Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Empat Lima "TSJC"


__ADS_3

Next Korea


Pagi hari Riko bangun lebih awal untuk menelfon, wajah Riko terlihat sangat serius saat menelfon dengan seseorang.


Setelah menelfon Riko kemudian masuk ke dalam kamar mandi, sementara Citra juga sudah bangun, dalam keadaan terkantuk-kantuk Citra berjalan menuju kamar mandi.


Riko sudah membuka bajunya, kemudian saat dia membuka celananya Citra membuka pintu kamar mandi.


Citra yang masih setengah sadar menatap Riko yang sudah telanjang bulat, Citra sangat terkejut dan membelalakkan matanya saat menatap junior Riko.


"Aaaaaaahhhkkkkkkkkkkk." teriak Citra dan Riko histeris bersamaan.


Citra segera memalingkan badannya dari Riko sambil menutup wajahnya.


"Iiiiiihhhhhh,, kenapa kak Riko ngga kunci pintu kamar mandi." teriak Citra histeris sambil terus menutup wajahnya.


"Kamu yang salah langsung buka pintu tanpa memeriksa dulu." teriak Riko membela diri.


Riko langsung meraih handuk lalu membalutnya ke pinggangnya, dan mendekati Citra. Riko berdiri tepat di belakang Citra dan berbisik di telinga Citra.


"Kamu sengaja kan, mau melihat punyaku, hahaha" ucap Riko


"Ihhh dasar cabul.." teriak Citra, perkataan Riko membuat Citra merinding ngeri lalu berlari meninggalkan Riko sambil menutup wajahnya.


Riko masih tertawa paksa.


"Ahkk." pekik Riko lalu menahan handuknya yang hampir jatuh.


Next..


Citra sudah selesai bersiap dia kemudian berjalan ke ruang makan untuk makan, pelayan penginapan itu sudah menyiapkan makanan untuk mereka.


Pelayan itu kemudian pergi meninggalkan Citra sambil tersenyum ke arah Citra, Citra juga membalas senyuman mereka.


Citra kemudian duduk di depan meja kecil khas orang korea dan diatasnya sudah terhidang semua makanan tradisional khas korea.


Citra lalu menyantapnya tak berselera, Tidak lama kemudian Riko pun menghampiri Citra dengan canggung. Citra masih bete dengan Riko akibat kejadian tadi pagi.


Riko kemudian duduk di depan Citra sambil sesekali melirik Citra yang makan tidak berselera.


"Aku mau keluar cari makanan yang lain, kamu mau ikut." tawar Riko.


"Mau.." ucap Citra refleks dan senang.


Citra lalu kembali ke wajah juteknya saat menyadari ekspresinya yang refleks.


"Kak Riko mau makan apa?" tanya Citra jutek.


"Terserah, intinya lebih enak dari ini." ucap Riko.


"Kamu mau pergi atau tidak." tawar Riko lagi.


Citra berusaha terus mempertahankan wajah juteknya sok jual mahal.


"Mau." ketusnya.

__ADS_1


"Ya udah, kalau kamu mau ikut, kamu senyum dulu." ucap Riko sambil tersenyum ke arah Citra.


Citra menatap Riko heran.


"Senyum,, senyum." ucap Riko sambil mengarahkan Citra tersenyum dan memberikan contoh kepada Citra dengan menarik bibirnya kesamping.


Citra berusaha tersenyum canggung, terus melebarkan bibirnya dan memperlihatkan giginya.


"Itu bukan senyum, kamu hanya memperlihatkan gigi kamu yang penuh dengan rumput laut itu." ucap Riko kesal.


Citra juga mendengus kesal sambil menggosok giginya, dan memalingkan wajahnya kesal.


"Aiihh,, kalau gitu ngga jadi." ketus Riko membuat Citra langsung berbalik ke arah Riko sambil tersenyum lebar merekah terhias di bibirnya.


Riko puas melihat senyum Citra.


"Ok kita pergi sekarang." ucap Riko kemudian mereka pun pergi.


Skipp.


Setelah makan, Riko mengajak Citra berjalan-jalan.


Riko dan Citra sampai di jembatan, Riko kemudian ke pinggir jembatan lalu melihat ke bawah, Riko pun ingin menunjukkan sesuatu kepada Citra tapi Citra tidak berada di sampingnya.


Riko menatap Citra yang sedang memeperhatikan seorang anak dan ayah yang sedang berboncengan sepeda.


Riko lalu menghampiri Citra kemudian merangkulnya untuk melihat apa yang sudah dilihatnya.


"Apaan?" tanya Citra penasaran dengan yang di maksud Riko.


Citra menatap arah yang di maksud Riko.


"Tempat itu sakral,kata orang jika kamu membuang koin ke wadah itu lalu masuk, permintaan kamu akan segera terwujud." ucap Riko meyakinkan Citra.


"Benaran." ucap Citra percaya dan Riko mengangguk yakin.


Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di tempat itu.


Citra kemudian melampar koin ke wadah itu dan masuk membuat Citra senang.


Citra kemudian berdoa sambil menutup matanya.


Riko yang memperhatikan Citra berusaha menahan tawanya. Disaat Citra masih berdoa Riko kemudian menghampiri Citra dan berbisik di telinga Citra.


"Apa kamu mau tau keajaiban lainnya." ucap Riko berusaha menahan tawanya.


"Humm." gumam Citra masih fokus berdoa.


"Keajaiban itu bohong." ucap Riko lalu meninggalkan Citra.


Citra terkejut mendengar perkataan Riko, kemudian melirik kiri kanan karna dia sangat malu, kemudian mengejar Riko yang sudah meninggalkannya dan mendorongnya.


"Kak Riko apa-apaan sih, itu memalukan." ucap Citra sambil terus memukul Riko.


Riko kemudian berlari karna kesakitan akibat pukulan Citra, Dan mereka berakhir kejar-kejaran.

__ADS_1


Next..


Mereka sudah berdamai, mereka kemudian berjalan di pasar tradisional di korea sambil melihat sesuatu yang bisa di beli.


Citra kemudian melihat topi yang lucu bentuknya kelinci, Citra lalu menyuruh Riko untuk memakainya. Riko menolak untuk memakainya tapi Citra terus memaksanya.


Riko kemudian meninggalkan Citra yang terus memaksanya, Citra kemudian meletakkan topi itu lalu mengejar Riko.


Citra dan Riko terus berjalan mengelilingi pasar, Citra kemudian menatap stand penjual es cream dan Riko menyadarinya.


"Kamu mau?" tanya Riko dan Citra hanya mengangguk.


Riko menghampiri stand itu dan menanyakan harganya. Riko kemudian bertanya ke Citra rasa apa yang ingin dia makan, dan Citra menginginkan rasa Vanila. Riko kemudian meminta rasa vanila, Riko kembali mengatakan ke Citra bahwa beli es creamnya 1 aja kita bagi dua, Citra hanya mengangguk tidak sabar.


Setelah es cream berada di tangan Citra, Citra segera melahapnya.


"Suapin." ucap Riko manja lalu membuka mulutnya, Citra hanya menyodorkan es cream itu kemulut Riko.


Mereka terus berkeliling di antara stand-stand makanan, sambil terus mencicipinya, mereka hanya membeli 1 untuk mereka bagi dua.


Mereka melakukan hal itu hingga sore hari, Setelah merasa lelah mereka pun kembali ke penginapan.


Next..


Di penginapan mereka sudah siap-siap untuk tidur. Citra berbaring lebih dulu kemudian di susul Riko.


Citra menatap Riko heran yang berbaring di sampingnya sangat dekat.


"Kak Riko kok tidur di samping aku." ketus Citra.


"Emangnya aku harus tidur dimana?" ucap Riko heran.


"Maksud aku, kak Riko jangan terlalu dekat." ucap Riko lalu mendorong Riko menjauh.


Riko kembali mendekati Citra, dan Citra terus mendorong Riko menjauh, terus seperti itu membuat Citra pasrah dengan tingkah Riko.


Riko merasa puas karna sudah tidak ada perlawanan dari Citra. Mereka pun tertidur dengan posisi Citra memunggungi Riko dan Riko juga memunggungi Citra sambil menempelkan punggung Riko ke punggung Citra.


Riko kemudian menggoda Citra lagi dengan mendorong Citra dengan punggungnya, Citra yang sedang berusaha tertidur kemudian duduk dan menatap Riko sinis.


Riko tersenyum melihat melihat ekspresi jutek Citra.


"Aku minta maaf, aku ngga akan ulangin lagi, udah sekarang tidur lagi, besok aku ajak kamu ke sungai han." bujuk Riko.


Wajah Citra langsung berubah menjadi polos kemudian kembali tidur, tapi sedikit menjauhkan diri dari Riko.


Riko kembali menempelkan punggungnya ke punggung Citra, dan Citra sama sekali tidak ada respon.


"Gampang banget sih di bujuk." batin Riko.


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah tertidur lelap.


******


Jangan Lupa Like+Coment+votenya yah readers.

__ADS_1


__ADS_2