Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
336


__ADS_3

Disebuah mobil seorang gadis duduk tak tenang dikursinya,apalagi sesekali maniknya dan si supir bertabrakan.


Yup,Winda tak urung diantar Samuel pulang karna lelaki itu tak tega melihat Winda harus kebasahan jika pulang bersama Jonathan dan khawatir jika diantar ojek mobil,berhubung gadis itu sangat mengantuk dan dalam keadaan lemah.


Naya duduk didepan dengan wajah kesal,gadis itu tak terima Samuel membawa gadis asing naik ke mobil karna akan mengganggu waktu mereka.


" Antar dia pulang dulu " Ucap Naya ketus.


" Kenapa ? ini udah deket sama tempat temen kamu " Ucap Samuel menoleh.


" Cancel aja " Kata Naya kesal.


Drt drt..


Hape Naya kembali berdering dengan nama yang sama dilayar.


" Ck " Naya mendengus geram melihat temannya masih saja menghubungi.


" Kumpul aja daripada kamu digibahin,ntar aku lagi yang salah " Ucap Samuel tenang.


" Terus kamu berduan gitu sama cewek itu !" Kata Naya geram.


Winda yang akan tertidur langsung terbangun mendengar suara keras Naya.


Samuel menoleh ke Winda yang sedang memperbaiki duduknya.


" Aku cuma antar pulang aja " Ucap Samuel sabar.


" Cih " Naya berdecih sambil bersedekap dada.


Drt drt..


Hape Naya kembali berdering,gadis itu menghela nafas dan menjawab panggilan.


" Lo dimana sih Nay,semua orang nungguin lo nih !" Bentak seorang gadis diseberang.


" Gak jadi " Jawab Naya ketus.


" Eh gila lo ya,lo yang bikin rencana lo yang batalin,nabat dong Nay " Balas teman Naya emosi.


Naya diam,Samuel masih berkendara dengan tenang sedangkan Winda mati2an menahan rasa kantuknya yang tak hilang2 ditambah suara hujan yang seolah menina bobokan gadis itu.


" Iya2,gue kesana " Kata Naya pasrah.


" cepetan gak usah ngaret !" Kata teman Naya tegas.


Tut.


Gadis cantik itu mematikan telefon sepihak dan menatap kekasihnya.


" Ya udah kerumah Rosi " Kata Naya tenang.


Samuel mengangguk dan mengusap kepala gadis itu lembut.


Naya tersenyum merebahkan kepalanya dibahu Samuel.


Tak lama mereka pun sampai,Samuel berlari keluar dengan payung ditangannya.


" Ayo " Ucap Samuel membuka pintu disebelah Naya.


Gadis itu mengangguk dan turun dari mobil memeluk pinggang lelaki itu.


Samuel mengantar sampai depan rumah.


" Gak usah jemput,aku pulang sama temen " Ucap Naya tersenyum.


" Beneran ?" Tanya Samuel tenang.


" Iya,kamu kan kerja juga malam ini "


" Ya udah,nanti kabarin ya " Pinta Samuel tersenyum.


Gadis itu mengangguk dan memberikan kecupan di pipi Samuel.

__ADS_1


Lelaki itu berjalan menjauh masih dengan payungnya


Didalam mobil Winda sudah tertidur dengan posisi duduk,gadis itu sudah kalah dengan rasa kantuk yang luar biasa.


Memang setelah minum obat,Winda pasti akan mengantuk dan tertidur pulas untuk mengoptimalkan tenaga yang ia keluarkan.


Samuel masuk kedalam mobil dan menoleh kebelakang.


Pria itu kaget melihat Winda sudah memejamkan mata.


" Dia pasti sangat mengantuk " Gumam Samuel pelan.


Pria itu melihat jam,memang sekarang sudah waktuny tidur siang.


Hujan semakin berguyur,pria itu memutuskan untuk pulang.


Winda tak sadar akan dibawa kemana karna gadis itu sudah di alam mimpi.


Setengah jam kemudian,Samuel memarkirkan mobilnya disebuah rumah cukup besar dengan 2 mobil terparkir disana.


Pria itu turun dan membuka pintu belakang,terlihat Winda masih tidur dengan nyenyak tanpa suara.


Dengan hati2 Samuel mulai mengangkat tubuh gadis itu keluar.


Pria itu masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan seorang wanita paru baya yang berjalan keluar.


" Loh ini siapa ?" Tanya Wanita itu terbelalak.


" Ma,tolong bukain pintu kamar aku " Ucap Samuel cepat.


" Hah kenapa ? ini siapa ?" tanya Wanita itu masih bingung.


Samuel langsung berjalan masuk menuju kamarnya.


Wanita paru baya itu pun berlari mengejar sang anak dan membuka pintu kamar.


Samuel menaruh tubuh Winda dengan hati2 diranjangnya.


Dengan hati2 pria itu menyelimuti Winda.


" Namanya Winda,dia tidur " Jawab Samuel tenang.


" Hah,tidur ?" tanya Wanita itu syok.


" Iya Ma,biarin dia istirahat dulu disini " Ucap Samuel membuka bajunya dan menampilkan tato naga di bahu sebelah kanan.


Wanita paruh baya itu diam menatap Winda penuh selidik.


Samuel berjalan keluar sambil mengenakan baju kaosnya yang baru.


" Jelasin sama Mama!" Pinta wanita itu tegas.


" Dia tidur Ma,setelah minum obat " Ucap Samuel menghidupkan televisi.


" Obat apa ? kamu kasih dia minum aneh2 ?" tanya Lutfia heran.


" Ya gak lah " kata Samuel kaget.


Yap,pria itu adalah anak pertama dari Lutfia dan suaminya Rafael.


" Terus kenapa ?" tanya Lutfia bingung.


" Dia sakit Ma " jawab Samuel menghela nafas.


" Sakit kenapa ?"


Samuel menceritakan apa yang ia tau,Lutfia sangat kaget dan tak menyangka gadis manis yang dibawa putranya tadi begitu menderita.


" Apa dia akan selamat ?" Tanya Lutfia nanar.


" Aku tidak tau,dia butuh donor " Jawab Samuel pelan.


Lurfia terdiam,wanita itu tiba2 teringat akan masa lalu nya dulu saat harus merelakan temannya pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Lurfia pergi kedapur tanpa banyak bertanya lagi.


Samuel kembali menonton Tv dengan tenang.


Hari menuju sore,Winda terbangun dari tidur nyenyaknya.


Saat membuka mata gadis itu mengernyit melihat atap kamar terasa asing.


" Aku dimana ?" Gumam Winda bingung.


Gadis itu bangkit dan melihat sekeling.


Manik Winda seketika terbelakak melihat ruangan kamar itu berbeda jauh dari kamarnya.


" Astaga aku dimana ini ?" Gumam Winda panik.


Gadis itu berdiri dan berjalan keluar.


Deg...


Winda kembali kaget melihat isi rumah tak sama dengan rumahnya.


" Aku harus pergi dari sini " Gumam Winda panik.


Gadis itu pun mulai mencari jalan keluar hingga maniknya melihat seorang wanita sedang duduk santai menikmati es teh diluar rumah.


Deg...


Jantung Winda berdegub kencang,gadis itu terlihat sangat ketakutan.


Lutfia menoleh dan kaget melihat Winda berdiri diambang pintu.


" Sudah bangun ?" Tanya Winda mendekat.


Winda mundur perlahan berjaga jaga.


" Jangan takut,saya bukan orang jahat " Ucap Lutfia mendekat.


Winda semakin mundur hingga punggungnya menabrak seseorang.


Gadis itu berbalik badan dan terbelakak melihat Samuel berdiri dengan wajah datar.


" Kamu " Pekik Winda melotot.


" Hm " Jawab Samuel tenang.


" Ke ken apa aku ada disini ?" tanya Winda panik


" Kamu tertidur " Jawab Samuel.


" Iya aku memang tidur,tapi kenapa ada disini ?" tanya Winda mengakui.


" Tadi hujan lebat,Samuel gak tau rumah kamu dimana,makanya bawa kerumah Tante " Jawab Lutfia ramah.


" Hah " Pekik Winda kaget.


" Saya Mamanya Samuel " Ucap Lutfia mengenalkan diri.


Glekkk....


Winda menelan ludah kasar dan secara bersamaan hape gadis itu berdering.


Winda mengambil hapenya dalam tas dan melotot melihat nama dilayar.


" Gawat,Mama vidio call lagi " Gumam Winda panik.


" Ibu kamu ?" tanya Lutfia.


Winda mengangguk pelan.


" Gak papa biar Tante jelaskan " Ucap Lutfia tersenyum.


Glekkk...

__ADS_1


Winda menelan ludah kasar dan melirik Samuel yang menatapnya datar.


__ADS_2