Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
210


__ADS_3

Serkan dan Histi sama2 terdiam dengan pertemuan mengejutkan tersebut.


" Ini Kakak aku Kak,namanya Kak Serkan " Kata Byanca dengan pintar mengenalkan diri.


Serkan melihat Bryan,lelaki itu menyodorkan tangan kearahnya.


" Saya Bryan " Ucap Bryan tersenyum.


" Serkan " Jawab Serkan ikut tersenyum kecil.


" Kak Histi gak mau kenalan sama Kakak aku ?" Tanya Byanca.


Histi yang dari tadi melamun langsung tersadar.


" Hah em..


" Saya Serkan " Ucap Serkan menyodorkan tangannya.


Histi menatap lelaki itu nanar,Serkan memasang wajah tenang seolah lelaki itu tidak pernah mengenali dirinya.


" Sayang " Tegur Bryan melihat tangan Serkan tak disambut.


" Em ya aku em Histi " Jawab Histi memejamkan matanya.


" Nama yang bagus " Jawab Serkan mengangguk.


" Ya Tuhan,ada apa dengan mimik wajahnya,kenapa dia sangat tenang saat aku mengucapkan nama asli,apa Dokter sudah tau latar belakang ku " Batin Histi deg degan.


" Adik mu sangat pintar " kata Bryan memuji Byanca.


" Hm terima kasih " Jawab Serkan tersenyum.


" Sayang ada yang mau diomongin lagi ?" Tanya Bryan menegur Histi yang diam melihat Serkan.


Histi menggeleng melirik Serkan yang juga melihat kearahnya sebentar.


" Kakak ayo pergi,pasti Bibi kerepotan mencari kita " Ajak Byanca menarik tangan Serkan.


" Bibi ?" Tanya Histi kaget.


" Iya Onty,kami jalan2 sama Bibi,sekarang bibi lagi didalam sana pesan makanan " Jawab Byanca mengangguk.


Histi melihat kearah Serkan,lelaki itu hanya diam tanpa suara.


" Baiklah,kami juga akan pulang " Kata Bryan mengusap kepala Byanca.


" Iya,nanti ketemu lagi ya " Balas Byanca ramah.


Bryan mengangguk kecil,lelaki itu pun menggandeng tangan Histi melangkah.


Serkan menatap tangan keduanya berpaut dengan nanar,ntah mengapa ada rasa sesak dihatinya tapi Serkan berusaha membuang rasa itu,Serkan sudah berjanji kepada dirinya akan melupakan Histi yang pernah singgah dihatinya.


Jantung Histi berdetak sangat kencang,mendengar Serkan bersama wanita lain membuat dada gadis itu terasa panas.


Gadis itu menoleh kebelakang melihat Serkan yang masih menatapnya.


" Dokter aku kangen " Batin Histi sedih.


Serkan memutus pandangannya saat Bryan ikut menoleh kebelakang.


" Ayo " Ajak Serkan kepada adik2nya.


Mereka masuk ke cafe dan langsung disambut oleh seorang wanita.


" Waahh Uli ulang tahun " Kata Serkan pura2 terkejut.


" Yeee aku ulang tahun " Pekik bocah itu semangat.


" Selamat ulang tahun ya Uli " Ucap Byanca mencubit gemas pipi anak kecil itu.


Uli mengangguk dan memeluk Byanca lalu ibunya dan terakhir Serkan.


" Makasih Serkan " Ucap Siti berkaca kaca.

__ADS_1


" Sama2,dia juga layak seperti anak lainnya " Jawab Serkan tersenyum.


" Aku sangat berhutang budi pada mu " Kata Siti sedih.


" Jika kau tak menyelamatkan aku waktu itu mungkin acara sederhana ini tak akan terjadi " Jawab Serkan terkekeh.


Siti mengangguk tersenyum,mereka pun bersiap2 untuk acara sebu lilin untuk gadis kecil itu.


Serkan berjalan keluar dan terkejut melihat seorang pria sedang mengintip di tembok.


" Kemari " Ajak Serkan.


" Saya malu " Jawab lelaki itu menggeleng.


" Jangan malu,dia butuh kamu temanilah " Kata Serkan tegas.


" Saya ayah yang buruk " Ucap lelaki itu sedih.


" Masih banyak kesempatan,dan mulai lah dari hal2 kecil " Ucap Serkan menenangkan.


Lelaki dengan topi dikepala itu menatap Serkan nanar,sungguh ia tak percaya masih ada orang baik yang mau menolong dirinya dan keluarga.


Keduanya pun masuk,Siti yang sedang menyanyikan lagu ulang tahun anaknya seketika terdiam.


" Kenapa Bi ?" tanya Byanca ikut diam.


Uli menoleh keluar,gadis itu terkejut melihat ayahnya datang.


" Ayah " pekik gadis kecil itu girang.


Siti mematung menatap suaminya kini sedikit brubah menjadi lebih klimis dan bersih.


" Anak ku " Ucap lelaki itu menerima pelukan putrinya.


" Maafkan Ayah Nak " Kata lelaki bernama Bimo itu menyesal.


" Ayah,Uli ulang tahun hari ini,Om Serkan beliin Uli kue dan baju bagus Ayah " Kata Uli semangat.


" Iya Nak,berterima kasih kepada Om Serkan " Ucap Bimo berkaca kaca melihat kebahagiaan anaknya.


" Sama2 sayang " Jawab Serkan tersenyum.


Mereka pun melanjutkan acara,setelah acara potong kue Serkan dan Byanca pamit duluan membiarkan keluarga kecil itu menikmati moment.


Kakak beradik itu berjalan beriringan sambil berpegangan tangan.


Byanca terlihat sangat ceria bedahal dengan Serkan yang terlihat murung.


" Kakak kenapa ?" tanya Byanca mendongak melihat lelaki itu.


" Hem gak papa,duduk ditaman yuk " Ajak Serkan.


" Hayuukk " Jawab Byanca semangat.


Mereka pun langsung menuju taman,sesampainya disana Byanca langsung bermain sendiri melihat orang2 bermain layangan mumpung sudah sore.


Serkan mengeluarkan rokoknya dan menghidupkan benda tersebut.


Byanca terlihat sangat ceria,lelaki itu membiarkan Byanca bermain sepuasnya agar ia bisa punya waktu sendiri.


Asap mulai keluar dari mulut lelaki tampan itu.


Saat asik dengan pikiran yang berbelit tiba2 seorang menepuk pundak lelaki itu.


" Hay " Sapa seorang gadis mengangetkan Serkan


Lelaki itu menoleh dan duduk dikursi.


Serkan mengernyit melihat gadis asing yang menegurnya.


" Hehe Abang lupa ya sama aku ?" tanya gadis itu menebak.


" Iya " Jawab Serkan.

__ADS_1


" Aku Angel " Jawab gadis itu menyodorkan tangan.


" Angel ?" Tanya Serkan bingung.


" Hm,kita pernah bertemu di cafe saat bersama Kak Histi " Jawab Angel semangat.


Serkan terdiam,lelaki itu mencoba mengingat ingat.


" Oh yang kakinya diinjak Put eh Histi ?" Tanya Serkan hampir kecoplosan.


" Iya itu aku " Jawab Angel tersenyum.


" Ada apa ?" tanya Serkan berubah datar.


" Hah em gak ada apa2,Abang sendirian disini ?" Tanya Angel kepo.


" Sama dia " Jawab Serkan menunjuk Byanca yang berlari mengejar layangan.


" Hah,Abang udah.punya anak ?" tanya Angel.


" Bel..


" Bearti udah punya istri dong ?" Potong Angel cepat.


" Tidak,buk...


" Angelll " Teriak seorang gadis dari arah kejauhan seraya membawa dua piring berisi ketoprak dan 2 minuman botol yang ia selip diketek.


" Aduh gawat " Kata Angel panik.


Serkan diam melihat gadis didepannya terlihat ketakutan.


" Woi tolongin Njel " Teriak gadis itu kesal."


" I i ya " Jawab Angel bingung sendiri.


Angel pun berlari mendekati gadis itu.


Mereka mendekat kearah Serkan,Serkan yang ingin merokok lagi terlihat gemas melihat Angel malah duduk disebelahnya.


" Kenapa kamu duduk situ,tempat kita disana " Ucap Azura heran.


" Disini aja,disana rame bikin kuping aku pusing " Jawab Angel asal.


" Haisttt,kepala kali yang pusing bukan kuping " Gerutu Azura gemas.


" Serahlah " Balas Angel terkekeh.


Serkan menatap 2 gadis asing itu dengan wajah bingung,ia tidak tau harus berbuat apa.


" Bang ngalah dong " Kata Azura malu.


" Hah " Kata Serkan kaget.


" Abang kan cowok,duduk dibawah kek,nih pake sendal aku buat alas duduk " Kata Azura tanpa dosa.


Serkan melongo melihat gadis itu malah mengusir dirinya dari kenyaman.


" Kakak " Pekik Byanca mendekati Serkan dengan nafas ngos2an.


" Huh haus " kata Byanca mengambil minum di rumput.


" Eehh " Pekik Serkan melotot gadis kecil itu asal ambil.


Byanca sudah meminumnya setengah dan memberi bekas kepada Serkan lalu kembali berlari.


Glek...


Serkan menelan ludah kasar,gadis itu melirik Angel dan meloncat kaget melihat gadis itu makan dengan sayuran ketoprak masih menyangkut dimulut dan piring.


Serkan melirik Azura juga dan terdiam melihat gadis itu menatapnya dengan wajah datar.


" Hehe saya ganti minum kalian " Kata Serkan cengengesan merasa berdosa dengan tingkah bar2 adiknya tadi.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2