Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC EP. Special Mita&Doni Part 6


__ADS_3

Sebagaimana yang papahnya katakan kepadanya, yaitu meminta Doni datang dan bertemu dengannya besok!! Tanpa adanya bantahan lagi, Mita langsung menghubungi sang kekasih, setelah acara makan malam selesai! Dia menyampaikan permintaan sang papah dan dengan senang hati Doni mengiyakan permintaan itu, karena memang besok minggu jadi Doni libur kerja.


Dan pagi ini tepat pukul 10.00 WIB, Doni sudah tiba di lokasi. Mobil mazda putihnya sudah terparkir di depan gerbang bercat hitam itu. Namun yang terlihat, Doni masih terlihat nyaman pada posisinya, dia masih duduk di kursi kemudi itu, enggan untuk turun.


Sebelum berangkat tadi! dia bersiap dengan semangat yang membara, dia begitu senang akan bertemu dengan calon mertuanya bahkan Dian yang masih berada di apartemennya pun merasa aneh dengan sikap kakaknya yang terlihat begitu exited sekali! tidak sampai disitu saja! disepanjang perjalanan sebuah senyum terus mengembang menghiasi bibirnya.


Namun! Setibanya dia sejak sepuluh menit yang lalu, dia melamun dengan tatapan yang terlihat sendu. Raut wajah yang tadinya terlihat sangat cerah kini berubah suram. tiba-tiba perasaan cemas, resah, gelisah dan khawatir bercampur menjadi satu menyelimuti hatinya saat ini, kepercayaan dirinya seketika hilang.


Apa yang terjadi padanya saat ini?


^Δ^


Mita berjalan pelan masuk ke dalam ruang dapur setelah melakukan aktivitas bersih-bersihnya, bulir-bulir keringat di wajahnya menandakan saat ini dia sangat lelah. Bagaimana tidak! Rumah berlantai dua yang terbilang luas itu dia bersihkan sendiri. Mulai dari menyapu, mengepel dan sebagainya. Sementara Sinta saat ini tengah berdiri di depan pantry sedang membuat sesuatu yang bisa di makan dan enak di lidah.


Yah, begitulah aktivitas pagi di rumah ini, semuanya dilakukan sendiri tanpa adanya pembantu. Karena memang orang tua Mita tidak mau mempekerjakan pembantu, selama masih bisa dikerjakan sendiri!! kenapa butuh tenaga orang lain. Itung-itung olahraga. kata mama Sinta


Itulah yang membuat Mita kemudian mengambil alih bagian bersih-bersih rumah, karena dia tidak memiliki keahlian di dapur.


"Mit!!


Mita mengarahkan pandangannya yang tengah minum kepada sang mamah.


"Iya Mah! jawabnya setelah berhenti minum sejenak.


"Sepuluh menit yang lalu, mama mendengar suara mobil berhenti di depan rumah! Tapi! sampai sekarang mamah belum mendengar seseorang memencet bel." Sinta menjeda ucapannya.


"Mungkin saja itu Doni!! coba kamu lihat!! sambungnya lagi yang kemudian diangguki oleh Mita.


Mita meletakkan botol minumnya di atas meja makan, sebelum akhirnya dia melesat pergi dari dapur.


^Δ^


Memang benar yang dikatakan oleh mamahnya, sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumahnya dan yah, itu adalah Doni. Namun, yang terlihat adalah sang pengemudi masih terlihat melamun. Kenapa dia malah melamun!? pikirnya sesaat setelah Mita menginjakkan kaki di teras rumahnya, detik berikutnya dia melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang.


"Doni!!!


Suara serak Mita berhasil menyadarkan Doni. Detik berikutnya Doni menatap ke sumber suara, sejenak dia bergeming menatap ciptaan Tuhan yang sangat cantik berdiri di balik pintu gerbang itu.


Wajah polos tanpa make up, rambut panjang mild brown di cepol ke atas membuat leher jenjangnya terekspos ditambah lagi dress oversized berwarna abu membuat tubuh pendeknya semakin tenggelam.


Mita terlihat sangat santai dengan pakaian rumahannya itu. Namun bagi Doni, saat ini Mita sangat cantik, imut dan manis secara bersamaan dengan penampilannya yang sangat sederhana dan wajahnya yang natural tanpa make up.


Saking terpesonanya, Doni melupakan sejenak kecemasan yang tadi dipikirkannya. Gadis ini harus aku miliki!! apapun rintangannya!! dia harus aku perjuangkan!! pikirannya yang seketika menjadi lebih kompetitif.


Dalam kondisinya yang masih termangu itu, dia bahkan tidak menyadari, jika Mita sudah membuka pintu gerbang rumahnya dan sekarang sudah berdiri tepat di samping mobilnya dan kini tengah menatapnya heran.


Karena pikirannya itu membuat dia tersenyum simpul, membuat Mita mengerutkan dahi heran.


"Doni!! Mita mengeraskan suaranya membuat Doni tersentak dan langsung menatap Mita yang jaraknya sekarang sudah sangat dekat dari pandangannya.


"Kamu lagi mikirin apa sih!? tanya Mita lagi dengan nada kesal.


"Aku mikirin kamu!! cetusnya membuat dahi Mita kembali mengkerut heran.


"Udah kamu minggir!! aku mau masukin mobil aku!! sambungnya lagi saat melihat pintu gerbang yang sudah terbuka lebar.


Mita mengerucutkan bibirnya kesal karena Doni memintanya minggir, refleks kakinya bergerak mundur agar menjauh dari mobil Doni.

__ADS_1


Pandangan Mita terus mengikuti gerak mobil Doni hingga mobil putih itu terparkir sempurna di depan rumahnya.


Secepat kilat Mita langsung menutup pintu gerbang rumahnya, dan menghampiri Doni lagi.


"Wow!! tampan sekali kekasihku pagi ini." cetus Mita yang sudah berada di depan Doni.


Memang!! penampilan Doni tidak pernah berbeda dari sebelumnya, selalu tampan dengan gaya casual nya yang membuat penampilannya selalu terlihat santai tapi tetap terlihat sopan, seperti hari ini Doni memadukan kaos hitam dengan black and white plaid shirt dengan bawahan memakai jeans dan white sneakers. Santai dan keren sekali bukan!? dan yang pastinya pria ber alis tebal itu sangat manis.


Doni yang baru saja turun dari mobilnya langsung tersenyum bangga dengan pujian sang kekasih.


"Iya dong!! kan mau ketemu sama mertua." cetusnya dengan tersenyum lebar sambil menaikturunkan alisnya membuat Mita merasa ngeri.


"Berlaga sekali anda!! memang udah di kasi restu!! cetus Mita membuat senyum Doni yang tadinya lebar perlahan mengkerut menjadi cemberut. Seketika Mita terkekeh melihat ekspresi Doni yang terlihat lucu.


"Bercanda, ihhh!! cetusnya.


"Udah sekarang kita masuk!! sambungnya lagi bersamaan dengan Mita membalik badan Doni lalu dia memegang kedua pundak Doni detik berikutnya Mita mendorong tubuh tinggi Doni maju ke depan sambil masih terus berpegangan pada pundak Doni.


"Papah udah nungguin kamu dari tadi!! cetus Mita lagi, dengan posisi yang masih sama.


Doni menghentikan langkahnya dan menahan tubuhnya dari dorongan Mita "Papah kamu udah nungguin aku dari tadi!? tanyanya menoleh pada Mita yang berdiri di belakangnya dan Mita mengangguk.


"Papah kamu marah nggak yah!? cetusnya lagi merasa khawatir.


"Nggak!! Papah itu orangnya baik!" Sergahnya cepat agar Doni tenang. Detik berikutnya dia kembali mendorong tubuh Doni dari belakang. dan Doni hanya pasrah mengikuti apa yang dilakukan Mita.


^Δ^


"Mah!!!


"Mamah!!!


"Iya!! sayang."


Sinta berucap sambil berjalan meninggalkan dapur menuju ruang tengah dimana sumber suara itu berasal.


"Gimana!? ap_ Ehhh...!! Sinta seketika berseru tatkala netranya tertuju pada pria tampan di samping putrinya.


Dengan tersenyum ramah dia berucap "Siapa ini? kenalin dong!? Sinta berbasa basi sambil menyenggol sikut Mita bermaksud menggoda putri semata wayangnya itu.


Mita memutar bola mata malas saat melihat tingkah mamahnya itu.


"Bukannya mamah Udah kenal sama dia yah!? cetus Mita.


"Ihhhh, mamah memang sudah tau dia!! tapi belum kenal!! cetus Sinta membuat Mita mengerut heran sementara Doni hanya bisa tersenyum melihat pertengkaran ibu dan anak di hadapannya ini. Sangat mirip dengan ibunya dan Dian saat berdebat. pikirnya.


Menghela nafas berat akhirnya Mita mengalah.


"Ya udah!! Mamah! kenalin dia Doni. PACAR AKU!! Mita menekankan kata akhirnya membuat Sinta gemas dengan putrinya ini.


"Halo Doni!! Sinta berucap dengan tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya ke arah Doni.


Dengan sigap Doni meraih uluran tangan wanita itu lalu salim.


"Doni tante, pacarnya Mita." ucap Doni lagi membuat Sinta semakin gemas.


"Ya ampun, setelah berabad-abad lamanya, akhirnya ada juga seorang pria yang kamu kenalin ke mamah." Cetus Sinta ke arah Mita membuat Mita semakin kesal dan Doni hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Mamah lebay deh!! cercanya.


"Oh yah mah!! Papah dimana!? sambungnya lagi bertanya kepada mamahnya.


"Tadi sih, mamah lihat papah lagi di halaman samping! jawab Sinta


"Ya udah deh!! aku nyusulin Papah dulu yah mah." cetus Mita dan diangguki oleh mamahnya.


Sinta kembali tersenyum ramah ke arah Doni dan Doni membalas senyuman yang terlihat sangat nyaman itu. Sebelum akhirnya Doni melesat pergi dengan tangannya di tarik oleh Mita.


^Δ^


Doni menghentikan langkahnya setelah pintu keluar menuju halaman samping rumah sudah di depan mata, Karena dia berhenti otomatis Mita juga terhenti karena dia tengah menarik pria itu.


"Kok berhenti!?" tanya Mita sesaat setelah dia berbalik menatap Doni.


Raut wajah Doni kembali seperti awal dia tiba tadi, dan Mita sudah mengerti dari raut wajah cemas Doni.


Mita tersenyum lembut ke arah Doni lalu tangannya mempererat genggaman tangan mereka yang masih bertautan itu.


"Nggak ppa! Papah itu orangnya baik kok! dia juga ramah banget sama seperti mamah!! Papah juga sangat santai orangnya!! ucap Mita menenangkan Doni.


"Yuk!! ajaknya lagi lalu diangguki oleh Doni sambil tersenyum.


Detik berikutnya mereka berhasil melewati pembatas antara rumah dan halaman samping.


Terlihat pria paruh baya tengah berdiri di antara gasebo dan kolam ikan hias minimalis. Dengan raut wajahnya yang tegas serta tatapan mata yang tajam pria itu terlihat memberi makan pada ikan di kolam itu.


"Pah!!


Panggilan Mita berhasil membuat papahnya menoleh ke arah mereka, dan langsung saja tatapan tajamnya tertuju pada sosok pria yang sudah tidak asing lagi baginya tengah berdiri di samping putrinya sambil tangan mereka masih bergandengan.


Mita lalu mendekat ke arah papahnya sambil menarik Doni juga.


"Pah!! ini aku Udah bawa pesanan papah." cetus Mita membuat kedua pria itu mengerutkan dahi heran.


"Memangnya dia itu barang online!! ucap Pria itu dengan nada yang sangat datar.


Mita tersenyum mendengar ucapan papahnya itu, sementara Doni sudah panas dingin mendengar ucapan pria itu, datar namun sangat dingin.


"Ya udah!! aku tinggal yah,, kalian ngobrol aja!! aku buatin minum dulu." cetus Mita lalu ingin beranjak pergi. Namun tangannya kembali di cegat oleh Doni.


Mita menoleh menatap wajah memelas Doni membuat Mita gemas. Mita menepuk tangan Doni yang menahannya dengan lembut sambil tersenyum untuk menenangkan pacarnya itu. Detik itu juga Mita pun melesat pergi, kembali masuk ke dalam rumah.


Tinggalah Doni yang masih termangu di tempatnya. Suasana hari ini terasa panas namun kenapa sekujur tubuh Doni rasanya menggigil.


Dua pria yang saat ini berada di lokasi yang sama, sibuk dengan diri mereka masing-masing. Pria paruh baya itu masih sibuk dengan aktivitasnya memberi makan ikan di kolam itu dengan ekspresi yang tegas dan juga datar, hingga menampilkan aura yang dingin dan juga mencekam di tempat itu membuat Doni bergidik. Kini Dia tak mampu lagi mengangkat kakinya untuk membawa tubuhnya berteduh dari teriknya matahari yang sudah hampir siang.


"Ya Allah, kenapa rasanya sesulit ini. Sebenarnya apa yang ingin pria itu bicarakan sama aku!? kenapa dia memintaku untuk datang!? Apa aku di minta untuk menjauhi Mita." Batin Doni merasa cemas dan semakin cemas saat melihat ekspresi camernya itu sangat datar.


-tbc-


Author's Note π_π:


...Hai guyss, masih ada yang nungguin kelanjutan dari kisah mereka?...


...Maaf yah hari ini upnya lambat, soalnya siang tadi Authornya sibuk banget....

__ADS_1


...Kalau misalnya besok Author ngga sempat up, mohon para readers memaklumi author. Karena sebentar lagi lebaran makanya Authornya sibuk. hehe...


...Happy Reading guyss, semoga kalian suka part dadakan ini yah ❤...


__ADS_2