
Riko dan Citra tiba di rumah mereka, Riko kemudian memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya setelah itu Riko kemudian turun lebih dulu lalu segera membuka pintu mobil untuk Citra.
"Sayang kamu dirumah dulu yah, soalnya aku mau ke kantor bentar." ucap Riko saat Citra telah turun dari mobil dan Citra hanya mengangguk, Riko kemudian mengecup kening Citra.
"Papa pergi dulu yah sayang." ucap Riko sambil mengelus perut istrinya, Citra hanya tersenyum mendengar perkataan Riko. Setelah itu Rikopun kembali naik ke mobilnya lalu pergi meninggalkan Citra yang masih berdiri dihalaman rumahnya.
Citra kemudian masuk kedalam rumahnya dengan suasana hati yang sangat senang, Citra kemudian duduk disofa yang berada diruang tamu lalu memeriksa ponselnya untuk menghubungi teman-temannya.
Citra ingin membagi rasa bahagianya dengan teman-temannya dengan berbagi cerita tentang perkembangan janinnya sekarang yang sudah bisa bergerak.
Setelah menghubungi semua teman-temannya, Citra kemudian memesan berbagai macam jenis makanan delivery untuk menyambut teman-temannya.
Hanya menunggu beberapa menit saja pesanannya pun tiba, Citra segera menghidangkannya di meja yang berada diruang tamu tersebut.
Tidak lama kemudian Indahpun tiba dengan menggunakan taksi, disusul Vivi menggunakan sepeda motornya sendiri karena dia sudah tahu arah rumah Citra.
"Mita mana?" ucap Citra mencari Mita yang belum datang.
"Aku ngga tau Cit, tadi aku ajak dia untuk bareng, tapi katanya dia bisa kesini sendiri." ucap Vivi.
"Udah kita tungguin aja, mungkin dia udah dijalan." ucap Indah.
"Ya udah, sekarang kita duduk dan makan sambil nungguin Mita." ajak Citra antusias, lalu merekapun mulai makan.
"Sebenarnya kamu mau cerita apa sih Cit, kayaknya serius banget." celetuk Vivi dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Telan dulu makanan kamu Vi, baru ngomong." celetuk Indah.
"Aku dateng." ucap Mita yang tiba-tiba muncul dengan wajah galaunya.
"Hey Mit, kamu dari mana sih, kok lama banget." gerutu Vivi dengan mulut yang masih penuh hingga membuat makanan yang ada didalam mulutnya muncrat kewajah Mita.
"Habisin makanan kamu." gerutu Mita kesal sambil menutup mulut Vivi yang penuh membuat Vivi tersedak.
Citra segera memberikan Vivi air minum.
"Kok kamu lama sih Mit." gerutu Indah.
"Di jalan macet." imbuh Mita terlihat tidak semangat.
"Wajah kamu kenapa Mit, kok sembab gitu, kamu habis nangis yah?" tanya Vivi penasaran.
__ADS_1
"Ngga kok, aku cuma lagi ngantuk aja. Udah langsung aja, kenapa kamu minta kita kumpul disini." ucap Mita sambil membuka coklat lalu memakannya.
"Ok, aku punya berita gembira." ucap Citra antusias.
"Apaan?" ucap Indah juga antusias.
Citra kemudian mengeluarkan sesuatu didalam tasnya, yaitu sebuah gambar hasil usgnya tadi.
"Ini apaan?" tanya Vivi bingung sambil terus menatap gambar itu.
"Ini anak kamu Cit?" tanya Indah antusias, Vivi juga antusias saat mendengar bahwa itu adalah gambar anak Citra sementara Mita terlihat tidak tertarik.
Citra kemudian mengangguk antusias menjawab pertanyaan Indah, lalu merekapun berteriak histeris sambil berpelukan, Mitapun ikut dalam pelukan mereka karena Vivi merangkulnya.
"Kamu udah tau jenis kelaminnya apa?" tanya Vivi penasaran.
"Belum Vi, soalnya kandungan aku masih berusia 13 Minggu, sementara janin baru terlihat jenis kelaminnya terlihat setelah usia kandungan 18 atau 20 minggu." jelas Citra.
"Udah ngga ppa, yang penting anak kamu sehat-sehat aja kan?" tanya Indah dan Citra mengangguk lalu mereka kembali bersorak.
"Aku juga mau berbagi cerita bahagia aku ke kalian." ucap Vivi terlihat senang dan membuat semuanya menunggu.
"Aku udah jadian sama kak Anton." ucap Vivi antusias membuat Citra dan Indah senang kecuali Mita.
Mita terlihat sedih, karena sekarang dia jomblo sendirian.
"Selamat yah Mit." ucap Citra dan Indah bersamaan.
"Kamu punya cerita bahagia apa?" tanya Citra kepada Indah.
"Hmm apa yah." ucap Indah berusaha membuat temannya penasaran.
"Ih buruan dong Ndah, maksud dari cincin itu apa?" ucap Citra penasaran sambil menunjuk cincin dijari manis Indah begitupun Vivi juga penasaran, tapi tidak dengan Mita, dia langsung melotot melihat cincin itu di jari manis Indah.
"Kevin melamar kamu yah?" ucap Vivi menebak, membuat Indah terkejut lalu mengangguk.
"Waahhhh, selamat yahhh. seneng banget deh, kamu sebentar lagi akan nikah." ucap Citra antusias sambil memeluk Indah.
"Kalian kapan nikah?" tanya Vivi lagi.
"Emm, kata Kevin sih secepatnya." ucap Indah lagi.
__ADS_1
"Selamat yah atas kebahagiaan kalian semua, kalian semua memang pantas untuk bahagia." ucap Mita tiba-tiba sambil meraih tangan Indah, Vivi dan Citra dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kenapa ngomong gitu Mit, kamy juga pantas untuk bahagia." ucap Citra heran.
"Iya Mit, kamu kok ngomong kayak gitu sih, kamu juga berhak untuk bahagia." ucap Vivi membuat air mata Mita lolos dipelupuk matanya kemudian menangis.
"Kamu kenapa Mit?" tanya Citra terkejut melihat Mita menangis, lalu Citra segera memeluknya..
"Aku sakit hati Cit, hati aku sakit, huhhhuhu." ucap Mita menangis dalam pelukan Citra
Indah, Vivi dan Citra saling bertukar pandangan, mereka bingung apa yang sedang terjadi dengan Mita.
"Kenapa Mit? ada apa? kenapa hati kamu sakit." tanya Citra sambil menepuk punggung Mita.
Perlahan-lahan Mita melepaskan pelukannya, Vivi segera memberi tissue kepada Mita untuk menghapus air matanya, lalu Mitapun mulai menceritakan masalahnya, dia sakit hati karena Doni akan menikah. Padahal Doni pernah mengucapkan kepada Mita bahwa Mita adalah wanita yang special bagi Doni. Tapi setelah Doni kembali ke kampung halamannya, Doni tidak pernah lagi memberi kabar kepada Mita, sampai akhirnya Mita mendengar kabar bahwa Doni akan menikah. Teman-temannya juga ikut sedih mendengar penjelasan Mita.
"Dasar brengsek, ternyata kak Doni seperti itu, dari luarnya aja dia kelihatan maco, tapi dalamnya banci." gerutu Vivi mengatai Doni.
"ssstt,, jangan ngomong kayak gitu Vi, ngga baik, Citra lagi hamil."ucap Indah menasehati Vivi.
"Ups, maaf aku keceplosan." ucap Vivi sambil menutup mulutnya.
"Udah Mit, mungkin kak Doni punya alasan, dan mungkin aja pernikahannya itu karena ada sesuatu dan itu bukan keinginannya." ucap Indah menenangkan Mita.
"Tapi kenapa dia ngga ngomong langsung coba, kenapa dia memutuskan komunikasi secara tiba-tiba, kenapa dia ngasih aku harapan, kenapa, kenapaa...." gerutu Mita frustasi.
"Yah kamu kan bukan siapa-siapanya, bisa aja kan dia itu mengatakan bahwa kamu itu special buat dia, tapi specialnya itu sebagai seorang adik, atau bahkan sebagai teman." celetuk Vivi membuat Citra dan Indah geram, bukannya menghibur malah menyalahkan.
"Iya juga sih, berarti selama ini aku yang salah paham dong." ucap Mita dengan terseduh-seduh.
"Iya, itu hanya kamu aja yang terlalu kegeeran." celetuk Vivi lagi.
"Berarti aku yang salah dong." ucap Mita lagi dan Vivi kembali membenarkan lalu Mitapun menangis sejadi-jadinya membuat Citra memukul pundak Vivi dengan keras.
"kamu sih, pake nyalahin dia segala, liatkan jadinya." gerutu Citra kesal lalu kembali menenangkan Mita yang menangis.
"Itu memang bener kok, dia yang terlalu kegeeran." ucap Mita membela dirinya.
"Diem kamu." Bentak Indah membuat Vivi menutup bibirnya rapat-rapat.
Suasana diruang tamu dirumah Citra menjadi berantakan akibat tissue yang berserakan akibat Mita yang menangis.
__ADS_1