Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
139


__ADS_3

Hari ini Serkan mendapat panggilan dari keluarga besar Histi karna sang pemilik rumah sakit tempat ia bekerja diberitakan terjatuh dirumah.


Seketika semua dokter spesialis dibagian masing2 langsung heboh berdatangan kesana karna mereka semua sangat respect dengan lelaki tua yang tak pernah menuntut banyak kepada mereka kecuali kesembuhan para pasien dan kesejahteraan rumah sakit yang ia dirikan.


Serkan bersama tim langsung menuju lokasi,saat sampai disebuah rumah bertingkat 3 layaknya istana megah ditengah kota,para Dokter sungguh takjub bahkan ada yang sampai menganga lebar.


Serkan pun tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


" Apa ini rumah Kakeknya Histi ?" Batin Serkan menerka.


Selama berpacaran dengan anak konglemerat itu Serkan belum pernah kerumah keluarga besar Histi karna lelaki itu masih malu,meski Histi pernah menganjak.


" Jadi Pak Antoni dibawa kesini ?" Tanya seorang dokter spesialis organ dalam kepada supir.


" Iya Pak,saya dengar Tuan Reno yang menyuruh " Jawab Supir sopan.


" Baiklah,ayo tunjukan bakat kalian kepada Bos kita " Ucap Dokter bernama Surya itu tersenyum.


5 Dokter itu mengangguk semangat termasuk Serkan.


Semua orang langsung turun mobil dan disambut para art yang bersiap di pintu depan.


" Silahkan masuk Dokter,Tuan besar di kamar utama bawah " Ucap Art menunjukkan jalan.


Mereka mengangguk paham dan mengekori Art rumah besar itu dengan cepat.


Saat memasuki kamar terlihat sanak keluarga berkumpul disana.


Ada yang menangis,diam dan berada dipojokan kamar.


Semua anak cucu berkumpul disatu tempat membuat para Dokter kembali kaget.


" Dokter udah sampai Yank " Ucap seorang wanita berjilbab panjang menepuk pundak suaminya yang sedang mengurut kaki sang Kakek.


Lelaki itu menoleh dan berdiri diikuti saudara yang lain.


Histi dan Ana yang berada dipaling utama mengusap air mata mereka melihat para Dokter berdiri diambang pintu.


" Serkan " Gumam Histi berkaca kaca.


Serkan melihat Histi,manik gadis itu terlihat sembab bekas menangis.


" Ayo masuk Dok " Ucap Suami Ana menegur.


5 Dokter mengangguk dan masuk kedalam.


Serkan berdiri didepan Antoni yang terbaring dengan wajah pucat.


Pria itu tersenyum mengenali Serkan.


" Kakek kenapa ?" Tanya Serkan menunduk.


" Kepleset " Jawab Antoni malu.


Serkan tersenyum dan memeriksa kening Antoni.


" Tolong Kakek Dok " Ucap Histi bergetar.


" Iya,tolong kasih ruang ya " kata Serkan sopan.


" Ayo pada keluar semuanya " Ucap Ana menyuruh anak2 dan keponakannya keluar kamar.


" Mau lihat Eyang lah Ma " Kata Angel protes.

__ADS_1


" Nanti,Dokter mau periksa dulu " Kata Ana tenang.


" Aku mau temenin Eyang huhuhu " Kata Jack menangis sedih.


Ana tersenyum lembut,memang anak bungsunya itu sangat dekat dengan Kakek buyut,bahkan pria tua itu menjadi tempat mengadu Jack saat tak diakui Ana ketika sedang marah.


" Iya nanti " Jawab Ana mengusap kepala putranya.


" Ayo sama Papa " Ucap Prito menggendong anak bujangnya.


" Eyang gak papa kan Pa ?" Tanya Jack sedih.


" Gak papa,nanti sembuh lagi kok " Jawab Prito.


" Kalo Eyang gak sembuh gimana ? aku gak punya temen curhat " Kata bocah itu mengkrucut.


Ana dan Prito terkekeh mendengar ucapan nyeleneh anaknya itu.


Meski Jack masih bau kencur tapi bocah itu sangat aktif seperti Kakaknya,tak heran karna keduanya memiliki Mama yang 11 12 dengan mereka.


Zaiva dan Lulu juga menganjak keluar putra putri mereka.


Disana tak ada twins karna keduanya sedang ujian kuliah dan tak mengetahui kabar tersebut karna Aktam tak mau kedua anaknya sedih.


Saat semua pada keluar,tinggal lah disana Nisa,Histi,dan Aktam yang memantau para dokter.


5 dokter dengan keahlian masing2 itu pun langsung memeriksa bos besar tersebut secara bergantian.


Histi terlihat sangat sedih apalagi mendengar ringisan Eyangnya saat dokter meminta mengangkat bagian tubuh.


Nisa duduk diam disamping sang mertua,hatinya juga hancur saat mendapati Antoni terbaring tak berdaya saat ingin masuk kamar mandi dapur.


Nisa yang sedang masak bersama para artnya untuk makan siang seketika dibuat panik mendengar suara jatuh lelaki itu.


" Masih dijalan,tadi Om Romi bilang Papa ada meeting penting " Jawab Aktam lirih.


Nisa mengangguk paham,wanita tua itu juga khawatir dengan kondisi suaminya karna Nisa tau lelaki itu sangat menyayangi Antoni.


Histi diam2 memperhatikan gerak gerik kekasih hatinya yang berperan penting disana.


" Aduhh sakit " Ringis Antoni saat Dokter menyentuh pinggangnya.


" Sepertinya ini parah " Gumam Dokter Gio menghela nafas.


" Ya,kakinya juga mengalami pembengkakan " Ucap Dokter Bayu.


" Bagian atas baik2 saja,hanya benturan kecil dikepala,tapi tak fatal " Sahut Serkan.


" Kami perlu membawa Tuan Antoni kerumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut " Ucap Dokter Surya selaku dokter umum disana.


" Apakah serius Dok ?" Tanya Ana khawatir.


" Ada benturan dipinggang hingga kaki,apalagi sebelumnya kaki Tuan Antoni memang sudah lemah " Ucap Dokter Surya tenang.


" Ya ampun Kakek " kata Ana menatap Antoni gemas.


Antoni menunduk takut melihat gigi cucunya sudah mengeluarkan taring.


" Tapi secara keseluruhan baik kan ?" tanya Aktam.


" Kami tidak bisa memastikan,kita akan melakukan ronsen seluruh tubuh lalu nanti rawat jalan " Jawab Dokter Surya tegas.


" Baiklah lakukan yang terbaik " Ujar Aktam menghela nafas.

__ADS_1


Dari arah luar seorang pria dewasa berlari masuk saat mobil baru saja berhenti.


Sang Asisten yang mengemudi langsung dibuat kelabakan dengan aksi nekad Bosnya.


Tanpa tunggu lama Romi langsung mengejar Reno yang masuk kedalam rumah.


Reno terdiam saat melihat cucu dan menantunya berdiam di depan dengan pintu terbuka.


" Kakek " Teriak Jack heboh melihat Reno.


" Kakek,huhuhu Eyang jatuh Kek " Adu bocah itu bersimbah air mata.


" Ayah " Gumam Reno dengan jantung berdebar.


Lelaki itu langsung berlari,Jack yang tak sempat memeluk kaki Reno menghentak kaki kesal.


Ana dan Prito terlihat iba melihat buah hati mereka tak digubris.


Saat Jack ingin balik badan seorang pria juga berlari.


" Ada apa ini ?" tanya Romi panik.


" Kakek Romi " Panggil Jack kembali mendrama.


" Ada apa Jack,kenapa Eyang kamu ?" tanya Romi memegang bahu bocah itu.


Romi memang tidak diberitau Aktam apa alasan dirinya harus membawa Reno pulang.


" Eyang jatuh Kek huhuhu " Jawab Jack memeluk Romi sedih.


" Apa " Kata Romi syok dan langsung berlari masuk.


Jack yang kembali ditolak kembali menggerutu.


Ana dan Prito tertawa menghadap kearah lain sedangkan Lulu dan Zaiva menahan senyum melihat bibir bocah kecil itu hampir jatuh kelantai.


" Wahahahahahaha " Tawa Angel pecah tak sanggup lagi menahan.


Gadis cantik itu tertawa terpingkal pingkal,Jack menatap Kakaknya datar dan mendengus bersedekap dada berjalan kearah lain.


Angel kembali tertawa,Zaiva dan Lulu ikut tertawa lucu melihat tingkah Jack yang banyak sekali drama..


" Ya ampun Na,anak kamu gokil banget " Kata Lulu disela tawanya.


" Emang gitu anaknya,suka banget ngdrama gara2 nonton dendam istri di tv " Jawab Ana terkekeh.


Mereka semua kembali tertawa.


Bocah yang diomongi barusan mendekati artnya yang sedang melanjutkan acara masak mereka.


" Bi tolong bikin es teh dong,aku lagi kepanasan " Ucap Jack menarik baju daster art Nisa dari samping.


" Iya Den bentar ya " Ucap bibi sedang sibuk.


" Sekarang Bibi,aku pecahin nih tabung gasnya " Ancam Jack kesal sambil berdiri disamping gas besar kosong.


" Eh iya iya Den iya jangan dipecahin dong,ntar kita semua metong lagi " Kata Bibi kaget dan langsung mengambil gelas.


" Gitu dong " Kata Jack bersedekap dada dan menaiki kursi makan mengintip menu disana.


Bibi art menggeleng pelan melihat tingkah cucu bontot keluarga besar itu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay bantu lupa Vote,Like,Coment nya dong,author lagi ikut kompetisi nih upadate tim,kalo menang author crazy up deh buat readers semua.


__ADS_2