Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
462


__ADS_3

Disebuah kampung sepasang kekasih baru saja sampai membawa 2 prajuritnya.


Keduanya terlihat kelelahan membawa diri dan barang2 berharga mereka.


" Alhamdulillah akhirnya sampai juga " ucap Histi duduk lesehan didepan rumah.


" Kotor Yank " Tegur Serkan.


" Cape Yank,Kaki aku rasanya udah mau ldran " Balas Histi tetap mengalar ditanah seraya membuka ikatan gendongan sang putra.


Sutar terbangun dan terlihat kebingungan melihat atap rumah sudah berbeda.


" Eh anak Mama udah bangun,welcome to home " Ucap Histi tersenyum cerah.


Sutar ikut tersenyum menampilkan gusinya yang belum ditumbuhi gigi.


" Cape ya Nak ?" Tanya Histi menyentuh wajah putranya lembut.


" Ayo masuk dulu " Ajak Serkan seraya menggendong Sania yang masih tertidur didekapannya.


" Anak orang gak dibalikin dulu Yank ?" tanya Histi polos.


" Nanti aja,Sania cape banget kayaknya " Jawab Serkan tenang.


" Hm ya udah,aku juga pengen rebahan " Kata Histi bangun lagi.


Serkan mengangguk,mereka pun masuk kerumah mengucapkan salam.


Tak ada sambutan seperti biasanya karna kondisi kampung sedang sepi,biasanya para petani masih berada disawah mencari nafkah.


Serkan membaringkan Sania dengan hati2 dikasur mereka,bocah itu tidur diperjalanan setelah memuntahkan makanannya.


" Mau kemana ?" tanya Histi melihat Serkan keluar.


" Mau mandi,bau keringat " Jawab Serkan membuka kemeja yang ia pakai.


" Nanti Yank masih panas " Kata Histi menggeleng.


" Iya aku mau santai dulu buka pintu belakang " Balas Serkan tersenyum.


Histi mengangguk,perempuan itu kembali berbaring menyusui anaknya yang sudah lapar.


Rumah mereka masih seperti semula,tak ada yang berubah maupun berkurang karna memang tak ada barang berharga disana.


Serkan duduk ditengah pintu dengan sebatang rokok.


Lelaki itu merasa sakit disekujur tubuh bagaimana tidak,Serkan harus menggendong Sania dan membawa barang2 mereka yang tidak sedikit.


Dengan santai Serkan menyesap rokoknya dengan tenang.


Suasana kampung kembali ia rasakan,Serkan benar2 merasa sedang pulang kampung,udara dikota dan disana sangatlah berbeda.


Ia merasa nyaman tinggal dikampung tapi ia tak mau menetap selamanya disana karna masih ada orang tua yang harus ia perhatikan dikota.


Tak lama mobil pembawa barang2 dari kota sampai,Serkan kembali sibuk membantu supir mengeluarkan semua barang.


Histi diam memperhatikan sang suami yang begitu aktif.


Sutar sudah Histi letakkan disamping Sania,bocah kecil itu juga tertidur lelap dengan perut kenyang.


Setelah semua selesai,Histi beriinisiatif membuatkan makan sore seadanya.


Wanita itu memasak mie dan telur sebagai menu andalan karna belum ada bahan lain.


" Makan dulu Yank " Tegur Histi kepada Serkan yang menyiapkan air di bak.


" Udah selesai ?" tanya Serkan mendongak.


" Hm,ayo sini " Ajak Histi tersenyum.


Serkan mengangguk dan mendekati istrinya.

__ADS_1


" Ayo duduk sini biar Ibu suapin " kata Histi mulai mereceh.


Serkan terkekeh dan duduk lesehan didepan wanita itu.


" Baca doa dulu ya " Kata Histi berperan sebagai emak2.


" Siap Bu " jawab Serkan ikut beracting.


Histi mulai menyuap dan Serkan menganga lebar.


" Ngueeeng ngueeenggg " kata Histi menerbangkan sendok.


" Yank jangan bercanda ih,suami lapar loh " kata Serkan gemas.


" Cieee Pak suami marah " Goda Histi.


" Cepetan,ntar kualat loh " Kata Serkan mulai kesal.


" Iya2 sabar " kata Histi mengkrucut.


Serkan kembali menganga,Histi tersenyum dan menyuapkan potongan mie kedalam mulut suaminya.


" Gimana enak gak pasta buatan aku ?" tanya Histi memainkan alisnya.


" Hm lumayan " Jawab Serkan mengunyah.


" Jauh loh beli ini,harus nyebrang sungai banyak buayanya "


" Iya " Balas Serkan malas.


" Ayo makan lagi " kata Histi menyuapkan mie kedalam mulutnya sendiri.


" ishhh Yank,aku yang makan bukan kamu " Gerutu Serkan kesal.


" Aku juga lapar Yank,masa iya cuma kamu doang yang makan " Balas Histi gemas.


" Ck tadi bilangnya mau suapin aku " Gerutu Serkan merajuk.


Serkan memutar mata malas,memang istrinya sering menjahili orang bahkan berani kepada suami sendiri.


" Hoammm " Uap seseorang dari belakang.


Keduanya menoleh dan kaget melihat Sania sudah bangun dengan wajah sembab.


" Loh udah bangun ?" tanya Serkan.


" Hm,kapan sampenya Om ?" tanya Sania mendekat.


" Udah dari tadi " Jawab Histi.


" Masa sih ? kok cepet ?" Tanya Sania bingung.


" What ?? cepet kamu bilang ?" Kata Histi terbelalak.


" Iya Te,padahal aku baru tidur 5 menit " Jawab Sania memasang wajah super lugu.


Histi menganga begitupun Serkan,bocah itu sangat santai mengucapkan baru tidur 5 menit sedangkan mereka berdua hampir mati kelelahan diperjalanan.


" Sabar Yank " kata Serkan menahan Histi yang akan mengamuk.


" Tahan aku Yank " kata Histi pura2 bangun.


Sania mundur bersembunyi dibalik pintu dapur.


Serkan terkekeh,kedua wanita itu sangat kocak jika sedang tak akur apalagi Sania sering memancing darah tinggi Histi yang mudah meroket.


" Ampun Te " kata Sania takut.


" Udah gak papa,ayo sini kita makan dulu " Ajak Serkan melerai.


" Nanti Tante labrak aku Om " kata Sania ngeri.

__ADS_1


" Gak,udah Om jinakin " Kata Serkan tersenyum.


" Emang aku ikan apa main jinak2 " kata Histi tak terima.


" Saha iyeee ?" Tanya Serkan memegang kepala Histi.


" Yankkkkkk " Pekik Histi kesal.


" Hahahahha " Serkan langsung tertawa ngakak.


Histi mendepak tangan lelaki itu dan langsung bersedekap dada.


" Ihhh gemesin banget sih istli ku ini " kata Serkan mencubit gemas pipi Histi.


" Gak usah pegang2,bayar !" Kata Histi ketus.


" Iya nanti aku bayar kontan !" Balas Serkan mengusel kepalanya.


" Ihh Sana " usir Histi mendorong kepala Serkan.


Sania menjadi penonton,bukan sekali dua kali bocah itu melihat adegan lebay didepan matanya saat ini.


" Dah ah malu diliatin Sania ntar dia merengek minta kawin sama emaknya " kata Histi bersikap biasa.


" Haha iya " kata Serkan kembali tertawa.


Sania melihat kondisi sudah aman langsung mendekat dan bersiap menerima suapan dari Histi.


Serkan dan Bocah itu pun bergantian mendapat jatah dari piring berisi 2 bungkus mie goreng tersebut.


Menjelang sore,Sania berpamitan pulang.


Berlama2 dirumah Histi membuat bocah itu dewasa sebelum waktunya,kadang Serkan juga ngeri2 sedap membiarkan Sania berteman dengan istri sengkleknya karna Histi tak pandang bulu jika sudah bertingkah.


" Sepi ya gak ada Sania " Kata Serkan berbaring dipaha Histi seraya menatap Sutar yang bermain sendiri dikarpet.


" Hm,kayaknya Sutar nurunin kamu deh Yank " Kata Histi lesu.


" Masa sih ?" tanya Serkan mengernyit.


" Hm,lihat aja tuh,dia nangis pas laper sama pup doang " Jawab Histi heran.


" Hehe diam2 kencing dicelana ya ?" Kata Serkan terkekeh.


" Iya diem2 eh celananya dah basah aja " Balas Histi terkekeh.


Keduanya saling tertawa,Sutar memang tak banyak tingkah,bocah itu terbilang kalem dan irit menangis.


" Kalo dia mirip kamu terus yang mirip aku siapa ?" tanya Histi lesu.


" Gimana kalo kita bikin satu lagi,siapa tau yang ini mirip kamu ?" Tawar Serkan mendongak.


" Bikin lagi ?" Ulang Histi belum ngeh.


" Iya,mumpung Sutar lagi adem ayem Yank " Jawab Serkan meraba paha perempuan itu.


Deg...


Histi langsung terkonek dengan mata terbelakak.


" Sutarrr menangislah yang kencang tolong Mama Nakkkkk " Pekik Histi langsung mundur.


Pletakjjj....


Kepala Serkan menghantam lantai belum siap dengan gerakan cepat wanita itu.


" Aduhhhhh " Ringis Serkan mengusap kepalanya.


" Oekkkk oekkkkkk " Sutar pun berteriak menangis melihat sang Papa teraniaya.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2