Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
193


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria baru pulang dari rumah sakit setelah hampir 2 minggu dirawat insentif disana.


Kondisi Romi mulai membaik,meski lukanya belum terlalu kering.


Serkan izin sebentar untuk menjemput Ayahnya karna tak ada orang lain yang bisa Romi andalkan jika bukan Putranya sendiri.


" Hati2 Yah " Kata Serkan membaringkan Romi di ranjang.


Romi berbaring dengan hati2 karna kata Dokter peluru hampir menembus jantungnya.


" Bu tolong ambil minum " Ucap Serkan kepada Yuni yang memegang tas perlengkapan Romi selama dirumah sakit.


" iya tunggu bentar " Kata Yuni berlari kedapur.


Mereka pulang tanpa Byanca karna bocah itu sekolah dan tanpa Yuni dan Romi ketahui Serkan meminta Mamanya merawat Byanca,karna Neneknya juga jatuh sakit dan Kakeknya harus bekerja.


Serkan tak mau adik kecilnya terbengkalai,apalagi sampai berminggu tidak masuk sekolah.


Beruntung Camelia bersedia merawat gadis kecil itu dengan baik tanpa cacat sedikit pun meski awalnya Serkan ragu karna takut wanita itu akan menyelakai Byanca tapi Camelia berjanji bahwa ia akan membantu merawat gadis tak berdosa tersebut.


Yuni datang dengan segelas air lalu memberikannya ke Serkan.


" Minum dikit Yah " kata Serkan lembut.


Romi mengangguk dan mengikuti perintah anaknya.


" Byanca mana ? belum pulang ?" tanya Romi.


" Belum Yah,masih disekolah " Jawab Serkan tenang.


" Ini udah jam dia pulang,biar Ibu yang jemput " Kata Yuni tenang.


" Ehh jangan " kata Serkan melarang.


" Kenapa ?" tanya Yuni mengernyit.


" Biar aku aja Bu,sekalian mau lewat sana " jawab Serkan sedikit gugup.


" Tapi ini.." kata Yuni tertahan.


" Ibu rawat Ayah,kasih makan biar aku jemput Byanca " Kata Serkan mencari alasan.


Yuni melihat suaminya,Romi memang belum makan siang hari ini.


" Ya udah,kamu hati2 ya " kata Yuni setuju.


" Iya aku berangkat dulu " Kata Serkan buru2.


Yuni mengangguk,Romi diam melihat pergerakan aneh putra pertamanya itu.


" Kenapa Serkan seperti menyembunyikan sesuatu ?" Batin Romi.


Serkan langsung melesat pergi meninggalkan rumah orang tuanya.


Lelaki itu langsung menuju sekolahan Byanca,sesampainya disana sekolahan elit itu terlihat sepi.


Serkan keluar dari mobil dengan cepat menemui Satpam yang berjaga depan gerbang.


" Pak,apa semua murid sudah pulang ?" tanya Serkan.


" Sudah Pak,anak2 sudah dijemput para orang tuanya " Jawab Satpam.


" Benarkah ?" tanya Serkan menelan ludah kasar.


" Iya " Jawab Satpam tersenyum.


" Byanca " Gumam Serkan sedikit panik.


Lelaki itu langsung berlari kearah mobilnya dan melesat pergi ketempat tujuan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Serkan kembali berlari masuk kerumah cukup besar.


Jantungnya berdebar kencang,Serkan terlihat sangat khawatir dari hari sebelumnya.


Nomor hape Camelia tidak bisa dihubungi membuat lelaki itu berpikir aneh takut ibunya mencelakai Byanca.


" Ma,Mama " Panggil Serkan masuk kerumah wanita itu.


" Mama mana ? Byancaaa " panggil Serkan masuk ruangan lain,membuka pintu kamar.


" Kemana mereka ?" Gumam Serkan bingung.


Lelaki itu terus masuk kedalam hingga berhenti didepan pintu luar.


Terlihat seorang gadis sedang berenang dikolam dengan Camelia memegang tangannya dari dalam.


" Byanca " Gumam Serkan dengan nafas ngos ngosan.


Lelaki itu mendekat dan berjongkok di depan kolam.


" Kakak " pekik Byanca heboh melihat Serkan datang.


Camelia berbalik badan dan terkejut melihat putranya menatap mereka nanar.


" Serkan " Panggil Camelia melepas tangan Byanca.


" aa um tolong " Kata Byanca kelelep didalam air.


" Byanca " pekik Serkan panik melihat adiknya belum pandai berenang


" astaga Byanca " kata Camelia bergegas menolong gadis itu.


" Ah uh ah uh " Nafas Byanca tercekat.


Serkan mendekat kearah adiknya yang sudah dibawa kepinggir oleh Camelia.


" uhuk uhuk " Gadis itu tersedak air kolam


" Maafin Mama Serkan,Mama gak sengaja " kata Camelia terlihat panik.


Serkan masih berusaha membantu adiknya bernafas dengan lancar.


" Ini kasih minum " Kata Camelia memberi jus buah digelas.


Serkan menatap gelas dan ibunya bergantian.


" Kau masih tak mempercayai Mama ?" tanya Camelia nanar.


Serkan diam menatap adiknya dan wanita itu bergantian.


" Mama memang orang jahat Serkan,tapi Mama tidak sampai hati ingin mencelakai gadis kecil ini " Kata Camelia berkaca kaca.


Wanita itu menaruh gelas di meja dan langsung berlari masuk kerumah.


Serkan menghela nafas panjang melihat ibunya yang terlihat kecewa.


Byanca terus batuk2 dengan wajah memerah,Serkan mengambil jus dan mencicipi sedikit.


Merasa aman lelaki itu baru memberikan keadik nya.


Beberapa detik kemudian,Byanca mulai normal gadis itu meminum jus hingga habis.


" Kakak " Panggil Byanca lemah.


" Iya sayang,kamu gak papa ?" tanya Serkan takut.


Byanca mengangguk tersenyum.


Serkan memeluk adiknya dengan erat,lelaki itu sangat menyayangi Byanca dan tak ingin adiknya terluka sedikit pun.

__ADS_1


" Aku belajar berenang Kak,Bibi hampir membuat ku menjadi perenang handal " kata Byanca tersenyum ceria.


" Apa dia baik kepada mu ?" tanya Serkan pelan.


" Iya,kami melakukan banyak hal,Bibi mengantar jemput ku setiap hari,meski sering terlambat " Kata Byanca cengengesan.


" Uhh syukurlah " kata Serkan bernafas lega.


" Apa ayah sudah pulang ?" Tanya Byanca hati2.


" Iya,tapi Byan janji sama Kakak jangan cerita kalo Byan tinggal sama Bibi ya,nanti Ibu marah " kata Serkan ngeri.


" Kenapa Ibu marah Kak ? Bibi orang baik ,Bibi memasak untuk ku,kami membuat kue dan pergi jalan2,lihat ini kuku ku cantik kan,kami pergi kesalon " Cerita Byanca ceria.


Serkan hanya tersenyum,lelaki itu tidak mungkin menceritakan apa yang telah Camelia lakukan kepada Yuni.


" Masih mau mandi gak ?" tanya Serkan mengalihkan.


" Udah Kak,aku laper Bibi bilang dia masak udang gede buat aku " kata Byanca tersenyum


" Ya udah,ganti baju dulu sana " Titah Serkan.


Byanca mengangguk,Serkan memberi handuk kepada Byanca dan berjalan masuk kerumah.


Lelaki itu mencari Camelia,terlihat wanita itu sedang berada didepan kompor.


" Ma " Panggil Serkan pelan.


" Pesanlah makanan buat adik mu,dia mungkin lapar belum makan pulang sekolah " Jawab Camelia.


" Bukankah Mama udah masak buat dia ?" Tanya Serkan hati2.


" Jangan makan masakan Mama,nanti adikmu keracunan " Kata Camelia seraya meremas serbet ditangannya.


Serkan menghela nafas mendekati wanita itu lalu menaruh dagunya dibahu Camelia.


" Maafin aku Ma,aku bukannya tidak percaya hanya saja...


" Ya Mama tau,kamu masih trauma sama Mama karna Mama pernah menyakiti ibu mu " Sahut Camelia bergetar.


" Maafin aku Ma " Kata Serkan sedih dengan ucapan ibunya.


Air mata Camelia jatuh sungguh hatinya sakit melihat anaknya sendiri tidak percaya kepadanya padahal Camelia ingin berubah..


Wanita itu baru menyadari,memang 1000 kebaikan akan sirna dengan satu kesalahan.


" Bibi " Panggil Byanca dari arah pintu.


Serkan dan Camelia terkejut,keduanya menoleh Camelia tersenyum getir melihat wajah polos gadis kecil itu,disana Camelia benar2 melihat sosok Romi lelaki yang sampai detik ini belum hilang dari hatinya.


" Aku lapar Bi,apakah udangnya udah selesai ?" tanya Byanca malu2.


" Hah em ya,tap..


" Ayo,biarkan Mama yang siapin buat kita " Potong Serkan cepat.


Camelia terdiam,lelaki itu membawa Byanca duduk di kursi dan tersenyum melihat wanita itu.


" Ayo Bi,cacing Byan udah demo " Kata Byanca tak sabaran.


" Hah ya iya,tunggu bentar Bibi siapkan " Kata Camelia tersadar dan langsung bergerak cepat.


Wanita itu pun dengan telaten mengambil nasi dan lauk untuk kedua anak manusia beda usia tersebut.


" Makasih Ma " Ucap Serkan terharu dengan perlakuan ibunya.


" Sama2 makan yang banyak " Kata Camelia tersenyum.


Serkan mengangguk,Byanca langsung makan dengan lahap karna memang sudah lapar.

__ADS_1


❤❤❤


Guys minta dukungan dong,mana nih vote like coment nya


__ADS_2