Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
533


__ADS_3

" Masss " Panggil Winda melambaikan tangan.


Restu yang sedang mengobrol melihat kearah wanita itu.


" Tuh dipanggil ma Ayank " Goda Alexi.


" Hehe bisa aja Lex,aku kesana dulu ya " Balas Restu terkekeh.


" Iya " Jawab Alexi tersenyum.


Restu berjalan menjauh mendekati sang istri yang tersenyum manis dengan baju gamis dan riasan tipis.


" Pa " Panggil Suci menarik celana Alexi.


" Iya " Jawab Alexi menunduk.


" Aku mau kue itu Pa " Kata Suci menunjuk kue ultah yang masih utuh.


" Eh jangan " Kata Alexi melotot.


" Kenapa ? kan buat dimakan " Tanya Suci polos.


" Ya emang buat dimakan,tapi bukan buat kamu " Balas Alexi.


" Jadi aku gak boleh makan itu ?" tanya Suci menyelisik.


Glek...


Alexi menelan ludah kasar,pria itu mulai takut dengan pertanyaan anaknya yang penuh dengan jebakan betmen.


" Duh jawab apa nih,kayak nya aku salah omong deh barusan " Batin Alexi ngeri.


" Pa !" Panggil Suci dengan nada datar.


" i iya sayang,wah itu esnya udah datang " Kata Alexi mengalihkan.


Suci menoleh dan manik bulatnya pun membesar melihat beberapa orang dewasa mengangkat termos es yang tadi sempat habis.


" waaahhh aku mau itu Paaaa " pekik Suci heboh.


" I iya ayo kesana " Kata Alexi kelabkan.


Suci berjalan cepat seraya menarik tangan Alexi mendekati kerumunan.


" Huh gak papa lah makan es lagi daripada motong kue orang " Batin Alexi pasrah.


Kadang keinginan putrinya membuat Alexi tak sanggup menyanggupi,bukan karna kekurangan tapi karna tak enak hati pada pemilik rumah,apalagi Alexi tau kue itu hanya dijadikan pajangan untuk memeriahkan acara.


Ditempat lain,2 orang wanita terlihat duduk santai menikmati menu yang tersaji didepan mereka.


" Suasananya enak ya Kak " Ucap Salsa seraya menyendokkan nasi dan lauk.


" Iya adem " Jawab Histi dengan mulut penuh.


" Kayaknya habis ini Alexi bakal cape deh " Kata Salsa terkekeh.


" Kenapa ?" tanya Histi bingung.

__ADS_1


" Suci pasti mau dirayain juga " Jawab Salsa yakin.


" Emang selama ini gak dirayain ?" Tanya Histi.


Salsa menggeleng pelan.


" Tahun kemarin,Ayah sama Alexi sama sekali gak ada waktu,mereka sibuk kerja terus,jadi Suci cuma dirayain sama aku,Byan dan Ibu doang " balas Salsa mengingat.


" Yahh pasti dia sedih " Kata Histi iba.


" Ya sih,aku juga sebenarnya kasihan tapi mau gimana lagi,keadaan gak mendukung " Balas Salsa tersenyum.


" Kamu masih mending dirayain,lah Sutar udah 3 tahun gak ulangtahun sama sekali " Kata Histi terkekeh.


" Dikampung gak dirayain ?" tanya Salsa kaget


" Mau dirayain gimana,kamu undang satu orang yang datang satu kampung " Jawab Histi terkekeh.


" Masa sih Kak ?" tanya Salsa melotot.


" Ya,disana paling acara syukuran gitu motong ayam " jawab Histi mengingat.


Salsa ber oh ria dan meminta Histi bercerita tentang kehidupannya dikampung dulu..


" Kalo cerita disana aku jadi kangen sama Sania " Gumam Histi lesu.


" Sania siapa dia ?" tanya Salsa.


" Itu gadis yang aku bawa kerumah " Jawab Histi.


Salsa diam hingga kepalanya mangut2 paham siapa yang dimaksud.


" Iya Kak,dulu aja Alexi sampe banting hape saking susahnya hubungin kalian pas Ayah sakit " Balas Salsa.


" Itu lah,disana emang belum maju Sa,orang2 nya masih primitif juga tapi pada baik kok,jarang ada kasus kejahatan " Ujat Histi.


Salsa mengangguk paham dan memang sedikit takjub dengan iparnya yang begitu kuat hidup ditengah kesulitan melakukan apapun..


" Nanti kalo Sutar udah rada gede aku mau ajak kesana buat berkunjung " Kata Histi semangat.


" Tapi jauh Kak,dan Kak Serkan juga pasti sibuk " Kata Salsa tak memungkinkan.


" Ya gak usah ajak Serkan,nanti pinjem helinya Papa hehe " Kata Histi terkekeh.


" Oh iya,kan sultan ya " kata Salsa menggoda.


" Tuh Sultan beneran tapi tingkahnya kek anak kampung " kata Histi menunjuk putranya yang asik memakan kue ultah bersama Nur di kursi plaminan.


" Ehh cocwiitt nya " Kata Salsa terkejut.


" Berasa dunia milik berdua tuh mereka " Kata Histi terkekeh.


" iya Kak,makan aja kerjaannya,baju sutar aja udah pada coklat semua " kata Salsa tersenyum.


" Biarin aja,ntar sekalian ceburin ke kolam " Balas Histi asal.


Salsa tertawa ngakak,wanita itu tak heran lagi dengan mulut Histi yang asal bicara kepada siapapun.

__ADS_1


Keduanya saling mengobrol seraya melawak dan menghabiskan menu yang disajikan tuan rumah.


Dimeja lain,beberapa orang tua berkumpul bersama dengan obrolan hangat.


Kini Yuni dan Sita mulai bisa akur,keduanya tak lagi beradu urat sejak Sita menerima Sindi dan Winda dengan lapang dada.


Mereka berbincang layaknya emak2 jaman now membahas apa saja yang sedang viral,bahkan minyak goreng langka pun menjadi bahan gibahan sesama ibu2.


Romi dan Malvin sedikit menghindar,kedua lelaki itu tak tahan mendengar caci maki istrinya yang menuduh adanya penyelundupan barang pokok rumah tangga tersebut.


" Kita disini aja Vin,cape ngumpul sama emak2,hobynya gibahin orang " Kata Romi tenang.


" Iya Bang,gak nyangka ya kalo emak2 udah ketemu tuh semua berita terkuak kepermukaan " Balas Malvin heran.


" Ya gitu lah,Yuni juga sekarang sering ngedumel dirumah perihal sinetrol,padahal bukan dia pemerannya,tapi dia yang marah2 kalo pemainnya lemah mudah ketindas " Kata Romi menggeleng pelan melihat Yuni yang asik mendengarkan gibahan Sita.


" Sama Bang,Sindi juga gitu,artis suntik putih aja dia kesel loh,padahal yang disuntik bukan dia " Sahut Malvin terkekeh.


" Gitu lah namanya juga betina Vin,kita sebagai laki cuma bisa menerima " Kata Romi ikut terkekeh.


Kedua lelaki itu pun tertawa ngakak mengingat tingkah istri mereka yang kadang begitu absurd.


Selangkah lebih kedepan 3 orang dewasa saling berhadapan.


Winda memasang wajah cerah bedahal sang suami dan wanita didepannya yang terlihat sama2 kaget.


" Jadi ini suami kamu ?" tanya Wanita tersebut kepada Winda.


" Iya Mba,ini suami aku " Jawab Winda bahagia.


Manik wanita itu melihat Restu,keduanya bertatapan sejenak hingga Restu membuang kearah lain.


" Nur mana sayang ?" tanya Restu mengalihkan.


" Hm mana ya ? oh itu Mas " kata Winda menunjuk anaknya yang masih di plaminan bersama Sutar.


" Gimana tadi ketemu sama dia ?" tanya Winda teringat.


" Ya " Jawab Restu melirik wanita didepannya yang ternyata menatap mereka.


" Hm Win,Mba kesana dulu ya " kata wanita asing tersebut pamit.


" Eh iya Mba " jawab Winda tersenyum.


Dengan langkah cepat wanita itu pun berlalu meninggalkan pasangan asmara tersebut.


" Dia siapa kamu ?" tanya Restu hati2.


" Oh dia sepupu aku Mas,anaknya adik Papa " Jawab Winda tersenyum


" Jadi Wilona itu keponakan Papa ?" Gumam Restu terkejut.


" Loh kamu kenal dia ?" tanya Winda kaget.


" Hah " pekik Restu kebablasanan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2