Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Empat Satu "TSJC"


__ADS_3

Next


Riko bangun di pagi hari, dengan wajah bantalnya Riko kemudian berjalan keluar kamar menuju kamar Citra. Riko mengetuk pintu kamar Citra tapi tidak ada respon dari dalam, Riko kemudian membuka pintu kamar Citra dan tidak ada siapa-siapa di dalam.


"Apa dia di dapur." gumam Riko lalu berjalan menuju dapur.


Riko turun ke lantai bawah dan mendapati semuanya sudah rapi dan bersih, kemudian dia ke dapur tapi tidak melihat Citra dia hanya melihat sarapan di atas meja makan.


"Apa dia udah ke kampus?" gumam Riko kemudian menuju garasi memeriksa motor Citra dan tidak ada.


"Dia beneran udah ke kampus." gumam Riko kecewa karna tadinya dia ingin mengajak Citra untuk pergi beli ponsel baru sebagai permintaan maaf.


Riko masih di garasi, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Riko kemudian beranjak membuka pintu. Riko melihat seorang kurir yang sedang mengantar paket.


"Selamat pagi pak. Apa benar ini rumah Riko Permana?" tanya Kurir itu.


"Benar, saya sendiri adalah Riko Permana." jawab Riko.


"Ini ada paket untuk bapak, silahkan bapak tanda tangan disini. " ucap Kurir itu lalu menyodorkan paket ke Riko dan juga kertas untuk Riko tandatangani.


Setelah Riko menandatanganinya, Kurir itu kemudian pamit kepada Riko untuk kembali ke kantornya.


"Siapa yang ngirim paket pagi-pagi gini." guman Riko sambi berjalan ke ruang tamu untuk memeriksa isi paket itu.


"Kira-kira isinya apa yah?" gumam Riko penasaran.


Riko membuka kotak yang bungkusannya dari tempat pengiriman paket tadi, Riko kemudian melihat surat sebelum membuka kotak yang sebenarnya.


Riko lalu mengambil surat itu dan membacanya.


Dari: mama Ayu :)


Mama ada hadiah untuk kalian, dan mama harap kalian membukanya bersama-sama. ok.


Isi pesan itu.


Riko mengerutkan keningnya bingung melihat pesan mamanya.


"Mama apa-apaan sih, kekanak-kanakan banget deh." gerutu Riko kesal kemudian menelfon mamanya.


terhubung 📱


"Halo.." ucap mama Ayu di seberang telfon.


"Mah, maksud mama apa ngirim paket segala?" tanya Riko bingung.


"Nanti kalian juga akan tau kalau kalian buka paketnya, inget bukanya harus bareng-bareng. ok." ketus mama Ayu lalu memutuskan telfon sepihak.


Riko kemudian mengikuti perintah mamanya untuk tidak membuka paket ini kecuali bersama Citra.


Riko menunggu Citra pulang kampus sambil berbaring di sofa, beberapa menit kemudian dia merubah posisinya dengan duduk kemudian menyalakan tv, dia menunggu Citra sambil menonton tv, bosan dengan itu dia kemudian menuju dapur untuk mengambil sarapan yang di meja makan, kemudian dia membawanya ke ruang tamu untuk makan sambil menonton tv.


skipp.


Citra sebenarnya tidak ke kampus tapi dia ke perpustakaan umum untuk mencari referensi tugasnya, karna ponselnya rusak jadi dia tidak bisa mencari referensi di google.


Citra terlihat fokus membaca buku dan tidak menyadari sekeliling ternyata ada Arman yang sedang memperhatikannya.


Arman terus memperhatikan Citra yang sedang fokus membaca buku, dia ingin menghampiri Citra tapi dia juga tidak ingin mengganggu Citra.


Arman kemudian memiliki rencana agar Anton cemburu, dia kemudian memotret Citra diam-diam saat Citra sedang fokus membaca buku.



Setelah memotret Citra, dia kemudian mengirim foto Citra di dalam grup obrolan mereka yang terdiri dari Romi, Riko, Anton dan Doni.


Dengan Caption: "Aku akan sabar kok selalu nemenin kamu ❤, jangankan nemenin baca buku, nemenin kamu diatas pelaminan pun aku sanggup."

__ADS_1


Setelah foto Citra tersebar di grup, seketika penghuni grup langsung heboh.


Anton : "wahh, ngga nyangka gue, lo ternyata temen makan temen 😤.


Doni : "kok lo bisa bareng Citra di perpus?"


Arman hanya tersenyum membaca respon Anton dan Doni, sementara Romi hanya melihat tanpa merespon. Sedangkan Riko sama sekali tidak melihat grup mereka.


Riko hanya sibuk bermain game di kamarnya sambil menunggu Citra.


Arman kemudian beranjak keluar dari perpustakaan dan meninggalkan Citra tanpa menyapanya, karna tujuan dia ke perpus hanya mengembalikan buku yang dia pinjam.


Next..


Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 tapi Citra belum juga kembali. Riko sudah sangat lelah menunggu Citra tapi belum juga pulang, dia sudah melakukan semua aktifitasnnya di rumah, sampai-sampai membuat rumah berantakan akibat ulahnya.


"Dia kemana sih, kok belum balik juga." gerutu Riko sambil memungut sampah plastik bekas makanan ringan dan memasukkannya ke dalam plastik.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari Romi.


"Apaan." ucap Riko datar sambil terus memungut sampah.


"Lo dimana Rik? kok tadi lo ngga ke kantor?" tanya Romi.


"Gue lagi males, lagian gue bisa kerja di ponsel gue." ketus Riko.


"terus lo dimana sekarang?" tanya Romi penasaran.


"Di rumah." ketus Riko lagi.


"Kok lo di rumah sih,, lo ngga nemenin Citra ke perpus, pantesan aja Arman yang sikat Citra." ucap Romi


"Maksud lo apaan." Ucap Riko bingung.


"Citra lagi di perpustakaan umum bareng Arman, Lo ngga tau, padahal tadi Arman memasukkan foto Citra di dalam grup yang sedang baca buku, terus captionnya Aku akan sabar kok selalu nemenin kamu ❤, jangankan nemenin baca buku doang, nemenin kamu diatas pelaminan pun aku sanggup. Gitu katanya.." ucap Romi panjang lebar.


Tidak lama kemudian Riko mendengar suara motor Citra yang masuk ke garasi.


Citra melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan mendapati rumah sangat berantakan dan kotor.


Citra tercengang dengan pemandangan tersebut, karena tadi pagi sebelum dia berangkat, rumah sangat bersih dan rapi.


Citra menatap Riko sinis karna Riko juga menatapnya sinis, Citra tidak ingin meladeni Riko, karena dia merasa sangat lelah kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga tanpa menghiraukan Riko.


"Dari mana aja?" ketus Riko tiba-tiba.


"Dari perpustakaan." ketus Citra.


"Bareng Arman." ketus Riko menuduh. Citra terkejut mendengar tuduhan Riko.


"Aku sendirian ngga bereng siapa-siapa apalagi kak Arman." ucap Citra jujur.


"Alaaahhh,, ngga usah ngeles, ada buktinya kok, kamu tuh yah ******* banget sih jadi cewek, kamu udah deketin Anton, eh sekarang malah dekat lagi sama Arman." ketus Riko kemudian duduk di sofa.


Perkataan Riko membuat Citra sakit hati.


"Kak Riko jangan asal ngomong yah, aku bukan perempuan yang seperti itu, aku ngga pernah deketin kak Anton apalagi kak Arman." teriak Citra kesal karna Riko mengatainya *******.


Tanpa sadar air matanya jatuh,, kemudian berlari menuju kamarnya, Riko terkejut dengan perkataan Citra yang tidak biasanya berteriak ke arah Riko dan menangis. Riko kembali di selimuti rasa bersalah.


"Ya ampun Rik, yang semalem aja belum selesai, kok lo berulah lagi sih." gerutu Riko menyesal.


Riko kemudian menatap paket yang dikirim mamanya, karna dari tadi dia penasaran dengan isinya.


Riko lalu membuka kotak itu tanpa Citra, karna dia fikir, kalau memang isinya sangat penting dia bisa memberitahu Citra tanpa harus membujuknya untuk membuka bersama.


Riko terkejut saat melihat isi kotak itu adalah 2 buah tiket liburan ke Korea untuk Citra dan Riko.

__ADS_1


Riko tidak mengerti maksud mamanya mengirimkan mereka tiket. Riko kemudian membaca kertas yang ada bersama dengan tiket tersebut.


Isi kertas. Ini adalah hadiah pernikahan kalian dari papa, dan hadiah untuk ulang tahun Citra, 29 Mei 2001.


Riko fokus dengan tanggal itu, apa itu tanggal ulang tahun Citra, pikir Riko.


Tanpa Riko sadar, Citra keluar dari rumah dengan membawa kopernya, Riko terkejut dengan suara pintu yang tertutup dengan keras.


Riko kemudian menyadari bahwa Citra meninggalkan rumah, tanpa basa basi Riko langsung mengejar Citra.


Citra berjalan dengan sangat cepat, Riko kemudian mengejar Citra.


"Citra,, tungguu." teriak Riko memanggil Citra.


Citra melihat ke belakang dan melihat Riko mengejarnya, Citra semakin mempercepat langkahnya agar Riko tidak menyampainya.


Riko berlari sekuat tenaga sambil memanggil Citra dan meminta Citra berhenti.


"Citra stopp, kalau kamu ngga mau berhenti, kamu ngga akan pergi untuk liburan ke Korea.." teriak Riko


Citra mendengar perkataan Riko, kemudian tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Korea, Liburan." gumam Citra. Dan Riko sudah berada di samping Citra sambil ngos-ngosan.


"maksud kak Riko apa?" tanya Citra penasaran.


"Aku akan jelasin semuanya dirumah, sekarang kita pulang." bujuk Riko.


"Ngga.." tolak Citra lalu hendak pergi, tapi Riko menahan kopernya.


"Kamu serius ngga mau ke korea, bukannya kamu selalu nonton drama korea, apa kamu ngga penasaran dengan pemandangan Sungai han di malam hari, keindahan pantai di korea, dan 1 lagi, kamu ngga mau ke namsan tower untuk melihat seluruh pemandangan kota seoul." bujuk Riko lagi membuat Citra berkhayal seolah-olah dia sedang menikmatinya.


"Aku mau kembali ke rumah, tapi dengan 1 syarat." ucap Citra.


"Apa syaratnya?" tanya Riko penasaran.


"Aku mau kembali ke rumah kalau kak Riko minta maaf atas semua perbuatan kak Riko, buat aku maafin kak Riko." ucap Citra.


"Ok." ucap Riko pasrah.


"Tunggu disini." perintah Citra lalu menjauhkan dirinya dari Riko dengan jarak 100 meter.


"Apalagi sekarang.." gerutu batin Riko.


"Sekarang kak Riko kejar aku seperti tadi dan bawa koper aku ke rumah, sambil teriak minta maaf." ucap Citra berteriak agar Riko mendengarnya.


Riko hanya pasrah dengan permintaan Citra, dia kemudian berlari ke arah Citra sambil berteriak minta maaf.


"Aku minta maaf, aku udah salah sama kamu,


"Emang.. ketus Citra memotong Perkataan Riko.


"Aku jahat..


"Nyadar.. ketus Citra lagi memotong perkataan Riko.


"Maafkan aku..


"Apa aku ngga dengar, kak Riko bilang apa?" ucap Citra berbohong.


"Maafkan aku..


Riko terus berlari di belakang Citra sambil minta maaf.


******


Jangan lupa untuk terus mendukung karya Author yah Readers dengan meninggalkan Vote, Like Dan Comet 😁.

__ADS_1


__ADS_2