
Suasana rumah Romi semakin ramai,kehadiran anak Winda berhasil mencuri perhatian para tetangga.
Warga begitu penasaran akan bayi yg dibawa Yuni dari rumah sakit karna yg mereka tau anak menantu Yuni tidak ada yg hamil besar.
Bayi Winda dikelilingi oleh 2 bocah yg terlihat sangat takjub dan kepo.
Ibu mereka sesekali memantau takut2 anaknya berbuat jahil.
" Ehmmm " Dehem Histi sedikit kuat saat melihat tangan Sutar yg akan menyentuh bayi malang tersebut.
Sutar menoleh dan mendapat pelototan dari Ibunya.
" Hehe aku gak ya " kata Suci mengangkat tangannya.
" Gak usah sentuh2 nanti adeknya iritasi " Kata Histi tegas.
" Aku udah cuci tangan Ma,udah higenis " Balas Sutar malas.
" Gak boleh,nanti kamu cubit lagi " Cibir Histi.
" Ihh dak boleh cuujon Ma,dimalahi Tuhan " Kata Sutar kesal.
" Iya2 " Jawab Histi memutar mata.
Suci memundurkan bokongnya,gadis itu tak mau ikut2an dimarahi Histi.
Rena dan Yuni melayani tetangga yg datang bersilahturahmi sedangkan Salsa berada didapur membuat teh manis.
Histi yg tidak ada kerjaan pun,dimintai Rena untuk memantau bayi Winda.
Bahkan wanita itu sudah menyiapkan senjata andalannya yaitu raket nyamuk.
Yuni memang menyiapkan barang tersebut dirumah karna tak mau anak menantunya terkena gigitan.
" Papa belum pulang ya Ma ?" tanya Sutar mulai jengah.
" Bentar lagi juga sampe " Jawab Histi mengibas2 raketnya.
" Uh aku lupa tadi mau nitip sesuatu " Balas Sutar lesu.
" Nitip apa ?" tanya Histi mengernyit.
" Es klim sama mainan lah,kalo nitip Mama balu kan gak mungkin " Jawab Sutar.
" Apa ! Mama baru ?" Pekik Histi melotot.
Seketika suasana sepi,wanita itu menoleh kiri kanan dan kaget saat tatapan semua orang beralih kepadanya.
" Hehehe pissssss "Ucap Histi cengengesan seraya mengangkat 2 jarinya.
Rena menghela nafas dengan senyum kecilnya,kadang ia masih suka heran dengan sikap Histi yg tak berubah apalagi Sutar sangat menuruni gen wanita itu.
Tak lama para lelaki pulang,Romi membawa bungkusan makanan bedahal dengan Serkan yg membawa tangan kosong.
" Papaaaa " Pekik Sutar heboh.
Serkan tersenyum dan mendekati anaknya.
" Apa kabar ?" tanya Serkan lembut.
" Kulang baik Pa " Jawab Sutar mengkrucut.
" Kenapa ? anak Papa sakit ?" Tanya Serkan khwatir.
__ADS_1
" Cacing Sutal yg sakit Pa,belum dikasih makan " Jawab Sutar drama.
" Hah " Kata Serkan syok.
" Ngadi2 anak kamu Yank " Sahut Histi gemas.
" Kamu belum makan ?" Tanya Serkan menyelisik.
" Udah ih,3x sehari anak kamu makan belum snack sama susunya " Jawab Histi sedikit kesal.
Sutar memasang tampang melas minta dikasihani,Serkan melirik Histi dan seketika mengulum senyum.
Terlihat sekali wajah takut Histi yg akan dimarahi Serkan jika memang benar belum memberi putranya makan.
" Kamu udah makan ?" tanya Serkan mengusap pipi Histi.
" Udah " Jawab Histi ketus.
" Baguslah,boleh siapin aku es teh,aku haus " Pinta Serkan menggaruk kepala.
" Boleh " Jawab Histi semangat.
" Aku buatin sekarang ya " kata Histi tersenyum cerah.
Serkan mengangguk kecil,wanita itu pun langsung melesat kearah dapur.
Histi sangat suka mendapat perintah khusus dari suaminya,karna Serkan memang jarang memerintah selama menikah.
Di sebuah sofa,seorang gadis terlihat lesu.
Romi yg sedang membuka kaos kakinya menoleh melihat sang cucu yg sangat murung.
" Kamu kenapa ?" tanya Romi tenang.
" Lemes kenapa ?" tanya Romi bingung.
" Papa kenapa pulangnya lama Kek,Papa nya Sutal udah pulang,kenapa Papa Uci gak pulang2 ?" tanya Suci sedih.
" Papa kamu kan lagi diluar kota " Jawab Romi.
" Kenapa selalu kelual kota,emangnya didalam kota gak bisa kelja ?" Tanya Suci kesal.
" Ya sebenarnya bisa,cuma em harus dinas keluar juga " Jawab Romi hati2.
" Ck,kelja apa kelual2 telus,emang gak sayang anak " Cibir Suci.
Glekkkk....
Romi menelan ludah kasar,mulut cucunya makin hari makin pintar.
Tak ada yg mengjari ia bicara hal2 random,bahkan Salsa juga bingung dari mana Suci mendapatkan kata2 nyeleneh yg bisa membuat orang terdiam.
" Kenapa Rom ?" tanya Tito ikut duduk disofa.
" Gak papa Pa,ini Suci nanyain Alexi " Jawab Romi tenang.
" Oh,Suci kangen sama Papa ya ?" Tanya Tito lembut.
" Iya Kek,tapi Papa sibuk telus,Suci males jadinya " Jawab Suci ketus.
" Hmm kan Papa kerja buat Suci juga " Balas Tito memberi pengertian.
" Tau ah,kalo Papa gak pulang2 nanti Uci minta Mama cali Papa balu aja " Ucap Suci melongos pergi.
__ADS_1
Tito dan Romi tersentak kaget,kedua lelaki itu menganga lebar mendengar ucapan cucunya barusan.
" Rom,mending kamu suruh Alexi cepetan pulang deh " Kata Tito merinding.
" Iya Pa,tapi Alexi belum bisa pulang sekarang kerjaannya banyak banget " Balas Romi menelan ludah kasar.
" Huh kamu mau Suci maksain Salsa cari suami baru ?" Tanya Tito ngeri.
Romi diam,beberapa detik kemudian kedua lelaki itu ngakak membayangkan Suci merengek minta Papa baru nanti kepada Salsa,dan Alexi yg merasa teraniaya makin membuat kedua lelaki itu terus tertawa.
Ditempat lain,suasana sedikit tenang.
Kini Restu sudah dipindahkan keruang rawat inap.
Kondisinya perlahan membaik,meski belum bisa membuka mata tapi Sindi maupun Malvin begitu bahagia karna menantu mereka akan segera sembuh.
Seperti hari ini,Dokter memeriksakan kesehatan Restu,adik nya hanya bisa tertunduk saat jarum suntik menusuk keselang impus sang kakak..
" Bi " Panggil Adik Restu pelan.
" Iya ada apa ?" tanya Sindi menoleh.
" Hm,aku hari ini rencananya mau cari kerjaan " Jawab gadis itu menunduk
" Kamu mau kerja ?" tanya Sindi mengernyit.
" Kamu kan lagi kuliah " Celetuk Malvin.
" Iya Om,tapi aku gak bisa berdiam diri saja,Ibu setiap hari harus makan,dan Abang...." Jawab Anggi terputus.
" Ya kami tau,kondisi kita memang lagi sulit " Jawab Sindi menghela nafas.
" Kami gak bisa bergantung terus sama Bibi dan Om,dan biaya rumah sakit pun sangat mahal bukan " Kata Anggi lesu.
" Iya Nggi " Jawab Sindi jujur.
" Makanya aku mau cari kerjaan Bi,untuk kuliah mungkin sekarang aku ambil cuti dulu sampe Abang pulih " Balas Anggi.
Sindi dan Malvin diam,pasangan itu juga merasa kasihan dengan adik serta orang tua Restu.
Selama ini yg menjadi tulang punggung keluarga adalah Restu,bahkan lelaki itu juga sudah mampu membiayai kuliah adik semata wayangnya,tapi dengan kejadian ini membuat semua orang merasa terpukul.
" Lakukan saja apa yg menurut kamu baik,untuk saat ini kami gak bisa bantu banyak,kita juga butuh biaya yg ngak sedikit " Jawab Sindi lesu.
" Iya Bi,em aku titip Emak ya " Kata Anggi memelas.
" Iya,kamu tenang aja Bibi bakal jaga Emak kamu " Balas Sindi lembut.
" Oke Bi,kalo gitu aku pergi dulu ya,mau anter lamaran hehe " Kata Anggi cengengesan.
" Iya hati2 ya " kata Sindi tersenyum kecil
" Ini,ambilah buat ongkos " Kata Malvin mengambil uang disaku celananya.
" Gak usah Om,aku ada kok " Jawab Anggi menolak.
" Ambil aja,buat penyemangat " Kata Sindi terkekeh.
Anggi mengambilnya dengan senyum malu2,gadis itu pun berjalan keluar setelah membisikkan beberapa kata ditelinga sang Abang.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1