
Pagi ini adalah pagi yang sangat menyebalkan buat Mita. Bagaimana tidak!! disaat dia tengah tidur dengan nyenyak, tiba-tiba suara berisik dari lantai bawah membangunkannya. Orang gila itu datangnya dari mana sih. pikirnya menggerutu.
Dengan langkah malas, karena memang masih mengantuk. Mita menyusuri anak tangga menuju ke lantai bawah! Namun, belum sempat dia sampai, tubuhnya terkesiap tatkala mendengar suara cempreng berteriak kearahnya.
"Welcome to your house!!!
Mita hanya menatap malas bersamaan dengan helaan nafas kesal ke arah manusia si pembuat kerusuhan itu.
"Ngapain sih pagi-pagi udah bikin rusuh aja!!? cetusnya sesaat setelah telapak kakinya sudah menyentuh lantai bawah.
Si manusia rusuh itu mengerutkan dahinya heran.
"Ini udah siang Mit! cetusnya membuat Mita langsung menoleh, menatap heran kepadanya. Tadi saat bangun tidur Mita memang tidak sempat melihat jam, jadi dia fikir ini masih pagi.
"Kebo' mah gitu Vi!!! Cetus seorang pria tinggi yang sudah terlihat rapi. Ucapannya itu berhasil membuat Mita menatap sinis kepadanya, namun dia tidak menghiraukan tatapan Mita itu, malah dia dengan santainya berjalan ke arah mereka dan berhenti tepat di depan Mita.
"Nggak bisa bedain!! mana pagi mana siang!!" Cercanya lagi kearah Mita, lalu kembali melangkahkan kakinya keluar rumah dengan berhaha hehe. Membuat Mita melotot kesal ke arah pria tinggi itu yang ternyata adalah kakaknya.
Vivi hanya menjadi penonton saja diantara kakak beradik ini. karena memang!! mereka selalu seperti itu, bertengkar karena hal kecil.
"Udah nggak usah dipikirin!! Cetus Vivi saat melihat Mita masih kesal pada kakaknya yang sosoknya sudah menghilang.
"Mending sekarang kamu mandi! terus siap-siap!! sambungnya lagi.
Mita kembali mengerutkan dahinya heran menatap Vivi.
"Ngapain!? tanyanya bingung.
Vivi memutar bola matanya malas bersamaan dengan helaan nafas beratnya.
"Kamu kan udah janji waktu di GC, kamu mau nemenin aku untuk ninjau lokasi pernikahan aku, hari ini!" tuturnya panjang lebar.
Dahi Mita semakin mengkerut. Kita memang sering ngobrol di GC, tapi seingatnya, dia nggak pernah berjanji seperti itu.
"Sejak kapan aku janji kayak gitu!? nggak pernah!! sangkal Mita cepat, lalu mengambil langkah ke arah dapur. Dia merasa haus meladeni makhluk yang berstatus sahabatnya itu.
"Ihhhh, Mita! kamu itu gimana sih!! gerutu Vivi kesal dan bertingkah sok imut di depan Mita, membuat Mita yang sedang minum hampir tersedak.
"Ngga usah gitu mukanya!! cercanya.
"Lagian kenapa harus aku sih yang nemenin kamu!? kenapa bukan Anton aja!! sambungnya lagi.
"Anton masih di Jakarta Mit!! besok baru dia ke Bandung bareng keluarganya." jelas Vivi membuat Mita mendengus kesal, lalu melesat pergi meninggalkan dapur.
Bukannya Mita tidak ingin menemani Vivi, hanya saja dia merasa malas untuk keluar rumah hari ini, dia masih lelah karena dia baru tiba tadi malam!!! eh ralat, maksudnya pagi, 'kan Mita tiba pukul 01.30 itu udah pagi kan!!
...****************...
Siang ini harusnya menjadi siang yang berbahagia bagi Doni si manusia bucin, karena harusnya tiga puluh menit yang lalu dia sudah berada di rumah sang pujaan hati.
__ADS_1
Namun yang terjadi sekarang!! tidak sesuai dengan apa yang sudah dia rencanakan.
Sejak tadi Doni hanya menghela nafas berat karena kesal. Ingin sekali rasanya dia memarahi sosok yang tengah berjalan beriringan dengannya sambil menyusuri koridor supermarket. Namun dia tak bisa melakukannya!! karena sayang!?
Jadi!? yah mau bagaimana lagi! Pasrah adalah jalan satu-satunya saat ini. Sungguh!! dia akan menjadi bujang lapuk, jika begini terus. Pikirnya.
Memang benar!! Doni berencana pergi ke rumah Mita siang ini setelah pekerjaannya selesai, bahkan dia sengaja datang lebih pagi ke kantor, agar pekerjaannya bisa selesai dengan cepat. Namun sayang!! rencananya gagal karena tiba-tiba Dian menelfonnya dan memintanya untuk menjemputnya di Bandara.
Terkejut!! Kenapa adiknya tiba-tiba di Bandara? Ternyata, Arman sedang ke luar negeri untuk mengurus pekerjaannya. Karena Arman lama disana, makanya dia meminta istrinya itu untuk pergi sendiri ke Bandung. Sebenarnya rencana awalnya itu! Arman ingin pergi bersama istrinya sekalian menghadiri pernikahan sahabatnya Anton dan Vivi. Namun karena tuntutan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, makanya Arman meminta Dian mewakili kehadirannya.
Dalam perjalanan pulang dari bandara, Dian tiba-tiba meminta Doni untuk ke supermarket dulu. dan itu membuatnya semakin kesal.
Seharusnya saat rencana yang pertama gagal, rencana kedua harus berhasil!! yaitu, setelah mengantar adik dan keponakannya ini ke apartemen, dia bisa langsung pergi ke rumah Mita. tapi ehhh,, gagal lagi!! Kasihan sekali bapak bucin ini.
Saat ini Dian masih sibuk memilih dan memilih bahan makanan di rak supermarket, lalu memasukkannya ke dalam troli belanjaan di dorong oleh Doni, sementara Ardi keponkannya berada dalam tas gendongan bayi yang tergantung di tubuh bagian depan Doni.
Garis kerutan di dahi Doni semakin jelas tatkala Dian terus menerus memasukkan belanjaan tanpa henti. Bukannya Doni tidak senang saat adik dan keponakannya ini datang, hanya saja waktunya tidak tepat.
...****************...
Ekspresi wajah Mita semakin kesal dan kesal, dengan helaan nafas yang juga terdengar kesal.
"Ngapain sih belanja sebanyak ini!? sungutnya kesal dengan dahi mengernyit menatap troli belanjaan yang hampir penuh.
"Namanya juga belanja bulanan Mit, yah banyak lah!! ucapnya santai membuat Mita semakin mendengus kesal.
Iya!! mereka memang tidak lama dilokasi itu, hanya 20 menit. Namun, perjalanan yang di tempuh 20 menit saat pergi, dan 20 menit saat pulang. Apakah itu sebentar!?
Di tambah lagi saat pulang, Mita harus menemani Vivi berbelanja di supermarket. Membuat Mita semakin menggerutu kesal. Definisi sebentarnya Vivi itu, 2 jam lebih yah!? batinnya bersungut kesal.
"Sebentar lagi 'kan kamu nikah Vi!! kenapa harus belanja bulanan segala!" sungutnya lagi karena sudah merasa lelah Mita menunggu Vivi di depan kasir.
"Ya Allah Mit, aku kan nikahannya di gedung! Vivi menjeda ucapannya menatap Mita yang bisa di bilang tidak baik-baik saja sekarang.
"Lagian yah! pernikahan aku itu tiga hari lagi, sementara persediaan bahan makanan di rumah udah habis!! masa iya, aku sekeluarga harus puasa! sambungnya lagi.
"Yah lagian kenapa harus kamu sih yang belanja? pembantu kamu mana? kenapa bukan dia!?
"Yah kan sekalian Mit, mumpung aku lagi keluar!! bantahnya lagi.
"Alasan aja!! ketus Mita.
"Ya sabar dong Mit, ini udah hampir selesai!! ucap Vivi lagi.
"Ya udah buruan!! sungutnya lagi.
"Iya!!
Karyawan supermarket itu mengerutkan dahi heran, saat menyaksikan perdebatan dua wanita sebaya di depannya ini.
__ADS_1
"Di percepat sedikit yah mba!! itu teman saya lagi lion quen mode on." Bisik Vivi pada Karyawan itu, namun masih bisa terdengar di telinga Mita. Membuatnya melempar tatapan sinis.
Mita masih menunggu dengan kesabaran yang tersisa. Saat ini belanjaan itu sudah dimasukkan ke dalam plastik. Dan itu sudah plastik terakhir.
Setelah selesai, akhirnya Mita membantu Vivi membawa keresek belanjaan itu yang berjumlah empat keresek besar, dan bisa di pastikan beban dari satu keresek itu tidaklah ringan.
Saat mereka sudah ingin melangkahkan kaki untuk keluar dari supermarket, tiba-tiba saja suara tangisan anak kecil membuat langkah itu menjadi urung dilangkahkan.
Mereka membalikkan badan bersamaan, karena penasaran apa yang membuat bayi itu menangis, hingga suara tangisannya membuat semua orang tersentak.
Namun, tatapan penasaran Mita berubah menjadi tatapan terkejut. tatkala netra hitamnya melihat bayi yang menangis itu berada dalam gendongan sosok yang sangat dia kenal. tidak sampai disitu saja, dadanya terasa sesak tatkala dia melihat sosok gadis cantik berdiri di samping pria tampan itu sambil menenangkan bayi lucu nan mungil itu juga. Seharusnya dia tidak berbalik dan melihat semua ini. Batinnya merasa menyesal.
Sesaat Mita termangu di tempatnya. Sementara Vivi yang melihat hal yang sama!! melirik Mita dan melihat ekspresi terkejut Mita.
"Mit__
Belum sempat Vivi menyelesaikan kalimatnya, Mita sudah berlari meninggalkan Vivi dan belanjaannya.
"Mita!!!
Teriakan Vivi berhasil mengalihkan pandangan Doni, yang sejak tadi sibuk menenangkan keponakannya itu yang tiba-tiba saja menangis. Doni mencari tahu, Mita siapa yang dipanggil. Apakah Mita sang pujaan hatinya? atau bukan! pikirnya.
Rasa penasaran Doni terjawab tatkala pandangannya tertuju pada Vivi yang saat ini tengah kebingungan. Dan firasatnya ternyata benar Mita yang terpanggil adalah Mita yang dia kenal.
Dengan cepat Doni melepas tas gendongan itu lalu menyerahkannya ke Dian. Dian yang merasa bingung dengan tindakan Doni mengambil anaknya dengan gerak tubuh kaku dari Doni. Detik berikutnya Doni menghampiri Vivi.
"Kamu bareng Mita!!
Suara berat itu membuat Vivi menoleh dan melihat Doni sudah berdiri di sampingnya. Vivi hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Dimana dia sekarang!? tanya Doni tak sabaran sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Mita.
"Dia Udah pergi!! cetus Vivi membuat Doni berhenti mengedarkan pandangannya dan kembali menatap Vivi.
"Tadi dia nggak sengaja liat kamu sama Dian, mungkin dia salah paham melihat kalian berdua. mungkin dia mengira, bahwa Dian istri kamu dan Ardi anak kamu sama Dian." sambungnya lagi panjang lebar..
"Memangnya dia be--
Belum sempat Doni menyelesaikan kalimatnya, Vivi langsung memotongnya.
"Sudahlah!! Kamu jelaskan sendiri masalah kamu ke dia!! Cetusnya sambil kedua tangannya meraih empat keresek belanjaannya.
"Selesaikan masalah kalian sendiri!! jangan mengharapkan orang lain!!" sambungnya lagi sebelum akhirnya melesat pergi dengan berjalan gontai karena belanjaannya sangat berat.
Sejenak Doni bergeming, berdebat dengan pikirannya sendiri. Sebelum akhirnya dia sadar ternyata dia disini bersama adik dan keponakannya.
-tbc-
...Gimana nih? lanjut apa nggak nih?...
__ADS_1