
Berita sakitnya Winda terdengar sampai ke telinga Serkan dan Istri.
Sama halnya dengan Alexi,Serkan juga sangat terkejut dan tak menyangka gadis ceria itu diserang penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan Winda.
Serkan mengetahui kabar saat ia berhasil mendapatkan sinyal dan menghubungi keluarga.
Seperti hari ini Serkan banyak diam menatap hamparan sawah2 didepan matanya.
Sejak kemarin pulang dari bukit lelaki itu sudah berbeda dan Histi begitu merasakan keterdiaman sang suami.
" Masih mikirin Winda ?" tanya Histi menepuk bahu suaminya.
Serkan menoleh dan mengangguk pelan.
Histi menggeser bokong lelaki itu dan duduk disebelah Serkan.
" Aduh sempit " kata Histi merasa terjepit.
" Ya sempit lah pintunya kecil " Balas Serkan gemas.
Histi cengengesan dan menggerakkan bokongnya ke kiri dan kekanan.
Perempuan itu terlihat memaksa duduk bersama sang suami diambang pintu dapur.
Serkan bangkit dan turun ke tanah menatap perempuan itu kesal.
" Heheh,mau dempetan sayang " kata Histi manja.
" Ya mana muat,punya kamu gede " Kata Serkan menggelutukkan gigi.
" Kamu juga " Balas Histi terkekeh.
Serkan diam dan berbalik badan menatap lagi sawah2.
Histi mendengus kesal,dirinya ingin selalu berada disamping lelaki itu tapi yang ada malah Serkan mengomelinya karna tempat yang tak mendukung.
" Sayang " Panggil Histi lagi.
" Hm " Jawab Serkan cuek.
" Kamu sayang sama Winda ?" tanya Histi.
" Iya " Jawab Serkan jujur.
" Sama aku ?" tanya Histi.
" Iya " Jawab Serkan.
" Iya apa ?" Tanya Histi.
" Sayang " Jawab Serkan gemas.
" Hehe iya sayang " Balas Histi gemas.
Serkan menggelengkan kepalanya heran kepada istri mungilnya yang sangat alay.
" Aku belum hamil nih " Ucap Histi.
Serkan berbalik badan dan memperhatikan perempuan itu.
" Jangan mandang perut,ini kangkung semua " kata Histi mengusap perut buncitnya.
Serkan terkekeh geli dan mengangguk.
Keduanya memang baru saja selesai makan siang dengan menu sederhana yaitu tumis kangkung dan ikan goreng lele tak lupa sambal setan ala Histi yang membuat kepala Serkan berapi2.
" Histi " Panggil Serkan.
" Hm " Jawab Histi.
" Kamu marah aku sayang sama Winda ?" tanya Serkan hati2.
" Marah kenapa ?" tanya Histi bingung.
__ADS_1
" Ya marah karna suami kamu sayang sama cewek lain " Jawab Serkan.
" Kalo kamu sayang sama cewek gak bener baru aku marah,tapi kalo sama Winda ya gak papa,kan kamu anggap dia saudara " Kata Histi santai.
" Iya dia kayak adik bagi aku " Balas Serkan.
" Aku gak mau larang2 kamu,toh kalo kamu melewati batas berarti kamu gak menghargai aku,kamu gak sayang sama aku " Kata Histi tenang.
" Aku sayang sama kamu " kata Serkan serius.
" Ya udah " Balas Histi santai.
" Kok ya udah doang ? emang kamu gak sayang sama aku ?" Tanya Serkan mengkrucut.
" Menurut kamu ?" tanya Histi memainkan alisnya.
Serkan menyelisik wajah perempuan itu dan mengangguk.
" Bukan sayang lagi,tapi cinta termehek2 " Kata Serkan terkekeh.
" Ihh siapa bilang " Kata Histi tak terima.
" Haha bener ya,kalo aku jalan sama gadis didesa ini kamu jangan marah " Kata Serkan menggoda.
" Coba aja kalo berani,aku potongin white cream kamu pake cangkul " Ancam Histi.
" white cream ?" Tanya Serkan kaget.
Histi mengangguk dan menunjuk senjata dibalik celana Serkan.
" Ehhhh jangan dong " pekik Serkan terbelalak.
Histi mendengus dan mengambil buah jambu tak jauh dari jangkauannya.
Serkan berkidik ngeri dan tak mau lagi membahas sayang2an.
Kebesokan paginya,Serkan memberitahu tim untuk mencari donor ginjal untuk Winda.
Para dokter sepakat akan membantu Serkan mencari benda penyambung hidup tersebut.
Sejak ia ketahuan ingin pulang,Salsa langsung mencueki dirinya.
Alexi merasa bersalah dan berapa kali minta maaf,walaupun Salsa bilang tidak apa apa tapi sikap Salsa tak bisa dibohongi.
Seperti malam ini,saat Alexi ingin menjemput Salsa ternyata gadis itu sudah pulang bersama seorang pria yang sempat ia lihat.
" Makasih ya Jackson " Ucap Salsa tersenyum.
" Iya Sa,kalo ada apa2 kabarin aku ya " Balas Jackson ikut tersenyum.
" Hm,nanti kalo kamu jadi pulang ke indo kabarin aku ya,soalnya aku mau nitip hadiah pernikahan Kak Helen " kata Salsa semangat.
" Oke " Jawab Jackson menunjukkan jempolnya.
Salsa menutup pintu mobil dan melambaikan tangan..
Jackson pun keluar dari pekarangan rumah.
Saat Salsa berbalik badan gadis itu terdiam melihat Alexi berdiri diambang pintu dengan jaket hitam nya.
Salsa mulai melangkah dan menaiki anak tangga.
" Kenapa pulang cepat ?" tanya Alexi.
" Bos aku nyuruh pulang ada meeting dicafe " Jawab Salsa datar.
Alexi ber Oh ria,Salsa membuka pintu rumah dan masuk kedalam.
" Kamu emang pacaran sama Jackson ?" tanya Alexi.
Salsa yang hampir masuk dapur langsung berhenti berbalik badan.
" Kalo iya,kenapa ?" tanya Salsa tenang.
__ADS_1
" Oh " Jawab Alexi ketus.
Salsa mengernyit melihat balasan Alexi yang terlihat cuek.
" Dasar aneh !" Cibir Salsa kembali berjalan.
Alexi diam mengusap wajahnya kasar.
Pria itu terlihat kesal dan uringan2.
Alexi ingin damai kepada gadis itu,tapi saat dirinya memulai semua terasa sulit.
" Akhhh berengsek !" Umpat Alexi kesal.
Pria itu berjalan keluar dan pergi entah kemana.
Didapur,Salsa memegang dadanya yang berdegub kencang.
Ntah mengapa melihat Alexi seperti tadi membuat jantuñg gadis itu bermasalah.
" Tenang Sa,kamu gak mungkin punya rasa lagi sama Alexi " Gumam Salsa menenangkan dirinya.
Gadis itu mengambil minum dan menanggak hingga habis.
Salsa keluar dapur dan celingukan mencari keberadaan Alexi.
" Kemana bocah itu ?" Gumam Salsa heran..
Salsa terus mencari bahkan keluar dari rumah dan mendapati Alexi akan menyetop taxi diluaran sana.
" Dia mau kemana malam2 gini ?" Gumam Salsa terbelalak.
Salsa melihat kiri kanan dan ikut menyetop taxi.
" tolong ikuti mobil itu " Ucap Salsa kepada supir.
Bule dewasa itu mengangguk dan mengikuti taxi yang ditumpangi Alexi.
Jantung Salsa makin berdebar,ia sangat takut Alexi kemana2 apalagi pria itu sedang banyak pikiran.
" Mau kemana sih Lex ?" Gumam Salsa menggigit jari telunjuknya.
Mobil Alexi meliuk2 dijalanan yang sedikit macet,Salsa duduk tak tenang meminta supir jangan sampai kehilangan jejak.
Di dalam taxi Alexi,pria itu menatap langit malam dengan wajah sendu.
Pikiran Alexi makin kacau,mendengar Winda koma membuat Alexi tak bisa berpikir jernih ditambah masalahnya dengan Salsa yang tak kunjung usai.
" Apa masih lama ?" Tanya Alexi kepada supir.
" 10 menit lagi " Jawab si supir.
Alexi mengangguk paham,lelaki itu berencana akan menenangkan pikirannya dulu.
10 menit kemudian,mereka tiba disebuah gedung yang ramai.
Alexi keluar dari taxi membayar sejumlah uang dan berdiri melihat gedung mewah itu.
" Huh gak papa Lex,cuma cari hiburan aja " Gumam Alexi meyakinkan dirinya.
Pria itu pun melangkah masuk kedalam.
Di taxi Salsa,gadis itu terkejut bukan main melihat Alexi masuk ketempat maksiat tersebut.
" Night club ?" Gumam Salsa dengan mata melototnya.
" Sudah sampai Nona " Tegur Supir.
" Eh iya ya Pak,ini " Kata Salsa memberikan uang dolar dalam tasnya.
Gadis itu pun turun dari taxi dan langsung mengejar Alexi masuk kedalam sana.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.