
Langit begitu cerah,seorang wanita terlihat begitu semangat menyiapkan beberapa bekal.
Hari ini Restu menganjak anak istrinya bertamasya lantaran hari ini pria itu libur bekerja.
Winda sangat semangat karna dirinya memang merasa butuh hiburan,selama priode hamil wanita itu sering uring2an dan merasa kesepian.
Beberapa kali Winda minta liburan tapi Restu selalu tak punya waktu,tapi kali ini lelaki itu mengabulkan permintaan istrinya untuk membuat Winda bahagia.
" Huh mereka kemana ya ? kok belum sampai sih " Gumam Winda melihat jendela dapurnya.
Pagi tadi Restu dan Nur berpamitan pergi ntah kemana,Restu bilang ia akan menyiapkan suatu hal yg tak terduga hingga membuat Winda begitu penasaran..
" Daripada nunggu2 terus mending aku mandi dan bersiap2 " Gumam Winda melihat baju yg ia pakai.
Wanita itu pun berjalan tergopoh2 membawa perut besarnya menuju kamar.
Semua perlengkapan tamasya sudah selesai diatas meja.
Saking semangatnya Winda sampai membuat kue khusus untuk dinikmati nanti.
Disebuah jalan seorang pria menyetir dengan tenang,hatinya begitu bahagia melihat sang anak yg terlihat girang melihat kendaraan yg baru dimiliki.
" Pa ini benelan punya kita ?" Tanya Nur masih tak menyangka.
" Iya sayang,ini punya kita,Papa beliin biar Nur dan Mama gak kepanasan " Jawab Restu tersenyum manis.
" Waahhh Papa baik banget " Kata Nur terharu.
Restu mengusap kepala putrinya dengan lembut,melihat kebahagiaan sang anak merupakan sebuah anugrah yg diberikan Tuhan kepadanya.
" Nanti kita bisa jalan2 ajak Nenek sama Kakek dong Pa " Kata Nur teringat.
" Iya,kan mereka mau kesini sama Acu Doni " Jawab Restu.
" Uhhh senengnya,jadi gak panas2 lagi kan " Kata Nur bertepuk tangan.
Restu mengangguk kecil,walaupun hanya mobil bekas tarikan tapi anaknya tak banyak protes.
Restu belum bisa membeli mobil baru dengan biaya yg tinggi,lelaki itu baru mampu membeli mobil bekas untuk membawa anaknya jalan2 apalagi nanti dia akan punya bayi juga.
Restu terkadang tak tega melihat Nur dan Winda jika kerumah Kakek neneknya menaiki angkot atau taxi,lelaki itu khawatir dengan keselamatan keduanya.
Anak dan bapak itu bercerita dengan semangat,sambil menikmati perjalanan Restu menyetel sebuah lagu anak2 yg sering dinyayikan Nur.
Ditengah perjalanan,Restu merasa ada yg mulai berbeda.
Rem yg tadinya bisa ia gunakan kini mulai tak mau menuruti permintaannya.
" Kenapa Pa ?" tanya Nur melihat gelagat aneh sang putri.
Restu tak menjawab,lelaki itu masih berusaha mengerem tapi kendaraanya tak kunjung berhenti.
Nur diam memperhatikan gerak gerik Restu yg terlihat panik.
" Ada apa ini,kenapa gak bisa berenti ?" Gumam Restu menggerakkan kakinya.
" Pa " Panggil Nur ikut panik.
" Ya Tuhan,ini tidak mungkin,apa remnya blong ?" Gumam Restu menelan ludah kasar.
" Papa kenapa ?" Tanya Nur takut.
" Sayang,kamu yg tenang ya " Jawab Restu melihat Nur.
__ADS_1
Nur mengangguk dan mencoba duduk tenang.
Restu mematikan mesin mobilnya tiba2 tapi kendaraan besi itu terus melaju.
Jantung Restu sudah tak karuan,lelaki itu sudah panik akut mengetahui mobil tersebut bermasalah.
" Ya Tuhan bagaimana ini ?" gumam Restu takut.
Pria itu melihat anaknya yg masih duduk tenang melihat jalan raya.
Restu memejamkan mata sejenak mencoba mencari akal.
Situasi jalanan sepi,tak ada lalu lalang kendaraan lain yg bisa ia mintai tolong.
" Aku tidak punya pilihan lain " Gumam Lelaki itu nanar.
Restu menoleh ke anaknya dan memegang tangan Nur.
" Iya Pa " Kata Nur menoleh.
" Kamu harus keluar " Ucap Restu tegas.
" Hah kelual kemana ?" tanya Nur bingung.
Restu sesekali melihat jalan dan putrinya bersamaan.
" Pa " Panggil Nur melihat tangan Restu gemetar.
" Kamu harus selamat Nak " Kata Restu berkaca kaca.
" Papa kenapa ?" tanya Nur ketakutan.
Restu melepas sabuk pengaman ia dan anaknya lalu memposisikan Nur membelakanginya.
" Lompat sekarang " Teriak Restu menggelegar.
" Papa huhuhuhu " Nur menangis terkejut mendengar suara besar sang ayah.
Restu membuka pintu mobil sebelah Nur dengan wajah yg sulit dikondisikan.
" Papa Nul takut Pa hiks hiks " Kata Nur gemetaran.
" Maafin Papa Nak,Papa mencintai kamu dan ibumu " Ucap Restu menangis.
Brakkkk.......
Pria itu dengan tega mendorong putrinya keluar dan terguling2 dijalan.
Restu melihat kebelakang dan semakin menangis hingga pria itu tak menyadari ada sebuah mobil pengangkut sawit didepannya.
Praaaaaankkkkkkkkkkkk.....
Gelas minum seorang lelaki terlepas dari genggaman tangannya.
Doni memegang dadanya yg tiba2 berdenyut sangat kencang.
" Astaga Donii " pekik Sindi terkejut mendengar suara pecahan.
" Ma " Panggil Doni lemas seketika.
" Kamu kenapa ?" Tanya Sindi memegang bahu anaknya.
Wajah Doni berubah pucat,detik berikutnya lelaki itu jatuh pingsan.
__ADS_1
" Doniiii " Pekik Sindi kelabakan.
" Ya Tuhan kamu kenapa Nak ?" tanya Sindi menepuk nepuk pipi putranya.
Doni tak sadarkan diri,Sindi berlari keluar meminta bantuan.
Doni memang sedang demam,sudah berapa hari ini ia tak sekolah.
2 orang warga membantu membawa Doni kekamar untuk disadarkan.
" Tolong beritahu Papa nya suruh pulang " Pinta Sindi kepada warga.
" Iya Mba,aku akan menyusul ke kebun " Balas warga.
Sindi mengangguk dan kembali berusaha membangunkan putranya.
Perasaan wanita itu tak enak,ntah apa yg terjadi Sindi pun tak tau.
Disebuah rumah seorang wanita berpangku tangan menunggu anak dan suaminya yg tak kunjung pulang.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi,seharusnya mereka sudah otw lantaran tempat wisata lumayan jauh dari rumah.
" Duh Mas Restu mana ya ?" Gumam Winda mencoba menelfon.
Tak ada jawaban,sudah 10x wanita itu menelfon tapi nomor hape Restu tidak aktif.
" huh sabar ya Nak,bentar lagi Papa sama Kakak kamu pulang,kita liburan ya " Ucap Winda mengusap perutnya.
Bayi Winda beberapa kali menendang seolah memberi suatu kode yg tidak Winda mengerti.
Dilokasi kejadian,beberapa orang berkumpul melihat kejadian yg tak mereka ketahui.
Tak ada saksi mata,seorang pria pun berusaha menelfon ambulance untuk meminta bantuan.
" Apa dia seorang diri ?" Tanya warga melihat hanya ada satu korban.
" Sepertinya begitu,tapi disini ada sandal anak kecil " Jawab warga terlihat panik.
Liuliuliue......
Suara ambulan terdengar nyaring,warga langsung menyingkir membiarkan mobil penolong itu mendekat.
" Mana korbannya ?" Tanya seorang supir keluar.
" Masih didalam Pak,kami tidak berani karna mobil itu mengeluarkan asap " Jawab warga.
Tanpa tunggu lama,beberapa petugas dan warga langsung bergerak mengevakuasi.
Dari arah yg sama sebuah mobil berhenti,pria dengan jas hitam mengkilap itu mengernyit melihat ramainya jalanan.
" Ada apa ?" Tanya Samuel kepada supirnya.
" Sepertinya ada kecelakaan Pak " Jawab Supir mengintip keluar.
" Kita tidak bisa lewat,putar arah saja " Ucap Samuel tenang.
Supir mengangguk,lelaki itu pun memundurkan kendaraannya dan mencoba berbalik.
Samuel mendongak melihat lagi hingga pria itu melihat sebuah boneka lumayan besar tergeletak dijalan.
" Berhenti !" Ucap Samuel tegas.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya