
Camelia menyambut anak dan cucunya dengan wajah terkejut.
Wanita itu tak menyangka Serkan akan berkunjung membawa pasukannya.
" Apa ini Cucu Mama ?" tanya Camelia melihat Sutar.
" Iya Ma,ini Sutar yang dulu Mama gendong " Jawab Serkan tersenyum.
" Sekarang udah gede ya,mirip Mamanya " Balas Camelia.
" Nd.... " Ucap Sutar ingin protes.
" Iya Ma,perpaduan " Potong Histi cepat.
Sutar mengkrucut melihat Histi yang memotong omongannya.
" Oh iya udah kenalan belum sama cewek didepan ?" tanya Camelia hangat.
" Cewek didepan tadi ?" tanya Sutar balik.
" Iya Namanya Aurel " Jawab Camelia tersenyum.
" Aulel ?" Ulang Sutar.
" Aduhhh gemesnya,masih cadel " kata Camelia mencubit pipi Sutar.
Sutar memasang wajah malas,ia tau dirinya masih cadel tapi maksud bocah itu jangan diomongkan.
" Heh pasang muka yang cakep " Tegur Histi tajam.
" Hm " jawab Sutar tersenyum terpaksa.
" Nenek " Panggil seseorang dari belakang.
" Eh iya,Nenek disini " jawab Camelia melambaikan tangan.
Bocah itu mendekat dengan wajah tertunduk.
" Sini Nenek kenalin sama cowok ganteng " kata Camelia menarik tangan gadis itu lembut.
Bocah itu menurut dan menatap Sutar sekilas.
" Ini namanya Sutar,dia cucu Nenek juga " Kata Camelia hangat.
" Oh Cucu " Balas Aurel mangut2.
" Iya,nama aku Sutal,nama kamu sapa ?" tanya Sutar sok kenal.
" Aku Aurel " jawab bocah cantik itu lembut.
Sutar tersenyum hangat.
" Oh iya Sifa kemana Ma ?" Tanya Histi celingak celinguk.
" Sifa ?" Ulang Camelia.
" Iya dia tinggal disini kan ?" tanya Histi mengernyit.
" Iya tapi sekarang dia udah pindah " jawab Camelia menunduk.
" Pindah kemana ?" sahut Serkan penasaran.
Camelia menghela nafas dan mengusap kepala Aurel dengan tatapan nanar.
" Ma kenapa ?" tanya Histi merasa aneh.
" Mama nya udah meninggal 2 tahun yang lalu " Jawab Camelia sedih.
" Apa !" Pekik Histi dan Serkan kaget.
" Ya,Sifa meninggal karna sakit dan saat itu dia sedang mengandung adiknya Aurel " Kata Camelia berkaca kaca.
__ADS_1
Histi menganga lebar begitu terkejut mendengar kabar duka tersebut.
" Beneran Ma ?" tanya Serkan masih syok.
" Iya " Jawab Camelia mengangguk pelan.
" Terus Adit kemana ?" tanya Serkan cepat.
" Adit diluar kota,dia dinas jadi Aurel Mama yang jaga " Jawab Camelia.
Histi terdiam,wanita itu sungguh tak percaya wanita yang menurutnya berbahaya dulu kini sudah berpulang.
" Ya Tuhan kasihan sekali Aurel " Kata Histi menatap nanar gadis cantik tersebut.
" Iya,Mama gak tega kalo biarin Adit jaga Aurel sendirian " Kata Camelia sedih.
Serkan mengusap kepala gadis itu dengan lembut,sungguh hatinya pun merasa sakit mendengar kabar yang menyayat hati itu.
" Hm keluarga Adit gak mau rawat apa gimana ?" tanya Histi hati2.
" Mereka mau,tapi Aurel gak terlalu dekat sama Nenek Kakeknya,tapi Hanin sering berkunjung kok liatin cucunya kadang Aurel juga dibawa kerumah mereka main,nginep tapi gak berapa lama Aurel dah minta pulang lagi " Jelas Camelia.
Histi ber oh ria,wanita itu mengusap pipi Aurel yang begitu lembut.
Rasa iba begitu ia rasakan apalagi diusia Aurel yang masih belia ia pasti butuh belaian seorang ibu.
" Kamu yang sabar ya Nak,Mama kamu udah disurga,dia tiap hari perhatiin kamu dari sana " kata Histi ingin menangis.
" Mama disurga ?" tanya Aurel polos.
" Iya dia disurga,ditempat yang indah " Jawab Histi.
" Bearti adik aku juga disana ya Tante ?" tanya Aurel semangat.
" I i iya " jawab Histi tak enak.
" Wahhh aku juga mau Te,Nek aku mau susul Mama ke surga biar aku bisa ketemu adik juga " Kata Aurel girang.
Semua orang kaget mendengar permintaan Aurel yang begitu lugu.
Camelia menggeleng pelan dengan air mata yang akan menetes,sungguh ia tak kuasa melihat gadis kecil itu merindukan ibunya.
" Nek ??" Panggil Aurel melemah.
Camelia terus menggeleng seraya memeluk gadis itu erat.
" Jangan sayang,kamu gak boleh ninggalin Nenek sendirian,kamu harus tetap disini sama nenek " kata Camelia dengan suara bergetar.
" Tapi aku kangen Mama Nek " kata Aurel sendu.
" Nanti kita ketemu Mama,Nenek bakal temenin " Kata Camelia tersenyum getir.
Histi menoleh ke Sutar,bayangan Histi mulai terbang jauh membuat dirinya tak terasa menjatuhkan air mata.
" Mama kenapa menangis ?" tanya Sutar heran.
" Hah em gak papa,Mama cuma sayang Sutar " Jawab Histi tersenyum getir.
" Cieee " Goda Sutar terkekeh.
Histi mengusap air matanya dengan cepat dan kembali memasang wajah datar.
" Aurel gak sendirian,sekarang Aurel punya keluarga baru,Aurel bisa panggil Om dengan sebutan Papa dan tanggil Tante dengan sebutan Mama " Kata Serkan lembut.
" Papa Mama ?" Ulang Aurel polos.
" Iya,Papa Serkan dan Mama Histi " Jawab Serkan lembut.
" Jadi sekarang Aurel punya Mama lagi ?" tanya Aurel semangat.
" Iya,Mama yang ini lebih bar2 sih,,tapi baik kok " Jawab Histi cengengesan.
__ADS_1
" Bearti aku juga punya sodara dong ?" Tanya Suci melihat Sutar.
" Iya " Jawab Serkan terkekeh.
" Yahhh kalau sodalaan bealti aku dak bica deketin Aulel dong Pa " Kata Sutar menebalkan bibir bawahnya.
" Ya bisa sebagai suadara " Jawab Serkan.
" Bukan itu Pa " Cicit Sutar hati2.
Histi melototkan matanya kepada bocah itu,Sutar tersenyum ngeri melihat biji mata ibunya.
Camelia menjelaskan banyak kenangan yang terjadi dimasa lalu.
Serkan banyak diam,lelaki itu masih tak menyangka gadis yang pernah menyatakan cinta kepada dirinya dulu kini sudah pergi untuk selamanya dan meninggalkan 1 putri yang masih sangat rapuh..
" Ayo kita kesana " Ajak Aurel kepada Sutar.
Sutar mengangguk,keduanya berjalan keluar menikmati udara hnagat matahari.
Ditempat lain,seorang wanita duduk diam diantar 2 pria yang mengepung dirinya.
Yap,hari ini Winda dipertemukan dengan Samuel,bahkan kini Restu ikut disana memandang semua orang yang berkumpul dengan wajah serius.
" Ada apa ini ?" tanya Restu mulai bertanya.
" Saya harap kamu siap menerima apa yang akan kami bahas " Jawab Rafael tenang.
" Jika itu menyangkut masa lalu Winda,maaf saya sudah tau semuanya " Kata Restu tenang.
" Ya,kau memang tau tapi ada satu hal yang mungkin kamu masih belum tau " Balas Zaki.
" Apa itu ?" tanya Restu penasaran.
Winda diam dengan tangan dan kaki gemetar,wanita itu begitu takut saat ini apalagi Restu berada disana mendengar semua kata yang akan diucapkan
" Langsung saja " kata Samuel membuka suara.
" Ya " Balas semua orang mengangguk.
Winda melihat anaknya,terlihat bocah itu duduk anteng bersama Tania dan Tini diluar ruangan.
" Maaf jika ini membuat mu tersinggung,tapi saya ingin mengatakan kebenaran " Ucap Samuel melihat Restu.
" Apa itu ?" tanya Restu tak kalah tenang.
" Sebenarnya Winda masih istri saya " jawab Samuel tegas.
" Sam !" bentak Winda terbelalak.
" Apa " Ucap Restu kaget.
" Ya,saya belum menalak Winda,dia kabur dari pernikahan kami " Lanjut Samuel.
Restu melihat Winda,wanita itu menggeleng cepat menunjukkan ketakutan yang begitu besar.
" Kabur ?" ulang Restu terkekeh.
" Ya dia kabur " Jawab Samuel tegas.
" Lalu kau bagaimana ? apa kau mencari istri mu atau membiarkan dia tetap berlari tanpa arah ?" Tanya Restu terkekeh.
Deg...
Keluarga Samuel langsung tercekik mendengar pertanyaan Restu yang begitu menyindir.
" Maksud mu ?" tanya Samuel bingung.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1