Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
461


__ADS_3

Kebesokan paginya,Winda dan Doni dijemput oleh Samuel.


Terlihat lelaki itu mengenakan pakaian kantor lengkap dengan jas hitam,jiwa kepimimpinan Samuel terlihat menggelegar menghipnotis siapapun yang melihatnya.


" Wah Kak Sam udah sampe" Pekik Doni girang melihat iparnya turun dari mobil.


Winda yang masih membereskan barang Doni tak menghiraukan,Risa keluar rumah melihat suami sang cucu.


" Sam " tegur Risa tenang.


" Selamat pagi " Sapa Samuel sopan.


" Pagi ayo masuk " Ajak Risa ramah.


Samuel melihat sepatunya,Risa yang mengerti tersenyum kecil.


" Gak papa bawa masuk saja " Ucap Risa.


" Gak papa aku tunggu diluar saja " Balas Samuel tak enak.


" Kamu sudah siap ?" tanya Samuel kepada Doni.


" Udah Kak,tinggal tas yang belum " Jawab Doni menunjukkan seragam sekolahnya.


" Saat pulang kamu kerumah Ayah Romi dulu ya nanti kita temuin Papa dan Mama " Kata Samuel mengusap kepala iparnya.


" Wahh mau " Pekik Doni girang.


Samuel tersenyum,tak lama Winda keluar dengan membawa tas besar serta tas sekolah adiknya.


" Sini aku bantu " Kata Samuel mengambil alih.


Winda diam tak menghalangi.


Jonathan keluar dengan seragam guru,lelaki itu juga akan berangkat bekerja.


" Hay Sam " Sapa Jonathan hangat.


" Lo disini ?" tanya Samuel kaget.


" Ya ini rumah Nenek gue " Jawab Jonathan santai.


" Kamu gak bilang ?" tanya Samuel kepada Winda.


Wanita itu diam menunduk.


" Gue sama Winda tidur terpisah tenang aja " Kata Jo terkekeh.


Samuel diam melihat istrinya dengan tatapan tajam.


" Sudah mau berangkat ?" tanya Rudi keluar.


" udah Kek,aku duluan ya " Jawab Jo melihat jam.


" Hati2 " Kata Rudi menerima salam sang cucu.


Jonathan menepuk bahu Samuel dan melesat menaiki mobilnya.


" Kalian nanti langsung pulang ?" tanya Rudi kepada Samuel.


" Winda ikut aku kekantor " Jawab Samuel.


" Dia kerja juga ?" tanya Risa kaget.


" Gak,cuma ikut doang " jawab Samuel tenang.


Winda melihat Samuel,wajah lelaki itu terlihat serius berbicara dengan sang nenek.


" Ya udah hati2 " kata Rudi mengizinkan.


" Kami berangkat " ucap Samuel menyalami nenek kakek Winda.


Rudi dan Risa tersenyum hangat meski sedikit canggung dengan respon Samuel.


" Makasih ya Nek,Kek " Ucap Doni tersenyum hangat.


" Sama2 sayang,nanti main lagi ya " kata Risa mengusap kepala cucunya.

__ADS_1


Doni mengangguk,mereka menaiki mobil baru Samuel yang belum pernah Winda lihat sebelumnya.


Setelah mobil mewah itu pergi,tak lama mobil sedang masuk pekarangan rumah.


Risa dan Rudi yang mengenali mobil tersebut saling melihat.


" Pa,ada Sita " bisik Risa pelan.


" Biarkan saja " Kata Rudi tak ambil pusing.


" Dia pasti marah aku anjak Winda dan Doni kesini " kata Risa khawatir.


" Jangan takut,kita ini orang tua mereka sudah seharusnya kita bersikap adil bagi semuanya !" Balaa Rudi tegas.


Risa mengangguk pelan,seorang pun keluar dari mobil dan benar saja bukan hanya Sita yang ada disana tapi ada anak yang lain.


" Ma,Pa !" Pekik Sita memasang wajah kesal.


Rudi masuk kedalam tanpa menjawab,Risa hanya bisa menghela nafas.


wanita tua itu sudah siap menerima kemarahan anak2nya saat ini.


Didalam mobil,Samuel diam melirik Winda yang juga tak kalah diam.


" ada apa ?" tanya Samuel tenang.


" Kenapa Kak ?" Tanya Doni.


" Hm gak papa,ada pr gak hari ini ?" tanya Samuel mengalihkan.


" Hm ada sih,tapi udah aku kerjaain sama Byan " Jawab Doni mengingat.


Samuel mengangguk menambah laju kendaraan.


Winda terus diam sampai disekolahan adiknya.


Setelah mengantar Doni sampai dikelas,Wanita itu langsung ditarik Samuel masuk kemobil.


" Jika ada masalah selesaikan baik2 jangan hanya diam !" Kata Samuel tegas.


" Masalah apa ? gak ada masalah " Jawab Winda bingung.


" Gak papa aku pengen diet bicara " Jawab Winda asal.


" Jangan memancing emosi ku " Kata Samuel tegas.


Winda menarik nafas panjang melihat wajah suaminya.


" Kamu kerja ya hari ini ?" tanya Winda melihat penampilan rapi pria itu.


" Ya,hari ini mulai dikantor " jawab Samuel tenang.


Winda mengangguk dengan senyum kecil.


" Ayo berangkat " Ajak Winda menepuk paha pria itu.


" Mau pulang atau langsung ?" tanya Samuel menoleh.


" Langsung aja aku dah mandi " jawab Winda.


Samuel mengangguk,mobil mewah itu pun melesat pergi meninggalkan lokasi.


Sesampainya dikantor,beberapa orang melihat kearah mereka dengan wajah bingung terutama seorang satpam yang menunggu didepan.


" Bukannya itu mba yang dulu pernah naik angkot didepan ya ?" gumam pria tersebut melihat Winda dengan seksama.


Winda yang tau sedang diperhatikan hanya memberi senyum ramahnya menyapa pria baik tersebut.


" Apa dia istrinya Samuel ?" Gumam satpam semakin bingung.


Samuel merangkul pinggang Winda dengan mesra masuk ke dalam.


" Apa ini perusahaan Kakek kamu ?" tanya Winda melihat Samuel yang terus berjalan.


" Ya " jawab Samuel tenang.


" Astaga,jadi saat itu aku izin kencing disini ?" Batin Winda mengingat.

__ADS_1


" Ada apa ?" tanya Samuel mengernyit.


" Hm gak papa " Jawab Winda menggeleng.


Mereka langsung masuk ke lift menuju lantai atas,sesampainya diruangan yang cukup besar pria itu mendorong Winda duduk disofa.


" Sam " Ucap Winda kaget.


Samuel tak bersuara,lelaki itu membuka dasinya dan membuang asal.


" Kamu mau ngapain ?" tanya Winda merasa aneh.


Samuel tak menjawab,lelaki itu membuka jas serta kancing kemejanya lagi hingga bertelanjang dada.


Deg...


Jantung Winda seketika berdetak kencang,tatapan Samuel yang berbeda bisa ia rasakan saat ini.


" Sam " Lirih Winda saat Samuel mendekat.


" Apa ?" tanya Samuel dengan nafas memburu.


" Kau mau apa ?" tanya Winda pelan menahan dada lelaki itu.


" Kau maunya aku apakan ?" tanya Samuel menarik pinggang Winda mendekat.


" Nanti ada yang masuk " jawab Winda khawatir.


" Kau malu ?" tanya Samuel terkekeh.


" Ini bukan tempat kita " jawab Winda merasa tercetak dengan aroma parfum Samuel yang begitu ia kenal.


" Aku merindukan kamu sayang " Bisik Samuel mengendus leher perempuan itu.


Winda melenguh mencengkram lengan Samuel.


" Aku tidak bisa berpikir tenang jika belum mencurahkan semuanya " Bisik Samuel sensual.


Wajah Winda terasa memanas,lelaki itu benar2 sudah gila pikir Winda.


" Ayo kesana " ajak Samuel menunjuk kursi kebesarannya.


" hei ngapain ?" tanya Winda syok.


Samuel tak menjawab,lelaki itu menarik tangan Winda mendekati kursi dan kembali mendudukkan sang istri disana dengan hati2.


Winda tak bisa melawan,ia juga merindukan Samuel tapi rasa kesal masih ia rasakan mendengar cerita Jonathan semalam.


Tanpa tunggu lama Samuel kembali beraksi,seperti biasa Winda tak menolak ajakan suaminya.


Keduanya memadu kasih,Winda tak banyak bergerak bedahal dengan Samuel yang seperti bersemangat membuat pagi mereka memanas.


Bunyi dencatan kursi terdengar nyaring ditambah lenguhan Winda yang tak bisa disembunyikan.


Hingga beberapa saat kemudian,lelaki itu membawa Winda kekamar dan menyuruh perempuan itu istirahat.


Tak lama pinta ruangan terbuka,Zaki masuk bersama Rafael dengan wajah kaget melihat ruangan sedikit berantakan apalagi dilantai mereka mendapati dasi Samuel teronggok tak berdaya.


" Ceklek...


Pintu kamar terbuka,keluarlah Samuel dengan mengancing kemejanya.


" Winda ada disini ?" tanya Rafael tanpa basa basi.


Samuel mengangguk pelan.


" Astaga,anak mu tak bisa bersabar " Kata Zaki sudah bisa menebak seraya menepuk bahu Rafael.


Zaki keluar ruangan lagi dengan memegang kepalanya.


Rafael terkekeh geli melihat Samuel mendekat merebut dasi tersebut.


" Biarkan dia istirahat,ayo turun kebawah " Ajak Rafael tenang.


Samuel mengangguk tersenyum..


Kedua pria itu pun turun kebawah mulai menjalankan perusahaan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys minta Vote,Like,Coment ya biar author semangat up.


__ADS_2