Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
150


__ADS_3

Pagi harinya,Serkan datang kerumah sakit.


aat membuka pintu ruangan lelaki itu dibuat kaget oleh seorang gadis yang sedang makan dimeja kerjanya.


" Histi !" Pekik Serkan syok.


Histi berbalik badan dan tersenyum kepada lelaki itu.


" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Serkan bingung.


Lelaki itu menutup pintu ruangan dan berjalan mendekat menaruh tas kerjanya dimeja.


" Baru sampe ?" tanya Histi basa basi.


" Hm " Jawab Serkan mengangguk.


" Kenapa ada disini ?" Tanya Serkan lagi.


" Lagi pengen aja " Jawab Histi sambil menggigit paha ayamnya.


Serkan menelan ludah kasar melihat gigi tajam gadis itu menkoyak2 makanan.


" Kamu gak boleh sering2 kesini " kata Serkan duduk didepan Histi.


" Kenapa ?" tanya Histi memasang tampang polos.


" Ya ini kan ruangan khusus Dokter gak boleh sembarang masuk kesini " Jawab Serkan.


" Tapi ini rumah sakit Eyang ku,jadi aku bebas berkeliling kemana pun aku mau " Balas Histi santai.


" Ya emang,tapi kamu harus menghargai privasi orang " Balas Serkan lagi.


" Oh jadi kamu keberatan aku kesini ?" tanya Histi sengit.


Deg...


Serkan terdiam melihat gadis itu mengacungkan paha ayamnya ke udara.


" Ya gak gitu juga,kalo mau ketemu aku kan kamu bisa telfon dulu " Kata Serkan ngeri.


" Cih seribu panggilan juga gak bakal dijawab !" kata Histi menghempas ayamnya kesal.


Serkan dibuat takut oleh sikap bar2 Histi.


" Emang kamu nelfon aku ?" tanya Serkan polos.


" Yaiyalah kalo kamu angkat aku gak mungkin ada disini !" jawab Histi ketus.


" Kapan ?" tanya Serkan.


" Coba lihat Hp kamu " Kata Histi ketus.


Serkan mengeluarkan hapenya dan memberi benda itu kepada Histi.


Gadis itu menerima dengan senang hati dan langsung berselancar.


Histi membuka riwayat panggilan dan menunjukkan kepada Serkan,lelaki itu diam karna memang Histi menghubungi dirinya.


Serkan mulai membuka laptop dan alat tulis.


Histi masih berselancar membuka pesan lelaki itu.


" Ini siapa ?" tanya Histi kaget melihat nomor asing dihape kekasihnya.


" Ada apa ?" tanya Serkan mendongak.


" Kamu selingkuh ?" tanya Histi melotot kepada pria itu.


" Hah enggak " Jawab Serkan kaget.


" ini apa ?" tanya Histi menunjukkan pesan singkat tersebut.


" Oh ini Sifa " Kata Serkan terkekeh.


" Sifa ? siapa ?" tanya Histi kembali melotot.


" Gadis semalam " Jawab Serkan tenang.


" Apa ! gadis bercadar itu ?" Teriak Histi syok.


" Shuttt diem napa,malu didengar orang " kata Serkan menahan bibir gadis itu.

__ADS_1


Histi menepak tangan Serkan dan menaruh kesal hape lelaki itu dimeja.


" Sabar,aku jelaskan " kata Serkan menghela nafas.


" Iya jelasin sekarang !" Pinta Histi kesal.


Serkan mengambil hapenya dan menaruh dilaci takut2 gadis itu melempar hapenya kelantai nanti.


" Dia temen aku kecil " Ucap Serkan tenang.


" Temen ?" tanya Histi mengernyit.


" Ya,sebenarnya tidak juga,kami hanya satu sekolah,dulu dia pernah nolong aku waktu ketahuan bolos " Jawab Serkan tersenyum.


" bolos ? kamu pernah bolos sekolah ?" tanya Histi syok.


" Ya " jawab Serkan jujur.


" Kenapa ?" tanya Histi kepo.


" Malas belajar " jawab Serkan.


" Kok bisa ?"


" Ya bisa aja namanya juga anak2 " Jawab Serkan gemas.


" Dia gadis pendiam,dulu dia gak pake cadar cuma berhijab aja " kata Serkan mengingat.


Histi diam mendengarkan.


" Sekarang ketemu dia lagi aku merasa sungguh terkejut ternyata gadis itu yang Mama jo..." Ucap Serkan hampir kecoplosan.


" Jo apa ?" tanya Histi mengernyit.


" Hm bukan apa2 " jawab Serkan seketika gugup.


" Kamu suka sama dia ?" tanya Histi nanar.


" Gak " Jawab Serkan.


" Jujur !" Kata Histi memaksa.


" Aku udah jujur " Jawab Serkan bingung.


" Gak ada sayang,aku kan baru ketemu dia " Jawab Serkan heran.


" Ihhh tuh kan kamu suka sama dia,kamu mah gak setia !" kata Histi merajuk.


" Kamu apaan sih " kata Serkan bingung.


" ck udahlah,mending aku pulang aja " Kata Histi mengambil tasnya cepat.


Gadis itu bergegas pulang,Serkan hanya diam melihat wajah gadis itu suntuk akut.


Saat Histi di ambang pintu gadis itu menoleh,Serkan masih diam melihat apa yang akan Histi lakukan.


" Ihhh bahkan dia nahan aja ngak !" gerutu Histi kesal.


Gadis itu pun membuka pintu,saat Histi akan keluar Serkan memanggilnya.


" Apa !" kata Histi ketus.


" Taperware Mama kamu gak dibawa pulang ?" Tanya Serkan mengulum senyum.


Histi melihat kotak makannya dimeja dan membulatkan mata.


" Gawat,bisa diusir aku kalo itu sampe hilang " Gumam Histi menelan ludah kasar.


Gadis itu pun mendekat dan mengambil cepat kotak biru itu dengan wajah mencetut.


Serkan menahan tawanya dengan susah payah.


Histi terlihat sangat cemburuan membuat tampilan wajahnya begitu menggemaskan.


" Hari ini dia ngajakin aku dengar ceramah,mau ikut gak ?" Tanya Serkan menggoda.


Hidung Histi kembang kempis mendengar ajakan pria itu yang membawa orang lain.


" Hm ya udah kalo gak mau,aku pergi berdua aja sama dia " Kata Serkan memasang wajah datar.


Brakkkkkk....

__ADS_1


Meja lelaki itu digeprek kuat oleh Histi membuat pena lelaki itu kaget dan mengguling kebawah.


Serkan pun ikut terkejut dengan gebrakan Histi yang sangat marah terlihat dari kilatan matanya.


" Berdua !" kata Histi dengan dada naik turun.


Serkan mengangguk lemah.


" Cih,dasar bajingan !" Umpat Histi geram


" Ehhh " Pekik Serkan terkejut mendengar umpatan gadis itu.


" Pergi aja sama dia,awas kamu hubungin aku lagi !" Ancam Histi.


" Iya " Jawab Serkan mengangguk.


Histi menarik nafas berusaha sabar meski tangannya sudah bergetar ingin menghajar lelaki itu saat ini.


" Cih " Decih Histi langsung berjalan cepat keluar membawa serta benda keramat ibunya.


Brakkkkkkkkk....


Pintu ruangan tertutup rapat meski engsel pintu hampir terlepas saking kuatnya Histi membanting.


" Hahahahahahaha " Serkan tertawa ngakak menahan perutnya.


Pria itu sangat puas membuat Histi kebakaran jenggot.


" Dia lucu banget sih marah2 gitu " Gumam Serkan disela tawanya.


mood Serkan yang pagi tadi sedikit berantakan karna memikirkan Alexi kini perlahan mulai baikan dengan sikap overthingking kekasihnya.


" Emang dia doang yang bisa jahil " Gumam Serkan terkekeh.


Pria itu pun mulai bekerja dengan senyum merekah meski tau saat ini Histi sedang marah kepadanya.


Dikoridor gadis itu berjalan secepat kilat,tatapannya fokus kedepan jika bisa Histi menggunakan pintu doraemon agar cepat sampai rumah.


" Udah selesai Non ?" tanya Supir pribadi Histi melihat nonanya keluar dari rumah sakit.


" Hm,pulang Pak !" kata Histi ketus.


Supir mengangguk cepat tanpa mau bicara lagi karna pria itu tau sang Nona sedang murka.


Sesampainya dirumah terlihat Bara dan Zaiva sedang bermain sepeda mengelilingi rumah.


Histi melihat keduanya dengan wajah kesal.


" ihhh gak tau apa anaknya lagi galau,mereka malah enak2nya pacaran pagi2 buta !" Gerutu Histi kesal.


Gadis itu menghentak kaki kesal dan masuk kedalam rumah.


Dari kejauhan Bara melihat putrinya mendumel sendiri.


" Histi kenapa Yank ?" tanya Bara kepada Zaiva.


" Hah gak tau,dia udah pulang ?" tanya Zaiva.


" Udah,tuh pulang2 kek tapai aja wajahnya " jawab Bara heran.


" Lagi berantem kali sama Serkan " tebak Zaiva santai.


" Pasti Serkan yang kalah dan Histi yang marah2 " Tebak Bara pelan.


" Kenapa bisa gitu ?" tanya Zaiva kedengeran.


" Ya bisa aja,kan nurun emaknya " Jawab Bara terkekeh.


" Apa !" pekik Zaiva menabok punggung Bara.


" Ee eeehhhee gubraakkkkkkkkkk...." Pasangan itu pun menabrak pohon2 rimbun yang menjadi pagar jalan rumahnya.


" Aduuhhhh " Ringis Zaiva mengusap bokongnya yang terasa sakit.


" Kamu sih,jadi jatuh kan kita " Tuduh Bara kesal.


" Ihh kamu yang salah,kan kamu yang gonceng " Marah Zaiva.


" Kita gak bakalan jatuh kalo kamu gak gerak2 " kesal Bara.


Kedua pasangan itu pun berdebat panjang tanpa mau bangkit dari jatuhnya.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys mana nih dukungan kalian,minta Vote,like,coment dong biar author menang update tim.🤧


__ADS_2