
" Sam " Ucap Winda lirih.
Samuel yang terjatuh langsung bangun dan membantu Doni yang tadi sempat jatuh juga.
" Kamu gak papa ?" tanya Samuel kepada Doni.
Doni menggeleng cepat dan memeluk Samuel.
" Aku takut hiks hiks " Ucap Doni langsung menangis.
" Windaaaaaaaaa " Pekik seorang wanita dari belakang.
Winda yang masih pusing menoleh kebelakang dan mendapati sepasang suami istri berlari kearahnya.
" Ya Allah Nak kamu kenapa ?" Tanya Lutfia membantu gadis itu bangun.
" Mereka kenapa Sam ?" tanya Rafael khawatir.
" Hampir ketabrak truck Pa,tadi Doni mau nyebrang langsung nyeret Winda " Jawab Samuel.
" Apa !" Pekik Lutfia terbelalak..
" Maaf huaaaaaaaaa " Kata Doni terus menangis kencang.
" Iya2 gak papa " Kata Samuel kelabakan mendiamkan anak itu.
" Ayo bawa masuk saja " Kata Rafael tenang.
Samuel dan Lutfia mengangguk,mereka pun membawa gadis itu bersama adiknya masuk kedalam ruko.
Saat berjalan Winda merasa kakinya sangat lemah membuat gadis itu hampir jatuh.
" Kenapa Win ?" tanya Lutfia yang memegang badan gadis itu
" Gak papa Bi " Jawab Winda pelan.
" Sam gendong aja " Titah Lutfia.
" Hah " Pekik Samuel yang sedang menggendong Doni.
" Sini sama Om " Ucap Rafael mengambil alih Doni.
Bocah itu menurut masih dengan sisa isakannnya.
Samuel mendekati Winda dan memegang bahu gadis itu.
" Tidak usah " Kata Winda melepas tangan Samuel.
" Jangan membantah !" Desis Samuel.
Winda menunduk takut,Samuel sangat suka membuatnya tak berdaya.
Pria itu memegang punggung Winda dan langsung menggedong ala bridal style.
Sontak Lutfia dan Rafael kaget dengan aksi anaknya.
Winda yang merasa malu langsung menyembunyikan wajahnya di celuk leher lelaki itu.
" Jangan mencium ku !" Bisik Samuel tegas.
" Aku hanya bersembunyi " Ucap Winda lirih.
Samuel berjalan cepat masuk kedalam,para penjaga toko dan orang bengkel bertepuk tangan dengan aksi heroik lelaki perkasa itu.
Badan Winda yang ringan membuat Samuel tak kesusahan menggendongnya dalam jarak jauh.
Gadis itu dibaringkan dikasur yang sering Samuel pakai istirahat.
" Tidurlah disini " Ucap Samuel tenang.
" Aku mau pulang " Jawab Winda.
__ADS_1
" Kemana ? neraka ?" tanya Samuel kesal.
Winda terdiam dengan bibir mengkrucut.
" Sudahlah,tidur lah disini dulu sampai badan mu enak dibawa jalan " Kata Samuel tenang.
" Tadi kau yang mengusir ku " Gumam Winda pelan.
Samuel diam dan berjalan kearah lain.
" Jika kau lapar makan lah ini,tidak berbahaya ini alami " Ucap Samuel memberi makanan yang sering ia makan.
Winda diam tanpa suara memperhatikan pria judes itu.
Tak lama Samuel pun berjalan keluar dan menutup pintu.
" Huhhhh dia menyebalkan " Ucap Winda kesal.
Diluar,Doni sudah diam bocah itu dikelilingi banyak robot2 kecil bekas mainan anaknya Lutfia.
" Dia mudah diatur ya Ma " Ucap Rafael memperhatikan Doni.
" Iya Pa,gak nakal juga " Jawab Lutfia.
" Ibu nya tau kalian bawa dia kesini ?" tanya Rafael.
" Hm tadi minta izin sama ibunya yang lagi kerja " Jawab Lutfia mengusap kepala Doni.
" Emang Winda yatim ya ?" Tanya Rafael hati2.
" Gak tau,tapi aku belum pernah lihat bapaknya " Jawab Lutfia.
" Siapa ?" tanya Samuel tiba2 datang.
" Winda " Jawab Rafael.
" Kenapa ?"
" Gak papa,cuma nanya aja dia yatim atau gak " Jawab Rafael tenang.
" Kamu pernah ketemu sama Papanya ?" tanya Rafael.
" Pernah,baik kok " Jawab Samuel.
Lutfia dan Rafael mengangguk paham.
" Bi lapar " Ucap Doni polos.
" Hah lapar ?" tanya Lutfia kaget.
Doni mengangguk lemah.
" Ya udah kamu ikut Om yuk,kita cari makanan " Ajak Rafael bangun.
" Mau kemana ? aku gak diculik kan ?" tanya Doni.
" Gak kok tenang aja " Jawab Rafael terkekeh.
" Aku ikut ya " Rengek Lutfia.
" Iya sekalian ambil barang " Jawab Rafael lembut.
Lutfia ber yes ria dan ikut bangun.
" Terus Kakaknya gimana ?" Tanya Samuel..
" Tinggal disini aja,ibunya pulang sore nanti sekalian kamu antar ya,biar Doni Mama sama Papa yang urus " Ucap Lutfia..
" Apa !" Pekik Samuel melotot.
Rafael menarik tangan Doni dan mulai berjalan,Lutfia mengecup pipi putranya seraya tersenyum manis.
__ADS_1
" Maaaaa " Rengek Samuel.
Lutfia cuek saja dan terus berjalan.
Samuel menghela nafas dengan gelengan pelan.
" Resiko anak diambil Kakek,anak orang diembat " Ucap Samuel terkekeh.
Kedua adik Samuel sudah lama tak pulang,walau pulang saja pasti hanya numpang tidur dan berganti baju.
Kedunya pun sangat kompak tak merengek sama sekali karna dirumah Kakeknya,mereka bebas bermain apa saja apalagi disana ramai dan banyak teman.
Dulu Samuel juga merasakan hal yang sama bahkan tak ingin pulang lagi saking nyamannya bersama Zaki,tapi karna sekarang ia sudah dewasa dan bekerja dengan Papa nya jadilah lelaki itu pensiun dini dari taman hiburan.
Disebuah jalan seorang pria terlihat begitu kelelahan,,berapa kali Malvin hampir menabrak orang lain saat berkendara.
" Huufttt aku harus mencari kemana lagi ?" Gumam Malvin menyugar rambutnya kasar.
2 hari berturut tanpa istirahat Malvin mencari anak istrinya,tapi hingga detik ini dia belum menemukan titik terang,bahkan Romi pun belum bisa menemukan Sindi maupun Winda.
" Kemana kalian pergi sayang,Papa kangen " Ucap Malvin berkaca kaca melihat foto keluarga kecilnya yang terlihat bahagia berfose depan kamera.
" Kenapa kalian meninggalkan Papa,apa salah Papa Nak ?" Lanjut Malvin mulai menangis.
Walaupun ia merasa sangat lelah tapi Malvin tak ingin menyerah,lelaki itu begitu merindukan keluarganya.
Saat meratapi nasib,sebuah mobil melintas disamping kanannya,Malvin melihat seorang bocah lelaki yang asik bermain didalam mobil mahal yang kacanya terbuka sedikit.
Terlihat senyum bocah itu begitu hangat memainkan mainannya.
Malvin tersenyum kecil membayangkan bahwa itu anaknya.
Karna sangat lelah,Malvin sering berhalusinasi,pria itu berkali2 dimarahi oleh orang2 yang menganggap siapa pun mirip anaknya.
Mobil asing itu melewati Malvin dan melaju cepat kejalan raya.
Malvin menghela nafas panjang dan kembali mengusap wajahnya.
" Dia seperti Doni " ucap Malvin lirih.
Pria itu menurunkan sandaran kursi dan mulai berbaring.
" Aku harus tidur dulu biar otakku lancar berpikir " Gumam Malvin tegas.
Pria itu mulai memejamkan mata dengan perasaan gelisah.
" Sayang ditutup ya jendelanya,mau pasang Ac " ucap Lutfia kepada Doni yang masih sibuk merangkai robot.
" Iya Bi " Jawab Samuel mengangguk.
Rafael menutup semua jendela mobil dan mulai menghidupkan Ac.
Mereka menuju mencari makanan sekalian menjemput anak2nya Lutfia kerumah Zaki..
Sore menjelang,seorang wanita keluar dari restoran dengan tarikan nafas dalam.
" Huh anak2 ku udah pulang belum ya ?" Gumam Sindi merenggangkan otot2 tubuhnya.
Wanita itu berjalan menyusuri trotoar.
Beruntung lokasi tempat ia bekerja tak jauh dari rumah,jadi Sindi tak perlu mengeluarkan biaya ongkos kendaraan.
Wanita itu terlihat cerah membawa bungkusan makanan sisa masak ditempat ia bekerja.
Sindi merasa beruntung karna ia bisa berhemat dan sekalian memberi anaknya makan enak.
Sesampainya dirumah wanita itu disambut sebuah mobil yang menunggu didepan rumah.
" Ada siapa yang bertamu ?" Gumam Sindi mengernyit.
Wanita itu tak langsung masuk,Sindi bersembunyi mengintip siapa yang datang hingga maniknya membulat melihat seorang duduk diam menunggu pintu rumah terbuka.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.