Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
175


__ADS_3

Romi menghela nafas mengangguk pasrah,dirinya merasa tak tega melihat Salsa menangis pilu.


Lelaki itu langsung memundurkan mobil dan melesat pergi dari sana.


Salsa masih terisak,gadis itu benar2 tidak ingin pindah sekarang.


Salsa ingin menutaskan proses pembelajarannya yang tinggal sedikit lagi.


" Sudah jangan menangis " Ucap Reno iba melihat gadis itu belum juga diam.


" Ak aku gak mau pind dah " Ucap Salsa sesegukkan.


" Iya gak pindah " Jawab Reno terkekeh.


Romi hanya diam dengan pandangan lurus kedepan,lelaki itu sedang fokus berpikir dan menyetir.


Sesampainya dirumah,Salsa langsung berlari masuk kamar.


Romi menghela nafas lelah dan ikut masuk.


" Kasihan Salsa Rom,sudah saatnya kamu mengalah,kasihan dia " Ucap Reno menepuk bahu Romi.


" Aku hanya takut nyawa dia terancam " Jawab Romi lesu.


" Aku tau,tapi kamu tenang saja dia sudah banyak kenalan disini " Kata Reno menenangkan.


" Siapa ? Jacob ? pria itu tidak akan melindunginya " kata Romi yakin.


" Bukan " Jawab Reno tersenyum.


" Siapa ?" tanya Romi mengernyit.


" Kau tidak tau menantu mu sedang dekat dengan seorang pria ?" tanya Reno terkekeh.


" Siapa ?" tanya Romi penasaran.


" Kau sudah melihatnya " Jawab Reno.


Romi terdiam,lelaki itu berusaha berpikir siapa pria yang dekat dengan sang mantan menantu.


" Anak kecil itu ?" tanya Romi.


" Hei dia sudah dewasa " kata Reno tak terima.


Romi diam menatap Reno dalam.


" Aku pikir dia pria yang baik untuk Salsa " Ucap Reno tersenyum.


" Benarkah ?" tanya Romi tak percaya.


" Hm,jika dia menikah dengan Jackson apa kau setuju ?" tanya Reno menyelisik.


Deg...


Romi terbelalak,tapi detik berikutnya pria itu memasang wajah datar.


" Jika Salsa mau apa salahnya " jawab Romi tenang.


" Benarkah ? kau mengikhlaskannya ?" Tanya Reno.


" Apa yang harus aku tahan ?" tanya Romi heran.


" Bukankah kau menunggu dia untuk kembali ke anak mu ?" Tanya Reno bingung.


" Aku tidak tau,itu urusan hati Alexi dan Salsa " Jawab Romi tegas.


" Yayaya,bearti kau setuju jika Salsa dekat dengan Jackson ?" tanya Reno lagi.


Romi tak menjawab,lelaki itu langsung masuk kedalam rumah tanpa basa basi.


Reno terkekeh,pria itu memang sengaja memancing Romi agar pria dingin itu menunjukkan prasaannya karna menurut Reno,Romi pasti masih berharap Salsa rujuk dengan Alexi.


" Mana ada Rom orang asing mau nyekolahin mantan menantunya sampe luar negeri kalo gak ada udang dibalik bakwan disana " Gumam Reno menggeleng pelan.


Meski Romi tak pernah cerita tentang masalah anaknya tapi Reno mengetahui semua hal karna pria itu lebih lecik dari sang asisten.


" Mending jalan2 yuk beli oleh2 " Ajak Romi mendekati Reno lagi.

__ADS_1


" Ogah cape,baru aja pulang nganjak jalan lagi " Tolak Reno.


" Ya udah,ntar kalo diamukin cucu jangan bawa2 nama aku ya " Kata Romi tajam.


" hehehe iya,tapi nanti belanjanya " rengek Reno manja.


" Ihhhh " Romi merinding dan langsung berlari.


" Hahahaha " Reno tertawa ngakak melihat Romi sangat anti jika ia sudah pasang gaya lebay.


Malam harinya,Salsa mengerjakan tugas kuliah di ruang tamu,Reno dan Romi duduk disana dengan tugas masing2.


Ketiganya sama2 diam fokus dengan laptop.


" Yah " Panggil Salsa ragu.


" Hm " Jawab Romi tanpa menoleh.


" Apa kabar Alexi ?" tanya Salsa memainkan tangannya.


Romi yang sedang mengetik langsung terdiam dan menoleh kearah gadis itu.


" Baik " Jawab Romi tenang.


" Apa dia sudah sembuh ?" tanya Salsa lagi.


" Ya,dia baik2 saja " Jawab Romi.


" Apa aku masih bisa pulang kerumah Ayah ?" tanya Salsa takut.


Reno diam mendengarkan pembicaraan keduanya.


" Ya,tak ada yang melarang mu untuk pulang kerumah " Jawab Romi.


" Tapi mengapa kalian mendiamkan aku ?" tanya Salsa.


Romi menatap gadis itu,dalam manik Salsa terlihat banyak sekali pertanyaan yang ingin ia sampaikan tapi Salsa menyimpannya satu persatu.


" Tidak ada yang mendiamkan kamu " Jawab Romi.


" Aku menelfon kerumah tapi tak ada yang mau mengangkat panggilan ku " Kata Salsa sedih.


Salsa menunduk dengan anggukan kecil,ia sudah menduga jawaban Romi akan seperti itu.


" Jika masih mau kuliah disini,lakukan Ayah tak jadi memindahkan kamu,tapi kamu harus jaga diri" Ucap Romi tegas.


" Iya Ayah,aku akan pulang jika semuanya sudah selesai " Jawab Salsa tersenyum.


Romi mengangguk,mereka pun kembali fokus.


Salsa tak mau banyak tanya lagi,biarlah waktu menjawab pikir Salsa.


Ditempat lain,seorang pria baru bangun tidur.


Lelaki itu membuka pintu kamar dan meloncat kaget melihat seorang gadis berdiri didepannya dengan wajah kusut.


" Kamu kenapa disini ?" tanya Bara mengusap dadanya kaget.


" Papa udah bangun ?" Tanya Histi.


" Ini apa ?" tanya Bara gemas.


" Heheh iya " Jawab Histi cengengesan.


Bara berjalan keluar,Histi mengikuti langkah lelaki itu dari belakang.


Mereka masuk dapur,Bara mengambil air dan menandak hingga habis.


" Kamu kenapa ikutin Papa ?" tanya Bara heran.


" Pa " Panggil Histi memainkan kakinya dilantai.


" Hm " Jawab Bara menarik kursi dan duduk disana.


" Nikahin aku sama Serkan " Pinta Histi langsung bergelayutan manja.


" Apa !" Pekik Bara kaget.

__ADS_1


" Aku serius Pa,aku gak bisa nunggu lagi " Kata Histi memelas.


" Kenapa ?" Tanya Bara mengernyit.


" Pokoknya gak bisa Pa,aku harus cepat " Jawab Histi.


" Kamu hamil ?" tanya Bara melotot.


" Hah siapa hamil ?" tanya Zaiva tiba2 masuk.


Anak dan bapak itu menoleh kaget.


Zaiva mendekat dan langsung menarik rambut Histi dari belakang.


" Kamu hamil ?" Tanya Zaiva emosi.


" Aduh aduhh " Histi meringis kesakitan.


" Aduh sayang bukan " Kata Bara seketika panik.


" Jawab !" Bentak Zaiva salah paham.


" Iya eh gakkkk " Jawab Histi kelabakan.


" Apa iya !" Teriak Zaiva semakin menarik rambut Histi.


" Astaga Yank,lepasin ntar lepas kepala anak kamu " Kata Bara ngeri.


" Biarin !" Bentak Zaiva mendorong suaminya.


" Mama aduhh sakit Maaaa,aku gak hamilll aku cuma minta kawinnnnn " Pekik Histi kesal.


" Hah " Kata Zaiva syok.


Wanita itu pun melepaskan tangannya menatap Histi yang sudah berantakan.


" Mama apa2an sih datang2 main jambak aja " Kesal Histi merapikan rambutnya yang sudah berdiri berantakan.


" Iya Yank,kamu nih main asal2 aja " Kata Bara ikut protes.


" Ya habisnya kalian bahas hamil2 " Kata Zaiva membela diri.


" Bukan aku lahhh ihhh " Kata Histi geram.


Zaiva cengengesan dan menarik kursi.


" Terus kalian bahas apa ?" tanya Zaiva kepo.


" Aku mau nikah " Jawab Histi ketus.


" Apa ! byuuurrr " Pekik Zaiva langsung menyemburkan air dari mulutnya.


" Astaggaaaa Zaivaaaaaaaaa " Geram Bara dengan wajah basah.


Histi menganga lebar melihat wajah Bara penuh air dengan gigi menggelutuk.


" Haduh kayaknya gak pas nih mending aku kabur aja " Batin Histi menelan ludah kasar.


" Waduhh kenapa kamu diam disana sih pas aku nyembur,coba tadi minggir dulu " Kata Zaiva mengusap wajah Bara dengan tisu.


Lelaki itu kaget mendengar celetukan istrinya yang merasa tak bersalah sama sekali.


" Oh iya,hape aku ngecas " kata Zaiva buru2 turun dari kursi.


" Mau kemana ?" tanya Bara menarik tangan wanita itu.


" Mau lihat pesan dari guru Salma,kaburrrrrrrrr " Teriak Zaiva mengibas tangannya dan langsung berlari.


" Ikuttttttttt " pekik Histi ikut berlari mengejar ibunya.


" sini kaliaaaannnnnnnnnnn !" Teriak Bara melengking.


Nafas Bara naik turun melihat anak dan istrinya tak bertanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi.


Helend kebingungan saat melihat ibu dan adiknya berlari kencang masuk kamar masing2,gadis baru bangun tidur itu pun berjalan kedapur dan berbalik badan saat melihat Singa jantan memasang tampang judes disana.


" Mending cari aman aja " Gumam Helend berjalan cepat masuk kamar lagi.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2