
Malam terasa dingin setelah turunnya hujan yg sangat deras di sore hari.
Seorang wanita duduk termenung ditengah sepinya.
Sebuah tangan mendarat dibahu wanita itu membuatnya harus membalik badan.
" Hay " Sapa seorang wanita dengan topi dikepala.
Yg disapa tersenyum kecil dan kembali duduk dengan tenang.
" Kenapa sendirian ?" tanya wanita bertopi itu lembut.
" Gak papa " Jawab Leni tenang.
" Kau ada masalah ?" Tanya Santa menebak.
" Hm sedikit " Jawab Leni jujur.
" Dengan suami berburung itu ?" tanya Santa mengolok.
Leni terkekeh pelan lebih tepatnya tersenyum miris.
" Aku dengar mertua mu pulang kampung " Ucap Santa mengambil es Leni dan menyeruputnya tanpa ragu.
" Ya,dengan cucunya " Jawab Leni lesu.
" Kau sudah punya anak ?" tanya Santa hampir menyembur.
" Bukan anak ku " Jawab Leni.
" Lalu anak siapa ?" tanya Santa mengernyit.
Leni menghela nafas dan kembali lesu.
Dari kejauhan terlihat seorang pria yg Leni kenal celingak celinguk didepan pintu masuk.
Wanita itu langsung bangun dan melambaikan tangan.
Si pria yg peka akan kodean mengangkat sebelah tangannya dan dibalas lambaian tangan dari sang wanita.
Keduanya pun bertemu,Santa yg melihat lelaki asing memulatkan matanya kaget.
" Apa wajah suami mu sudah berubah ?" Tanya Santa polos.
Leni menginjak kaki wanita tomboi itu kesal.
Restu yg berada didepan mereka mengernyit bingung apalagi Santa berpakaian seperti lelaki macho.
" Dia ini perempuan apa laki2 ?" Batin Restu menerka.
" Hm bisa tinggalkan aku dengannya ?" tanya Leni melihat sang mantan pacar.
" Dengan pria asing ini ? oh ayolah Len,yg benar saja aku membiarkan kamu sendirian " Kata Santa mengusap pipi Leni.
Leni langsung menepak tangan Santa dengan cepat apalagi raut wajah Restu berubah total.
" Uhh baiklah aku akan pergi " Kata Santa merajuk.
" Hm pergilah nanti aku menyusul " Balas Leni tak enak.
Wanita tomboi itu memperhatikan Restu dari ujung kaki hingga kepala,tak ada yg menarik,lelaki didepannya bukan seperti pria banyak uang pikir Santa.
Beberapa saat kemudian,Leni dan Restu duduk berhadapan.
Keduanya sama2 diam memperhatikan satu sama lain.
" Hm kau yg menghubungi ku ?" tanya Restu membuka suara.
__ADS_1
" Ya " Jawab Leni menyeruput es jeruknya.
" Ada urusan apa ya ?" Tanya Restu sopan.
" Kau mengenali ku ?" Tanya Leni bersedekap dada.
Restu diam sejenak hingga kepalanya mengangguk,lelaki itu pernah melihat Leni sebelumnya diacara pernikahan.
" Bagus lah jika kau mengenali ku " Kata Leni tenang.
Hening....
Keduanya kembali diam dengan isi kepala masing2.
" Aku turut berduka dengan kejadian yg menimpa keluarga kalian " Kata Leni pelan.
" Iya terima kasih " Jawab Restu.
" Kau tau sesuatu tentang anak mu ?" tanya Leni lagi.
" Maksud mu ?" Tanya Restu bingung.
" Mm ya maksud ku tentang Nur ?"
Restu diam melihat raut wajah mantan bosnya yg menyimpan banyak misteri.
" Aku ingin bertanya apa anak itu benar darah daging kmu ?" Tanya Leni tak tahan.
Deg...
Restu tersentak dengan pertanyaan wanita didepannya.
" Menurut mu ?" tanya Restu balik.
" Aku tidak mau main tebak2an,aku butuh kepastian karna ini juga menyangkut pernikahan kami " Jawab Leni tegas.
" Kau tidak lihat ? anak mu wara wiri dipernikahan kami bahkan sekarang dia ber...." Ucal Leni menggantung.
" Ber apa ?" tanya Restu penasaran.
" Dia berada dirumah Samuel " Jawab Leni menghela nafas.
Restu terdiam,pria tersebut tak begitu terkejut karna Restu tau Samuel anak Rafael.
" Lalu ?" tanya Restu tenang.
" Kau tidak keberatan ?" tanya Leni kaget.
" Aku sudah tau " Jawab Restu santai.
Leni melongo,wanita itu kira Restu akan sangat terkejut mengetahui fakta yg membuat kepalanya hampir pecah.
" Suami dan Mertua mu menjaga anak kami dengan baik jadi tak ada yg perlu dikhawatirkan " kata Restu tenang.
" ya anak mu memanglah selamat tapi tidak dengan kita " kata Leni terkekeh.
" Maksud mu ?" Tanya Restu tersentak.
" Ya,aku tidak tau apa yg direncakan mertua ku,tapi aku rasa kemungkinan mereka ingin anaknya kembali kepada istri mu " Jawab Leni.
" Apa !" Pekik Restu terbelakak.
" Ya begitulah yg aku duga,makanya aku ingin bertemu dengan mu membahas ini " Kata Leni berdecak gemas.
Restu masih diam dengan keterkejutannya.
" Apa kau bersedia jika itu terjadi ?" Tanya Leni memancing.
__ADS_1
" mereka tidak berhak untuk itu !" Jawab Restu geram.
" Ya memang,tapi kau tau sendiri bagaimana mereka memblock anak mu " Balas Leni tajam.
" Lalu apa yg harus aku lakukan ?" Tanya Restu mencoba tetap tenang.
" Ya lepaskan saja,aku rasa keduanya juga saling mencintai " Jawab Leni enteng.
" Hei kau gila apa !" Kata Restu kesal.
" Lalu kita harus bagaimana ? aku hampir gila memikirkan semua ini " Kata Leni emosi.
" Dekati terus suami mu " Ucap Restu tiba2.
" Aku seperti ****** yg membutuhkan uang saja jika dekat dengannya tapi sial itu tidak mempan !" Kata Leni geram.
" Apa dia begitu menutup hati ?" Tanya Restu ingin tertawa.
" Ya begitulah,hati Samuel seperti batu akik " Jawab Leni.
" hahahahaa " Restu tertawa ngakak.
Wanita didepannya terlihat sangat luci apalagi mengatai Samuel yg bukan2.
" Tapi sekeras2nya batu akik ada kalanya dia rapuh,kau harus bekerja keras untuk itu " kata Restu kembali serius.
" Sulit,coba saja kau satu rumah dan satu ranjang dengannya " Kata Leni bersedekap dada.
" Heh untuk apa aku normal tidak menyukai batang !" Balas Restu merinding.
Keduanya diam sejenak.
" Sudahlah,jangan dipusingkan aku dan istri ku baik2 saja saat ini " Kata Restu tenang.
" Ya jaga saja istri mu itu jangan sampai memberi celah untuk Samuel " Pinta Leni.
Restu mengangguk setuju,keduanya pun berpisah disana.
Ditempat lain,seorang wanita tertawa ngakak melihat tingkah anak sahabatnya.
" Aku rasa Sutar menyukai gadis itu " Ucap Winda berbisik kepada Salsa.
" Haha dia masih anak2 Win " Kata Salsa berpikir positif.
" Ya sih cuma aku lihatnya beda gitu loh,Sutar manja banget padahal kan mereka jarang ketemu terus Mba histi juga sayang banget kayaknya " balas Winda lagi.
Salsa diam saja,kedua perempuan itu melihat keakraban keluarga kecil Histi dengan gadis yg berasal dari kampung plosok tempat Serkan kerja dulu.
" Te kenapa mereka lihat aku begitu ," Bisik gadis dengan kemeja lusuh kepada Histi..
Histi melihat kesamping dan mendapati ipar nya sedang memperhatikan mereka.
" Gak papa,kamu cantik makanya mereka liatin karna iri " jawab Histi santai.
" Hehe gitu ya Te,tapi kulit aku kedel banget Te disini,padahal dikampung aku paling putih loh sering luluran juga pake daun herbal " kata Sania membandingkan tangannya dengan tangan Histi.
" Gak papa,di negara barat cowok ganteng sukanya sama yg burikan " Jawab Histi lagi.
" Beneran Te ?? wah kalo gitu aku laku keras dong disana " Kata Sania polos.
" Haha iya " Jawab Histi tertawa geli.
Sania terlihat girang,gadis dengan kulit coklat itu kembali semangat mengupas bawang untuk acara sedekahan Sutar besok pagi.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1