Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
490


__ADS_3

Sesampainya dirumah,Histi mengernyit melihat keadaan rumah mertuanya begitu berantakan,semua pakaian berhamburan ditambah piring,mangkuk,cangkir dari dapur berada didepan teras.


" Ada gempa ya ?" tanya Histi kepada Alexi.


" Astagaaaa " Ucap Alexi menggeleng tak percaya.


" Aaaaaaa toloooooonggg " Pekik seseorang dari dalam rumah.


" Loh siapa ?" tanya Serkan bingung mendengar suara anak perempuan.


" Sini kamu Mama bebes ya " Ucap seorang wanita terdengar marah2.


" Salsa " Gumam Serkan dan Histi mengenali suara.


" Ampun Ma,anti Uci belsihkan "


" Sekarang !!! aduuh bisa gila Mama kalo gini ceritanya kamu ngamburin 1 rumah nanti Mama dimarahi nenek kamu !" Kata Salsa marah2.


" Huaaaaaa ampuuuunnn " Ucap gadis itu seketika menangis.


Alexi masuk kedalam dengan cepat dan terdiam melihat istrinya basah kuyup dengan daster sepaha dan sang anak yang tak kalah tragis dipenuhi bedak sebadan.


" Apa yang kalian lakukan ?" Tanya Alexi nanar.


Bocah itu menoleh dan langsung berlari.


" Papa huhu Uci dimalahin Mama huhu " Adu bocah itu memeluk Alexi.


Serkan dan Histi yang penasaran langsung masuk kedalam rumah dan terbelalak melihat seorang gadis mungil sedang telanjang dengan memegang mangkuk plastik mainanan.


" Astafilullah " Ucap Sutar menutup mata.


Serkan menoleh keanaknya dan terkekeh geli,masih kecil Sutar sudah bisa beristigfar melihat yang bukan marhomnya.


" Ini siapa ?" tanya Histi menunjuk bocah itu aneh.


" Aduh Kalian udah datang " kata Salsa kelabakan.


" Ini anak kalian ?" tanya Histi masih dengan wajah syoknya.


" Iya,ini anak aku namanya Suci " Jawab Alexi mengusap kepala basah putrinya.


" Astaga udah gede,kapan hamil sama lahirannya ?" tanya Histi terbelalak.


" 3 tahun yang lalu " Jawab Alexi terkekeh.


Suci melihat Histi aneh,bocah itu merasa asing dengan wanita terlihat kampungan tersebut apalagi Histi mengenakan sandal jepit seperti ingin berkebun..


Histi yang ditatap aneh merasa minder dan membuka sandalnya dengan cepat.


" Hay " sapa Serkan hangat.


Suci menoleh dan kembali mengernyit bingung.


" Nama kamu siapa ?" tanya Serkan mengulurkan tangan.


" Pa dia capa ?" tanya Suci kepada Alexi.


" ini paman kamu Nak,Kakaknya Papa " Jawab Alexi lembut.


" Aduh nanti aja kenalannya Kak,Suci ayo ikut Mama ganti baju " kata Salsa merasa risih dengan anaknya.


" Api angan di ubit ya " Pinta Suci memelas.


" Mama bebes kalo gak nurut " kata Salsa garang.


" Paaaa " Rengek Suci memelas.


" Iya nanti Papa awasi " Balas Alexi malas.


Suci mengangguk,bocah itu pun mendekati ibunya dengan wajah ngeri2 sedap.


" Nanti aku bereskan yang depan,Kakak boleh istirahat dikamar " kata Salsa tak enak.

__ADS_1


Histi mengangguk,mereka pun masuk lebih dalam.


Sutar melirik Alexi,bocah itu masih terlihat bingung dengan silsilah keluarganya,maklum saat bertemu dulu Sutar masih berupa bayi merah yang belum mengenal siapapun kecuali orang tuànya.


" Sini Sutar sama Om " ajak Alexi mengulurkan tangan.


Sutar menggeleng tidak mau dan masih memeluk Serkan dengan erat.


" Dia belum terbiasa " Kata Serkan tenang.


" Gak nyangka banget Kak udah segede ini " Kata Alexi tersenyum.


" Kakak lebih gak nyangka kamu udah punya anak secantik Suci " Balas Serkan.


" Hehe iya Kak,dulu Salsa hamil gak lama kalian pergi " Kata Alexi malu.


" Oh iya,yang lain pada kemana ?" tanya Serkan tak melihat adik dan orang tuanya.


" Ibu ngambil rapot Byanca,Ayah kerumah Om Reno " Jawab Alexi.


" Ayah masih kerja ?" tanya Serkan mengernyit.


" Hm aku gak bisa larang " jawab Alexi.


" sekarang kamu kerja dimana ?" tanya Serkan lagi.


" Aku kerja diperusahaan Paman Reno,tapi mau buka perusahaan sendiri sama Ayah " Jawab Alexi jujur.


" Wah bagus tuh " kata Serkan salut.


Alexi tersenyum,keduanya mengobrol dengan hangat.


Histi masuk kekamar suaminya,tak ada yang berubah semua masih sèperti yang lalu dengan dekor yang sama.


" ini kamal ciapa Ma ?" tanya Sutar melihat sekeliling.


" ini kamar Papa kamu masih bujang " Jawab Histi membuka koper.


" Papa pelnah budang ?" tanya Sutar polos.


" Wahh " Balas Sutar takjub.


Histi mengulum senyum,diumur yang mendekati 4 tahun,Sutar sudah sangat pintar bertanya hal apa saja yang ia ingin tau.


" Hm enak " Ucap Sutar saat berbaring diranjang empuk nan besar itu.


" Enak ya ?" tanya Histi melihat keudikan anaknya.


" Iya,dingin " kata Sutar menarik selimut.


" Ya Tuhan anak ku,kelamaan dikampung jadi orang norak banget " Batin Histi terkekeh.


Sutar terlihat girang,maklum saja selama ia hidup dikampung semua serba kekurangan,bahkan memakai kipas angin pun tak pernah dirasakan,hanya kipasan dari buku dan kardus lah penyejuk alami bocah itu selama ini.


Beberapa menit kemudian keduanya sama2 diam,Sutar sibuk melihat dekorasi kamar Serkan yang bernuasan hitam keabuan,sangat berbeda dengan kamar rumahnya yang hanya dilapisi papan bolong2.


Histi pun sibuk sendiri dengan berbagai macam alat yang ia bawa,ada sebagian dibuang dan sebagaian lagi ditaruh untuk kenang kenangan.


" Ma " panggil Sutar pelan.


Histi menoleh dan seketika terbelalak melihat anaknya mengeluarkan darah dari hidung.


" Sutaaarrrrrrr " pekik Histi histeris.


" Ya Tuhan kamu kenapa Nak " Kata Histi panik.


" Yaaaaaankkkk,Yaaaaankk Sutar mimisannnn " teriak Histi histeris..


Brakkk...


Pintu kamar terbuka,masuklah Serkan dan Alexi dengan wajah buru2.


" Ada ap...Sutarrr " pekik Serkan kaget melihat anaknya bersimbur darah.

__ADS_1


" Yank anak kita mimisan " kata Histi terlihat sangat panik.


Alexi langsung mendekat dan mengambil tisu dinakas.


" Lap pake ini " ucap Alexi memberi kepada Kakaknya.


" kamu kenapa Nak ?" tanya Serkan ikut panik mengelap hidung sang anak.


" Ingin Pa " Jawab Sutar polos.


Alexi melihat sekeliling dan mendapati Ac kamar hidup.


" Matiin Ac nya sekarang !" Ucap Serkan tegas.


Histi celingak celinguk mencari remot ac.


" Remotnya dimana ?" Tanya Histi panik.


Alexi bangun dan mendekati meja belajar Serkan karna biasa remot ada disana.


" Tubuh kamu dingin " kata Serkan memeriksa tubuh putranya.


" Gimana ini Yank " kata Histi tak bisa tenang.


" Bawa keluar dulu Bang " kata Alexi menyarankan.


Serkan mengangguk dan langsung menggendong Sutar keluar.


" Ada apa ?" tanya Salsa berjalan mendekat bersama putrinya yang kini lebih rapi daripada tadi.


" Sutar mimisan " Jawab alexi.


" Kok bisa ?" Tanya Salsa kaget.


Alexi mengangkat bahu tidak tau.


Serkan dan Histi masih sibuk mengelap darah yang keluar dari hidung sang anak.


" Bawa rumah sakit aja Kak " Kata Salsa khawatir.


" Jangaannnn " Pekik Histi menolak.


" Kenapa ?" tanya Salsa pelan.


" Gak mau,Sutar gak kenapa2 aku gak mau bawa rumah sakit " Jawab Histi tegas.


" Emang sering gini ?" tanya Alexi hati2.


" Gak pernah baru kali ini " Jawab Serkan.


Histi diam tak menjawab.


" Yank baru kali ini kan ?" tanya Serkan melihat respon berbeda Histi.


" Ya baru kali ini " jawab Histi tenang.


Salsa dan Alexi saling melihat,Suci yang merasa kepo membedah jalan kaki orang tuanya dan menatap Sutar dalam.


" Kamu kepo ya ??" Tanya Sutar cengengesan.


" Ih capa yang kepo,olang mau lewat " Jawab Suci melongos.


Alexi dan Salsa kembali kaget begitu pun Serkan dan Histi yang syok dengan ucapan tiba2 putranya.


Suci berjalan menjauh tak jadi mencari tau ada apa dengan bocah asing tersebut.


Histi mengulum senyum,ia bisa bernafas lega melihat Sutar sudah bangun lagi sambil mengelap bekas cairan yang keluar dari hidungnya.


" Im fine Oke " ucap Sutar santai.


Serkan memegang kepalanya sakit dengan respon bocah itu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2