
Dirumah Winda,wanita itu terlihat tidak tenang.
Ia sudah berpakaian rapi bahkan Afdhal pun sudah siap dengan bekal makan siangnya yg rencana akan dibawa krumah sakit.
Tapi hari ini suasana begitu sepi,hampir 1 jam Winda menunggu didepan gang tapi tak ada satupun angkot atau taxi yg lewat.
Keringat Winda sudah berceceran hingga tak ada lagi jalan keluar selain menghubungi mantan suaminya untuk meminta pertolongan.
Winda tak bisa menghubungi Alexi karna wanita itu tau sahabatnya pasti sedang sibuk bekerja.
Winda juga tak berani menghubungi orang tuanya dikampung perihal Doni takut Mama dan Papanya panik.
" Huh semoga Samuel bisa mengatasi " Gumam Winda menghela nafas.
Wanita itu tak jadi pergi,ia akan menunggu sedikit sore atau menunggu kabar dari Samuel dulu yg sudah jalan menuju rumah sakit.
" Ya Tuhan,beginikah nasib ku jika harus berpisah dengan Mas Restu nanti,apa yg akan aku lakukan tanpa dia ? biasanya Mas Restu yg paling antusias,tapi kini kami berjauhan semuanya dan Mas Restu pun tak berdaya untuk menolong orang lain " Gumam Winda sedih.
Sudah berbulan2 Restu tidak pulang kerumah begitupun Nur,Winda benar2 merasa sangat kesepian.
Wanita itu juga kekurangan uang karna dirinya belum bekerja,Winda saat ini bertahan hidup dari uang tabungan suaminya selama ini,lantaran Afdhal belum bisa ditinggal lama..
Kadang Winda ingin menyerah,tapi melihat sang putra membuat kekuatan wanita itu meningkat,Winda tak bisa membayangkan jika ia menyerah sekarang apa yg akan terjadi kepada anaknya yg tidak tau apa2.
Lama termenung,terdengar rengekan Afdhal.
Bocah itu terlihat menarik2 baju yg ia pakai.
" Kenapa sayang ? gerah ya ?" Tanya Winda lembut.
Afdhal kembali menarik baju yg ia pakai,Winda pun bergegas membuka sebelum bocah itu mengamuk.
Dikantor,Leni masih diam ditempat memperhatikan piring makan sang suami.
Aura Leni berubah total,wanita itu terlihat sangat murka dengan sikap Samuel.
" Siapa dia ? kenapa Sam berani meninggalkan aku hanya karna menerima panggilan telepon ?" Gumam Leni mencengkram tangannya.
Wanita itu mencoba berpikir keras hingga sebuah ide muncul dikepala.
" Aku harus mencari tau " Gumam Leni tajam.
Wanita itu pun bangun dari duduknya dan mendekati meja Samuel.
Dengan cepat Leni membongkar isi laci pria tersebut dan memperhatikan foto lawas yg ada dimap tadi.
Leni kini bergerak aktif,jiwa posesifnya membara,wanita itu pantang ditolak seseorang karna selama ini ia selalu diterima bagaimana pun bentuk dan sikapnya.
Ditempat lain,seorang pria baru sampai.
Samuel keluar dari mobil dengan tergesa,lelaki itu bertanya kepada perawat dan langsung diarahkan masuk UGD.
Terlihat seorang lelaki berjalan mondar mandir didepan ruangan.
" Apa kau pelatihnya Doni ?" tanya Samuel tanpa basa basi.
" Iya maaf anda siapa ?" tanya pria dengan baju hitam tersebut mengernyit.
" Saya Kakak iparnya " jawab Samuel tegas.
" Oh iya,maafkan kelalaian kami Pak dalam menjaga Doni,dia terkena tendangan temannya saat bermain bola " Ucap pelatih merasa bersalah.
__ADS_1
" Apa dia baik2 saja ?" Tanya Samuel lagi.
" Hidung nya berdarah dan sempat pingsan,makanya langsung saya bawa krumah sakit " jawab Pelatih.
Samuel mengangguk paham,lelaki itu mengintip kedepan meski tak melihat apa2.
Beberapa saat menunggu,akhirnya Dokter keluar ruangan.
" Bagaimana keadaan Doni ?" tanya Samuel mendekat.
" Ada benturan keras terjadi dikepalanya,mungkin untuk beberapa saat ini dia sulit mendengar " Jawab Dokter tenang.
" Apa telinganya bermasalah ?" tanya Pelatih kaget.
" Ya sepertinya begitu,tapi dia akan baik2 saja " Jawab Dokter.
Samuel terdiam sejenak,mendengar penjelasan garis besar Dokter sudah bisa membuat bayangan bahwa adik iparnya cukup terancam.
" Apa dia bisa dibawa pulang ?" Tanya Samuel lagi.
" Untuk sekarang belum Pak,kami harus memeriksa lagi jika dia sudah sadar " Jawab Dokter serius.
" Aduhh gimana nih " Gumam pelatih terlihat tak tenang.
" Apa ada pertandingan ?" tanya Samuel menoleh.
" Hm ya,2 hari lagi mereka tanding dan ini cukup penting " Jawab Pelatih tak enak.
Samuel diam,pria itu juga merasa sedih atas insiden yg terjadi kepada iparnya apalagi Samuel tau Doni begitu mendambakan sepak bola.
" Ya sudah nanti lihat perkembangan Doni " Ucap Samuel mengakhiri.
Pelatih mengangguk lesu,Samuel berjalan menjauh menghubungi seseorang.
" Kenapa kamu begini Don ?" Ucap Winda lirih.
Kakak mana yg tidak sedih melihat adiknya terluka apalagi Doni bukan bocah nakal.
Doni masih terbaring dengan lilitan perban dikepalanya.
Pria itu sudah tersadar hanya saja rasa sakitnya membuat ia tertidur.
Sangat hening,bahkan Afdhal pun tak kuasa melihat Om nya terbaring tak berdaya..
Ceklek..
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria dengan jas hitam seraya membawa kresek makanan.
" Lex " Panggil Winda berbalik badan.
" Gimana Doni ?" Tanya Alexi mendekat.
" Masih tidur " Jawab Winda lesu.
" Kau sudah makan ?" tanya Alexi lagi.
" Aku tidak berselera " Jawab Winda menghela nafas.
" Kau harus makan,aku sudah membelikan nasi bungkus " Balas Alexi tersenyum kecil.
Winda diam memperhatikan sahabat kecilnya yg tidak pernah berubah.
__ADS_1
" Kau belum pulang kerumah ?" tanya Winda hati2.
" Belum,aku langsung kesini saat tau Doni terluka " jawab Alexi tenang.
" Terima kasih " Ucap Winda terharu.
" Haha sama2,dia juga adik ku jadi aku harus perhatian kepadanya " Balas Alexi tertawa geli.
Winda tersenyum kecil,ia merasa terhibur dengan kedatangan Alexi saat ini.
" Apa suami mu ada menelfon ?" Tanya Alexi mulai serius.
" Ada,mereka bilang Mas Restu sangat berusaha untuk sembuh " jawab Winda menghela nafas.
" Dia pria sejati Win,aku pikir kau beruntung bertemu dengannya " Balas Alexi.
" Ya,tapi takdir memisahkan kami " Kata Winda sedih.
" Kau harus kuat,tidak semuanya berjalan lancar bukan " Balas Alexi terkekeh.
" Ya aku melewati banyak hal dan Lex..." ucap Winda menggantung.
" Ya ada apa ?"
" Hm kau tau sesuatu tentang Samuel dan istrinya ?" tanya Winda hati2.
" Kenapa bertanya dia ?" tanya Alexi mengernyit.
" Ntah lah,Samuel akhir2 ini sering menemui ku apalagi dia tau Mas Restu gak ada " Jawab Winda tak enak.
" Apa !" Pekik Alexi kaget.
" Aku tidak bisa menolaknya Lex,kau tau dia begitu berjasa dalam hidup ku bahkan saat ini orang tuanya pun begitu " Kata Winda bingung.
Alexi diam sejenak memikirkan kata2 yg terucap barusan.
" Dia meminta mu kembali ?" tanya Alexi.
" Tidak hanya saja aku em...
" Kau yg ingin kembali ?" Potong Alexi melotot.
Winda diam hingga detik berikutnya menggeleng cepat.
" Aku tau diri Lex,aku dan dia sepertinya tidak bisa bersama lagi " Balas Winda tersenyum sumbang.
" Aku dengar istrinya datang kekantor dan membuat karyawan tercengang dengan truck makanan,tapi..." Ucap Alexi menggantung.
" Apa ?" Tanya Winda penasaran.
" Dia melarikan diri ntah kemana " Jawab Alexi terkekeh.
Deg...
Winda tersentak kaget mendengar penuturan sang sahabat.
" Istrinya membawakan makan siang tapi Samuel tidak memakannya dan malah pergi begitu saja " Lanjut Alexi menggeleng tak percaya.
" Ya Tuhan " Batin Winda deg deg ser...
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.