Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
584


__ADS_3

Suara tangisan terdengar menyakitkan saat seorang gadis kecil harus menerima dirinya tidak bisa berjalan.


Suasana ruangan cukup mengharukan saat Dokter memeriksa keadaan Nur yg semakin membaik,tapi kabar dukanya ternyata kaki gadis itu belum bisa digunakan sebagaimana mestinya.


" Ak aku ca cat Nek huaaaa huaaaaaa " Ucap Nur tersedu sedu.


" Enggak sayang,kamu gak cacat,kaki kamu bakal sembuh " Balas Sindi menahan tangis.


Nur terus menangis,Dokter dan Malvin yg berada disana hanya bisa menghela nafas sedih.


Dokter sudah melakukan yg terbaik untuk gadis itu,tapi kenyataan tak bisa mereka tolak.


" Mamaaaa huhuhu Papa huhuhu " Nur menangis memanggil orang tuanya.


" Jangan nangis Nak,Nenek akan nemenin kamu sampe sembuh,kamu yg kuat ya " Kata Sindi menitikkan air mata.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,masuklah 2 orang wanita dengan rantang dan bucket bunga.


" Apa yg terjadi ?" tanya Sita mendekat.


" Oma Sita huhuhu " Nur menangis melihat Sita.


" Iya sayang,kamu kenapa ?" tanya Sita mengusap kepala gadis itu.


" Kaki Nul gak bisa gelak huhuhu " Jawab Nur terus menangis.


Sita melototkan matanya dan melihat Sindi.


Sindi menunduk sedih,bahkan saat ini Sindi belum bisa menjelaskan dengan pasti.


" Cicit saya kenapa Dok ?" tanya Risa kepada Dokter langsung.


" Urat dikakinya ada yg bermasalah Bu,untuk saat ini mungkin dia belum bisa berjalan,tapi jangan khawatir,kami akan meriset lebih dalam dan mencari pengobatan nya " Jawab Dokter tenang.


" Berapa lama dia akan seperti ini ?" Tanya Risa lagi.


" Jika dia giat berlatih mungkin akan cepat " Jawab Dokter.


Risa terdiam,wanita itu melirik Putranya yg sudah diam dari tadi.


" Kalian bersabarlah,selaku orang tua saya harap kalian mampu membuat dia tetap tenang dan jangan menyerah " Pinta Dokter.


" Bagaimana kami bisa tenang melihat kondisinya seperti ini " Kata Risa berkaca kaca.


" Saya tau ini berat untuk kalian,tapi apa boleh buat dia selamat dari masa kritisnya itu sudah luar biasa bagi kami " Balas Dokter.


" Baiklah Dok,mohon kerja samanya nanti " Kata Risa pasrah.


Dokter mengangguk,lelaki itu pun keluar dari ruangan.


" Malang sekali nasib mu Nak " Ucap Sita memeluk Nur yg masih terisak.


Sita mulai menangis,rasa penyesalannya dulu kini kembali lagi,wanita itu sungguh merasa begitu hina saat mengingat kekejamannya dizaman Sindi,bahkan kemalangan tak berhenti disana kini gadis tak berdosa pun terkna imbasnya.

__ADS_1


" Oma yakin nanti kamu bakal sembuh,kalo kamu udah bisa jalan lagi nanti kita keluar negeri,mau gak ?" Ucap Sita tersenyum.


" Lual negeli ?" Tanya Nur berhenti sejenak.


" iya,kita ke Disneyland,kita lihat princes disana,banyak mainan dan barby " Jawab Sita lembut.


" Benalkah ? apa Elsa juga ada disana ?" Tanya Nur berbinar.


" Ada dong,semua yg kamu mau ada disana " jawab Sita ramah.


Sindi hanya diam mendengar iparnya mencoba membujuk sang cucu.


" Wahh aku mau Oma " Kata Nur semangat.


" Kalo kamu mau,jangan nangis lagi ya,nanti Oma bantu kamu buat sembuh " Kata Sita ikut semangat.


Nur mengangguk dan mengusap air matanya dengan cepat.


" Dia udah makan ?" tanya Sita melihat Sindi.


" Dia gak mau makan " Jawab Sindi pelan.


" Biar aku aja " Kata Sita paham.


Sindi mengangguk,wanita itu pun mengambil mangkuk bubur Nur dan menyerahkannya kepada sang ipar.


" Ayo sini " Ajak Sita tersenyum.


" Tapi nanti pelgi ke disnelen ya Ma " Kata Nur memastikan.


Nur pun mulai membuka mulutnya menerima suapan.


" Malvin dan Sindi bisa ikut Mama keluar bentar ?" Tanya Risa.


" Iya Ma " Jawab Sindi mengangguk.


Risa keluar duluan,Malvin masih diam ditempatnya melihat nanar sang cucu yg disuapi makan.


" Mas ayo " Ajak Sindi menarik tangan Malvin.


Dengan anggukan kecil,ia pun mengikuti langkah sang istri.


Setelah pintu tertutup,pasangan itu melihat Risa yg mengorek tas mahal yg dibawa.


" Kenapa Ma ?" tanya Sindi.


" Mama habis jual mobil,ambilah uang ini untuk biaya berobat mereka " Ucap Risa memberikan segepok uang tebal didalam kantong coklat.


" Hah " Pekik Sindi syok.


" Ambilah Sin,kalian tidak boleh menolaknya,Nur harus bisa berjalan seperti semula " Kata Risa dengan bibir gemetar.


" Tap i ini..." Kata Sindi tak bisa berkata kata.


" Mama tidak tau lagi harus bagaimana agar semua penderitaan kalian berakhir,Mama tau kalian pasti butuh uang banyak untuk pengobatan ketiganya " Kata Risa mengusap air matanya yg mulai tumpah.

__ADS_1


" Mas " Tegur Sindi kepada Malvin.


" Ambilah Malvin,jangan menolak Mama lagi Nak,ini demi anak kamu dan cucu kamu " Kata Risa memegang tangan putranya.


Malvin masih diam melihat wajah ibunya yg terus menangis sedih.


" Mama gak bisa berdiam diri Malvin,Mama akan melakukan apapun untuk mereka,Nur darah daging Mama juga Nak hiks hiks " kata Risa dengan tangis pecah.


Sindi ikut berkaca kaca,melihat suaminya sekarang sungguh sangatlah terluka.


Malvin yg sebelumnya riang,kini sangat murung seperti kehilangan arah.


" Aku akan menerimanya Ma " Kata Malvin tenang.


" Benarkah ? oh itu harus kamu harus menerimanya Nak " Kata Risa girang.


" Berapa jumlahnya ?" tanya Malvin.


" Ini ada 100 juta,di atm Mama masih ada 1 M,kamu bisa memakainya " Jawab Risa semangat.


" Apa Papa tau hal ini ?" tanya Malvin.


" Mama akan memberitahunya,kamu tenang saja Papa tidak akan marah " Jawab Risa yakin.


Sindi melongo mendengar nominal yg baru saja diucapkan mertuanya.


" Ma apa itu tidak kebanyakan ? kami tidak mampu menggantinya nanti " kata Sindi ngeri.


" Mama tidak memberi kalian pinjaman,tapi ini Mama ikhlas memberi tnpa pamrih " Jawab Risa menepuk bahu sang menantu.


" Apa !" Pekik Sindi syok.


" Lakukan apapun yg Dokter suruh nanti untuk kesembuhan mereka semua,soal anak kamu,Mama yg akan urus Doni,dia akan tetap sekolah seperti biasa dan akan mewujudkan mimpinya " Kata Risa semangat.


" Oh ya dan cucu satu lagi,Mama akan minta Yuni mengirim pesan apa saja kebutuhan bayi,dia akan baik2 saja " Kata Risa tersenyum manis.


Sindi semakin melongo,sungguh wanita itu tidak menyangka mertuanya yg terkenal kejam dulu kini berubah menjadi malaikat super baik.


" Ma " Panggil Sindi memegang tangan Risa.


" Jangan menangis,kamu harus kuat demi mereka okey " Jawab Risa mengusap air mata Sindi yg berlinang.


" Makasih Ma " Ucap Sindi bergetar.


" Mama juga mau terima kasih sama kamu Sin,karna kamu Mama belajar banyak hal " Balas Risa memeluk menantunya.


" Aku akan menemui Dokter sekarang " Celetuk Malvin tiba2.


" Iya,temuilah " Jawab Risa mengangguk pelan.


Malvin tersenyum,lelaki itu pun membawa uang banyak tersebut menemui dokter yg menangani ķeluarga anaknya.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2