Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
206


__ADS_3

Flashback On.


Beberapa hari setelah Histi menginap dirumah Serkan,gadis itu berusaha sabar,Histi pikir ia masih bisa berusaha membuat lelaki itu mengakui perasaan.


Histi yakin Serkan punya rasa yang sama kepadanya apalgi lelaki itu tak pernah menolak atau mèngkasari dirinya.


Suatu siang saat gadis itu pulang kuliah langsung kerumah Kakek buyutnya,Histi dikejutkan dengan kedatangan sahabat Kakeknya dan juga keluarga.


Disana juga ada Bryan yang tak pernah hilang ketampanan.


Histi merasa ada gelayar yang aneh apalagi disana juga ada Neneknya dari pihak Zaiva.


" Histi sini sayang " Panggil Clara melambaikan tangan.


Histi mengangguk,gadis itu pun mendekati keluarga dan duduk bersama Bryan.


" Baru pulang ya ?" Tanya Bryan lembut.


" Hm " jawab Histi canggung.


" Kenapa gak nelfon ?" Tanya Bryan.


" Udah dijemput supir " Jawab Histi.


Bryan ber Oh ria.


Para orang tua kembali bercerita,Prily menatap Histi dengan wajah lembut.


Histi tersenyum malu menghadap nenek pacarnya tersebut.


" Bagaimana ? apa kalian setuju ?" Tanya Ben setelah bercerita panjang lebar.


" Kami sih oke aja " Jawab Reno tersenyum.


" Iya,lagian Histi juga udah dari kecil kan suka sama Bryan " Goda Nisa.


Deg...


Histi terkejut namanya dibawa2.


" Ada apa ini ?" Tanya Histi bingung.


" Kakek melamar kamu jadi tunangan nya Bryan " jawab Ben terkekeh.


" Apa !" Pekik Histi melotot kaget.


" Kenapa terkejut ?" tanya Zaiva menatap anaknya heran.


" Kak " Panggil Histi kepada Bryan.


" Aku serius Histi " Jawab Bryan tersenyum.


" Astaga " Ucap Histi tak percaya.


Gadis itu langsung terduduk lemas mendengar kabar mengejutkan tersebut.


Para orang tua kembali mèngobrol,Histi tak bisa bicara apa2 lagi karna jika orang tuanya sudah memutuskan,akan sulit untuk dibantah.


" Dokter " Batin Histi melemas mengingat lelaki yang baru ingin ia perjuangkan.


Flashback Off..


Sejak kejadian itu,kini Histi lebih banyak menghabiskan waktu bersama Bryan.

__ADS_1


Kemana pun gadis itu pergi Bryan selalu menemani,Histi tak bisa berbuat banyak karna jika menolak bukan satu orang yang gadis itu sakiti melainkan seluruh keluarga besarnya karna hubungan Bryan dengan Salders sangat erat apalagi ini cucu pertama bagi kedua bersahabat itu.


Di sebuah ruangan seorang pria terlihat begitu rapuh,baru kali ini Serkan menitikkan air mata untuk seorang gadis.


Lelaki itu begitu hancur mendengar kabar menyakitkan tersebut.


Dirinya merasa sangat bodoh dalam masalah percintaan.


" Astaga,apa yang aku pikirkan " Gumam Serkan mengacak2 rambutnya prutasi.


wajah ceria Histi bergentayangan dikepalanya membuat lelaki itu kesal bukan main.


Serkan mencoba mensibukkan diri meski agar gadis itu lenyap dari kepalanya.


Lelaki itu masih keras kepala,Serkan merasa dirinya hanya cinta monyet saja kepada gadis itu, berhubung dirinya belum pernah jatuh cinta.


Serkan tidak mau terlalu serius menghadapi suatu masalah karna itu akan mengganggu kinerja otaknya.


Disebuah rumah seorang pria bersiap siap untuk pulang.


Hari ini Alexi berencana akan pulang kekota dimana ia dilahirkan.


Sudah berbulan pria itu tak melihat orang tuanya langsung,Alexi merasa sangat merindukan keluarganya apalagi sang adik kecil yang selalu mewarnai rumah mereka.


Lelaki itu tak memberitahu Romi dan Yuni,rencananya lelaki itu akan memberi supries.


Romi taunya sang anak sedang bekerja,Alexi sudah meminta izin kepada manager agar tak memberitau ayahnya tersebut karna hanya manager lah yang tau bahwa Alexi titisan Romi.


Dengan riang gembira lelaki itu menuju bandara,Alexi sudah tidak sabar lagi ingin berjumpa.


Jalanan sangat macet awalnya lelaki itu tenang2 saja tapi makin lihat kedepan kemacetan ternyata sangat panjang.


" Astaga bagaimana ini ? aku akan terlambat jika seperti ini " Gumam Alexi mulai panik.


" Gak tau Den,kayaknya ada kecelakaan didepan " Jawab supir menoleh.


" Ya ampun Pak,saya bisa ketinggalan pesawat ini " kata Alexi takut.


" Saya gak bisa berbuat apa2 Den,mobilnya gak punya sayap " Jawab si bapak bingung.


" Duhhh " Alexi terlihat rusing.


Lelaki itu melihat jam mahal dilengannya masih tersisa 15 menit.


" Ya Tuhan,jangan sampe aku gak bisa pulang " Gumam Alexi berdoa.


Mobil berjalan seperti siput,bunyi klakson terdengar bersaut sautan karna ini masih jam kerja.


Alexi ingin turun,tapi dirinya pikir akan sangat percuma karna mobil didepan sana juga tak bisa lewat.


Perlahan tapi pasti mobil biru itu berjalan merambat hingga bisa melewati kemacetan.


Pesawat sudah menunggu dilapangan yang sangat luas.


Para penumpang mulai berdatangan masuk mencari tempat duduk mereka.


Alexi baru sampai dibandara,lelaki itu langsung berlari masuk.


" Harap konfirmasi dulu " ucap petugas mencegat pria itu.


" Saya udah beli tiket Pak,ini " Kata Alexi menunjuk hapenya dengan tangan begetar.


" Iya tapi harus cek in dulu " Ucap petugas tenang.

__ADS_1


" Astaga " Kata Alexi mendengus dan langsung berlari.


Saat lelaki itu akan mendekati tempat chek in terlihat dilayar sudah memberitahu bahwa pesawat akan lepas landas.


Pria itu berlari kearah mba2 yang akan keluar dari konternya.


" Mba2 saya mau chek in " Kata Alexi ngos2an.


" Maaf Tuan,pintu pesawat sudah ditutup " Ucap perempuan itu menunduk.


" Apa !" pekik Alexi syok.


" Maaf,sudah tidak bisa masuk lagi pesawat akan lepas landas 5 menit lagi " jawab wanita itu tenang.


" Tapi saya..." kata Alexi menggantung.


Perempuan itu tersenyum menggeleng tanda tak bisa membantu.


" Akhhhhh sial!!" Pekik Alexi kesal.


Pria itu menyugar rambutnya kasar,saat berbalik badan pesawat yang akan ia tumpangi benar2 sudah take off.


Alexi menoleh dan menatap nanar pesawat yang seolah melambaikan tangan kearahnya.


Dengan lesu lelaki itu pun keluar dari pintu sensor.


Dilain tempat seorang gadis berlari dengan kencang menuju lapangan.


Gadis itu salah masuk tempat tunggu saat dirinya transit.


Gadis cantik itu pun langsung terduduk melihat pesawat yang akan ia tumpang sudah pergi meninggalkan dirinya.


" Anda terlambat Nona " Tegur seorang pria juru parkir pesawat.


" Tidak bisakah dia kembali menjemput ku ?" tanya gadis itu berkaca kca.


Pria dewasa itu tersenyum menggeleng.


" Pesawat bukan angkot yang bisa mundur jika ada penumpang lain " jawab pria itu ingin tertawa.


Gadis cantik itu mengkrucut sedih,dengan gontai ia pun berjalan keluar membawa rasa kecewa yang mendalam.


" Akhhh kenapa aku bisa salah tempat tunggu sih,padahal kan tinggal dikit lagi " Gerutu gadis itu kesal.


Ia berjalan terseret2 keluar hingga tanpa sengaja hampir bertabrakan dengan seorang pria yang ikut keluar dari arah lain.


" Maaf " Ucap lelaki itu tanpa menoleh.


Deg...


Gadis itu terdiam mendengar suara pamiliar lelaki tersebut.


Dengan cepat gadis itu melihat kebelakang dan terbelalak melihat punggung pria yang sangat ia kenali meski sudah lama tak bertemu.


" Alexi " Gumam gadis itu terkejut.


Pria yang dipanggil ikut berhenti berbalik badan dengan malas.


" Salsa !" Pekik Alexi syok.


Keduanya saling melihat dengan wajah terkejut mereka.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2