Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC EP. Special Mita&Doni part 7


__ADS_3

Langkah Mita terhenti di ambang pintu keluar menuju halaman samping rumahnya. Detik berikutnya senyum manis terukir di bibir kecilnya tatkala melihat pemandangan yang sangat menyejukkan matanya ditambah saat mendengar gelak tawa dari sang papah membuat hatinya terasa bahagia.


Bagaimana tidak? saat ini yang dia lihat adalah keakraban sang papah dan sang kekasih yang tengah duduk berhadapan di gasebo. Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat papahnya tertawa terbahak. Pikirnya.


Diapun kembali melangkahkan kakinya dengan masih terus tersenyum manis dengan kedua tangannya membawa nampan yang diatasnya berisi dua cangkir teh dan sepiring kue pukis yang dibuat sang mamah.


"Lagi ngobrolin apa sih!! seru banget kayaknya!! Cetus Mita setelah kini dia berada di dekat mereka.


Kedatangan Mita membuat sang Papah menghentikan tawanya.


"Suara ketawa papah tuh, kedengaran sampai ke dalam rumah tau!! sambungnya lagi dengan meletakkan nampan di meja gasebo sambil melirik Doni, dan Doni hanya tersenyum kikuk.


"Ini semua karena calon menantu Papah!! ucap Handoyo sambil menunjuk Doni.


"Masa dia bilang!! dia takut sama papah!! sambungnya lagi dengan terkekeh.


"Ralat om!! bukan takut, tapi segan! sergah Doni cepat dan Mita hanya tersenyum simpul melihat mereka.


"Sama aja!! Cetusnya lagi lalu bangkit dari duduknya membuat Mita dan Doni merasa heran.


"Papah mau kemana!? tanya Mita saat melihat sang Papah sudah ingin melangkah pergi.


"Papah mau ke toilet sebentar!! Gara-gara dia Papah jadi kebelet pipis." ucapnya lagi membuat Mita dan Doni tersenyum.


"Tehnya gimana pah?" tanya Mita lagi saat papahnya sudah melangkah pergi.


"Nanti Papah minum!! jawabnya tanpa menoleh dan terus berjalan.


Saat langkahnya sudah menginjak teras samping rumah dia berbalik melihat putrinya dan Doni.


"Kamu temenin Doni dulu!! ucapnya lagi.


Mita dan Doni masih menatap ke arah papahnya itu.


"Sepertinya papah akan lama di dalam toilet, karena bukan hanya pipis, Papah juga kebelet boker!! sambungnya lagi lalu kembali melanjutkan langkahnya dan sosoknya pun menghilang ke dalam rumah.


Seketika tawa mereka pecah bersamaan setelah mendengar ucapan Handoyo.


Setelah tawa mereka mereda, Mita kemudian mengambil duduk di tempat papahnya tadi berhadapan dengan Doni.


Selama beberapa detik tak ada suara, mereka hanya saling memandang dan melempar senyum sambil tangan mereka bertautan.


"Gimana? apa papah galak?" tanya Mita memulai percakapan. Doni hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Aku kan udah bilang tadi!! kamu sih ngga percaya sama aku!! cetus Mita dibarengi dengan bibirnya sedikit mengerucut.


"Yah gimana!! aku trauma sama waktu itu! Doni menggantung kalimatnya.


"Beberapa hari yang lalu, waktu aku kesini nyariin kamu, papah kamu tuh natap aku tajam banget!! tatapannya itu seolah-olah ingin menelan aku bulat-bulat." sambungnya lagi bergidik ngeri.


"Memangnya papah aku buaya!!? ketus Mita lagi membuat Doni tertawa.


"Hari ini kamu ada acara apa!? tanya Doni lagi sambil ibu jarinya mengelus lembut tangan Mita.


"Memangnya aku ada acara apa?" Mita bertanya balik karena tidak mengerti maksud Doni.


Dahi Doni mengerut heran, lalu dengan helaan nafas pelan dia kembali berucap.


"Maksud aku!! kamu hari ini nggak kemana-mana kan!?" jelasnya dan Mita mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Kita nonton yuk!! Ajak Doni.


"Nonton TV? tanya Mita dengan wajah polosnya.


Memutar bola malas dan menghela nafas berat. Ya Tuhan!! batin Doni pasrah.


"Bioskop sayang!! kok TV sih." jelasnya lagi membuat bibir Mita membulat "O"


"Boleh!! memangnya kita mau nonton film apa!?


"Belum tau! cetus Doni sambil mengedikan bahunya.


Mita mengerutkan dahi heran. "Kok belum tau sih!! kan kamu yang ngajak! harusnya udah tau dong!" ucapnya lagi.


"Kan aku juga baru kepikiran!! Masalah filmnya itu nggak penting!! Yang penting itu kamunya mau apa nggak!! urusan film nanti kita liat kalau udah nyampe bioskopnya." jelasnya panjang lebar.


"Ya udah deh, aku ma_


"Mitaaa!!!


Teriakan seorang wanita memutus kalimat Mita yang belum selesai. Refleks mereka menatap ke sumber suara. Dan ternyata itu adalah Sinta yang tengah berdiri diambang pintu dengan berkacak pinggang.


Seketika Mita terbelalak saat menyadari sesuatu lalu menepuk pelan dahinya. Karena lupa dengan apa yang di perintahkan oleh sang mamah.


"Iya Mah!! Mita kesana sekarang!! ucapnya pada sang mamah, lalu detik berikutnya Sinta kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kenapa!? Doni bertanya karena penasaran.


"Aku lupa!! tadi mamah nyuruh aku manggil kamu sama papah makan siang!! saat anterin kue sama minum ini." jelasnya sambil menunjuk nampan.


Doni hanya manggut-manggut paham.


"Ya udah yuk!! kita masuk sekarang." ucap Mita dengan mengangkat nampan itu kembali ke dalam rumah.


Merekapun masuk ke dalam rumah bersama, sebelum menuju ke meja makan, Mita kembali meletakkan nampan yang di bawanya di meja ruang tengah. lalu mereka pun melesat menuju meja makan yang ternyata disana sudah ada Handoyo dan sang Istri.


Jangan cari dimana makhluk yang bernama Risal! karena saat ini dia tengah berhibernasi di dalam kamarnya. Sudah kebiasaan pria itu jika sedang tidak bekerja, waktu makannya di pakai untuk tidur panjang. Jangan lupa bangun yah!!


^Δ^


Setelah makan siang selesai. Mita pun langsung melesat menuju kamarnya untuk bersiap. Kan mau ngedate bareng si abang Doni. Cieeee.


Sementara Doni menunggu Mita sendirian di ruang tengah sambil meminum teh yang dibuat tadi bersama kue pukis. Handoyo masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan di ruang kerjanya, jadi dia tidak bisa menemani Doni sementara Sinta masih sibuk di dapur.


Beberapa menit kemudian, Mita kini telah selesai bersiap. Mita tidak menyukai hal-hal yang ribet, karena dia tipe wanita yang simple. makanya setiap dia bersiap tidak akan memakan waktu yang lama.


Seperti saat ini!! setelah mengganti dress oversizednya, kini dia mengenakan blus putih dengan aksen kancing dan blue jeans, dengan tambahan sling bag putih dan pump heels di sepasang kakinya. Serta rambut yang tadinya di cepol keatas kini di gerai. Satu lagi!! make up yang tetap natural sudah menjadi ciri khas Mita. Nggak ribet kan?


Sebelum keluar dari kamarnya dia kembali memeriksa penampilannya di depan cermin sambil merapikan rambut panjang mild brown nya dengan tangan. membalik badan kiri kanan dia sudah terlihat perfect, itu terlihat dari senyumnya yang terlihat puas. Detik berikutnya diapun melesat meninggalkan ruangan itu menuju ruang tengah dimana Doni sudah menunggunya.


^Δ^


Mita termangu saat dirinya kini berada di anak tangga. Dia menyipitkan matanya demi meyakinkan, jika penglihatannya tidak salah. Dan yah! penglihatannya masih normal. Tapi kok bisa!? pikirnya.


Dengan pelan dia kembali menuruni anak tangga itu hingga lantai bawah, namun pandangannya tak sedetikpun teralihkan dari dua sosok yang sudah sangat dia kenal.


"HA HA HA HA!!


Suara gelak tawa itu membuat kerutan di dahinya semakin dalam.


"Kalian saling kenal!! cetus Mita saat kini tubuhnya sudah berdiri tepat di sebelah sofa panjang dimana sosok yang dikenalnya itu duduk berdampingan.


Doni dan Risal menoleh ke sumber suara. Mereka berdua tak langsung menjawab, malah menatap Mita.


"Hahaha, kini aku sadar Don!! Cetus Risal ke arah Doni membuat Mita semakin bingung.


"Ternyata adek aku memang cantik!! sambungnya lagi menatap ke arah Mita.


"Kesadaran kamu tuh telat banget Sal." cetus Doni lagi.


"Yah mau gimana lagi!! aku tumbuh dari kecil sama dia, jadi penglihatan aku tetap sama lah, ngga berubah." cetus Risal lagi.


"Eh Mit!! kok ngga bilang sih, kalau Doni itu pacar kamu!? Cetus Risal ke arah Mita.


"Kamu nggak nanya!! ketus Mita dengan raut wajah kesalnya.


"Iya Mit!! aku sama Risal memang saling kenal!! Doni kali ini angkat bicara saat menyadari kekesalan Mita.


"Kok bisa? sejak kapan?" Mita bertanya dengan dahinya kembali mengerut.


"Ya bisa lah!! apa sih yang ngga bisa!! cetus Risal bodo amat.


"Aku serius!!! Kesal Mita menatap sinis Risal.


"Doni sahabat Romi, Romi sepupu aku dan asisten Riko. Doni bekerja di perusahaan Riko yang di Bandung dan perusahaan aku dengan perusahaan itu bekerja sama. itu artinya aku sama Doni mitra bisnis." Jelasnya panjang lebar dan Mita manggut-manggut karena sudah paham.


"Aku Udah paham!! cetus Mita.


"Sekarang kita pergi!! sambungnya lagi menatap Doni dan Doni mengangguk lalu beranjak dari duduknya.


"Kalian mau kemana!? tanya Risal penasaran.


"Mau ngedate dong!! cetus Mita lagi dengan bangga.


"Dihhhh!! belagu banget sih!! baru pertama kali ngedate aja sombongnya udah kelewatan! cerca Risal.


"Biarin!! dari pada situ, pengen ngedate tapi single.! Cerca Mita balik.


"Ehhh, Sorry yahhh!! omongannya di ralat, aku punya pacar." balas Risal lagi.


"Iya sih punya!! tapi LDR, jadi sama aja!! SINGLE!! Cercanya lagi dengan menekan kata terakhirnya.


Risal diam! tak mampu lagi membalas perkataan Mita. Perkataan Mita tidak salah. Risal memang tengah menjalani hubungan LDR dengan sang kekasih. Tapi tetap saja Risal kesal dengan adiknya itu, alhasil dia hanya menatap sinis Mita begitupun dengan Mita.


"Udah, udah!! kok malah berantem sih!! Doni menengahi perdebatan yang sejak tadi dia saksikan.


"Kita berangkat sekarang yah Sal!! Pamit Doni ke arah Risal dan hanya dijawab deheman singkat dari Risal.


"Ya udah, yuk!! ucap Doni ke arah Mita, lalu menarik tangan Mita.


"Jangan pulang kemaleman Don!! cetus Risal lagi membuat langkah Doni dan Mita terhenti lalu menoleh.

__ADS_1


"Ok." ucap Doni.


"Sirik aja!!! cerca Mita lagi lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Risal yang masih duduk di sofa.


Karena kesal, refleks tangan kanan Risal meraih bantal sofa dan langsung melempar ke arah Mita yang sudah pasti tidak akan mengenainya.


^Δ^


"Kamu kenapa sih!? kok berdebat sama kakak kamu!? diakan lebih tua dari kamu!? Tanya Doni tanpa menoleh pada gadis yang tengah duduk di jok penumpang di samping kirinya.


Mendengar pertanyaan itu, sejenak Mita melirik Doni yang tengah fokus menyetir lalu menghela nafas ringan.


"Bukannya aku nggak sopan sama kakak aku sendiri!! Mita menggantung kalimatnya karena menghela nafas berat.


"Hanya saja dia yang bertingkah seperti anak kecil, yang selalu memulai perdebatan!! mengejek aku!! dia itu selalu bikin aku kesel!! Mita berhenti sejenak.


"sehari tanpa membuat aku kesal mungkin hidupnya nggak bahagia!! sambungnya lagi membuat Doni mendengus.


Mita menoleh dengan dahi mengernyit heran tatkala mendengar dengusan Doni.


"Kenapa!? tanya Mita penasaran.


"Nggak kenapa-kenapa! cuman, aku lagi teringat aja sama setiap keluhan Risal tentang adiknya. Dan ternyata adiknya itu kamu." jawabnya jujur membuat dahi Mita semakin mengernyit.


"Jadi maksud kamu, dia selalu gibahin aku! gitu!!? cetus Mita lagi membuat Doni tubuhnya terkesiap lalu menoleh ke arah Mita.


"Bu..bukan gitu!! ucapnya gagap karena merasa sudah salah bicara.


"Udah nggak usah di bahas!! sambungnya lagi membuat Mita heran.


"Kena_


Kalimat Mita terputus tatkala ponsel Doni berdering dan Doni langsung memberi isyarat agar Mita diam. Akhirnya Mita kembali menelan kalimatnya itu.


"Iya Din!! ucap Doni setelah mengangkat telefon dari Dian adiknya.


(...)


"Ohh, gitu! ya udah, hati-hati yah." ucapnya lagi lalu sambungan pun terputus.


"Siapa?" Cetus Mita sesaat setelah Doni selesai menelfon.


"Dian." jawab Doni lalu kembali meletakkan ponselnya di dasboard mobilnya.


"Hari ini dia balik ke Jakarta bareng mertuanya." sambungnya lagi.


"Bukannya orang tua Arman di Jakarta yah!? kok bisa barengan!? apa orang tua Arman menjemput Dian!? kalau beneran iya! mertuanya Dian perhatian banget yah sama dia."


Mita berucap panjang lebar. Kalimat panjangnya itu adalah sebuah pertanyaan, tapi dia seperti sedang berbicara sendiri.


"Udah!!! cetus Doni


"Hah!! beo Mita bingung.


"Itu kamu nanya apa bicara sendiri sih!? cetus Doni lagi membuat Mita hanya tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi.


"Daddynya Arman lagi ada perjalanan bisnis di Bandung selama tiga hari! karena hari ini udah selesai makanya dia ajak Dian sekalian." jelasnya lagi membuat Mita paham.


"Ehhhh..!! aku penasaran tentang satu hal deh? cetus Mita lagi membuat Doni mengernyit heran.


"Apa!?


"Kok Arman bisa jadi suami Dian!? pertanyaan unfaedah Mita membuat Doni semakin mengerutkan dahinya.


"Pertanyaan macam apa itu!?


"Aku cuma penasaran aja!! kok bisa yah Dian yang polos, lembut dan baik ketemu sama Arman yang playboynya udah nggak ketulungan itu." jelas Mita membuat Doni menghela nafas berat.


"Mit!! jangan menilai seseorang dari masa lalunya. Setiap orang punya masa lalu yang buruk, tapi tidak dengan masa depannya." Doni menjeda ucapannya.


"Setiap orang pernah menjadi buruk! tapi, bukan berarti dia tidak bisa berubah!! sambungnya lagi dengan lembut untuk menasihati Mita dan yah, Mita bergeming menyadari kesalahannya.


"Setiap laki-laki menginginkan wanita yang baik untuk menjadi pendamping hidupnya, menjadi madrasah yang baik untuk anak-anaknya. karena jodoh adalah cerminan diri, faktor itulah yang membuat mereka bisa berubah." sambungnya lagi.


"Arman mungkin pernah menjadi pria yang buruk dan selalu gonta ganti pasangan. Tapi dia juga pria biasa yang menginginkan wanita baik-baik untuk mendampinginya seumur hidup. karena dia merasa sudah menemukan satu wanita itu!! makanya dia berubah." tuturnya lagi dengan lembut.


Mita yang tengah tertunduk, perlahan mengangkat pandangannya lalu menoleh ke arah Doni yang pandangannya fokus ke jalan karena tengah menyetir. Prianya sangat dewasa. pikir Mita lalu tersenyum simpul.


Doni yang merasa di tatap pun menoleh, namun secepat kilat Mita memalingkan wajahnya ke depan, membuat Doni tersenyum gemas lalu mengacak lembut pucuk kepala sang pacar.


-tbc-


Author's Note π_π


...*Maaf yah readers dua hari kemarin nggak bisa up, soalnya authornya sibuk. hehe...

__ADS_1


...Masih ada yang nungguin part Mita dan Doni nggak nih? dan semoga kalian suka yah sama part ini!!...


...Happy reading ❤*...


__ADS_2