
Sorak tepung tangan meriah terdengar nyaring diberikan kepada sepasang kekasih yang sudah berganti sttus menjadi sepasang suami istri.
Salsa begitu malu dengan respon keluarga Alexi yang sangat heboh,dari pihak Salsa tak ada yang datang karna pamannya sudah tak tau lagi berada dimana.
Gadis itu menangis dalam senyuman,pelukan hangat ia terima dari lelaki yang saat ini menjadi imamnya.
" Kenapa nangis ?" Tanya Alexi terkekeh.
" Aku bahagia Lex hiks hiks " Jawab Salsa makin menangis.
" Loh2 Lex kenapa ini istri kamu kok belum diapa2ain udah nangis aja ?" Tanya Ana bingung.
" Bukan aku Bi,dia nangis sendiri " Jawab Alexi membela diri.
" Kenapa nangis Sa ? takut di unboxing Alexi ya malam ini ?" Tanya Ana terkekeh.
" Hah gak Bi " Jawab Salsa melotot.
" Rileks aja sayang,gak sakit kok cuma kayak digigit semut aja " Celetuk Alexi terkekeh.
Ana tertawa ngakak menampar lengan lelaki itu.
" Ihh kamu bikin malu " Kata Salsa kesal.
Alexi meringis ngilu,tabokan 2 perempuan itu terasa menyayat didaging tipisnya.
" Selamat ya Lex akhirnya clbk lagi " Kata Aktam menyalami lelaki itu.
" Hehe iya Om makasih " Balas Alexi malu.
" Kalo kali ini pisah lagi,Salsa Om kawinin sama Jack " Ancam Aktam.
" Whatt ? kenapa anak aku ?" tanya Ana kaget.
" Ya karna Jack kandidat yang baik,dia kan gak gatel lagi " Jawab Aktam terkekeh.
Ana melihat anaknya,terlihat dikejauhan bocah gesrek itu duduk tenang memperhatikan orang2.
" Alhamdulillah anak ku udah tobat " Ucap Ana tersenyum.
" Hahahahaha bentar lagi juga kambuh kalo dah laper " Jawab Aktam tertawa.
" Haisttt sesekali ponaan itu di doain yang baik2 napa,lihat Jack adem ayem gitu bikin aku waras tau " Kata Ana gemas.
" Mau gak kawin sama Jack,,tapi burungnya masih seuprit " Bisik Alexi.
" Issshhh kamu mah sangean mulu " Kata Salsa kesal.
" Hehe siap2 ya sayang " Kata Alexi mencolek dagu gadis itu.
Salsa kembali menabok Alexi,suasana sangat ramai dan meriah.
Orang tua Alexi sibuk meladeni para tamu yang mereka undang,Serkan dan Histi juga tak luput dari pantauan.
Banyak para tetangga mengagumi sosok Serkan yang bisa dikatakan sukses dalam karir dan rumah tangga.
Mempunyai istri cantik baik dan ramah merupakan sebuah anugrah yang diberikan Tuhan kepada lelaki itu.
Seperti saat ini,Histi diam melihat neneknya menimang Sutar kiri kanan sambil bercengkrama dengan tetangga.
" Dia mirip dokter Serkan ya " Kata tetangga Romi takjub.
" Iya dagunya mirip Serkan banget " Sahut tetangga lain gemas.
" Ibu2 yang terhormat tolong tangannya jangan colek2 muka anak saya ya,nanti bapaknya ngamuk anaknya kena kuman " Kata Histi ngeri2 sedap.
__ADS_1
" Colek dikit masa gak boleh ?" Tanya tetangga protes.
" Saya emaknya aja gak dibolehin apalagi kalian,please Sutar masih mau punya adik,nanti kalo bapaknya merajuk nanti siapa yang repot ?" Kata Histi beralasan.
" Sutar mau punya adik ya sayang ?" Tanya Tetangga kepada bayi kecil itu.
" Iya Onty,mau punya adik 11 " Jawab Histi dengan suara cicitan.
" Hah banyak banget " Kata tetangga kaget.
" Iya Onty,bial aku dak cape lawan Mama " Jawab Histi terkekeh.
" Hahahaha kamu bisa aja Histi " Kata tetangga tertawa.
Nisa ikut tertawa dengan ulah cucu sengkleknya.
" Asi kamu lancar kan ?" Tanya Nisa berusaha tenang.
" Hm lancar banget Nek sampe Bapaknya minta " Jawab Histi.
" Heiii " Kata Nisa melotot.
" Hehe becanda Nek,paling bantu peres eh " Kata Histi kecoplosan.
" Hehh " Kata Nisa kembali melotot.
" Becanda Nek " Kata Histi terkekeh.
" Ck kamu ini gak berubah2 " Kata Nisa menggeleng pelan.
" Sebenarnya mau berubah Nek,tapi Yayank gak kasih katanya aku tetap jadi diri sendiri aja " Kata Histi tersenyum.
" Ya itu terserah kamu,yang penting tetap baik dan rendah hati " Balas Nisa lembut.
Histi mengangguk tersenyum,tak lama datang seorang wanita langsung berlari.
" Hati2 " Kata Nisa terkejut Zaiva langsung merebut Sutar.
" Aku mau gendong Ma " Kata Zaiva girang.
Nisa menyerahkan bayi itu dengan hati2,Zaiva langsung memeluk dan mencium cucunya dengan penuh cinta.
" Oh sayang,Oma kangen sama kamu,ya ampun mukanya kayak Bang Bara " kata Zaiva heboh.
Bayi kecil itu menatap Zaiva bingung seolah ia tak mengenalinya.
" Kenapa ? Ini Oma sayang,kamu gak kenal ya ?" Tanya Zaiva mengkrucut.
" Dia bingung Ma,kan baru pertama bertemu " Jawab Histi terkekeh.
" Uhhh kesel deh,harusnya Oma yang harus kamu lihat duluan " kata Zaiva mengkrucut.
" Oeeeekk oeeekkk oeeeekkkk " Sutar menangis kencang takut dengan wanita itu.
" Haistt kamu jangan marahin dia dong " kata Nisa heran.
" Aku gak marahin Bun,cuma sedikit ngegas aja " Kata Zaiva bingung.
" Ya dia mana bisa bedain lah ngegas sama marah " Kata Nisa heran.
" Hehe maaf ya sayang,ayo kita ketemu Opa " Kata Zaiva semangat.
Wanita berhijab itu langsung membawa kabur cucu pertamanya menemui Bara yang sedang bercengkrama dengan Aktam.
Kehebohan kembali terjadi,Bara begitu takjub melihat cucu pertamanya bahkan lelaki itu menangis bombai tak menyangka Histi akan melahirkan seorang bayi tampan.
__ADS_1
" Nanti Sutar mirip aku aja Om " Kata Jack tersenyum.
" Heee Jangannnn " Pekik Bara dan Zaiva bersamaan.
" Kenapa ? kan aku anak yang baik ?" Tanya Jack sedih.
" Pokoknya jangan " Kata Bara tegas.
" Pa aku salah apa ?" Tanya Jack melihat Prito.
" Kamu gak salah sayang " Jawab Prito mengusap kepala anaknya.
" Terus kenapa gak ada yang mau mirip sama aku ?" tanya Jack sedih..
" Bukan gitu,kalo Sutar mirip kamu juga ntar bakal ambyar " Kata Prito cengengesan.
" Kan rame Pa kalo ada aku ?" Kata Jack memasang wajah melas.
" Ya rame pake banget sampe Ana dehidrasi " Kata Prito melemah diakhir.
Jack mengkrucut kesal,bocah itu ingin punya pengikut yang satu geng dengannya,tapi apa daya,Bara dan Zaiva melarang cucu mereka masuk club sengklek tersebut.
Di tempat lain seorang pria berdiri menunduk dihadapan sang mertuanya.
" Kenapa kamu kemari ?" tanya Sindi melihat Samuel.
" Maaf " Ucap Pria itu pelan.
" Buat apa ?" Tanya Sindi tenang.
" Segalanya Ma " Jawab Samuel sedih.
Sindi tersenyum kecil mengusap tangan pria itu.
" Gak papa,mungkin ini sudah takdir kami " Ucap Sindi hangat.
" Tidak ada takdir seperti ini " Kata Samuel menggeleng.
" Kau sudah berpisah dengan Winda ?" tanya Sindi hati2.
Samuel terdiam.
" Jika sudah,maka selesaikan semuanya " Ucap Sindi bergetar.
" Ma " panggil Samuel nanar.
" Terlalu banyak kebohongan Sam,wajar jika orang tua mu marah kepada kami "
" Aku akan mencabut tuntutan ini " Kata Samuel tegas.
" Jangan membangkang lagi,hidup kami sudah berantakan " Balas Sindi.
" Pergilah,jika kau ingin melepaskan Winda kami tidak masalah,urusan hati Winda nanti kami urus bersama "
" Kalian juga menyetujuinya disaat anak kalian sudah menyerahkan hidup kepada ku ?" Tanya Samuel terkekeh.
" Kau melakukannya ?" Tanya Sindi nanar.
" Ya itu wajar karna kami suami istri " Jawab Samuel bangga.
Deg...
Sindi tersentak kaget,wanita itu tiba2 teringat akan perkataan Yuni tempo lalu tentang kesehatan Winda.
" Kau benar2 ingin membuat Winda pergi ?" Tanya Sindi mulai menangis.
__ADS_1
" Maksud Mama ?" Tanya Samuel bingung.