Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
298


__ADS_3

Byanca kembali menarik tangan Sifa mendekati Jack dkk..


" Uncle punya aku ada kan ?" Tanya Azura malu2.


" Iya,semua kebagian " Jawab lelaki itu tersenyum.


" Yee makasih " Pekik Azura girang.


" Buat aku Bang ?" tanya Jack menadahkan tangan.


" Abang2,aku ini lebih dewasa dari kamu Jack,panggil Uncle !" Pinta lelaki itu gemas.


" Uncle kan awet muda,masa ia manggilnya Uncle malu lah " Jawab Jack.


" Iya Bang,Uncle itu dipanggil untuk orang yang sudah punya keluarga,Abang kan gak punya bini " Sahut Salma.


Lelaki itu mendengus kesal,ia secara tidak langsung Salma mengatai dirinya bujang tua.


Sifa terkekeh mendengar percakapan para bocah ingusan itu.


Lelaki itu menoleh ke Sifa dan tersenyum kecil.


" Oh iya Bang,kenalin cewek baru " Kata Jack menarik tangan Sifa.


" Ehh " pekik Sifa kaget.


" Kenalin Kak,ini Uncle Radit seorang polisi laut " Ucap Jack bangga.


" Saya Radit " Ucap pria itu sofan.


" Sifa " Jawab Sifa menangkupkan tangan.


" Dia lagi patah hati Bang,obatin yak " Celetuk Arci.


" ehh " Kata Sifa melotot.


Arci terkekeh geli melihat wajah kaget gadis itu.


" Iya Bang,pacarnya direbut Kak Histi " Sahut Arshad.


" Eh itu gak bener " Kata Sifa panik.


" Masa sih ?" Tanya Radit penasaran.


" Gak itu gak bener " Jawab Sifa cepat.


Semua orang tertawa melihat Sifa sangat takut.


" Azura " panggil Radit.


" Iya Uncle " Jawab Azura.


" Ambilin makanan buat Uncle dong,bntar lagi Uncle mau pulang " Ucap Radit cengengesan.


" Yahh kok pulang " Rengek Ana.


" Iya,mau tidur cape banget " Balas Radit.


Sifa memperhatikan lelaki itu,Radit memang terlihat seperti aparat lainnya,kulit sedikit kecoklatan dan rambut yang dipangkas rapi serta tubuh tegap semampai.


" Yahhh kasihan sekali " Kata Angel sedih.


Radit tersenyum mengusap kepala Angel dengan sayang.


Sebenarnya Radit biasa saja mau dipanggil apa oleh anak2 Onty dan pamannya hanya saja terkadang ia merasa malu dan tua sendiri jika masih dipanggil Abang..


Azura berjalan cepat mengambil beberapa makanan dibantu oleh Angel yang mengambil apa saja yang ditawarkan tuan rumah.


Jack dan Arci menarik kursi untuk Radit dan Sifa.


" Duduk sini Kak " Ucap Jack sopan.


" Iya " jawab Sifa tersenyum.


Radit tersenyum melihat kepekaan anak bibinya.


" Byan " Panggil Arshad.


" Iya Kak " Jawab Byanca berlari mendekati Arshad yang duduk agak jauh.

__ADS_1


" Kamu disini aja,biarin Kak Sifa disana temani Uncle " Ucap Arshad.


" Iya kak " Jawab Byanca patuh.


Gadis itu duduk disana melihat Arshad dan Arci main game.


" Kamu temennya Serkan atau Histi ?" tanya Radit membuka suara.


" Hm Serkan " Jawab Sifa merasa malu.


Radit ber Oh ria dan kembali diam.


" Kamu suadaraan sama Histi ?" tanya Sifa.


" Iya dia anak paman aku " jawab Radit.


Kini giliran Sifa yang ber Oh ria.


" Kamu sendirian datang kesini ?" tanya Radit lagi.


" Hm " Jawab Sifa.


Radit mengangguk paham,keduanya terlihat sangat canggung dan malu.


" Bang " Panggil Ana membawa nampan berisi makanan.


" Astga banyak banget " Kata Radit syok.


" Hehe biar kuat " Kata Angel terkekeh.


" Ya gak gini juga Jel " Ucap Radit gemas.


" Gak mau tau,pokoknya harus habis !" Ucap Angel tegas.


" Uncle " Panggil Azura mendekat.


" Lah ini beneran bisa meledak perut aku makan semuanya " Kata Radit menepuk keningny.


" Hahaha semuanya menggoda Bang,makanya aku ambil " Kafa Azura tertawa.


" Haistt kalian ini mubazir nanti "


Sifa yang tau maksud gadis itu kembali bersemu,ia merasa ingin kabur dari sana tapi suasana tak mendukung dirinya.


" Kamu udah makan ?" tanya Radit.


" Udah " Jawab Sifa berbohong.


" Artinya belum Bang,jangan terkecoh sama jawaban betina " Celetuk Ana.


" Eh " pekik Sifa terbelalak.


" Bener kan ? hah sudah lah Kak gak usah malu2 " Kata Angel pede.


Wajah Sifa sudah memerah layaknya kepiting rebus,Radit tertawa renyah melihat respon wanita soleha disampingnya itu.


Angel dan Azura tertawa ngakak,keduanya sangat puas menjahili Sifa yang baru masuk genk mereka.


Radit tersenyum kecil dan mulai makan dengan lahap.


Sifa menunduk malu,ia merasa tak enak kepada Radit pria yang baru ia kenal.


Dari arah kejauhan,Camelia menegur tangan Serkan yang juga sedang menikmati makanan.


" Kenapa Ma ?" tanya Serkan menoleh.


" Lihat tuh Sifa sama siapa ?" tanya Camelia.


Serkan melihat kearah telunjuk ibunya dan mengernyit.


" Gak tau Ma,aku gak kenal " Jawab Serkan.


" Apa dia dari keluarga Histi ?" tanya Camelia.


" Mungkin,disana juga ada Jack " Jawab Serkan menebak.


Camelia mengangguk paham.


" Semoga pria itu baik untuk Sifa " Batin Camelia berharap.

__ADS_1


Dipojok ruangan,seorang gadis dihalang oleh seorang pria saat dirinya ingin kembali dari toilet.


Winda terlihat pucat melihat lelaki yang pernah ia lihat dulu kini berdiri menjulang didepannya.


" Kamu mau apa ?" tanya Winda meremas ujung bajunya.


" Kita belum selesai " Ucap lelaki itu serak.


" Hm apanya ?" tanya Winda polos.


" Minta nomor rekening mu ?" Pinta lelaki itu.


" Untuk apa ?" tanya Winda.


" Bayar hutang " Jawab lelaki itu.


" Hah " Kata Winda kaget.


" Aku tidak mau berhutang kepada siapa pun,cepat berikan !" Pinta lelaki itu sedikit garang.


" Tidak usah,aku ikhlas lagian kamu juga pernah traktir aku nasi padang " Balas Winda.


" Ck,nasi padang harganya berapa ? kau membayar ku lebih dari itu,cepat berikan aku tidak punya banyak waktu " Kata lelaki itu gemas.


" Aku tidak hafal nomor nya " Kata Winda menunduk.


" Gadis bodoh !" Umpat pria itu.


Winda menunduk dalam dikatai bodoh.


" Ah sudah lah,mumpung kita bertemu disini aku kasih cash aja " Ucap lelaki itu mengeluarkan dompetnya.


Winda diam menatap lelaki dengan alis tebal itu seperti berhitung.


" kita impas,lain kali gak usah sok baik sama orang kalo lo aja gak berkecukupan " Ucap lelaki itu memberi semua uang di dompetnya.


Winda yang dipaksa menerima begitu syok melihat segepok uang merah ditangannya.


" Ambil saja lebihnya " ucap lelaki itu langsung berlalu.


" Tap..


Lelaki asing itu berjalan menjauh dan berpapasan dengan seorang pria yang juga mau masuk kedalam.


Keduanya saling bertatapan sejenak hingga lelaki asing itu berjalan keluar.


Alexi masuk kedalam dan mengernyit melihat Winda berdiri dengan banyak uang.


" Winda " Panggil Alexi mendekat.


" Lex " Jawab Winda kaget.


" Kamu kenapa ? ini uang apa ?" tanya Alexi panik.


" Gak papa " Jawab Winda menarik nafas.


" Hei kenapa ?" Tanya Alexi memegang bahu gadis itu.


" Acaranya udah selesai belum ? aku mau pulang " ucap Winda.


" Kamu kenapa win ? ada apa ?" Tanya Alexi lagi.


" Gak papa,aku pengen pulang aja,aku cape " Jawab Winda.


" Baiklah,ayo kita pulang duluan " Kata Alexi merangkul bahu gadis itu.


Winda mengangguk,Alexi membantu Winda menaruh uang kedalam tas dan berjalan keluar.


Saat mendekati orang tua mereka,manik Winda kembali melihat lelaki asing tadi yang sedang bersama seorang gadis cukup sexy.


Manik keduanya kembali bertemu,lelaki itu memperhatikan penampilan Winda dari ujung kaki hingga kenapa.


" Cih " Decih pria itu seolah tak sudi dan merangkul pinggang gadis disampingnya.


Winda menunduk,dan berpamitan kepada Yuni serta Sindi yang sedang makan.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2