
Ceklek....
Pintu kamar terbuka,nampaklah 2 orang sedang adu mulut diranjang.
Winda yang awalnya marah2 langsung terdiam melihat ramainya didepan pintu.
" Ada polisi " Ucap Winda lirih.
Samuel yang sedang membelakangi para polisi itu melotot kaget dan dengan cepat memasangkan cadar diwajahnya disertai kaca mata hitam.
Samuel juga menurunkan gaun panjang yang dipakai Winda paksa tadi dengan cepat hingga menutupi bulu kaki sampai telapak.
" Ka kalian ngapain ?" tanya Malvin berusaha tenang masuk kedalam.
" Lagi main riasan Pa " Jawab Winda langsung berdiri.
Samuel masih diam melihat ke tembok,lelaki itu tak berani berbalik badan karna saat ini jantungnya tak bisa dikondisikan.
" Ada apa ini rame2 ?" tanya Winda menghadap polisi.
" Maaf menganggu kenyaman,tadi kami mendengar suara seorang pria dari arah sini " Jawab komandan polisi tenang.
" Hah pria ? mana ?" tanya Winda pura2 kaget.
" Dia siapa ?" Tanya polisi menunjuk Samuel yang masih membelakangi mereka.
" Oh ini anak saya,dia emang pemalu anaknya gak biasa liat cowok,makanya sembunyi " Jawab Sindi kembali acting.
Seorang polisi mendekat kearah Samuel,Winda,Malvin dan Sindi menahan nafas merasa terancam.
Tangan Samuel terkepal merasa begitu takut saat ini jika ia ketahuan sekarang.
Lelaki itu berdiri didepan Samuel dengan wajah bingung.
" Maaf " Ucap Samuel mengeluarkan suara ladies.
" hah " Pekik Winda kaget dan dengan cepat mengunci mulutnya.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,keluarlah seorang bocah kecil tak mengenakan celana.
" Hoaaamm,Ma udah selesai " Ucap Dony mengantuk.
" Kam mu ngapain disana ?" tanya Sindi melotot.
" Boker Ma,tapi aku ketiduran " Jawab Doni polos.
" Apa !" Pekik Sindi kaget.
Doni dengan santai berjalan dan menghempas tubuhnya di kasur Samuel.
" Hay cantik " Sapa Doni mencolek pinggang Samuel.
Pletak..
Tangan bocah itu langsung ditepis oleh Samuel.
Doni tertawa geli,ia tau itu Samuel yang sedang menyamar menjadi gadis muslimah lagi.
" Bau apa ini ?" Gumam seorang polisi mengendus bau tak sedap.
Sindi ikut mengendus lalu melotot kearah kamar mandi.
Wanita itu berjalan cepat dan benar saja sesuai perkiraannya.
" Doni kalo habis Bab itu disiram !" Kata Sindi kesal.
" Udah Ma " Jawab Doni.
" ini masih ada " jawab Sindi berkacak pinggang.
__ADS_1
" Hehe masa sih ?" tanya Doni cengengesan.
" Ayo2 itu bokongnya dicuci lagi !" Kata Malvin menyeret anak lelakinya turun.
Bocah itu pun dengan malas turun dan berjalan kearah ibunya yang sedang mengobok air.
" Kita salah paham lagi " Ucap Komandan kepada anak buahnya.
" Iya Pak,itu mungkin suara anak tadi " Jawab polisi yang menuduh.
" Ayo kita pergi,kita sudah menganggu kenyaman mereka dan anak gadisnya " Ajak Komandan.
Semua orang mengangguk berjalan keluar.
" huh huh huh " Nafas Winda dan Malvin terasa lega melihat para polisi keluar kamar.
" Udah Sam " ucap Malvin menegur Samuel yang betah mematung.
Lelaki itu berbalik badan dengan kaca mata hitam dan alis tebal.
" Subhanallah Kamu mau kemana Sam ?" Tanya Malvin terkekeh geli.
" Ck semua ini gara2 kamu !" kata Samuel menunjuk Winda.
" Kok aku ? harusnya kamu terima kasih tau Polisi gak ngenalin kamu tadi " Kata Winda tak terima.
" Ya tapi gak gini juga!" Kata Samuel membuka cadar dan menampilkan wajah cemberut dengan bibir pink dan blush on kemerahan ditambah manik dimatanya membuat pria itu terlihat seperti gadis tulen.
" Hahahahayahahahqh " Malvin tertawa ngakak melihat calon wajah Samuel seperti mba2 jamu.
Sindi keluar kamar mandi dan ikut terkejut melihat wajah Samuel.
" Mau kemana Sam ?" Tanya Sindi syok.
" Haist !" Kata Samuel kesal ingin melepas hijab.
" Jangaaaaaaannnn " Pekik mereka semua heboh.
" Jangan Sam,mereka masih disini " Kata Malvin menahan hijab lelaki itu.
" Iya nanti kalo mereka pulang baru kamu boleh buka " Kata Winda merapikan anak rambut Samuel yang seliweran.
" Panas " Kata Samuel memutar mata.
" Iya tenang,Yank kipas angin " Kata Malvin menoleh ke Sindi.
" Oke " Jawab Sindi paham dan mengidupkan kipas angin menghadap lelaki itu.
Para polisi terlihat kebingungan menatap keluarga Malvin yang sangat heboh.
Karna tak menemukan bukti apapun,mereka memilih pulang.
Beberapa minggu setelahnya,kondisi Malvin makin membaik.
Kali ini Malvin diajak Sindi mengikuti mereka kerumah Yuni karna kemarin Yuni bilang akan melakukan syukuran atas kelulusan Salsa.
" Jangan lupa terus pake masker ya " Kata Sindi kepada lelaki itu.
" Iya Te " Jawab Malvin malas.
Sudah 10x Sindi memperingatinya,padahal mereka masih didalam rumah.
Winda masih berdandan didepan cermin.
Gadis itu ingin tampil cantik untuk pertama kalinya setelah dinyatakan sembuh oleh Dokter tapi masih dalam perawatan yang rutin untuk mengecek kondisi ginjal barunya.
" Kamu gak pake baju yang dibeliin Papa ?" Tanya Winda melihat Samuel mengenakan kemeja.
" Gak,aku bukan anggota keluarga kalian " Jawab Samuel melihat hapenya.
" Oh gitu ya " Kata Winda tersentak.
__ADS_1
Samuel diam saja melihat wajah terkejut Winda.
Lelaki itu masih belum tau dengan perasaannya saat ini,semua masih terasa abu2.
Semakin tinggal bersama bahkan sekamar lelaki itu tak merasa ada ikatan dalam dirinya bukan seperti saat dulu lagi.
Bahkan gairah kepada Winda pun mulai hilang meski ia tau cepat atau lambat akan menikahi gadis itu.
Beberapa menit kemudian,Winda pun selesai.
Mereka kompak memakai seragam keluarga meski Samuel menolak ikut padahal Malvin sudah memesankan satu untuknya.
Sindi dan Malvin serta Doni sudah masuk mobil,Winda dan Samuel menyusul.
Seperti arahan Sindi,Samuel harus mengenakan masker untuk berjaga2.
Sesampainya disana kondisi masih sepi,Winda menarik tangan Samuel masuk kedalam.
" Alexiiiii " Pekik Winda heboh melihat sang sahabat yang sedang memunggungi dirinya.
Pria itu menoleh dan melotot melihat sahabatnya datang tepat waktu.
" Winda apa kabar ?" Tanya Alexi langsung memeluk gadis itu.
Keduanya saling berpelukan bahkan Alexi tak ragu mengecup kening Winda dengan sayang.
" Aku kangen Lex " Kata Winda mendongak.
" Sama aku juga Win,aku bahkan gak bisa tidur mikirin kamu " Kata Alexi lebay.
" Hueeekkk pembohong besar " Hujat Winda.
" Hehe beneran,tanya Salsa " Kata Alexi serius.
" Oh iya dia mana ?" tanya Winda teringat.
" Masih didapur bantuin Ibu " Jawab Alexi.
" Ya udah aku kesana dulu ya,aku juga kangen Bibi " Balas Winda.
Alexi mengangguk tersenyum.
Samuel mendekat dan berdiri sejajar dengan Alexi.
" Selamat " Ucap Samuel tenang.
" Buat apa ?" tanya Alexi bingung.
" Bukannya kamu habis lulus kuliah ?" tanya Samuel mengernyit.
" Haha bukan gue,tapi calon istri " Jawab Alexi.
" Oh " Balas Samuel dengan wajah bingung.
" Gimana kabar lo ?" Tanya Alexi menampar bahu Samuel.
" Baik " Jawab lelaki itu tersenyum canggung.
" Udah ada debaran cinta buat Winda ?" tanya Alexi duduk disofa.
" Maksudnya ?" tanya Samuel bingung.
" Kau ingin membatalkan kontrak ?" Tanya Alexi mengangkat sebelah alis.
Samuel terdiam dengan pertanyaan lelaki itu.
Alexi terkekeh dan menarik tangan Samuel duduk.
" Kalo lo cinta ke Winda dan janji bakal bahagian dia,gue bakal ikhlasin Winda ke lo,tapi kalo lo punya niatan jahat sama sahabat gue,sampe ke ujung dunia juga lo gak bakal gue lepas,kalo misalkan lo menikah sama dia terus gak ada kata cinta disana siap2 lo berhadapan sama gue !" Kata Alexi serius.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.