
Disebuah club malam seorang perempuan menghabiskan beberapa botol minumannya sendirian.
Suasana sangat ramai,para Abg,dewasa sampai hidung belang berkumpul disana menikmati musik dj yg berdentum sangat keras.
Lampu kerlap kerlip seolah menambah kemeriahan pesta yg menggelegar tersebut.
Leni masih menuangkan minumannya tanpa henti,setelah mengutarakan isi hati yg ia pendam selama ini membuat seluruh badan wanita itu sakit hingga membuat dirinya harus mencari pelarian.
Hidup bertahun2 dengan rasa tidak nyaman sungguh menyesakkan.
Gadis yg tadinya merupakan gadis polos baik dan perhatian berubah menjadi wanita nakal tak terkendali.
" Kau sudah mabuk,hentikan ini " Ucap seorang wanita menahan tangan Leni saat akan menuangkan lagi air dari botol.
" Lepaskan aku !" Ucap Leni mengibas tangannya.
" Len,kau hampir menghabiskan 1 rak bir,bebrapa botol brandy dan Wisky,kau akan mati nanti " Kata Santa ngeri.
" Aku memang tak pantas hidup " Ucap Leni terkekeh.
" Jangan seperti ini Len,kamu bisa melewatinya " Kata Santa iba.
" Semua sudah aku lewati,kau tau apa yg terjadi setelah itu ?" Tanya Leni dengan mata sayu.
Santa diam,memang ia cukup tau banyak apa saja yg sudah Leni lalui selama ini.
" Lelaki itu !!! mereka semuanya bejat !!!" Kata Leni mengebrak gelasnya ke meja.
" Aku sudah merendahkan harga diri ku,tapi apa yg aku dapat hah,diaa..." Ucap Leni menggantung.
" Tenanglah Len,aku tidak akan meninggalkan mu " kata Santa merangkul wanita malang tersebut.
" Apa salah ku ? mengapa mereka sangat mengecewakan,aku ingin seperti gadis lain merasa bahagia " Kata Leni mulai berkaca kaca.
Wanita itu kembali menuangkan Brandy kedalam gelas dan meneguknya dengan cepat.
" Aaakkhhh ini mmebuat ku gila " Ucap Leni menjambak rambutnya.
Santa hanya diam memperhatikan mantan kekasihnya yg terlihat sangat galau.
Santa menyayangkan sikap orang tua Leni yg sudah menghancurkan kepercayaan gadis manis tersebut,apalagi suami Leni juga melakukan hal yg sama menyakitkan nya.
Kepala Leni mulai goyang2 menikmati musik,penampilan nya juga berubah total malam ini.
Leni terlihat sangat liar,sudah lama sekali sejak menikah dengan Samuel ia tak mengenakan baju haram,tapi malam ini kebebasan wanita itu seolah terbuka lebar.
Ia tak takut melakukan apapun asal hatinya senang.
" Dia benar2 tak tau kau sudah pulang ?" Tanya Santa hati2.
" Dia siapa ? Samuel ?" Tanya Leni menoleh.
" Hm " Jawab Santa mengangguk.
" Kau pikir dia akan mencari ku ??" Tanya Leni terkekeh.
" Mungkin " Jawab Santa.
" Kau tau kata apa terakhir yg dia ucapkan ?" Tanya Leni lagi.
Santa diam menggeleng tidak tau.
" Dia tak melihat ku sama sekali,dia menutup mata menganggap ku tak ada meski aku tidur disebelahnya bertelanjang " Ucap Leni menggeleng tak percaya.
__ADS_1
" Apa kau gila !" Kata Santa melotot.
" Ya aku pikir begitu " Balas Leni mengangkat lagi gelasnya..
Santa mengusap wajah kasar,sungguh ia tak percaya dengan apa yg dilakukan sang mantan.
Meski kemarin sempat membenci Leni,tapi Santa tak sampai hati jika harus membiarkan Leni terpuruk sendirian..
" Lalu dia menyentuh mu ?" Tanya Santa penasaran.
" Kau pikir dia normal ?? dia sama seperti ku tidak normal " Jawab Leni kesal.
" Astaga dia Gay ?" Tanya Santa melotot.
" No no dia bukan Gay " Jawab Leni.
" Lalu ?" Tanya Santa mengernyit.
" Miliknya hanya boleh ditancapkan kepada mantannya bukan aku " Jawab Leni menghela nafas.
" Mantan istri ?" Tanya Santa syok.
Leni mengangguk kecil.
" Astaga,apa dia sudah gila,bukankah wanita itu sudah punya anak dan suami ?" Tanya Santa heran.
" Ya,tapi Sam mencintainya " Jawab Leni malas.
Keduanya kembali diam,Leni terus minum tanpa larangan.
Hingga lambung Leni tak sanggup lagi menampung membuat ia harus memuntahkan apa yg sudah ia masukkan dari tadi.
Santa dibuat kelabakan,Leni sudah tak sadar.
" Ayo kita pulang " Ajak Santa sudah kehabisan tenaga.
" Bawa aku pergi dari dunia ini " Kata Leni lemas.
" Kita pulang kerumah " Kata Santa tenang sambil mengambil tas Leni.
" Aku tidak ingin pulang ke rumah jahannam itu lagi,bawa aku pergi " Kata Leni mulai menangis.
" Kau ingin kemana ? oh sebentar hape mu bunyi " Kata Santa mendengar suara telfon dari tas mahal Leni.
Leni kembali menjatuhkan diri disofa meringkuk disana.
Santa merogoh tas wanita itu dan mendapati telepon dari seseorang.
" Ini hape ku " Gumam Santa tersadar.
Wanita berpenampilan pria tersebut mengangkat panggilan.
" Kalian dimana apa Leni bersama mu ?" tanya seseorang diseberang.
Santa diam tak membalas.
" Santa tlong Tante " Pinta orang itu serius.
" Ya dia bersama ku " Kata Santa ketus.
" Syukurlah,tlong jaga Leni jangan biarkan dia salah arah " Ucap Mama Leni terdengar menahan tangis..
" Tanpa kalian suruh aku sudah menjaganya " Balas Santa.
__ADS_1
" Iya Tante percaya kamu,meski kenyataan ini berat untuk kami terima tapi Tante bersyukur kamu selalu ada untuk anak Tante " Kata wanita itu sedih.
" Tante dimana ?" Tanya Santa merasa ada yg aneh.
" Tante ? ntah lah rasanya tante ingin pergi jauh " Jawab Mama Leni lesu.
Santa melihat Leni,wanita itu sudah tidur dengan keadaan mengenaskan.
" Tante sangat menyesali ini terjadi,harusnya Tante lebih perhatian kepada Leni hingga ia tak melihat apa yg seharusnya ia lihat " Ucap wanita itu sedih.
" Tante sudah mengetahuinya ?" Tanya Santa bingung.
" Hubungan Leni dan Sam sudah berakhir,Mama Sam sudah menghubungi Tante memberitahu bahwa Leni hilang disana "
" Dan Tante juga tau bahwa Sam dan Leni membuat ksepakatan yg harusnya tidak mereka lakukan " sambung Ibu Leni.
" Kami akan pulang Te,Leni aman bersama ku " Kata Santa tak ingin mendengar lebih lanjut.
" iya pulanglah,Titip Leni bilang sama dia bahwa Tante sayang menyayanginya " Kata Mama Leni bergetar.
" Iya akan aku samp...." Ucap Santa menggantung.
" Tiiiiiiiiìiiiiiinnnnnnnn......" Suara ramai terdengar jelas.
Tut..
Telepon mati seketika,Santa melotot dengan jantung berdebar.
" Astaga apa yg terjadi " Ucap Santa mulai pucat.
Wanita itu melihat Leni,terlihat masih tidur dan bergerak gelisah.
" Mama " Ucap Leni pelan.
Santa mendekati Leni dan memapah wanita itu untuk segera pulang.
Leni berjalan terhuyung2 merasa lelah akan dirinya sendiri.
Ditempat lain,seorang pria baru sampai diapartemennnya setelah menempuh perjalanan yg cukup melelahkan.
Jam sudah menunjukkan dini hari dimana para penghuni sudah tidur terbawa mimpi.
Cetekk....
Lampu apartmen menyala,suasana sepi sunyi seperti tak ada kehidupan.
" Ahhhh lelahnya " Ucap Samuel melepas kopernya dan berjalan masuk.
Diusia sekarang membuat lelaki itu mulai sering pegal2.
Samuel duduk disofa rumahnya menatap langit2 ruang tamu.
Saat memejamkan mata perlahan masa lalunya mulai bermunculan dimana ia pertama kali bertemu Winda,mengenal wanita itu,menjadikan Winda sebagai korban sakit hatinya,mendonorkan ginjal hingga berakhir menjadi pasangan muda yg sederhana.
Tapi kenangan itu langsung sirna begitu saja saat kenangan lain muncul dimana ia harus menikahi perempuan yg tak ia ketahui asal usul.
Samuel membuka mata dan terdiam saat ia melihat didepannya berdiri seorang wanita yg ia jadikan istri menatapnya dengan senyum kecil.
" Leni " Ucap Samuel lirih.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya biar author semangat Up
__ADS_1