Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
496


__ADS_3

Disebuah tempat 3 orang pria terlihat rapi dengan pakaian olahraganya,hari ini Alexi,Serkan dan Romi akan pergi kesebuah tempat untuk merefreshkan otak mereka.


" Kamu gak usah pergi ya,sama Mama aja " Ucap Serkan menahan Sutar yang memeluk kakinya.


" Ndak au,au ama Papa " Rengek Sutar memelas.


" Jangan,Papa cuma sebentar doang " Kata Serkan gemas.


" Ndak au " Balas Sutar kesal.


" Histtiiiiiiii " Pekik Alexi menggelegar.


Histi keluar dapur dengan rambut cepol dan ganggang penggorengan.


" Apa ?" tanya Histi malas.


" Sutar nih,kami mau berangkat " Jawab Alexi kesal.


" Bawa aja " Balas Histi cuek.


" Mana bisaaaa " pekik Alexi kesal.


" Sutar sini " Ajak Histi melambaikan tangan.


" Ndak au " jawab Sutar kekeh.


" Sayang,sama Mama ya " Bujuk Serkan lembut.


" Dak au Papa,dak au macak2 " balas Sutar memelas.


Suci yang mendengar ucapan bocah itu langsung melotot,bagaimana tidak pasalnya bocah cantik itu sedang main asak2 dengan boneka berbienya.


" Ada masalah apa sih ?" tanya Romi keluar dari kamar.


" Nih bocah bikin drama " jawab Alexi menunjuk Sutar.


" dia mau ikut juga ?" tanya Romi.


" Iya Yah " jawab Serkan tak enak.


" Kalo dia dibawa siapa yang jagain " Kata Romi bingung.


Sutar melepas kaki Serkan dan menatap Kakeknya penuh dengan wajah melas.


" Heh kecil2 pinter acting " Cibir Alexi.


Sutar melihat Alexi tajam,tanpa bocah itu sadari Suci juga menatap Sutar dengan wajah smirk.


" Kalo Utar ikut Uci uga mau ikut " Celetuk Suci tiba2 bangun.


" Ya jangan dong " kata Alexi kaget.


" Dak au,maca ia uma Cutal yang pelgi,Uci ndak !" kata Suci protes.


" Hadeh nambah lagi satu " Kata Serkan sakit kepala.


" Dah lah gak jadi semua,mending bubarrr " Sahut Alexi menyerah.


Romi terkekeh geli,kedua cucu nya begitu menggemaskan membuat lelaki itu terhibur.


" ya udah kalo mau ikut ayo " kata Romi memutuskan.


" jangan aneh2 deh Yah,siapa yang jagain ?" tanya Alexi kesal.


" Ya gantian " jawab Romi santai.


" Ck aku kesana mau olahraga bukan momong anak " balas Alexi gemas.


" Oh jadi Papa ndak cayang Uti ?" Tanya Suci bersedekap dada.


" Hah bukan gitu,tapi Papa....


Suci menampilkan mata berkaca kaca,Salsa yang baru pulang dari pasar bersama mertuanya langsung melengos masuk tanpa salam lagi.


" Ada apa ini ?" tanya Yuni heran.

__ADS_1


" Papa ndak cayang Uti Nek " jawab Suci sedih.


" Alexiiii " tegur Yuni melotot.


" Bukan gitu Bu " kata Alexi kelabakan.


" Yankkkk " Pekik Alexi melihat Salsa berlari kedapur.


" Aku gak ikut2an " jawab Salsa sedikit berteriak.


" Haissttt " Alexi mendengus kesal dengan jawaban tak bertanggung jawab istrinya.


" Udah bawa aja " Kata Yuni memutuskan.


" Ya udah lah,mau gimana lagi daripada nangis " Kata Serkan mengalah.


" Yesss " Pekik kedua bocah itu girang.


Alexi menghela nafas dan menatap anaknya nanar.


" Uti dak au dekat2 ama Papa,cana " Kata Suci mendorong Alexi.


" Ayo Kek kita jalan " Ajak Bocah itu mengambil tangan Romi.


Romi mengangguk dengan senyum kecil.


" Sabar ini ujian " Ucap Serkan menepuk bahu adiknya.


Alexi berdecak kesal dan membawa peralatan golf.


Sutar tersenyum manis dan mengetos tangan Yuni yang sedang menganggur.


" Hati2 cucu Nenek " pekik Yuni semangat.


" Ote " Jawab Suci dan Sutar bersamaan.


Kedua bocah itu pun berlari mendekati mobil Kakeknya yang sudah terparkir didepan teras.


" mereka udah pergi ?" tanya Histi dan Salsa keluar dari dapur.


" Yesss bisa medi pedi kita " Pekik Histi girang.


" Uh iya Kak,rasanya aku dah burikan banget " Sahut Salsa semangat.


" Gimana kalo kita ke mall habis ini,aku lihat banyak barang diskon loh " Ajak Histi.


" Boleh2 " Balas Salsa heboh.


Kedua perempuan itu menari ria,Yuni yang melihat menantunya girang sendiri menggeleng pelan.


Begitulah jika diberi kebebasan sedikit,keduanya pasti akan melakukan hal2 yang jarang mereka kerjakan..


Sesampainya di lokasi,parkiran mobil terlihat sangat padat.


Para pejabat dan konglemerat berkumpul disana untuk berolahraga elegant tersebut.


Dari muda sampai tua berkumpul menjadi satu,Romi yang memang punya banyak kenalan tak bisa menolak saat ditegur lawan mainnya.


" Ini pake kaca mata " ucap Alexi memberi kaca matanya kepada sang putri.


" ndak au aku dak bica lihat " Tolak Suci.


" nanti gosong " Kata Alexi ngeri.


" Dak tuh,Cutal uga dak pake " Kata Suci menunjuk Sutar yang anteng bersama Serkan.


" Heh kamu ini perempuan,harus pinter rawat kulit dong mana pake baju gini lagi " kata Alexi risih melihat baju pendek anaknya.


Suci tak perduli,bocah itu mendekati Romi dan menggandeng tangan Kakeknya.


" Yang sabal Om ini ujian " Ucap Sutar menegur Alexi.


" Ujian jidat mu " Cibir Alexi kesal.


Sutar tertawa ngakak dan berlari mendekati Romi dan Suci.

__ADS_1


" Namanya juga anak2 Lex,musti sabar " tegur Serkan.


" Kemarin rencananya mau nambah Bang,tapi modelan gini kayaknya 1 aja cukup" kata Alexi lesu.


" Hahaha " Serkan tertawa geli,kedua lelaki itu pun berjalan masuk.


Ditengah lapangan,seorang pria terlihat begitu berusaha memasukkan bola dengan tongkat ajaib,tapi sudah 3x pukulan 1 pun tak ada yang masuk.


" Udah Kek cape " kata Restu menyeka keringat.


" Sekali lagi dong,gemes kakek lihat kamu gak bisa masukin " Balas Rudi terkekh.


Restu menghela nafas,keringat bercucuran diwajah manisnya yang tanpa skincare sedikit pun..


Lelaki itu mencoba sekali lagi,tapi bolanya melenceng.


" Yahhhh " ucap Rudi lesu.


Restu terkekeh,saat akan berbalik badan lelaki itu melihat seorang lelaki asing lebih dewasa darinya bermain dengan tenang.


Sorak tepuk tangan terdengar saat ia berhasil memasukkan bola dengan jarak yang lumayan jauh.


Rudi memberi minum kepada Restu dan melihat kemana arah manik sang cucu.


" astaga " ucap Rudi kaget.


Restu menoleh mendengar ucapan terkejut Kakek Winda.


" Ada apa Kek ?" tanya Restu bingung.


" Kenapa dia ada disini ?" gumam Rudi pelan.


Restu melihat lagi pria tersebut,terlihat seperti pria kaya lainnya dengan setelah olahraga yang keren ditambah porsi badan yang proposional..


Tak lama seorang pria menepuk bahu Rudi,lelaki tua itu menoleh dan terdiam melihat seorang pria tua tersenyum kearahnya.


" Main golf juga ?" tanya lelaki itu ramah.


" Hm iya " jawab Rudi kaget.


" Ini siapa ?" tanya Zaki melihat Restu.


" Hah em ini cucu ku " jawab Rudi tersenyum.


" Oh baru belajar ya ?" tanya Zaki hangat.


" Hehe iya Pak " jawab Restu cengengesan.


" Kami juga sedang main disana,mungkin kalian mau bergabung " Ajak Zaki.


" hah hm gak usah " kata Rudi menolak.


Samuel yang sudah selesai bermain dengan bagus melihat kearah Kakeknya yang berbicara dengan seseorang.


Samuel tersentak saat maniknya melihat Rudi yang juga melihat kearahnya.


Tanpa tunggu lama,Samuel mendekat.


" Selamat siang " ucap Samuel sopan.


" Siang Sam " balas Rudi sedikit canggung.


" Samuel " Ucap Samuel menyodorkan tangan ke Restu.


" Saya Restu " jawab Restu hangat seraya menerima uluran.


Kedua lelaki itu saling melihat dan tersenyum kecil.


" Ayo bermain bersama " Ajak Zaki semangat.


Rudi diam masih melihat Samuel dan Restu bergantian.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2