Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
344


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terlihat sibuk dengan buku tabungan.


Hari ini Alexi menyempatkan waktu mengumpulkan semua uang yang telah terkumpul.


Lelaki itu sudah ngebet ingin menikahi Salsa,tapi Salsa kembali berulah.


Gadis itu mengaku belum siap menikah dengan Alexi dengan beberapa alasan.


Selain mengejar nilai,Salsa ingin ia lulus,bekerja lalu menikah.


Tapi Alexi tidak setuju dengan alasan terlalu lama menunggu.


Keduanya pun tak akur 2 hari karna penolakan Salsa tersebut,tapi Alexi tak pantang menyerah lelaki itu ingin menunjukkan keseriusannya kepada Salsa.


Seperti hari ini Alexi ditinggal dirumah selama 2 hari berturut2,Salsa pergi keluar kota bersama teman2nya untuk studi mata kuliah.


Alexi tak bisa melarang karna memang ia tak ada hak.


Keduanya pun tak mengumumkan hubungan apapun,pria itu tak tau harus mengutarakan isi hatinya kepada Salsa,yang jelas Alexi ingin gadis itu menikah dengannya.


" Huh masih banyak kurang " Gumam Alexi menghela nafas setelah menjumlah semua uang ditabungan.


" Cari kemana lagi ya ? kalo nunggu gaji perbulan gak bakal cukup,aku juga gak mau hidup disini " Lanjut Alexi bingung.


Pria itu sudah menambah kurangkan pengeluaran mereka selama dinegeri orang,Alexi sempat kaget dengan semua yang ada disini karna beda jauh dengan negaranya,tapi di Amerika gaji karyawan cukup besar mengimbang bahan makanan disana juga lumayan mahal.


" Kalo gini mana bisa punya rumah sendiri " Ucap Alexi lesu.


Pria itu terus berpikir hingga kepalanya sakit.


Tak lama hape Alexi berdering,lelaki itu melihat nama dilayar dan melotot sempurna.


" Kak Serkan " Pekik Alexi.


Pria itu dengan cepat mengambil hapenya dan menjawab panggilan.


" Halo Kak " Sapa Alexi semangat.


" Halo Alexi,apa kabar ?" tanya Serkan diseberang.


" Baik,kok Kakak bisa nelfon ?" tanya Alexi cepat.


" Iya,Kakak dirumah Ayah " Jawab Serkan.


" Apa !" pekik Alexi kaget.


" Hehe,Kakak mau kasih kabar "


" Kabar apa ?" Tanya Alexi mengernyit.


" Histi hamil,kamu bakal jadi Om " Jawab Serkan terkekeh.


" Hah,Hamil ?" Pekik Alexi.


" Iya hehe "


" Waaah bearti Jos dong Kak " Kata Alexi menggoda.


" Ya dong,kamu gak pulang ya ?" tanya Serkan.


" Belum Kak,aku pulang nanti bawa Salsa sekalian " Jawab Alexi.


" Kakak denger kamu mau balik sama Salsa "


" Iya,tapi Ayah malah marah2 sama aku " Curhat Alexi.


" Haha makan karma kamu " Cibir Serkan.


" Yaya aku tau,makanya sekarang lagi mikir cari uang buat halalin dia lagi,Salsa jual mahal Kak gak kayak dulu " Kata Alexi sedih


" Ya lah,ngapain jual murah,dulu dikasih gratis sama dia ditolak mentah2 " Hujat Serkan.


Alexi menunduk dengan anggukan kecil.

__ADS_1


" Ya aku menyesal " kata Alexi menghela nafas.


" Ya udah,kamu baik2 sama Salsa disana gak usah macem2 kalo gak mau otong kamu dipotong Ayah " Kata Serkan terkekeh.


" Ihh Ayah emang gak sayang anak " Cibir Alexi.


" Hahahah " Serkan tertawa renyah.


Lelaki itu pun memutuskan panggilan.


" Huuufttt alhamdulillah bakal punya ponaan " Gumam Alexi terkekeh geli.


" Jadi kangen rumah deh,pasti sekarang Ibu heboh denger menantunya hamil " Lanjut lelaki itu tersenyum.


Dirumah Romi,Yuni tak henti2 memeluk Histi yang memamerkan perut buncitnya.


Wanita itu terlihat sangat bahagia mengetahui sang menantu hamil.


" Ini berapa bulan Histi ?" tanya Yuni semangat.


" Baru sebulan Bu " Jawab Histi cengengesan.


" Hah sebulan ?" Ulang Yuni kaget.


" Iya emang nya kenapa ?" tanya Histi mengernyit.


" Hm kayak udah 3 bulan " Jawab Yuni pelan.


Ppppfffttt...


Serkan yang sedang main ponsel hampir menyemburkan ludah dengan jawaban ibunya.


" Itu ayam kampung sama belut semua isinya " Ucap Serkan pelan.


Histi mengkrucut dan menutup perut buncit itu.


" Kenapa ?" tanya Yuni bingung.


" Hah siapa yang ngatain kamu ?" Sahut Serkan aneh.


" Barusan kamu bilang isinya ayam sama belut,kamu secara tidak langsung ngatain aku gendut !" Kesal Histi.


Yuni menganga melihat sang menantu marah2 kepada anaknya.


Serkan diam dan berlari menjauh sebelum dihajar wanita itu.


" Sudah2 kamu gak gendut kok " kata Yuni melerai.


" iya emang gak gendut dasar Kak Serkan aja gak bersyukur dapat istri bohay kayak aku " kata Histi menggoyangkan dadanya.


Yuni tertawa dan menampar gemas lengan perempuan itu.


Kedatangan Histi dan Serkan benar2 membuat isi rumah langsung gempar.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari belakang.


" Waalaikumsalam " Sahut Yuni dan Histi bersamaan.


" Kakak !" Pekik seorang gadis berpakaian olah raga kaget melihat Histi.


" Halo cantik " Sapa Histi tersenyum.


Byanca berlari dan langsung memeluk wanita itu membuat Histi terjengkang ke belakang.


" Ehhhhh " Pekik Yuni terbelalak.


" Aduhhh " ringis Histi mengusap kepalanya.


" Maaf2 Kak aku terlalu bersemangat " kata Byanca menggaruk kepala.


" its oke " Balas Histi menarik nafas.


" Jangan gitu ih,Kakak kamu lagi hamil " Kata Yuni memarahi Byanca.

__ADS_1


" Hah hamil ?" pekik Romi terbelalak.


" Iya Mas,bakal punya cucu " Jawab Yuni terkekeh.


" Astaga apa itu benar Histi ?" tanya Romi tak percaya.


" Iya Yah,top cer " Jawab Histi malu.


Romi melotot dan langsung tertawa.


" Alhamdulillah,keluarga kamu udah tau ?" tanya Romi bahagia.


" Belum Yah,,tadi kita kesini dulu " Jawab Histi.


" Oh nanti kalian musti kasih tau,Kakek kamu pasti sangat syok dengar kamu hamil " Kata Romi menebak.


" Hehe iya,Papa pasti gak nyangka bakal jadi Kakek hehe " kata Histi cengengesan.


" Suami kamu mana ?" tanya Romi teringat putranya.


" Gak tau,ngilang aja dia " Jawab Histi berubah ketus.


Romi mengernyit meminta jawaban dari Yuni,perempuan itu mengedipkan mata memberi kode.


" Oh oke2,Ayah cari suami mu dulu " kata Romi paham.


" Iya " Jawab Histi mengangguk.


" Kamu berapa hari disini ?" tanya Yuni lagi.


" Besok terakhir Bu,tau gak perjalanan dari sini sampe sana itu astagaaaaaaaa " kata Histi menggelengkan kepala.


" Kenapa ?" tanya Yuni kepo.


" Berasa naik roller coster manual Bu,untung aja anak aku mentalnya kuat,coba kalo lemah kek bapaknya bisa beranak dijalan aku " Kata Histi heboh.


" masa sih ?" tanya Yuni syok.


" Iya,pokok nya ah mantap !" Kata Histi menunjukkan jempol.


Yuni terkekeh dan mengusap kepala perempuan itu,meski menantunya kini sedikit kumal dan hitam tapi Yuni sangat menyayangi Histi,apalagi melihat Serkan tumbuh subur membuat wanita itu yakin Histi pasti merawat Serkan dengan baik.


" Nanti kalo lahiran gimana ?" tanya Yuni tenang.


" Aman,banyak dukun disana " Jawab Histi sambil mencomot buah naga di piring.


" Hah !" pekik Yuni kaget.


" Hehe,dukun beranak Bu " Lanjut Histi cengengesan.


Glekkkk....


Yuni menelan ludah kasar,wanita itu sungguh terkejut dengan jawaban santai Histi.


" Jangan aneh kamu " kata Yuni ngeri.


" Gak,aku udah konsultasi sama dukun beranaknya,dia bilang juga aku aman buat perjalanan jauh " Kata Histi memainkan alisnya.


Yuni menganga mendengar Histi yang diluar nalar orang kota.


" Pokoknya doain aja keluarga kecil ku selamat,tapi mohon maaf nih mungkin pas aku lahiran Ibu gak bisa lihat hehe soalnya jauh mau kekampung " Kata Histi cengengesan.


" Lah ntar anak mu gak kenal neneknya dong ?" Tanya Yuni lesu.


" Aman,ntar aku titipin alamat rumah kalo dia mau kekota hehe kayak di film2 gitu Bu " kata Histi menghayal.


" Haist aneh2 aja kamu,nih makan lagi biar anaknya cepet ngembang " Ucap Yuni menyodorkan buah lagi kehadapan perempuan itu.


Histi dengan senang hati mengambil dan memakan dengan lahap..


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2