
Setibanya dilokasi,para undangan begitu ramai.
anak kecil berlari larian mengejar satu sama lainnya.
Afdhal masih bersembunyi dileher Samuel meski sesekali mengintai anak2 yg asik sendiri.
" Kau ingin bergabung ?" Tanya Samuel berbisik.
Afdhal menggeleng pelan.
" Sam mereka disana " Ucap Leni mendekat.
Samuel menoleh dan mengangguk pelan.
Pria itu pun berjalan kearah para kolega yg sedang mengobrol ria.
Beberapa pria melihat kearah pasangan itu dengan wajah takjub apalagi Leni terlihat begitu mempesona dengan gaun belah pahanya.
" Selamat sore Tuan Samuel " Sapa pria berjas abu dengan sopan.
" Sore " Balas Samuel tenang.
" Apa ini anak dan Istri mu ?" Tanya pria itu lagi.
" Ya " Jawab Samuel mengakui.
Leni bersemu melirik Samuel yg mengakui dirinya sebagai seorang istri.
Para istri kolega tersenyum kepada Leni dan dibalas dengan senyum hangat juga.
" Anak kalian luar biasa,dia tampan seperti Papanya " puji kolega takjub.
Leni yg tadinya tersenyum langsung berubah datar,Samuel terkekeh pelan membuat sang istri menoleh.
" Ya terima kasih " kata Samuel menanggapi obrolan.
Mereka kembali mengobrol,Afdhal menjadi pusat perhatian para penoton apalagi bocah itu tak banyak tingkah.
Leni sedikit menjauh,wanita itu merasa asing lagi dengan sikap dingin Samuel.
" Siapa bocah itu ? kenapa Sam sangat dekat dengannya ?" Gumam Leni heran.
Wanita itu menjauh dari sang suami,Leni mencari tempatnya sendiri untuk menenangkan diri.
" Aku harus mencari tau siapa anak itu " Gumam Leni tajam.
Ntah mengapa ada rasa tidak rela dan heran dari diri Leni,ia merasa tak terima Samuel membawa anak orang lain yg ia tidak kenal siapa anak tersebut.
Lama berada disana,akhirnya mereka pun pulang.
Afdhal sudah tertidur lelap dengan perut kenyang.
" Sam " Panggil Leni pelan.
" Hm " Jawab Samuel cuek.
" Sebenarnya ini anak siapa ?" tanya Leni hati2.
Samuel diam tak menjawab.
" Hm apa kita tidak mengantarnya pulang ?" Tanya Leni lagi.
" Dia akan tidur dirumah " Jawab Samuel.
" Dirumah kita ?" Ulang Leni kaget.
" Memangnya kenapa ?" tanya Samuel menoleh.
" Hm tidak tapi aku merasa kurang nyaman dengan orang asing " Balas Leni menunduk.
Samuel tersenyum miring mendengar ucapan wanita itu.
" Maka tidurlah diluar " Jawab Samuel santai.
" Sam " Panggil Leni mengambil sebelah tangan sang suami.
__ADS_1
Samuel tersentak kaget dengan pergerakan istrinya.
" Kenapa ?" tanya Samuel menarik lagi tangannya dan menaruh di stir.
" Hm aku sudah berusaha dan sekarang semuanya sudah berakhir " Jawab Leni serius.
" maksud mu ?" tanya Samuel mengernyit.
" Aku dan Santa,kami sudah mengakhirinya " Jawab Leni.
" Hah kenapa ?" tanya Samuel syok.
" Aku ingin kembali pada mu Sam,aku ingin menjadi istri yg benar " Jawab Leni memelas.
" Hahaha istri yg benar ? memangnya selama ini kau salah ?" Tanya Samuel tertawa sumbang.
" Ya aku salah,aku ingin memulai lagi dengan mu,ayo kita bahagiakan hubungan ini " Ajak Leni tersenyum semangat.
Samuel diam memasang wajah datarnya.
" Aku tau mungkin ini menggelikan untuk kau dengar tapi aku sudah memikirkannya matang2 Sam,ini tidak mudah untuk ku " kata Leni sedih.
Samuel masih diam tanpa menjawab.
Hening....
Pria itu menambah laju kendaraanny hingga sampai di parkiran apartemen.
" Sam " Panggil Leni saat lelaki itu keluar mengendong Afdhal.
Untuk kesekian kalinya Samuel tidak menjawab,wajahnya sangatlah datar seolah tak mendengar apa yg diucapkan sang istri.
" Huh aku tau ini kacau Sam,tapi bisakah kau beri aku kesempatan,aku ingin sekali melakukannya " Gumam Leni melihat sang suami makin menjauh.
Sampai di ruangan,Samuel menaruh Afdhal diranjang.
Bocah itu sangat lelap membuat Samuel tak tega membangunkannya.
" Aku harus menelfon Winda " Gumam Samuel teringat.
Tak tunggu lama panggilan pun tersambung.
Terdengar Winda marah2 disebarang karna anaknya tak kunjung dikembalikan.
" Kau tidur lah,anak mu baik2 saja dirumah ku,kami baru pulang " Ucap Samuel tenang.
" Kau apakan anak ku Sam !? " teriak Winda kesal.
" Dia baik2 saja,besok aku kembalikan "Balas Samuel terkekeh pelan.
" Haistt kau membuat jantung ku mau lepas !" Ucap Winda geram.
" Ya aku minta maaf karna tak mengangkat panggilan mu,sekarang tidur lah,jangan lupa kunci semua pintu dan jendela " Kata Samuel sangat tenang.
" Baiklah " Jawab Winda patuh.
Tut.
Panggilan terputus,Samuel menaruh lagi hapenya di nakas dan berbalik badan.
Deg...
Pria itu melotot kaget saat sang istri ternyata berdiri dibelakangnya.
" Kau menelfon siapa ?" tanya Leni dengan wajah menyelisik.
" Bukan siapa2 " Jawab Samuel mencoba tenang.
" Bukan siapa2 ? kenapa kau bicara lembut dengannya ?" tanya Leni mulai kesal.
" Memangnya kenapa ?" Tanya Samuel bersedekap dada.
" Sam !" Kata Leni meninggikan suaranya.
Samuel terkejut dan menoleh kesamping.
__ADS_1
Terlihat Afdhal terkejut juga dalam tidurnya,bocah itu bergerak gelisah.
" Kau membangunkannya !" kata Samuel geram.
" Antar pulang anak itu " Kata Leni tegas.
Samuel menepuk bahu Afdhal mencoba menenangkannya..
" Mama " Ucap Afdhal serak.
" Cup cup sayang,tidurlah " Kata Samuel lembut seraya memberi sedikit belayan.
Leni memutar mata dan melongos pergi.
Suasana hati perempuan itu berubah drastis,ia merasa kesal dengan sikap Samuel malam ini apalagi Samuel kedapatan menelfon wanita lain tadi..
Setelah Afdhal tenang,Samuel bangun dari duduknya dan berjalan keluar.
Pria itu masuk kedapur dan mendapati sang istri sedang duduk dimeja makan seraya menuangkan anggur merah kedalam gelas.
" Kau mau ?" Tawar Leni mengacungkan benda tersebut.
" Kenapa kau minum ?" tanya Samuel mengernyit.
" Aku haus " Jawab Leni datar.
Samuel mengangguk pelan dan membuka kulkas.
" Bisakah kita tidur bersama malam ini ?" Tanya Leni lagi.
" Aku tidur dengan Afdhal " Jawab Samuel sambil menggigit apelnya.
" Lalu aku tidur dimana ?" Tanya Leni mengernyit.
" Terserah,biasanya kau juga tidur diluar " jawab Samuel santai.
Brakkkkk....
Leni mengebrak meja dengan gelas yg ia pegang,Samuel kembali tersentak tapi lelaki itu mencoba bersikap santai.
" Jangan memancing ku Sam " Ucap Leni bangkit dari duduknya.
" Siapa yg memancing,aku sedang makan apel " Jawab Samuel terkekeh.
Leni mendekat,wajah wanita itu sangat berbeda dari biasanya.
Samuel melihat wanita itu dari ujung kaki hingga kepala,penampilan Leni sungguh luar biasa dengan baju sexy nya tapi pria tersebut merasa biasa saja tanpa adanya ketertarikan.
Leni semakin dekat hingga membuat Samuel tersentak di dinding dapur.
Dengan sensual wanita itu memajukan kakinya membelah paha pria tersebut.
" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Samuel mengernyit.
Leni mengambil apel Samuel dan menggigitnya dengan sangat sexy.
Glek...
Jakun lelaki itu naik turun melihat aksi berani sang istri.
" Kembalikan apel ku " Ucap Samuel tersadar dan merebut lagi apelnya.
Leni tersenyum smirk melihat paras Samuel bersemu.
" Sam " Panggil Leni lirih dengan nada berat.
" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Samuel kaget tangan Leni menyentuh paha atasnya.
" Membelai suami ku yg malang " Desah Leni tersenyum menggoda.
Glek...
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1