
Sesampainya dirumah,Restu disambut oleh Kakek Winda yang kebetulan ada dirumah.
" Kamu udah makan ?" tanya Rudi.
" Udah Kek tadi berenti diwarung beli gorengan " Jawab Restu tersenyum.
" Hehe iya soalnya dirumah juga gak ada makanan,Nenek sama anak istri kamu dirumahnya Romi " Ucap Rudi.
" Iya tadi Alexi ada bilang dikantor."
" Kamu ketemu dia ?" tanya Rudi kaget.
" Iya dikantornya Sam " Jawab Restu jujur.
" Oh ya udah,terus tadi Papa kamu telfon minta kalian pulang bawa Nur " Kata Rudi teringat.
" Pulang ?" tanya Restu kaget.
" Iya,Mama kamu lagi sakit terus kangen cucunya " Jawab Rudi hati2.
" Mak aku sakit ?" Ulang Restu kaget.
Rudi mengangguk pelan,sebenarnya bukan waktu yg pas memberitahu kabar buruk kepada Restu yg baru pulang bekerja dengan keadaan lelah tapi Rudi juga tak bisa menutupinya terlalu lama takut ia lupa.
" Sakitnya parah gak Kek ?" tanya Restu langsung panik.
" Hm kata Papa kamu sih sempat dibawa kerumah sakit " Jawab Rudi.
" Astaga Mak " Kata Restu mengurut kepalanya.
" Besok minta izin aja sama Samuel " Kata Rudi pelan.
" Besok gak bisa Kek,kami ada rapat dan aku harus presentasi " Balas Restu mengingat.
" Penting banget ?" tanya Rudi.
" Iya Kek,Kakeknya Samuel juga bakal datang mau lihat kinerja aku sampe mana " Jawab Restu.
Rudi mangut2 paham,lelaki itu tak bisa berbuat banyak lantaran ia juga tak punya kendali diperusahaan Samuel.
" Kalo gitu kamu telfon adik kamu aja tanyain kabar "
" Iya Kek nanti aku hubungi mereka,aku mau kekamar dulu " Pamit Restu sopan.
" Iya " Jawab Rudi mengangguk.
Lelaki itu pun berjalan menjauh dengan beban kepala yg hampir berhamburan.
" Kasihan sekali Restu,dia harus menanggung semuanya sendirian " Gumam Rudi iba.
Dirumah lain terlihat 3 orang bocah sibuk masing2 dengan kertas gambar yg diberikan Kakek mereka tadi.
" Aku punya melon,kamu punya apa ?" tanya Suci kepada Nur.
" Aku punya pil " Jawab Nur semangat.
" Pil ? obat " Ulang Sutar tak paham.
" Bukan abang,pil " Jawab Nur gemas.
" Emang ada nama buah pil ? ngomong yg jelas dong " Gumam Sutar mengingat.
" Apel ya ?" tanya Suci.
" Hm milip " Jawab Nur.
" Buah Pear " Celetuk Yuni gemas memantau ketiga bocah itu.
__ADS_1
" Ohhh peall " Ucap Sutar mulai paham.
" Iya " Jawab Nur tersenyum.
" Ckck ngatain orang gak jelas,dia aja gak bisa nyebut " Cibir Yuni.
Sutar cengengesan malu dan menutup wajahnya dengan gambar.
" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari arah pintu.
" Waalaikumsalam " Jawab Yuni dan ketiga cucunya.
Masuklah seorang gadis dengan seragam olahraga dan rambut cepol berantakan.
" Lama sekali pulangnya ?" tanya Yuni melihat gadis itu.
" Iya Bu,olahraganya sampe sore terus tadi berenti makan dulu " Jawab Byanca.
" Terus pulang sama siapa ?" tanya Yuni.
" Sama temen " Jawab Byanca menunduk.
" Temen apa temen ?" Celetuk Salsa seraya membawa makanan dari dapur.
" Temen Kak " Jawab Byanca gemas.
" Oh iya tadi Alexi bilang dia yg mau jemput kamu " Kata Salsa teringat.
" Ck nungguin Kak Alexi bikin aku kering disana Kak,gak sampe2 " Kata Byanca kesal.
" Masa sih ?" tanya Yuni terkejut.
" Iya Ma,cape nungguinnya mana mau magrib aku takut disekolah sendirian " Jawab Byanca mengkrucut.
" Nyangkut dimana lagi tuh suami kamu Salsa " Kata Yuni melihat menantunya.
" Gak tau Bu,dia gak kasih laporan " Balas Salsa kesal.
" Hehe mana mungkin hilang Bu,males nyuliknya kalo modelan kak Alexi " Celetuk Byanca terkekeh.
" Papa hilang ?" Pekik Suci kaget.
Semua orang menoleh,Winda dan Risa yang baru selesai solat magrib pun ikut kaget mendengar pekikan gadis kecil tersebut.
" Siapa yang hilang ?" tanya Risa terlihat panik.
" Papa aku " Jawab Suci berdiri cepat.
Yuni dan Salsa saling melihat,Byanca kembali tertawa merasa lucu.
" Ada apa Sa ?" tanya Winda kepàda Salsa.
" Suci salah paham " Jawab Salsa terkekeh.
" maksudnya ?" tanya Winda tak tau apa masalah yang terjadi.
" Kek,Kakeeekkkkk " teriak Suci mencari Romi.
" Iyaaa " Jawab Romi berada didapur.
" Kekkkk Papa hilangg,telfon Policii cepattt " Teriak Suci menggelegar.
" Hah hilang " Pekik Romi terkejut.
" Tuh lihat,gimana rumah gak rame coba satu teriak dari sini,satu lagi ntah dimana " Kata Yuni kepada Risa.
" Hehe iya Yun,kamu pasti seneng banget rumah rame terus " Kata Risa tersenyum.
__ADS_1
" Ya kadang,tapi adakalanya pengen aku usir semuanya keluar " Balas Yuni.
Glek....
Salsa menelan ludah kasar,ia dan anak sebagai pelaku utama tak bisa membela diri lantaran ucapan Yuni benar adanya.
" Tambah lagi Sa satu biar Suci ada temennya " Goda Risa.
" Encok Nek,ngurusin Suci aja darah aku naik ke ubun2 " Kata Salsa lesu.
" Nih si Winda aja duluan nambah,kan Nur kalem gak berisik kayak Suci " Kata Salsa menyenggol Winda.
" Ohh itu so pasti Sa,udah ditagih ama anaknya " Olok Risa.
Wajah Winda bersemu malu,diperjalanan tadi Nur mengadu kepada Usangnya bahwa ia ingin ada adik untuk teman bermain.
" Nanti diusahain " Kata Winda nyengir.
" Hahaha yg gercep dong biar jadinya cepet " Kata Salsa makin menjadi.
Didapur Suci berhadapan dengan Romi mengadu apa saja yang ia dengar tadi.
" Jadi mereka bilang Papa kamu hilang ?" Tanya Romi mulai paham.
" Iya Kek,lapol polici bial Papa kembali " Jawab Suci semangat.
" Emang Uci saýang sama Papa ?" Tanya Romi.
" Ya sayang dong Kek,kan Uci ada kalna Papa " Jawab Suci polos.
" Heh tau dari mana ?" tanya Romi kaget.
" Kalo aku nakal dan Mama ngomel2 pasti bilang aku ini anak Papa gitu Kek " Jawab Suci.
" Oh jadi kalo Suci nakal Mama gak mau akui begitu ?" Tanya Romi.
Suci mengangguk cepat.
" Hahahaha " Romi tertawa ngakak.
Pria yg tadinya ingin membuat kopi panas malah tertunda karna curhatan cucunya yg tak pernah selesai.
" Papa kamu ada dan gak diculik,bentar lagi juga balik " Kata Romi mengusap kepala gadis itu.
" Kakek tau dari mana ?" tanya Suci mengernyit.
" Kan Kakek banyak ilmunya " Jawab Romi bangga.
" Oh iya Kakek Uci kan pintel ya sama kayak Uci hehe " kata Suci cengengesan.
" Haha iya dong kan Uci cucunya Kakek " Balas Romi.
" Ajalin dong Kek ilmunya bial nanti Uci bisa plank semua olang " Rengek Suci.
" Ehhh prank apaan ?" tanya Romi melotot.
" Plank tiba2 hilang " Jawab Suci malu.
" what ??? kalo hilang beneran gimana ?" Tanya Romi panik..
" Tan ada Kakek yg bisa balikin Uci lagi " Jawab Suci santai.
" Apa !" kata Romi menganga lebar.
Suci terus tersenyum manis menarik kain sarung Romi agar lelaki itu memberikan tips & trick kepadanya.
" Kayaknya nih bocah nganyalnya terlalu tinggi deh,kalo dìa beneran hilang bisa mati mendadak akunya " batin Romi berkecamuk.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.