Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Enam "TSJC"


__ADS_3

Riko dan Citra masih berkeliling di mall, Citra yang sangat antusias berjalan didepan Riko sambil melihat-lihat toko apa lagi yang ingin dia masuki. Riko hanya berjalan dibelakang istrinya sambil terus memperhatikan istrinya yang sibuk melirik toko kiri kanan. Rikopun kembali membuka ponselnya lalu menyalakan kameranya ingin memotret Citra.


"Sayang." panggil Riko kepada Citra sambil mengarahkan kamera kearah Citra.


"Hmm." gumam Citra lalu berbalik kebelakang sambil tersenyum, dengan sigap Riko langsung memotret Citra.


Citra menyadari bahwa Riko memotretnya, diapun mengambil gaya dengan peace ✌, Dan Riko terus memotret istrinya.


Setelah memotret Riko kemudian berjalan di samping istrinya sambil menggandeng tangan istrinya dan Citra hanya tersenyum.


"Kita sekarang mau kemana?" tanya Riko penasaran.


"Aku juga masih bingung kak, aku mau masuk ke toko mana." ucap Citra sambil matanya terus melirik kiri kanan.


"Kita pulang aja yah sayang, kamu pasti capek terus terusan jalan." tawar Riko, mendengar perkataan Riko, Citra terhenti dan menatap Riko.


"Aku belum capek kak, lagian yah kalau misalnya aku udah capek, kan ada kak Riko yang menggendong aku." jelas Citra sambil tersenyum manis kepada Riko dan Riko hanya cengengesan menanggapi perkataan istrinya.


"Kita kesana yuk kak." ajak Citra lalu berjalan duluan meninggalkan Riko. Rikopun mengikuti istrinya yang masuk kedalam toko Onesie.


Citra sangat antusias saat masuk kedalam toko tersebut.


"Kak, kita beli yah, yang kembaran gitu biar Couple." ucap Citra sambil memilah-milah pakaian onesie berkarakter tersebut.


"Sayang kita ngapain beli yang beginian sih." keluh Riko bingung.


"Ya Ampun kak Riko, pakaian onesie ini tuh lucu banget, liat deh yang karakter kelinci ini, ih lucu banget, apalagi kalau kak Riko yang pake, pasti lebih lucu deh." ucap Citra sambil mencocokkan pakaian onesie dibadan Riko.

__ADS_1


Terlihat dari raut wajah Riko sangat tidak senang, karena dia sangat tidak suka dengan pakaian yang kekanak-kanakan apalagi pakaian yang berkarakter seperti hewan tersebut, ditambah lagi karyawan wanita yang ditoko tersebut terus menatap Riko,membuat Riko semakin malu. Citra menyadari ekspresi Riko yang tidak senang dengan apa yang Citra inginkan.


"Kak Riko ngga suka. Ya udah kita pulang aja." ketus Citra kesal lalu menggantung kembali pakaian tersebut dan hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Riko.


"Ehh jangan ngambek dong." ucap Riko sambil menahan tangan Citra.


"Yah habisnya, kak Riko kayak ngga senang gitu. Aku melakukan ini bukan karena kemauan aku kak, tapi karna anak kita, kak Riko taukan kalau aku lagi ngidam." gerutu Citra lagi dan Riko paham keadaan istrinya.


"Iya sayang, aku minta maaf yah. Sekarang kita lihat-lihat lagi osenienya." bujuk Riko lagi dan Citrapun mulai memilih lagi.


"Kak ini cocok buat kak Riko." ucap Citra lagi sambil mencocokkan osenie berwarna pink tersebut ke Riko.


"Sayang aku ngga mau yang warna pink." ucap Riko hati-hati jangan sampai Citra ngambek lagi.


"Terus kak Riko mau yang mana?" tanya Citra.


"Wahh, itu bagus kak, kita bisa couple, aku yang ini." ucap Citra sambil mengambil onesie karakter unicorn pink lalu Rikopun tersenyum paksa kepada istrinya.


"Ya udah sekarang kita coba yuk kak." ajak Citra lagi dan mengejutkan Riko.


"Kamu dulu aja sayang yang nyobain, kalau kamu pasti kelihatan cantik dan imut banget kalau pakai onesie ini." ucap Riko memuji Citra agar dia tidak mencoba pakaian tersebut, tapi itu tidak berhasil, Citra tetap kukuh dengan pendiriannya dengan alasan keinginan jabang bayi, dan akhirnya Rikopun menurut.


Setelah Riko dan Citra memakai onesie tersebut Citra terlihat senang melihat penampilan Riko dengan pakaian onesie tersebut.


Citrapun meminta pegawai toko tersebut untuk memotret mereka, Rikopun dengan terpaksa mengikuti keinginan istrinya yang selalu beralasan bahwa ini adalah keinginan jabang bayi.


Riko dan Citra berpose dengan memakai topi onesie tersebut, saat hendak memotret Riko menunduk malu sambil tersenyum karena malu.

__ADS_1


***


Silfa dan Romi sedang makan di restoran dekat kantor, Silfa masih terlihat bete akibat tingkah Romi tadi.


"Kamu masih marah sama aku?" tanya Romi.


"Aku bukannya marah Rom, aku bete aja sama tingkah kamu barusan." ketus Silfa.


"Sil, kamu malu pacaran sama aku?" tanya Romi menyelidiki.


"Bukan gitu Rom, aku bukan malu, aku bete. Bisa bedain ngga sih." gerutu Silfa kesal membuat Romi terkejut.


"Aku cuma nanya, kok kamu nyolot sih." ketus Romi juga kesal.


"Aku ngga nyolot kamunya aja yang lemot." ketus Silfa.


"Kamu ngatain aku lemot?" tanya Romi kesal.


"Iya." ketus Silfa, lalu mereka pun membuang muka dam saling diam-diaman satu sama lain.


Pengunjung kafe sekaligus karyawan yang bekerja di perusahaan Riko menatap mereka heran, karena mereka baru saja mengakui hubungan mereka yang baru saja jadian, eh mereka malah berantem lagi.


"Apa mereka beneran pacaran." ucap salah satu karyawan yang mengetahui hubungan mereka sambil berbisik.


"Ngga tau juga, sepertinya hubungan mereka itu palsu deh." celetuk karyawan tersebut tidak percaya dengan hubungan Romi dan Silfa.


***

__ADS_1


Inget Jangan Jadi Readers yang pelit, Tapi jadilah dermawan, hehe


__ADS_2