
Tak terasa kini sudah 5 bulan berjalan,kehidupan Samuel berjalan dengan lancar hubungannya dengan sang istri pun terbilang lancar jaya tanpa hambatan yg bearti.
Samuel membebaskan istrinya pergi kemana pun yg Leni mau,bahkan lelaki itu juga tak menghiraukan Leni bertemu dengan pacarnya yg juga seorang perempuan,meski begitu Leni tau diri wanita itu selalu mengutamakan Samuel terlebih dahulu daripada pacarnya.
Leni tak mau membiarkan Samuel hidup sendiri,setiap hari Leni mulai bangun pagi demi menyiapkan sarapan dan baju kerja suaminya meski Leni belum bisa melayani Samuel dengan sesungguhnya.
" Nanti jemput aku disini ya " Ucap Leni setelah mereka sampai didepan pintu gerbang tempat kerja.
" Hm " Jawab Samuel cuek.
" Jangan lupa,jam 4 jemputnya nanti dimarahin Mama kalo telat " Kata Leni memperingati.
" Iya " jawab Samuel malas.
" Dah sana turun,suami kamu dah nungguin " Sindir Samuel melihat seorang wanita berdiri didepan gerbang.
Leni menoleh dan terdiam menatap sang kekasih.
" Ck,kau suami ku Sam " Kata Leni memutar mata.
" Jika aku suami mu lalu dia siapa ? istri ?" Kata Samuel terkekeh geli.
" Haisttt kau ini selalu mengolok ku " Jawab Leni kesal.
" Jaga saja milik mu dengan baik,aku tidak mau unboxing bekas tangan orang " Kata Samuel malas.
" Hah maksudnya ?" tanya Leni mengernyit.
Samuel tak membalas,lelaki itu menghidupkan mobilnya membuat Leni menghela nafas sabar.
" Dah sana keluar " Usir Samuel.
" Hei,jangan kasar " Kata Leni melotot.
" Aku tidak menyentuh mu " Balas Samuel heran.
" Tapi kata2 mu menyakiti aku " Sahut Leni.
" Lalu bagaimana dengan perasaan aku ?" Tanya Samuel balik.
Deg...
Leni terdiam,baru kali ini Samuel bertanya tentang perasaannya.
" Ck cepat,aku akan telat jika kau masih mematung disini " Ucap Samuel kesal.
" Kan kamu bosnya " Kata Leni bingung.
Samuel kembali diam,Leni mengambil tangan lelaki itu dan mencium dengan cepat.
" Latihan biar Mama dan Papa gak curiga " Ucap Leni melihat wajah terkejut Samuel.
" Hm " Jawab Samuel mencoba tenang.
Leni tersenyum kecil,wanita itu pun langsung keluar dari mobil seraya melambaikan tangan.
" Hati2 Sam " Ucap Leni ramah.
Samuel langsung tancap gas tanpa menoleh lagi.
" Kamu deket banget sama dia " Ucap seseorang dari belakang.
Leni menoleh dan diam melihat wanita cantik didepannya.
" Dia suami ku,jadi aku harus sopan kepadanya " Balas Leni tenang.
__ADS_1
" Kau menyukainya ?" tanya gadis bernama Santa tersebut.
" Menyukai ? hm dia pria yg baik " Jawab Leni mengingat.
" Oh jadi kau mulai berpaling ?" Tanya Santa kesal.
" Tidak,aku hanya menghargai dia saja,aku masih menyukai mu " Jawab Leni merangkul Santa.
" ck kau membohongi ku " Kata Santa merajuk.
" Tidak sayang,aku beneran menyukai mu,aku mencintai mu " Balas Leni memeluk wanita tersebut.
" Kalau begitu kau pulang ke apartemen ku malam ini,kita sudah lama tak jalan berdua " Kata Santa tegas.
" Jalan ?" Ulang Leni terkejut
" Ya,aku ingin menghabiskan waktu bersama mu " jawab Santa tersenyum.
Leni terdiam,otak wanita itu mulai berpikir keras.
" Jika aku tidak pulang apa Sam akan memarahi ku ? huh aku memang sudah lama tak bersama Santa,tapi bagaimana dengan Samuel,dia sering mengigau saat malam,siapa yg akan membangunkannya ?" Batin Leni berperang.
" Hei kenapa melamun ?" Tanya Santa menegur.
" Hm ya,em sepertinya aku tidak bisa menginap,jika hanya jalan aku bisa tapi untuk menginap aku rasa tidak,karna Samue.....
" Samuel ?" Potong Santa menebak
" Hm ya,dia butuh aku " Jawab Leni menunduk.
" Butuh kau ? buat apa ?" Tanya Santa mengernyit.
" Dia tak ada yg menemani,aku harus berperan menjadi istri yg baik untuknya " Jawab Leni lesu.
" Ya,aku dan Sam memang tidur bersama dalam 1 rangjang,tapi dia tidak pernah menyentuhku " Jawab Leni jujur.
" Tidak menyentuh ? apa kau yakin ?dia pria normal bukan ?" Tanya Santa nyerocos.
" Hm ya,aku pikir dia pria normal dan kadang juga tidak " Jawab Leni terkekeh.
" Maksud mu ?"
" Ya dia begitu unik,aku baru kali ini bertemu pria aneh sepertinya " Jawab Leni mengingat.
" Aku penasaran dengan suami mu itu " Kata Santa tersenyum miring.
" Bagaimana kalau aku mendekatinya ?" Tanya Santa memainkan alis.
" Hah mendekatinya ?" Ulang Leni syok.
" Ya,jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama " Jawab Santa tersenyum manis.
Leni terdiam,gadis itu terlihat begitu terkejut mendengar ucapan sang kekasih.
" Kau tidak mau ?" Tanya Santa menyelisik
" Hm maaf,tapi jika kau masuk ke pernikahan kami maka mertua ku akan menganggap kau sebagai pelakor " Jawab Leni hati2.
" Pelakor ? hah yg benar saja " Kata Santa melotot.
" Hm seperti itu lah konsepnya setau ku " Balas Leni menggaruk kepala.
" Tapi sampai kapan kau akan terus bersamanya ? jika nanti kau dan dia punya rasa bagaimana ?" Tanya Santa khawatir.
" Itu tidak akan mungkin,ah sudahlah ayo kita masuk aku sudah telat " Kata Leni mengalihkan.
__ADS_1
Santa mengangguk dengan wajah mayun.
Keduanya pun bergandeng tangan masuk ke studio mewah tersebut.
Banyak yg tau hubungan keduanya tapi orang2 tak ada yg membuka suara lantaran Leni dan Santa bukan orang sembarangan,keduanya pun terkenal sangat baik membuat orang2 senggan untuk mencari gara2.
Disebuah rumah sakit seorang wanita berbaring dengan dibantu beberapa alat pemeriksaan.
Hari ini Restu izin bekerja lantaran mengantar istrinya untuk cek kandungan.
Lelaki itu tidak mau kehilangan moment special yg jarang terulang.
" Gimana Dok ?" Tanya Restu khawatir.
" Semuanya baik " Jawab Dokter tersenyum.
" Apa yg sedang dia lakukan ?" tanya Restu kepo.
" Dia aman Pak,bayinya berkembang dengan sempurna " Jawab Dokter terkekeh.
" Maaf Dok suami saya banyak tanya " Kata Winda malu.
" Gak papa Bu,itu hal yg wajar " Balas Dokter.
" Iya Yank,aku gitu kan karna khawatir sama kamu dan debay " Kata Restu mengkrucut.
" Hehe iya " Balas Winda terkekeh.
" Hm kami masih bisa kan Dok.." Ucap Restu menggaruk kepala.
" Bisa Pak,tapi di harapkan untuk hati2 jangan sampe bayinya merasa tertekan " Jawab Dokter paham.
" Maksudnya apa ?" Tanya Winda bingung.
" Gak papa " Jawab Restu bermain mata dengan si Dokter.
" Semuanya masih aman,nanti semester akhir kalian cek lagi ya " Ucap Dokter mengakhiri.
" Siap Dok " Jawab Restu semangat.
" Ya udah,kalau begitu pemeriksaan hari ini selesai " Balas Dokter.
Winda dan Restu mengangguk paham,keduanya pun berpamitan pulang.
" Yank " Panggil Restu menahan tangan Winda saat mereka berjalan di koridor rumah sakit.
" Iya " Jawab Winda menoleh.
" Hm nanti pas mau lahiran kamu mau dirumah apa pulang kampung ?" Tanya Restu hati2.
" Bukannya Mak mau kesini dampingin ?" Tanya Winda.
" Iya sih,tapi gak tau deh jadi atau enggak " Jawab Restu.
" Emangnya kamu mau kemana Mas ?" Tanya Winda mengernyit.
" Ya gak kemana mana " Jawab Restu tersenyum.
" Ck kamu aneh deh,,pulang yuk ntar Nur nangis " Kata Winda berjalan duluan.
Restu mengangguk,keduanya pun berjalan beriringan dengan isi kepala masing2.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1