
Malam harinya,disebuah kamar sepasang suami istri duduk diranjang yg sama.
Suasana masih sedikit canggung lantaran keduanya jarang bertemu.
" Yank " Panggil Restu pelan.
" Iya " jawab Winda menunduk.
" Kamu kenapa merah gitu wajahnya ?" tanya Restu terkekeh.
" Aku malu Mas " Jawab Winda bersemu.
" Hahaah " Restu tertawa geli.
Pria itu juga merasa malu,meski mereka sudah punya anak 2 tapi rasa canggung masih terasa karna lamanya perpisahan.
" Em kita perlu nikah lagi gak ?" Tanya Restu memainkan jarinya.
" Hah kenapa ?" tanya Winda kaget.
" Ya kan udah lama ditinggal " Jawab Restu.
" Hehee gak tau Mas " Balas Winda sangat malu.
" Nanti aku cari kerja dulu ya,ngumpulin uang baru halalin kamu lagi " kata Restu menggoda.
Winda mengangguk dengan wajah yg sudah seperti kepiting rebus.
Keduanya diam,Restu melihat sekeliling kamar yg tak banyak berubah.
Pria itu sedikit asing karna selama ini ia tidur dikamar yg berbeda,tapi Restu masih merasakan kehangatan yg luar biasa diruangan kecil tersebut.
" Saras pasti sendirian " Batin Restu teringat.
Winda diam memperhatikan wajah suaminya,Restu sedikit berubah,lelaki itu kini lebih tampan dan terawat.
Bahkan wajahnya pun sangat licin beda sekali dengan Restu yg dulu tak pernah mengutamakan penampilan.
" Kayaknya kamu selama disana terawat dengan baik ya Mas ?" Tanya Winda hati2.
" Hm ya alhamdulillah " jawab Restu tersenyum.
" Kamu juga lebih berisi terus em wangi dan kulit kamu halus " kata Winda mengambil tangan Restu dan mengusap lembut.
" Iya aku dirawat tiap hari " Kata Restu tersenyum.
Winda mengangguk,perlahan wanita itu menarik lagi tangannya dan tersenyum canggung.
" Kamu kenapa ?" tanya Restu mengernyit.
" Em gak papa " Jawab Winda pelan.
Restu mengambil tangan istrinya dan menggenggam dengan erat.
" Hehe tangan aku kasar banget ya " kata Winda tersenyum tak enak saat lelaki itu meraba kulitnya.
" Hm,kamu pasti bekerja dengan sangat keras " Balas Restu.
Winda mengangguk pelan.
" Maaf aku belum bisa merawat diri " Kata Winda mulai insecure.
" Gak papa sayang " Balas Restu tersenyum.
Keduanya kembali hening,Restu masih memainkam kulit tangan istrinya dengan lembut.
Ia memang merasa kini Winda semakin buluk,ditambah kantung mata menghitam dan penampilan yg bisa dibilang kampungan.
__ADS_1
" Kamu cape ?" Tanya Restu lembut.
" Gak " Jawab Winda menggeleng.
" Boleh Mas peluk ?" Tanya Restu lagi.
Winda mengangguk,Restu mendekat dan menarik wanita itu kedalam pelukannya.
" Mas kangen sayang " Bisik Restu lirih.
" Aku juga Mas " Balas Winda mengerat pelukan.
" Boleh Mas tau cerita mu selama Mas tinggal ?" tanya Restu melonggarkan pelukan.
Deg...
Winda tersentak kaget dengan pertanyaan suaminya.
" Ada apa ?" tanya Restu mengernyit.
" Hm gak papa " Jawab Winda menggeleng.
" Boleh Mas tau ?" Tanya Restu lagi.
" Maafin aku Mas " Jawab Winda menunduk.
Restu diam melihat raut wajah istrinya berubah murung,pria itu merasa adà yg Winda sembunyikan dari nya.
" Mm Mas denger kamu sering bawa pria kerumah,apa itu Alexi ?" tanya Restu hati2.
Deg...
Winda kembali tersentak.
" Mas tau dari mana ?" tanya Winda mendongak.
Winda diam memperhatikan wajah Restu yg terlihat bahagia.
" Mas sangat khawatir tentang kamu dan Afdhal,tapi beruntung Alexi mau menjaga kalian sementara " Kata Restu menggeleng pelan.
Winda masih diam ditempat,rasa bersalahnya kembali membantai habis2an.
" Aku pernah meminta seorang buat liatin kamu dari jauh,dia bilang seorang pria sering kesini ngobrol dan main sama Afdhal,deket gitu jadi ya aku pikir itu pasti Alexi kan,karna Afdhal gak kenal orang lain " Kata Restu mengulum senyum.
" T terus ?" Tanya Winda terkejut.
" Ya udah,cuma gitu doang aku gak mampu bayar orang buat jagain kalian jadi cuma sekali itu aja " Jawab Restu.
Glek....
Winda menelan ludah kasar,sungguh wanita itu tak menyangka didalam kondisi sulit pun Restu masih mengkhawatirkan dirinya dan sang anak,tapi Winda juga merasa ngeri dan bersalah karna orang yg dimaksud suaminya bukanlah Alexi tapi orang lain.
Memang saat genting Alexi selalu datang menolongnya tapi itu tidaklah lama dan setiap hari lantaran pria tersebut juga harus mengurus rumah tangganya sendiri.
" Kok bengong ?" Tanya Restu mengernyit.
" hah " Kata Winda tersentak.
" Kenapa kamu malah ngelamun ?" tanya Restu mengusap pipi Winda.
" hehe gak papa Mas " Kata Winda tersenyum canggung.
Restu mengangguk dengan senyum kecilnya,pria itu pun mulai berbaring dan menepuk bahunya.
" Gak cape ?" tanya Winda paham dengan kode sang suami.
" Gak " jawab Restu.
__ADS_1
Winda mengangguk dan mulai berbaring dibahu sang suami.
Restu mendekap pelan tubuh sang istri yg sudah lama tak ia sentuh.
Keduanya sama2 diam dengan pikiran masing2.
" Jadi Mas Restu gak tau yg datang itu Sam ?" Batin Winda berisik.
" Astaga apa yg aku lakukan,kenapa bisa2 nya aku masih memikirkan Saras disana " Batin Restu berkecamuk.
Suami istri itu sama2 sibuk dengan pemikiran masing2 meski mereka berada sangat dekat.
" Aku harus melupakan Saras,ini tidak baik Winda istri ku dan aku punya 2 anak yg harus aku tanggung jawabkan " Batin Restu tegas.
" Semoga Sam tidak kemari lagi,jika Mas Restu tau pasti dia akan sangat marah dan kecewa sama aku " Batin Winda.
" Belum tidur ?" tanya Restu memecah keheningan.
" Em ya Mas,udah ngantuk " jawab Winda mendongak.
" Ya udah,tidur aja " kata Samuel mencium kening Winda dan mematikan lampu kamar.
Winda tersenyum dan mendekap lelaki itu dengan hangat.
Afdhal tak tidur bersama mereka lantaran Sindi berpikir anaknya pasti akan melepaskan rindu yg sudah lama terpendam dan juga Sindi berharap kepercayaan Restu kepada Winda tetap terjaga.
Ditempat lain,seorang pria turun dari mobil dengan menggendong seòrang gadis.
Yap,Rafael baru saja sampai ditanah air,lelaki itu terpaksa pulang lantaran perusahaannya membutuhkan bantuan.
Tak lupa,Rafael juga membawa ikut Nur yg beberapa hari kemarin terus merengek ingin ikut karna sudah sangat merindukan orang tuanya.
Lutfia terpaksa menyetujui keputusan sang suami karna ia tau jika melarang pun Rafael akan marah besar.
" Bawa dia ke apartemen Sam " ucap Rafael kepada anak buahnya yg sudah menunggu dimobil lain.
" Bukankah anak ini punya orang tua ?" tanya Anak buah Rafael polos.
Rafael terkejut dan melototkan matanya tanda peringatan keras.
" Maaf Tuan " Ucap sipir tersebut menunduk.
" Jangan banyak membantah !" Kata Rafael tegas.
Pria malang itu mengangguk dan mengambil alih Nur yg telah terlelap.
Mereka pun pergi begitupun Rafael yg harus bergerak cepat.
Tak ada yg tau bahwa Nur juga ikut pulang,bahkan Samuel juga tak tau Papanya pulang jika bukan Alexi yg memberitahunya kemarin.
Sesampainya di apartemen,penjaga langsung memencet bel rumah dan disambut seorang perempuan.
" Maaf Nyonya,Tuan Rafael menyuruh saya mengantar nona kecil kesini " ucap anak buah Rafael sopan.
" Hah ini siapa ?" tanya Leni kaget.
" Kakek " Gumam Nur yg mulai gelisah dalam tidurnya.
Leni melotot,anak buah Rafael tersenyum kecil karna Nur sudah menjelaskan semuanya tanpa panjang lebar.
Nur langsung dibawa masuk tanpa permisi lagi.
Leni yg begitu syok masih mematung ditempat.
" Kejutan apa lagi inì ?" gumam Leni sakit kepala.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.