
Rumah Sakit Singapura
Hari ini orang tua Riko akan kembali ke Indonesia. Papa Indra sudah di perbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di Jakarta.
Terlihat raut wajah papa Indra sangat bahagia begitupun dengan mama Ayu, mereka tidak sabar untuk sampai di rumah, karna papa Indra sudah sangat bosan tinggal di rumah sakit.
Tidak lama kemudian sekretaris pribadi papa Indra dan Dokter yang merawat papa Indra masuk ke dalam ruangan itu.
Sekretaris papa Indra datang untuk menjemput mereka sementara dokter yang merawat papa Indra ingin mengucapkan selamat kepada papa Indra ata kepulangannya.
Setelah itu, merekapun berangkat menuju bandara.
Tiba di bandara, sebelum naik ke pesawat mama Ayu terlihat sedang menelfon seseorang, ternyata mama Ayu menelfon temannya yang merupakan pemilik dari penginapan yang di tempati Riko di Korea.
Mama Ayu menanyakan kabar mereka dan hubungan Riko dan Citra selama disana. Ahjumma itu hanya mengatakan bahwa sekarang Riko sudah pindah sekaran dia sudah tidak tinggal di penginapannya lagi, setelah itu sambungan telfon pun terputus.
Mama Ayu kemudian naik ke pesawat karna sudah ada pemberitahuan bahwa pesawat akan segera terbang.
Di dalam pesawat mama Ayu terlihat khawatir memikirkan Riko dan Citra, apa rencananya berhasil membuat mereka saling mencintai. batin mama Ayu.
Skip..
Kevin sekarang sudah semakin dekat dengan Indah, bukan karna Kevin suka tapi karna Kevin merasa Indah itu asyik untuk di jadikan teman. toh dia juga teman Citra. Pikirnya.
Mereka berdua terlihat sedang berada di perpus, akhir-akhir ini tugas mereka menumpuk sehingga mereka hanya nongkrong di perpus.
"Tugas kamu udah di revisi belum?" tanya Kevin yang sedang mencari-cari buku di rak.
"Belum Vin, dosennya hari ini ngga dateng." jawab Indah sambil mencari buku di rak tidak jauh dari Kevin.
Indah kemudian mendapat buku yang dia cari, tapi buku itu berada di rak yang tinggi, Indah berusaha meraih buku itu sambil berjinjit.
Kevin memperhatikan Indah yang susah payah, kemudian dia berdiri di belakang Indah lalu meraih buku tersebut, karna memang Kevin sangat tinggi.
Indah tertegun saat Kevin meraih buku itu, karna dada Kevin menempel di pundak Indah, membuat Indah dag dig dug.
__ADS_1
"Nih." ucap Kevin sambil menyodorkan buku itu.
"Makasih Vin." ucap Indah sedikit malu-malu.
Kevin menatap ekspresi Indah yang malu-malu. Kevin tersenyum lalu mengacak-acak poni Indah.
"Ngga usah malu gitu, lagian kalau perlu bantuan bilang, jangan ragu." ucap Kevin lalu kembali mencari buku di rak.
Indah tersenyum sambil memegang poninya yang sudah di acak-acak Kevin.
Sementara di rak sebelah, ternyata Doni melihat mereka. Doni melihat Indah tersenyum bahagia.
"Sepertinya Indah suka sama Kevin." gumam Doni, kemudian meninggalkan perpustakaan.
Next..
Sore hari Anton, Arman, Doni dan Romi berkumpul di kafe tempat biasa mereka nongkrong.
Doni, Anton dan Romi terlihat sedang galau mereka bertiga melamun. Arman menatap mereka bertiga heran karna mereka sudah seperti orang yang berputus asa dalam hidup.
"Ehhh, kalian bertiga kenapa sih?" tanya Anton penasaran tapi tidak ada respon dari mereka.
Arman merasa frustasi dengan tingkah mereka, dia kemudian memukul meja dan berteriak membuat mereka bertiga terkejut bahkan pengunjung lain juga terkejut dan menatap Arman sinis.
Arman kemudian meminta maaf akibat perbuatannya.
"Lo sihh,, pake teriak segala, ini Jakarta bukan hutan." ketus Anton.
"Ya lagian kalian bertiga sih, kompak banget galaunya, kalian sebenarnya kenapa sih?" gerutu Arman kesal.
"Gue lagi pusing mikirin kerjaan gue, ngga kelar-kelar." keluh Romi.
"Riko mana, kok ngga ngebantuin lo." tanya Doni penasaran.
"Dia lagi liburan ke Korea bareng istrinya." ucap Romi keceplosan, Dia kemudian menutup mulutnya yang keceplosan dan ke-3 temannya sudah menatapnya dengan tatapan menuntut penjelasan.
__ADS_1
"Maksud lo apa?" Ucap Doni penasaran.
"Kapan dia nikah?" tanya Arman.
"Siapa istrinya?" tanya Anton.
Romi di hujam berbagai pertanyaan, akhirnya dia menceritakan semuanya kepada mereka. tapi, Romi tidak memberi tahu siapa istri Riko.
"Tapi, gue mohon, kalian jangan kasi tau Riko dulu kalau kalian udah tau, dan 1 lagi jangan kasi tau Riko kalau gue kasi tau kalian, gue bisa di pecat nanti." ucap Romi memohon.
Mereka hanya mengangguk mengiyakan, mereka merasa kecewa dengan Riko karna Riko hanya memberitahukan Romi, mereka tidak. Mereka juga penasaran siapa istri Riko.
Pikiran Romi tambah kacau kepalanya semakin pusing, yang ada dipikiran Romi jangan sampai Riko tau kalau rahasianya terbongkar, karna Riko sudah meminta Romi untuk merahasiakannya.
Mereka bertiga kembali galau, membuat Arman berdengus kesal.
"Don, lo kenapa sih, ngga biasanya lo kayak gini. Apa karna Indah. Ngga akan ada hasil kalau lo hanya galau kayak gini, usaha dong deketin Indah, masa lo kalah sama junior lo sih." ucap Arman memberi Doni saran.
"Dan lo,, galau karna Citra, cari target lain, Citra bukan target yang mudah. Masa sih lo jadi lembek gini cuma karna 1 Citra, di luar sana masih banyak Citra yang lain." ucap Arman memberi saran juga ke Anton.
"Yaahhhh, kok lo ngasih dia saran yang bagus dan gue saran yang jelek." ketus Anton protes.
"Karna gue juga lagi usaha deketin dia." ketus Arman.
"Gila lo, lo nyuruh gue jauhin Citra dan mencari Citra yang lain, sementara lo sendiri juga ngejar-ngejar dia. Ngga sohib." gerutu Anton kesal.
"Ya udah kalau gitu, kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Citra, gimana." ucap Arman memberi saran lagi.
"Ok." jawab Anton setuju, lalu mereka bersalaman sepakat.
Romi memperhatikan mereka tidak percaya karna mereka memperebutkan perempuan yang salah.
"Perempuan yang lo berdua kejar-kejar itu istri Riko, sahabat lo berdua, Lo berdua usaha kayak gimana pun, kalian ngga akan mendapatkan Citra." Batin Romi menyayangkan mereka berdua.
******
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan Like+Coment+votenya yah readers.