Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Lima "TSJC"


__ADS_3

Citra dan Riko masih berjalan-jalan didalam mall, sambil Riko merangkul Citra.


Tidak lama kemudian Citra tertawa kecil, saat mengingat tingkah orang tua mereka yang seperti anak kecil dan membuat Riko bingung.


"Apa yang lucu?" tanya Riko bingung.


"Aku lagi ingat tingkah mama dan papa kak, ya ampun mereka lucu banget sih." ucap Citra sambil tertawa kecil dan Riko juga tersenyum membenarkan perkataan Citra.


"Apa kak Riko ngga bohongin aku juga, seperti papa yang bohong sama mama, tentang masa lalunya?" tanya Citra kepada Riko membuat Riko mengangkat sebelah alisnya karena bingung.


"Tentang apa?" tanya Riko bingung.


"Ituloh kak, papa bohong sama mama tentang masa lalu mereka, katanya mama cinta pertama papa, katanya mama pacar pertama papa, eh kenyataannya ada Susi dan Nadia." ucap Citra lagi.


"Hmm." gumam Riko sambil mangguk-mangguk polos, membuat Citra kesal lalu menyikut perut Riko lalu mengeluh kesakitan.


"Ada apa?" tanya Riko lagi sambil memegang perutnya.


"Jawab." ucap Citra menuntut.


"Jawab apa?" tanya Riko bingung.

__ADS_1


"Kak Riko ngga menyembunyikan sesuatu dari aku kan, mending kak Riko jujur sekarang dari pada nanti saat kak Riko ketahuan." gerutu Citra lagi.


"Ya ampun sayang, aku ngga pernah menyembunyikan sesuatu apapun dari kamu." ucap Riko lagi dan Citra menatap penuh curiga.


"Kenapa? kamu ngga percaya sama aku." ucap Riko dan Citra masih menatap sinis, Riko pun menghentikan langkahnya lalu menatap Citra.


"Kenapa kamu ngga percaya sama aku?" tanya Riko lagi.


"Yah aku takut aja, kalau misalnya kak Riko punya rahasia seperti papa, katanya cinta pertama papa mama, tapi kenyataannya ada perempuan lain sebelum mama, apa kak Riko juga punya mantan?" tanya Citra penasaran dan Riko tertawa.


"Kamu itu yah, selalu bertanya yang aneh-aneh, selalu memperbesar masalah sepele, apa itu penting dan harus aku jawab?" tanya Riko lagi dan Citra mengangguk.


"Kamu adalah cinta pertama aku dan pacar pertama aku." Jelas Riko penuh keyakinan, dan sepertinya Citra masih belum puas.


Saat mereka masuk kedalam toko itu, Riko dan Citra melihat beberapa orang sedang mewarnai dan itu membuat Citra tertarik dan ingin melakukannya juga, akhirnya Citra dan Riko pun ikut mewarnai.


Riko dan Citra duduk berhadapan. Riko tidak mewarnai, dia hanya terus memperhatikan Citra yang sangat fokus mewarnai sambil bermain ponsel. Riko terus menatap wajah Citra yang sangat fokus dan membuatnya gemas, akhirnya Rikopun mengaktifkan kameranya lalu memotret Citra dengan Stiker yang lucu.


Riko tersenyum melihat hasil potretannya tersebut.


******

__ADS_1


Silfa terlihat sangat lelah, karna seharian dia harus mengetik berbagai dokumen penting. Setelah dokumen itu selesai Silfa pun merenggangkan tangannya lalu bersandar di kursinya sambil memejamkan matanya.


"Sayang." ucap Romi tiba-tiba datang dan membuat Silfa terkejut lalu memukul lengan Romi.


"Kenapa?" tanya Romi bingung.


"Jangan panggil aku sayang, disaat kita lagi di kantor." gumam Silfa panik.


"Kenapa emangnya? apa ada orang yang marah saat aku panggil kamu sayang?, atau jangan-jangan kamu punya gebetan lain di kantor ini yah." tanya Romi penuh curiga.


"Bukan gitu, aku cuma ngga enak aja sama yang lain, mereka kan taunya kita itu ngga pernah akur. nanti mereka malah bingung kalau tau kita pacaran." jelas Silfa membuat Romi mengerutkan keningnya bingung.


"Ya udah kalau mau kamu begitu, aku nurut aja. tapi sekarang aku sangat lapar, jadi kita makan harus makan, dan kamu harus nurut." ucap Romi.


"Kalau itu aku pasti nurut." ucap Silfa lalu berdiri kemudian mengambil tasnya hendak pergi, Romipun mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Silfa, tapi Silfa menolak dengan berjalan duluan meninggalkan Romi.


Romipun mengejar Silfa lalu meraih tangannya.


"Sayang kita harus bergandengan tangan, saat kita berjalan bersama." teriak Romi sambil menggandeng tangan Silfa membuat karyawan yang berada di dekat mereka terkejut dan menatap kearah mereka, begitupun dengan Silfa yang terkejut setengah mati dan berusaha melepaskan genggaman Romi dan Romi menggenggam tangan Silfa dengan kuat.


"Aku kan udah bilang jangan sampai ada yang tau tentang hubungan kita." bisik Silfa kesal.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu ngga mau pegang tangan aku." bisik Romi dan memasang wajah nyolotnya.


"Kita pacaran." ucap Romi kepada seorang karyawan yang menatap mereka sambil memperlihatkan genggaman tangannya dengan Silfa kepada orang itu, tingkah Romi tersebut membuat Silfa merasa malu dan hanya menutup wajahnya.


__ADS_2