
Beberapa hari kemudian,kondisi rumah tangga Winda berjalan seperti biasanya.
Risa dan Rudi juga bersikap biasa meski hati keduanya ketar ketir melihat Restu sedikit berbeda.
Lelaki itu banyak diam dan hanya sesekali bicara dengan mereka,Risa pahami mungkin suami cucunya masih merasa syok dengan kejadian tempo lalu.
" Aku berangkat " Ucap Restu bangun dari tempat duduknya.
" Kok ngak dihabisin ?" tanya Winda melihat nasi dipiring Restu masih ada.
" Kenyang,lagian aku hampir telat nih " jawab Restu melihat jam didinding.
" Hm mau disiapin bekal gak ?" tanya Winda lagi.
" Boleh " jawab Restu tersenyum.
Winda mengangguk dan langsung bergerak cepat mengambil tempat nasi.
" Barengan aja sama Kakek " Kata Rudi membuka suara.
" Gak usah Kek,aku naik motor aja " Jawab Restu sopan.
" Nanti Kakek juga bakal kesana " kata Rudi tenang.
" Iya " balas Restu singkat.
Lelaki itu pun berpamitan keluar,Nur diam melihat Papanya siap2 berangkat.
" Nur ikut Nenek ya hari ini " Kata Risa mengusap pipi cucunya
" Temana ?" tanya Nur menoleh.
" Hm ketempat kerja Nenek,nanti Nur di dandanin " Jawab Risa tersenyum.
" Papa " Ucap Nur.
" Iya Papa udah tau kok,Nenek udah izin " Kata Risa paham.
Bocah kecil itu mengangguk mengerti,Nur selalu mengutamakan izin orang tuanya apalagi Restu yang begitu ia hormati.
" Ya Tuhan anak ini benar2 seperti cahaya,dia memberi kehangatan dan pencerahan dirumah ini " Batin Risa haru.
Sejak Winda memutuskan akan tinggal dirumahnya,anak2 Risa mulai akur beberapa ada yang terang2an meminta Nur ikut mereka,ntah itu jalan2 atau sekedar main kerumah.
Nur diterima dengan sangat baik,Winda yang awalnya ragu2 kepada para bibinya kini mulai melunak,ia berusaha percaya meski rasa kecewa diawal sangat sulit ia lupakan..
Didepan,Winda berperan aktif sebagai istri,wanita itu menyiapkan sepatu dan tas ransel yang selalu dibawa oleh suaminya.
" Kamu hati2 ya Mas,kalo ada apa2 cepat kabarin " Kata Winda menyalami Restu.
" Iya kamu juga " balas Restu hangat.
" Aku berangkat " lanjut Restu sudah siap.
Winda mengangguk,lelaki itu pun melangkah keluar dengan tenang.
" Ya Tuhan lindungi suami ku " gumam Winda berharap.
Wanita itu pun masuk kedalam rumah mendekati putrinya yang masih lahap makan.
" Nanti Nenek bawa ya,Nur pemotretan hari ini " Kata Risa melihat Winda.
" Hm tapi Nek,Nur belum terbiasa sama kamera " kata Winda ragu.
__ADS_1
" Gak papa,banyak anak2 disana nanti Nur bakal ikut mereka berpose " Balas Risa.
" Tapi aman kan Nek ?" tanya Winda hati2.
" Aman,bila perlu kamu ikut juga " Jawab Risa.
" Emang boleh ?" tanya Winda girang.
" Ya boleh dong,lumayan honornya bisa beli susu sama baju baru " jawab Risa terkekeh.
Winda mengangguk setuju.
Siang harinya mereka semua menuju kesana,Winda terlihat begitu takjub melihat gedung besar tempat neneknya bekerja selama ini.
Beberapa orang menatap Winda dengan aneh,tapi mereka menyantuni karna disana ada Risa yang sudah senior.
" sebelah sini " ucap Risa menunjuk sebuah ruangan.
Winda mengangguk seraya menatap putrinya yang masih tenang.
" Ini perusahaan siapa Nek ?" Tanya Winda hati2.
" Kamu tau keluarga Salders ?" Tanya Risa.
" Salders ? siapa mereka ?" tanya Winda mengernyit.
" Hm mereka keluarga konglemerat yang begitu kaya,dan ini salah satu anak perusahaannya yang sekarang dikelola sama anak menantu mereka dibidang fashion " Jawab Risa.
" Wawww bearti mereka kaya banget ya Nek ?" tanya Risa.
" Ya,mereka masih kerabatnya Samuel juga " jawab Risa menghela nafas.
" Hah yang bener Nek ?" tanya Winda melotot.
Winda mangut2 mengerti meski kakinya mulai gemeteran mengetahui fakta yang sangat menakjubkan tersebut.
" Samuel memang kaya tapi aku tidak menyangka akan sekaya itu,karna dia tak pernah menunjukkan kepada ku terang2an saat menikah dulu " Batin Winda.
Mereka berdua masuk dan suasana sedikit sepi dari yang Winda bayangkan.
" Mamaaaaaa huhuhuhu " Ucap seorang bocah sambil menangis.
" Ck,sana dulu Mama lagi kerja " Jawab seorang wanita berhijab terlihat setres.
" Gak mau,cepetan pulanggg film aku udah mainnn " balas bocah itu mencat2.
" Ya udah nntn di yutub kan ada,dah sana jauhannn " balas Wanita itu kesal.
" Ck kalo tau gini mending aku pulang sama Jono aja tadi !'' gerutu bocah itu kesal.
" Hhehhh " kata wanita berhijab itu memutar mata.
" Bu Risa udah sampe belum ?"
" Ini saya sudah sampai " Jawab Risa mendekat.
Wanita itu menoleh dan diam sejenak melihat Risa yang dimaksud tidak datang sendirian.
" Maaf mba Ana saya terlambat " Kata Risa sopan.
" Hah gak papa,ayo cepat siap2 kita akan pemotretan " Balas Ana tenang.
Winda menunduk sopan dengan senyum takut melihat wanita cantik itu.
__ADS_1
" Ini ya modelnya ?" tanya Ana melihat Nur.
" Iya ini cicit saya " jawab Risa bangga.
" Hm oke2,ganti bajunya sekarang " kata Ana tersenyum manis.
" Wah apa ini pemiliknya ? cantik banget " Batin Winda menatap Ana takjub.
" Mamaaaaaaaa !" Pekik bocah lelaki tadi kembali berulah.
Winda yang sedang melamun seketika melonjak kaget mendengar pekikan bocah tampan tersebut..
" Sabar Jackkkk Mama lagi kerja astagaaaa " jawab Ana melototkan matanya.
" Cepetan Mamaaaaaaaa,aku mau boker nih " kata Jack beralasan.
" Toilet banyak disini,gak usah cari alasan deh " cibir Ana gemas.
" Gak bisaaa,cepetann aku buang disini aja nih !" Ancam Jack ingin membuka celana sekolahnya.
" Astaga nih anak " Gumam Ana panik sendiri.
Winda menganga lebar begitu pun Nur yang tak kalah terkejutnya melihat lelaki tersebut.
Ana menyeret Jack keluar,kepala wanita itu hampir meledak ulah anak bujangnya yang selalu membuat ulah.
" Ayo2 " kata Risa menarik Winda ketempat lain.
Mereka melewati Jack yang sedang diomeli ibunya habis2an,dan tak jarang sahutan kecil terdengar disertai nangis alay menurut Winda.
Para kru sudah biasa mendengar dan menjadi penonton dadakan drama bos mereka.
Mereka bersikap begitu propesional dalam menjalani pekerjaan.
Beberapa menit kemudian,bunyi cekrekan kamera mulai terdengar.
Ana duduk disamping editor yang siap menunjukkan beberapa hasil foto.
Winda masih diam sesekali melihat kearah wanita itu dan putrinya yang sedang dibujuk bergaya..
" Hm anak ini punya talenta " Gumam Ana pelan.
" Ya saya juga merasa begitu Bu " Jawab Editor disebelahnya.
" Nanti untuk produk terbaru Kakak saya pake dia saja " Balas Ana.
" model lainnya ?" tanya editor kaget.
" Kita juga akan memakai mereka,tapi anak ini punya badan yang kita butuhkan " Jawab Ana serius.
" Baiklah,nanti saya konfirmasi kepada yang lain " Balas editor paham.
Ana mengangguk dan kembali fokus melihat layar laptop.
Hampir satu jam bergaya didepan kamera,akhirnya Nur menyelesaikan syuting dengan begitu apik.
Risa terlihat sangat bersemangat membantu cucunya berpose,wanita itu tak menyangka Nur memiliki jiwa fashion seperti dirinya meski bocah itu masih begitu belia.
" Duhh anak aku bakal jadi model nih " Gumam Winda cekikikan sendiri.
Dari tadi Winda memfoto dan vidio Nur lalu mengirimkannya ke Restu untuk diadukan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.