Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Empat Puluh "TSJC"


__ADS_3

Next Malam hari Rumah Riko


Citra sedang memasak makan malam di dapur sambil bermain ponsel, Citra memasak sambil melakukan chat dengan teman-temannya di grup mereka.


Sementara Riko juga sudah tiba di rumahnya. Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi rumahnya dia langsung menuju kamarnya untuk mandi.


Saat tiba di ruang tamu, Riko melihat sekeliling dan tidak melihat Citra, dia fikir bahwa Citra belum kembali dari nonton bersama Riko.


Memikirkan hal itu membuat Riko kesal, kemudian beranjak menuju kamarnya lalu mandi.


Citra yang sudah selesai memasak menyiapkan makanan di meja makan lalu makan sendiri tanpa menyadari kalau Riko sudah tiba.


Tidak lama kemudian Riko yang juga telah selesai mandi, dia kemudian menuju dapur untuk mencari sesuatu untuk dia makan.


Tiba di dapur Riko melihat Citra sedang makan sambil bermain ponsel dan cengengesan.


Riko fikir, Citra sedang chat dengan Anton.


Riko kemudian duduk di depan Citra sambil terus menatap Citra sinis, Citra tidak memperdulikan Riko dia hanya fokus membalas chat di grup mereka sambil tersenyum lucu.


"Bahagia banget habis nonton." ketus Riko memancing emosi Citra.


Citra meletakkan ponselnya di meja lalu menatap Riko sinis.


"Kak Riko juga kelihatan bersemangat sekali setelah bertemu dengan Dokter Rani." ketus Citra membalas Riko.


"Oh jelas, secara kak Rani itu berbeda dari kamu." ketus Riko.


"Kak Anton juga baik, tadi di bioskop dia perhatian sama aku, dia memperhatikan makan dan minum aku, terus tadi juga dia ngasih kejutan yang sweet banget, dia juga berbeda dari kak Riko." ketus Citra menatap Riko sinis.


Emosi Riko sudah ingin meledak, tapi dia masih berusaha tenang dan kembali menyerang Citra.


"Kak Rani itu jauh lebih baik dari siapapun dia orang yang sangat special, dia juga sangat baik, perhatian, ngga jutek dan yang paling penting dia sangat cantik." ketus Riko lagi membalas Citra.

__ADS_1


Citra juga sudah semakin geram dengan perkataan Riko, tapi di mencoba bersabar untuk tidak terlihat kesal ataupun cemburu di depan Riko.


"Bagus dong kalau misalnya kak Rani sebaik itu dengan kak Riko, aku berharap kak Rani selalu mempertahankan kesabarannya menghadapi kak Riko." ketus Citra lalu beranjak meninggalkan Riko.


Riko tidak menerima perkataan Citra, dia masih ingin membalas Citra, tapi Citra sudah meninggalkannya. Riko sangat kesal, kemudian Riko mengambil apapun di atas meja lalu melemparkannya ke arah Citra.


Benda yang di lemparkan Citra hanya melayang di atas kepala Citra dan melewati Citra.


Praaakkkk.


Citra terkejut saat benda itu terjatuh tepat di depannya, dan semakin terkejut karna benda yang di lempar Riko adalah ponsel Citra.


Riko menyadari apa yang dia lemparkan ke Citra dan terkejut mulutnya menganga saat melihat ponsel Citra sedah hancur di depan Citra.


Citra berbalik menatap Riko dengan tatapan membunuh, Citra sangat kesal dengan kelakuan Riko. Dengan kesal Citra meninggalkan Riko menuju kamarnya lalu mengunci kamarmya.


Riko yang sangat menyesal dengan perbuatannya segera menghampiri ponsel Citra yang sudah pecah. Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna khawatir kalau Citra akan semakin marah dan tidak akan memaafkannya.


"Aduhh, ini gimana cara minta maafnya." gumam Riko pusing.


"Lo bodoh banget soh Rik. kenapa lo tiba-tiba mengambil ponsel Citra dan melemparnya." gerutu Riko bingung.


Di perjalanan Riko kembali. mengingat wajah kesal Citra dan tatapan membunuh Citra.


"Bakalan terjadi perang dunia ketiga deh." gerutu Riko khawatir.


Skipp..


Riko keluar dari tempat service ponsel dengan raut wajah kecewa dan semakin pusing.


Riko mengingat kembali perkataan tukang service.


"Wahh, mending mas beli ponsel baru aja, soalnya ponsel ini sudah tidak bisa di perbaiki lagi karna ini ponsel lama mas, alat dan peralatannnya sudah sangat susah di dapatkan. kata tukang service.

__ADS_1


Dengan langkah yang berat Riko kembali masuk ke mobilnya lalu melajukannya menuju rumahnya.


Skipp..


Citra berbaring di tempat tidurnya dengan susasana hati yang sedang kesal, karna ponselnya sudah rusak karna ulah Riko,


"Salah aku sama dia apa sih. Kenapa dia kayak gitu.. ihh dasar nyebelin, nyebelin, nyebelinnnnnnnnnnn..." gerutu Citra kesal.


Tiba-tiba Riko yang sudah tiba menuju kamar Citra dan mengetuk pintu kamar Citra berniat untuk minta maaf.


"Cit,, kamu di dalam kan,,," ucap Riko pelan.


Citra mendengar perkataan Riko, tapi dia tidak menghiraukannya.


"Tadi aku udah ke tukang service untuk memoerbaiki ponsel kamu, tapi karna ponsel kamu yang sudah jadul jadi susah untuk di perbaiki. lagian kamu juga punya ponsel udah jadul banget liat kan jd ngga bisa di service, katanya peralatannya sudah ngga ada lagi.." ucap Riko santai.


Ocehan Riko yang sangat natural bukannya membuat Citra tenang malah semakin kesal.


Riko terus masih mengoceh di depan kamar Citra tanpa rasa bersalah terus mengata-ngatai ponsel Citra yang jadul.


Riko tersenyum canggung saat Citra membuka pintu kamarnya, dia fikir bujukannya berhasil dan Citra tidak marah lagi.


Citra menatap Riko sinis lalu melirik ponselnya yang rusak di tangan Riko.


Citra kemudian menarik ponselnya dari tangan Riko dengan kasal lalu kembali menutup pintu dengan keras membuat Riko terkejut.


"Dia masih marah." gumam Riko bingung.


Riko kemudian menyadari perkataannya tadi dan tidak percaya dengan perkataannya sendiri dia lalu menepuk-nepuk bibirnya yang salah ucap lalu berjalan menuju kamarnya.


Dia sudah pasrah apapun yang akan Citra perbuat untuk dirinya.


******

__ADS_1


Mohon dukungannya yah Readers, dengan meninggalkan Like, Coment, dan Vote. Terima kasih.


__ADS_2