Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Lima Enam "TSJC"


__ADS_3

Setelah kejadian itu Riko sempat menentang perkataan papanya, Riko mogok kerja selama 3 hari, Riko tidak melakukan apa-apa. Tapi karena saran mamanya yang menasehatinya agar melalukan apa yang papanya minta, agar dia bisa segera bertemu dengan Citra. Rikopun pasrah untuk mengerjakan semua perkataan papanya.


Riko kembali bekerja dan sangat fokus bekerja sampai dia lupa untuk istirahat, dia juga kembali kuliah. disaat dia memiliki waktu kosong, dia gunakan untuk ke kampus, untuk konsultasi dengan dosen pembimbingnya agar dia segera wisuda.


Sementara Citra juga sama dengan Riko, dia sempat mogok dan memilih mengurung diri di kamar, tapi karna mamanya memberinya nasehat, akhirnya dia pun luluh, dan melakukan aktifitasnya, dia masih tetap berkuliah seperti biasanya dengan kuliah online.


Mereka berdua tidak di perbolehkan untuk berkomunikasi, Citra menuruti, dia hanya memberi kabar kepada teman-temannya.


Indah sangat khawatir dengan keadaan Citra sekarang, karna Citra menceritakan semuanya kepada Indah.


Di kampus Indah duduk termenung di kursi perpustakaan, dia tidak fokus mengerjakan tugas yang ada di depannya, karna terus memikirkan Citra.


Di saat dia sedang termenung, tiba-tiba Mita mengejutkannya, Indah tersadar dari lamunannya dan menatap Mita.


"Kamu lagi mikirin apaan sih?" tanya Mita penasaran.


"Bukan apa-apa kok." ucap Indah mencoba terlihat baik-baik saja agar Mita tidak curiga.


"Ehh,, sebenarnya Citra lagi ada masalah apa sih,, dia kok ngga ngomong, kamu tau masalahnya apaan, tiba-tiba dia balik ke Bandung, dan udah hampir seminggu ngga kuliah, aku rasa dia ada masalah deh, iya kan." ucap Mita penasaran sambil meminta persetujuan Indah dan Indah hanya menggeleng tidak tau.


Mita semakin curiga dengan Indah, karna dia tau pasti Indah mengetahui sesuatu tentang Citra, tapi dia sembunyikan, karena diantara mereka bertiga Indah paling dekat dengan Indah.


"Ndah, kamu lagi ngga nyembunyiin sesuatu kan?" tanya Mita curiga.


"Siapa juga yang nyembunyiin sesuatu, kamu kan denger sendiri penjelasan Citra di grup, kalau dia ada urusan pribadi yang mendesak di Bandung." ucap Indah berbohong.


Mita pura-pura percaya dengan perkataan Indah, karna dia ingin mencari tau sendiri.


Disisi lain, Romi menatap Riko yang sangat fokus bekerja, selama beberapa hari ini di melihat Riko mogok berbicara, dia hanya berbicara dengan Romi jika ada hal pemting saja.


"Ada apa dengannya?" gumam Romi sambil terus menatap Riko.


Tidak lama kemudian Riko pun keluar dari ruangannya, Romi langsung mendekatinya.


"Rik, lo mau kemana?" tanya Romi.


"Kampus, lo ngga usah ikutin gue." ketus Riko membuat Romi berhenti mengikuti Riko.

__ADS_1


Romi menatap punggung Riko yang sudah keluar dari kantor, Romi merasa khawatir dengan Riko karna dia terlihat sangat kurus belakangan ini, setiap Romi ajak makan, Riko selalu menolak dengan alasan kerjaan.


Riko memang sedang mengerjakan proyek besar dengan investor besar dari luar negeri.


Tapi dia tidak harus mengorbankan dirinya seperti itu. Pikir Romi.


Next.


Riko tiba di kampus, setelah memarkirkan mobilnya lalu berjalan menuju gedung fakultasnya, Riko masuk ke dalam ruangan pak Heri.


Setelah beberapa menit di dalam ruangan pak Heri, Riko berpamitan dengan pak Heri kemudian meninggalkan Ruangan itu.


Di depan gedung, Riko tidak sengaja bertemu dengan Luna. Riko menyapa Luna sebentar setelah itu dia berlalu meninggalkan Luna. tiba-tiba..


bukkk


Riko terjatuh, Luna mendengar suara orang terjatuh, Luna kemudian berbalik dan melihat Riko sudah berjongkok.


Luna menghampiri Riko dan menatap wajah Riko yang sangat pucat, karna memang dia kurang istirahat semenjak dia berpisah dari Citra.


"Lo ngga lagi baik-baik Rik, sekarang lo ikut gue ke ruang perawatan." ucap Luna lalu membantu Riko berjalan menuju ruang perawatan.


Setelah tiba di ruang perawatan, Luna membaringkan Riko di kasur.


"Sekarang lo istirahat dulu disini, muka lo pucat banget, lo ngga tidur yah?" ucap Luna khawatir tapi Riko tidak menjawab pertanyaan Luna, dia hanya memejamkan matanya.


Luna menatap kesal Riko yang tidak meresponnya, Luna membuang nafasnya kasar lalu meninggalkan Riko.


"Susah ngomong dengan manusia es, di tanya pun percuma." gerutu Luna lalu duduk di mejanya sambil menatap Riko yang sudah menutup matanya dengan lengannya.


Air mata Riko mengalir disaat dia sedang menutup matanya, dia merindukan istrinya, baru saja dia menyadari perasaannya, dia langsung dipisahkan.


Tidak lama kemudian Indah pun masuk ke dalam ruang perawatan dan menghampiri Luna yang sedang duduk dimeja jaganya.


"Hei Ndah,, kamu tumben kesini?" tanya Luna ramah kepada Indah.


"Iya kak, kepala aku sedikit pusing, dan aku ingin beristirahat sebentar disini." ucap Indah lalu menuju tempat tidur.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat Citra, dia kemana, apa dia berhenti kuliah?" tanya Luna tiba-tiba karna memang biasanya dia selalu melihat Citra bersama Indah.


"Ah,, Citra lagi ada urusan pribadi di Bandung kak, dia ngga berhenti kuliah kok, dia tetap kuliah tapi melalui on line." jawab Indah berbalik menatap Luna.


"Emangnya urusannya sepenting itu yah, sampai-sampai dia ngga bisa kuliah tatap muka?" tanya Luna lagi.


Riko yang mendengar percakapan mereka dari tadi, kemudian merasa penasaran Citra siapa yang sedang mereka bicarakan itu, apakah mungkin istrinya.


"Kalau masalah itu aku kurang yakin kak, karna Citra hanya memberitahu itu saja." ucap Indah berbohong lagi lalu kemudian berbaring tidak jauh dari Riko.


Riko yang dari tadi penasaran dengan Citra yang mereka maksud, kemudian menghampiri Indah yang sedang berbaring.


"Kamu temannya Citra?" tanya Riko tiba-tiba membuat Indah terkejut dengan suara Riko karna tadi dia mencoba memenjamkan matanya.


Indah hanya mengangguk menjawab pertanyaan Riko.


"Apa Citra yang kamu maksud adalah Citra Lestari?" tanya Riko lagi meyakinkan dugaannya dan Indah kembali mengangguk.


Riko langsung memegang kedua pundak Indah menatap Indah serius, Indah terkejut dengan perlakuan Riko, Luna yang memperhatikan mereka juga bingung dengan tingkah Riko.


"Bagaimana keadaan Citra, apa dia baik-baik saja?" tanya Riko serius.


Indah merasa tidak nyaman dengan posisi mereka yang saling berhadapan.


"Lepaskan aku kak sakit." keluh Indah, karna memang Riko mencengkram pundak Indah sangat kuat.


Riko melepaskan cengkaramnnya, kemudian dia duduk di pinggir ranjang dan kembali memikirkan Citra, Indah pun duduk dan kembali bertanya kepada Riko.


"Kak Riko kenal sama Citra." tanya Indah penasaran.


Luna yang melihat mereka berdua sedang serius, dia kemudian meninggalkan ruangan itu karna dia tidak ingin tau urusan mereka, menurutnya itu hal yang hanya mereka saja yang perlu tau.


Riko masih menunduk frustasi, dia kemudian mengangguk menjawab pertanyaan Indah.


"Dia istri aku." ucap Riko lirih, seketika Indah terkejut, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Jadi, suami yang selama ini dia sembunyikan dari aku adalah orang ini." batin Indah menatap Riko dengan tatapan belum sepenuhnya percaya.

__ADS_1


__ADS_2