaknya.


Zaki berusaha menenangkan sang putri yang terus menangis,lelaki itu baru pulang dari luar kota dan sangat terkejut mendengar cucu pertamanya menghilang tanpa jejak.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2