Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
576


__ADS_3

Oeekkkkkk oeeeeekkkkkk....


Suara bayi terdengar nyaring memenuhi ruangan,hentakan terakhir pun terasa melegakan bagi mereka yg dilanda kebimbangan dari siang tadi.


" Kau berhasil " Pekik Samuel heboh.


Winda tergulai lemas tak berdaya.


Dokter mengangkat bayi merah itu dan tersenyum manis.


" Dia sehat dan lengkap " Ucap Dokter terharu.


Samuel membelalakkan matanya,the first lelaki itu melihat bayi yg keluar dengan polos bahkan tali pusar yg masih tersangkut dirahim sang ibu.


" Win,lihat itu anak mu " ucap Samuel menegur Winda.


Wanita itu diam tak menjawab.


" Winda " Panggil Samuel lembut.


Winda masih diam tak menjawab.


Samuel berdiri dan melihat mimik wajah wanita itu.


" Ya Tuhan,Dok dia kenapa ?" tanya Samuel berubah panik.


Perlahan Winda diam hingga maniknya tertutup.


" Wind,Winda kamu kenapa ?" tanya Samuel heboh.


Dokter juga ikut terkejut dan menyerahkan bayi itu kepada perawat.


" Urus bayi ini " Pinta dokter tegas.


" Siap Dok " Jawab Perawat mengerti dan membawa bayi itu sedikit menjauh.


" Win,bangun Win " kata Samuel panik.


" Biar saya periksa " Kata Dokter meminta tempat.


Samuel mengangguk dan mundur selangkah.


Dokter mulai memeriksa keadaan Winda,semua orang dibuat bingung dengan kejadian barusan.


" Apa yg terjadi Dok ?" tanya Samuel tak sabaran.


" Sepertinya dia merasa syok yg begitu berat membuat tubuhnya tak sanggup menahan " Jawab Dokter.


" Syok ? " Ulang Samuel terkejut.


" Ya,dia kehilangan banyak tenaga dan cairan,kami akan membereskan ini dan meminta bantuan Dokter ahli " Jawab Dokter.


Samuel mengangguk dan melihat Winda lagi.


" Kamu harus kuat Win,kamu gak boleh pergi gitu aja " Kata Samuel nanar.


Dokter sibuk membersihkan Winda,tak lama dokter lain pun masuk dan meminta Samuel keluar ruangan.


" Bagaimana dengan bayinya ?" tanya Samuel khawatir.


" Dia akan baik2 saja,kami akan memindahkan nya keruang khusus " Jawab Dokter tenang.


Samuel mengangguk kecil,lelaki itu berjalan keluar dan mengeluarkan sesuatu dari saku jas.


" Datang kesini 4 orang sekarang juga " ucap Samuel tegas.


" Kemana Bos ?" tanya seseorang diseberang.


" Saya kirim lokasi " Jawab Samuel.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,lelaki itu mengirimkan alamat dan duduk dibangku tunggu.

__ADS_1


1 beban dikepalanya baru saja terlepas,tapi kini malah nambah lagi dengan keadaan Winda yg tiba2 drop.


Dari arah kejauhan,seorang wanita sedikit berlari kearah Samuel


" Bagaimana dengan Winda ?" Tanya Sita khawatir.


Samuel mendongak dan terdiam melihat wanita yg masih ia ingat.


" Aku bibinya,aku mengkhawatirkan keponakan ku " Kata Sita tau kemana otak Samuel berpikir.


" Jika kau hanya ingin menambah masalah,sebaiknya tidak usah tau " Balas Samuel tegas.


" Kau !" Ucap Sita melotot.


" Anaknya lahir dengan selamat,tapi Winda syok berat tak sadarkan diri " Sahut Samuel.


" Syok ?" Ulang Sita kaget.


Samuel diam dan menerima telfon dari anak buahnya.


" Haistttt,lelaki itu masih saja tidak berubah " Gumam Sita kesal.


Wanita dewasa itu bukan seperti dirinya yg dulu lagi,kini Sita sudah insyaf dan mau menerima Winda dengan lapang dada.


" Semoga kamu selamat Win,kasihan anak dan suami mu mereka masih butuh kamu " Ucap Sita iba.


Sita mengintip ke kaca dan mendapati para Dokter sedang bertugas menyelamatkan keponakan malangnya.


Diruangan lain,seorang lelaki terbaring lemah.


Hampir 2 jam berjuang kini operasi selesai dilakukan.


Helaan nafas pun terdengar lega saat Dokter bisa menyelesaikan misi,detak jantung Restu bisa berdenyut lagi meski tadi sempat membuat para Dokter kelabakan.


" Apa dia akan bertahan Dok ?" Tanya dokter kepada dokter specialis.


" Jika dia kuat,dia akan tetap hidup " Jawab Dokter tenang.


" Istriny sedang melahirkan,anaknya pun terluka parah,aku tak bisa membayangkan itu jika terjadi kepada ku " Ucap Dokter menghela nafas.


Para Dokter mengangguk dan menyerahkan tugas akhir kepada para perawat.


Ada beberapa perban disekujur tubuh Restu,,lelaki malang itu masih belum sadar dan menggunakan selang untuk membantu pernafasan.


Diluar,Rudi dan Sita duduk berseblahan.


Sita memeluk jaket cucunya dengan erat,ada bercak darah disana dan beberapa sobekan yg membuat wanita tua itu tak henti bersedih.


" Mereka akan selamat " ucap Rudi mengusap punggung istrinya.


" Kasihan sekali cicit ku " Kata Risa tak kuasa.


" Dia dipaksa dewasa sebelum waktunya,dia anak yg kuat dan pintar " Kata Rudi tersenyum samar mengingat wajah Nur yg meneduhkan.


Risa bukannya berhenti menangis malah semakin menjadi.


Tak lama Samuel mendekati mereka dengan mengendong seorang bayi diawasi oleh perawat.


" Sam " Panggil Rudi melotot.


Samuel tersenyum dan menyerahkan bayi mungil itu ketangan Rudi.


" Selamat,cicit kalian sudah lahir " Ucap Samuel tersenyum.


" Dia cicit ku ?" Tanya Rudi menatap wajah mungil bayi merah tersebut.


" Iya Pak,ini anak Nyonya Winda " Sahut Perawat ikut terharu.


" Sayanggg " Panggil Sita melihat bayi itu nanar.


" Dia seperti bapaknya Pa " Kata Risa ingin menangis.."


" Iya mirip sekali " Sahut Rudi terkekeh.

__ADS_1


Oekkk oeeekkk oekekkk...


Bayi itu tiba2 menangis,Rudi dan Risa kelabakan kaget..


" Sepertinya dia lapar " Kata Suster tenang.


" Apa dia tidak minum asi ?" Tanya Risa mengernyit.


" Ibunya belum bisa menyusui " Jawab Perawat jujur.


" Hah kenapa ?" tanya Risa terkjut.


" Winda tak sadarkan diri " Jawab Samuel.


" Apa !" Pekik Risa dan Rudi terbelakak.


" Maaa Paaaa " Panggil seseorang dari arah belakang.


Semuanya berbalik badan dan melotot melihat Sindi dan Malvin sudah sampai beserta besannya.


" Restuuuuu " Teriak Ibu Restu histeris.


Wanita renta itu berlari dan mencari sang putra.


" Bawa dia pergi " Ucap Samuel kepada perawat.


" Iya Pak " Jawab perawat patuh.


Wanita itu menaruh lagi bayi dikerajang dan mendorong pergi diikuti 2 bodyguard Samuel.


" Mana Winda ? Restu Nur ?" Tanya Malvin to the point.


" Restu huhuhuhu " Emak Restu menangis pilu didepan pintu ruangan yg belum terbuka.


" Restu baru selesai dioperasi " jawab Rudi jujur.


" Operasi ?" Ulang adik Restu melotot.


" Ya,kakak mu cedera serius dan harus menjalani operasi " Jawab Rudi.


" Lalu mana Nur dan Winda ?" tanya Sindi.


" Nur dia...." Kata Rudi menunduk.


" Kenapa Nur Pa ?" tanya Malvin keras.


" Nur dia kritis " Jawab Risa mengusap bahu putranya.


" Apa !" Ucap Malvin seketika mundur.


" Masss " Panggil Sindi mulai berkaca kaca.


" Malvin,tenanglah Nak " Kata Risa kembali menangis.


" Nur Cucu ku " Kata Malvin melemah.


" Hiks hiks Kakak..." Panggil Doni pucat.


Malvin dan Ibu Restu menangis bersama,Sindi mencoba tetap tegar walaupun air mata tak bisa membohongi perasaaannya.


Samuel melihat drama keluarga itu hanya bisa menghela nafas panjang.


Ia tau apa yg sedang semua nya rasakan karna Samuel juga merasakan hal yg sama.


Melihat kepedulian Sindi dan Malvin kepada Restu membuat harap Samuel semakin jauh.


Tiiiiiiiiiiiiiìiiiiittt.....


Suara detak jantung terdengar nyaring,mereka yg berada diluar mendengar dengan jelas bunyi penanda kehidupan itu.


" Tidaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk " Teriak Malvin melengking.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2