
Kedua bocah itu dibawa pulang oleh orang tuanya,selama diperjalanan semua orang diam.
Serkan kini beralih menjadi sopir karna dirinya merasa Alexi tak mampu mengontrol diri.
" Ehmm " Dehem Bara merasa sangat sunyi.
Sutar melirik kakeknya dengan wajah ngeri,sungguh bocah itu kehilangan jati dirinya saat ini.
" Antar Papa pulang Serkan " Ucap Bara tenang.
" Loh gak balik kantor lagi Pa ?" Tanya Serkan terkejut.
" Gak,Papa mau ketemu Juna " Jawab Bara tersenyum smirk.
" Ngapaian ?" tanya Serkan polos.
" Minta dia cepetan nikah,biar ada jagoan sejati hadir "Jawab Bara menyindir.
Serkan terdiam,Sutar mengernyit mendengar ucapan ambigu sang kakek.
" Soalnya yg ini gak punya nyali " Cibir Bara.
" Kakek ngomongin aku ?" Tanya Sutar menoleh.
" Gak,kan gak nyebut nama " Jawab Bara memasang wajah polos.
" Tapi aku merasa " Jawab Sutar kesal.
" Yaaahhh,tepat sasaran dong " Balas Bara terkekeh.
Sutar melotot dan mendengus menatap kearah lain.
" Tau Histi bakal rame nih " Gumam Bara terkekeh geli.
Pria itu sudah bisa membayangkan betapa syoknya Histi nanti saat mengetahui Sutar sudah bisa berkelahi.
Serkan menggeleng pelan,lelaki itu tak tersinggung dengan ucapan mertuanya karna Serkan sudah tau,Histi dan Bara satu cetakan.
Sesampainya dirumah,terlihat Zaiva dan Histi sedang mengobrol ria didepan teras dengan tersaji beberapa makanan.
" Loh Bang,kok pulang cepet ?" Tanya Zaiva kaget.
" Iya Yank,habis ngeluarin petarung dari penjara " Jawab Bara ikut lesehan dan mencomot mangga potong didepannya.
" Petarung ? siapa ?" Tanya Zaiva kaget.
Bara menunjuk mobil dengan mulutnya,Zaiva dan Histi pun menoleh dan terkejut melihat Suci menatap mereka datar.
" Kenapa tuh anak Pa ?" Tanya Histi bingung.
" Om,kami balik ya " pekik Alexi membuka habis kaca mobil.
" Kok cepet,sini lesehan dulu sama emak2 " Jawab Bara.
" Ehh enak aja !" Pekik Histi dan Zaiva melotot.
" Lah kalian kan emang emak2 " Kata Bara bingung.
" Ya gak usah disebut juga napa ! semua orang juga tau " Kata Histi kesal.
" Cih menolak tua " Cibir Bara.
Histi memutar mata dan melihat suaminya masih betah menjadi supir.
" Yankk,keluar napa gak kangen istri ya ?" Tanya Histi heran.
Serkan melirik Sutar,bocah lelaki itu menggeleng pelan tanda tidak mau.
" Yankk " Panggil Histi lagi.
__ADS_1
Bara diam saja melihat anak dan menantunya tersebut.
" Ada apa sih ?" tanya Zaiva gemas.
" Suci sama Sutar adu bacok " Jawab Bara tenang.
" Apa !" Teriak Histi dan Zaiva bersamaan.
" Bacok apaan Pa ?" Tanya Histi seketika panik
" Sutar aman,dia gak papa " Jawab Bara terkekeh.
" Lah terus ?" Tanya Zaiva bingung.
" Sutar aman karna Suci yg melawan penjahatnya " Jawab Bara mendesah.
" Apa !" pekik Zaiva dan Histi terbelalak.
Histi langsung bangun dari duduknya dan membuka paksa pintu mobil.
Saat pintu terbuka,nampaklah seorang bocah laki2 menyembunyikan wajahnya dibelakang tempat duduk.
" Sutar " Panggil Histi sedikit berteriak.
Bocah itu tak bergeming,Sutar begitu takut akan membangunkan singa yg tertanam didalam tubuh sang Mama.
" Ehh sini kamu " Kata Histi menyeret anak itu keluar.
" Huaaaaa huaaaaaaa " Sutar langsung menangis kencang.
" Ehhh baju akuuu " Teriak Suci kaget Sutar menarik rok sekolahnya.
Alexi yg sudah depresot makin setres melihat tingkah keponakannya tersebut.
" Uci tolongggg " Teriak Sutar terus berpegangan pada rok gadis itu.
" Lepas Sutarrr,ikut Mama cepetannn " Teriak Histi kesal.
" Gak mauu huhuhu Papa tolongin Sutar Pa " Teriak Sutar menjal2.
" Ya Tuhannnn,gimana gak cepet tua coba kalo gini ceritanya " Gumam Alexi menyugar rambut kasar.
Lelaki itu berada ditengah2 antara sang putri dan keponakan.
Suci berusaha melepaskan roknya dari genggaman Sutar tapi Sutar malah semakin kencang menarik.
Preaaaaakkkkkkk...
Bunyi baju sobek pun terdengar,semua orang tersentak kaget dengan mata melotot.
Sutar seketika melepas pegangannya dan melihat Suci dengan wajah syok.
Suci menunduk dan melihat tali pinggangnya sudah lepas sebiji.
" Aduuh nambah nih " Gumam Alexi memejamkan mata.
Glek....
Histi menelan ludah kasar,wanita itu pun mundur selangkah saat manik Suci menatapnya nyalang.
" Huh uh uh...." Darah Suci seakan mendidih ke ubun2 melihat ibu dan anak tersebut.
" Sutaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrr " Teriak Suci menggelegar.
Prakprakakktktkkajkajajshdgkkaka.....
Cakaran demi cakaran serta jambakan memabi buta pun dilayangkan gadis kecil itu dengan brutal.
Mobil yg tadinya tenang kini bergoyang sendiri.
__ADS_1
" Sucii jangaaannnn " Teriak Histi panik memisahkan anaknya.
" Sucii astaga lepasin Sutarrr " Pekik Alexi tak kalah panik.
Plaaakkkkk...
Pipi Alexi mendapat tamparan pedas dari putrinya sendiri yg kini berubah menjadi reog.
Serkan yg menyaksikan pertarungan sengit itu melongo tak percaya dengan apa yg ia lihat kali ini.
Zaiva dan Bara yg berada diluar pun sontak berdiri dan membantu memisahkan mereka.
" Beraninya kamu robekin baju aku hahhhhh " Teriak Suci menggelegar.
" Aku gak sengaja huhuhu " Kata Sutar menangis ketakutan.
" Gak sengaja kamu bilangggg !!! !" Ucap Suci kembali murka.
Sutar menelan ludah kasar,detik berikutnya bocah lelaki itu diseret paksa Bara sebelum habis di makan Suci bulat2.
" Brooommmm....
Mobil seketika melaju,tanpa tunggu lama Histi membanting pintu mobil agar gadis kerusupan itu tak menyakti putranya lagi.
Serkan langsung melaju,Suci masih mengamuk tak terima bajunya sobek.
Alexi terlihat begitu pasrah dan sabar,sebenarnya lelaki itu ingin sekali marah tapi Alexi sadar jika ia melakukan itu,masalah tidak akan lenyap melainkan timbul masalah baru yg membahayakan dirinya sendiri.
" Papaaaaaaaaa aku mau baju baruuuuuuu " Teriak Suci kesal.
" Iya nanti Papa nguli dulu cari duitnya " Jawab Alexi lesu.
" Ppffttttt " Serkan hampir ngakak mendengar adiknya yg seolah sangat miskin.
Tak lama mereka pun sampai,Alexi mulai deg degan.
" Waduhh gawat Lex,ada Kakek dan Nenek " Ucap Serkan menoleh kebelakang.
" Iya Kak,mobil Ayah juga ada disana " Balas Alexi melihat rumah orang tuanya.
" Terus ini gimana ?" tanya Serkan bingung.
Kedua lelaki itu melihat Suci,gadis cantik itu benar2 berubah menjadi maung.
Belum hilang luka dijidat,kini wajah gadis itu juga terkena cakaran kuku Sutar tadi.
" Kak aku pantes gak sih jadi orang tua ?" Tanya Alexi kepada Serkan.
" Hah ya pantes lah kenapa nggak " Jawab Serkan terkejut.
" Huh aku bingung Kak,padahal dulu proses pembuatan nih anak udah lembut dan hati2 banget,tapi kenapa pas gedenya jadi titisan macan gini ?" Tanya Alexi menatap putrinya.
Suci diam dengan tangan bersedekap dada mendengar Alexi yg mulai mengeluh.
" Kakak juga bingung Lex,kamu gak baca doa sih pas bikinnya " Kata Serkan lugu.
" Kayaknya ia deh Kak,bismillah aja gak " Jawab Alexi terkekeh.
Serkan ikut terkekeh geli,Suci mulai jengah.
Tanpa tunggu lama gadis kecil itu membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
" Ehhh Suciiii " Pekik Serkan dan Alexi bersamaan.
Kedua lelaki itu pun langsung keluar dan mencoba mengejar Suci yg malah berlari masuk kerumah tanpa takut sama sekali.
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1